
Satu bulan sudah, Ela tinggal bersama orangtua kandungnya. Selama ini ia masih bekerja di perusahaan Haikal. Pagi ini seperti biasanya Ela membantu mamanya menyiapkan sarapan pagi. Setelah semua tertata rapi di meja makan Ela bergegas untuk mandi dan bersiap berangkat ke kantor. Kemudian ia turun ke ruang makan yang berada di lantai satu untuk sarapan, disana telah terlihat Bu Rianti dan Pak Ardi.
"Pagi mama papa, maaf ya Ela lama." Sapa Ela
"Pagi sayang" Jawab keduanya
"Iya nggak papa nak." Kata papanya
Mereka menyantap nasi goreng yang telah Ela dan mamanya masak. kehangatan keluarga pun sangat terasa, suasana yang mereka dambakan selama bertahun-tahun akhirnya mereka rasakan.
"Sayang, apa nggak sebaiknya kamu resign saja dari pekerjaanmu dan kamu urus saja usaha kamu beserta resto milik keluarga kita." Kata pak Ardi memecah keheningan
"Enggak bisa pa, lagiapula Ela harus profesional. Walaupun Ela tahu kalau papa bisa membayar denda kontrak yang telah Ela tanda tangani. Tetapi Ela rasa itu sudah menjadi tanggung jawab Ela yang berarti perusahaan telah mempercayakan pekerjaan itu kepada Ela." Jelas Ela
Orangtua Ela pun hanya bisa pasrah menerima keputusan putri kesayangannya itu. Mereka tidak mau jika putrinya merasa terkekang semenjak tinggal bersamanya. Setelah sarapan, Ardi berangkat ke rumah sakit sedangkan Ela berangkat ke kantor menggunakan taksi online karena ia masih belum siap jika orang lain tahu bahwa ia adalah anak orang yang berada. Sesampainya di kantor Ela langsung memberitahukan jadwal Haikal dan mengerjakan beberapa pekerjaan yang diperintahkan oleh Haikal.
🌸🌸🌸🌸🌸
Tiba waktunya jam makan siang, Haikal mengajak Ela makan di suatu restoran setelah mereka melakukan meeting bersama klien di luar. Mereka hanya makan siang berdua karena asisten Ridho tidak mengikuti meeting di luar.
"Saya dengar, kamu sudah bertemu kedua orangtua mu ya?" tanya Haikal
"Alhamdulillah benar pak." Jawab Ela
"Alhamdulillah, saya ikut senang mendengarnya. oya jangan lupa makan dessertnya, kamu suka strwaberry kan, maka dari itu saya pesankan kamu strawberry cheescake lasagna." Kata Haikal
"Kok Bapak tahu kalau saya suka strawberry?" tanya Ela
Ela pun memakan dessertnya, manis itulah yang terasa di lidah Ela saat memakan dessert tersebut. Tiba-tiba saat ia menyendokkan sendok ke dessertnya ia menemukan benda keras berbentuk lingkaran, Ela pun langsung mengambilnya. Terlihat cincin yang terbuat dari Emas putih dengan permata cantik di tengahnya.
"Cincin siapa ini?" tanya Ela kebingungan
"Itu cincin punya kamu, saya yang membelikannya." Ucap Haikal sambil tersenyum dan metanya tak lepas dari wajah cantik Ela
"Maksud bapak?" tanya Ela yang masih tidak menegerti
"Aziela, selama ini saya merasakan sesuatu yang berbeda saat berada di dekatmu, jantung saya berpacu lebih cepat bahkan hampir copot karena saya melihatmu. Jangankan melihatmu, memikirkanmu saja membuat jantung saya berdesir. Saya bingung, kenapa saya bisa seperti itu? menurut adik saya yang sudah berpengalaman, itu tanda nya saya sedang jatuh cinta. Setiap malam saya berdoa dan meminta petunjuk sama Allah, dan 3 hari yang lalu saya istikarah dan kamu tahu apa hasilnya?" tanya haikal yang mendapat gelengan dari Ela
"Allah memberi petunujuk dengan mementapkan hati saya Ziela, Allah memantapkan dan meyakinkan saya bahwa kamulah jodoh dan pendamping hidup saya, Aku mencintaimu Aziela Safitri." Tegas Haikal
Ela pun hanya mematung, ia terkejut dengan dengan pernyataan bos nya. Haikal yang paham akan apa yang Ela rasakan pun buka suara
"Maukah kamu menjadi istri saya Aziela, Maukah kamu menjadi pendamping hidup saya? maukah kamu mengejar surga Allah bersama saya?" tanya Haikal
"Jujur pak saya terkejut dengan pernyataan bapak yang tiba-tiba. Dan saya sebenarnya juga merasakan hal yang sama dengan apa yang bapak, setiap berdekatan dan memikirkan bapak saya merasa janung saya berdetak cepat tetapi juga ada perasaan nyaman pak. Tapi saya tahu dirilah, saya hanya sekretaris bapak dan bapak adalah bos saya maka dari itu saya merasa tidak pantas untuk berharap lebih, saya harus tetap profesional dalam bekerja pak. Kita ini bagaikan langit dan bumi pak, saya hanya orang biasa bukan seperti bapak yang berasal dari kalangan yang berada" Jelas Ela
"Tapi saya, nggak mempermasalahkan status sosial dan ekonomi Aziela, saya mencintaimu apa adanya, saya mencintai hatimu, sikapmu, dan bagaimana kamu bersikap sesuai ajaran agama." Timpal Haikal
"Maaf saya belum bisa menjawab sekarang pak, saya harus istikarah terlebih dahulu dan akan membicarakan hal ini kepada kedua orangtua saya. Beri saya waktu 3 hari pak." Pinta Ela
"Baiklah saya akan menunggu jawaban darimu." Kata Haikal
Setelah menyatakan perasaan masing-masing mereka kembali ke perusahaaa, dengan hanya ditemani keheningan pada saat perjalanan.