Aziela & Haikal

Aziela & Haikal
Tasyakuran



Waktu yang ditunggu pun tiba, hari ini di rumah besar milik Haikal akan dilaksanakan tasyakuran atas kesembuhan


Ela dan pindahan ke rumah baru yang belum sempat diadakan. Melenceng dari rencana awal, Haikal juga mengundang beberapa tetangga dan seorang ustadz serta anak yatim dari panti asuhan yang tak jauh dari komplek rumahnya hanya sekitar


10 menit jaraknya.


Saat ini Ela tangah duduk di meja rias dengan gamis berwarna putih dan jilbab warna senada tak lupa makeup natural yang melekat di wajah ayunya. Sedangkan Haikal juga telah bersiap dengan koko berwarna putih dan peci serta celana panjang berwarna hitam. Ia berjalan menghampiri sang istri dan langsung memeluknya dari belakang.


"Cantiknya istri mas." Katanya sambil menatap sang istri di kaca


Ela yang dipuji hanya tersenyum


"Suamiku juga tampan sekali." Timpalnya


Lama mereka saling berpandangan akhirnya mereka memutuskan untuk turun ke bawah karena sebentar lagi para tamu undangan akan datang. Satu persatu tamu datang dan dipersilahkan untuk duduk termasuk sahabat Ela dan sahabat Haikal yang baru datang.


Acara berjalan dengan lancar mulai dari pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan-sambutan, sampai ceramah oleh ustadz dan tibalah acara yang paling ditunggu yaitu makan-makan. Haikal dan Ela memutuskan untuk mengambil makanan dari resto dan beberapa cemilan dari toko kue milik mereka.


"Sayang perkenalkan, ini namanya Ihsan. Dia sahabat mas juga dia ini seorang arsitek." Kata Haikal memperkenalkan sahabatnya kepada sang istri.


"San, ini istriku dan putri dari papa Ardi namanya Aziela." lanjut Haikal. Ela dan Ihsan saling menangkupkan tangan di depan dada tanda menyapa.


"Jadi nona Aziela ini putri dari om Ardi yang hilang?" tanya Ihsan


Ela tersenyum


"Benar, panggil aja Ela." Jawabnya


Kemudian mereka lanjut menyapa tamu yang lain, tak sedikit dari para tentangga yang memuji kecantikan Ela dan ketampanan Haikal terutama para Ibu-ibu. Andai mereka bukan pasangan suami istri dan masih lajang para ibu-ibu akan memperkenalkan dan menjodohkannya kepada anak-anak mereka.


"Ela!!!" Ujar Sekar sedikit keras sambil memeluk Ela


"Pelan-pelan kali meluknya dan juga suara kamu tuh keras banget udah kayak toa kang tahu bulat." Ela menimpali sahabatnya itu, yang lain pun hanya melihat sambil senyam-senyum


"Etdah sejak kapan lo punya selera humor kayak gini. Aduh lo nikah sama pak Haikal diajakin nonton film komedi mulu ya sampai lo jadi kayak gini." Cerocos Sekar sambil melirik Haikal yang duduk di samping Ela


"Yah ketularan siapa lagi kalau bukan kamu." Jawab Ela yang membuat Sekar menutup mulutnya segera


Sekar bangkit dan duduk di dekat Ela


"El, asisten nya laki lo datang nggak?" bisiknya di telinga Ela membuat sang pemilik telinga menoleh ke arah Haikal. Seakan tahu apa yang dimaksud sang istri Haikal langsung menunjuk suatu ke suatu arah dengan dagunya.


Dan alangkah kagetnya Sekar melihat Ridho asisten pribadi Haikal yang tengah duduk berdua dengan seorang wanita berambut pirang yang tertutup oleh kerudung transparan berwarna abu-abu.


'Si babang Ridho ganteng lagi sama siapa tuh. jangan suudzon Sekar.' Kata sekar dalam hati


"Itu calon istrinya Ridho namanya Dayu, dia blasteran Bali Amerika." Spontan Haikal mengucapkan itu agar tidak membuat Ela dan Sekar kebingungan.


Sekar pun kaget tak terasa air mata telah memenuhi pelupuk matanya tetapi ia mencoba untuk tidak menangis lagian dia juga bukan siapa-siapanya Ridho jadi buat apa nangisin calon suami orang. Ela yang mengerti suasana hati sahabatnya langsung memegang pundak Sekar dan mengangguk sambil tersenyum mengisyaratkan bahwa Sekar harus tabah.


Acara ditutup dengan pembagian bingkisan kepada para tamu dan anak yatim yang disertai dengan amplop berwarna putih. Tinggalah keluarga dan para sahabat di rumah itu.


"Mbak El, kita mau pamit pulang yak. Makasih jamuannya emmm enak bingitz pake Z." Kata Atika


"He.em betul banget besok kalau Sifa nikah catering nya bakal ambil dari restonya mbak Ela." Lanjut Sifa


Mereka hanya menanggapi dengan senyum


"Eh emang lo udah ada calon, kuliah yang bener baru mikirin nikah." Sewot Tika


'Nih cewek cantik tapi kok bawel ya.' batin Ihsan sambil melirik Sifa


'Nih cowok ganteng bett dah sebelas duabelas lah sama pak Haikal.' Batin Sifa yang pandangannya tak lepas dari Ihsan.


Setelah perdebatan antara Atika dan Sifa selesai semua orang langsung pamit pulang, begitupun Haikal dan Ela yang langsung naik ke lantai atas menuju kamar mereka. Sesampainya di kamar mereka langsung membersihkan diri dan larut di alam mimpi tanpa aktivitas apapun, maklum lah karena aktivitas mereka seharian ditambah dengan acara tasyakuran jadi mereka kelelahan.


.


sementara di perjalanan pulang Sifa yang sedang dibonceng oleh Sekar pun kebingungan pasalnya tak seperti biasa Sekar yang sering disebut miss ceriwis itu hanya diam saja sedari tadi. Sifa tak berani bertanya karena takut Sekar akan marah.


Atika masih di belakang jauh mengendarai motor klx barunya yang ia beli dengan uang sisa modal yang diberikan Ela. Setelah sekian lama akhirnya ia bisa membeli motor impiannya itu, tentu saja ia sangat senang dan menikmati perjalanan malamnya saat ini. Saat sampai di jalan sepi ia melihat mobil merk avanza warna silver berhenti dipinggir jalan, ia berniat ngebut karena takutnya itu adalah mobil rampok sebenarnya ia pandai bela diri akan tetapi takut jika orangnya banyak dan ia akan dilecehkan. Namun niatnya diurungkan saat seorang lelaki yang pernah ia lihat sebelumnya menyetop motornya.


"Mau apa lo?" Sergah Atika dengan cepat


"Eh, ini mbaknya yang tadi di tempat bos kan?" Tanya lelaki itu


"Iya gue tadi juga lihat lo di rumah nya mbak Ela." Jawab Atika


Lelaki itu langsung mengulurkan tangannya


"Kenalin mbak nama saya Aldo, saya sekretarisnya pak Haikal."


"Nama gue Atika, lo bisa panggil gue Tika." Kata Tika sedikit datar sambil membalas uluran tangan Aldo.


"Udah to the point aja lo mau apa halangin jalan gue." Kata Atika


"Ini mbak tolong dong kasih saya tumpangan, mobil saya mogok mana ini jalanan sepi lagi. Nanti kalau ada setan atau macan bisa berabe mbak."


"Lelaki kok penakut sih lo, tampang doang yang laki masa cuma sama setan takut sih." Tegas Atika


Aldo pun hanya diam dengan tubuh yang sudah bergetar karena ia memang takut kegelapan, akhirnya Atika mengecek mobil Aldo dengan senter handphone sebagai penerangnya.


"Fine-fine aja mobil lo, jangan-jangan lo lagi diganggu lagi sama penunggu jalan ini. hiiii." Kata Atika menakut-nakuti Aldo


"Jangan gitu atuh mbak, saya takut banget nih." Ujar Aldo semakin gemeteran


"Mobil lo disarter hidup nggak?" Tanya Atika yang dijawab gelengan oleh Aldo


"Kayaknya ada kerusakan sama aki mobil lo deh, mending lo telepon mobil derek suruh jemput dan bawa ke bengkel." Lanjutnya


"Tapi Hp saya lowbat mbak." Kata Aldo


Dengan kesal Atika langsung menelpon jasa derek, dan mau tidak mau ia harus memberi tumpangan kepada Aldo karena takut terjadi apa-apa mengingat jalanan sangat gelap. Aldo yang tak bisa naik motor pun langsung naik di belakang. Karena Atika sedang kesal akhirnya ide jahil nya mulai muncul, ia mengemudikan motor yang tadinya pelan mulai menambah kecepatan yang amat tinggi secara mendadak dan Aldo yang merasakan langsung menjerit-jerit di perjalanan. Atika yang mendengar teriakan Aldo hanya bisa tersenyum dan menghentikan motornya di sebuah warung yang masih cukup ramai karena baru pukul setengah 11 malam.


Atika turun meninggalkan Aldo dan masuk ke warung tersebut, ia keluar dari warung dengan membawa dua botol air mineral dan memberikan yang satu kepada Aldo.


"Napa lo? pusing?" Tanyanya


"Mbak ini cewek tapi kalau bawa motor udah kayak Rossi Valentino aja." Jawab Aldo


"Valentino Rossi kali, ya nggak papa lah daripada lo cowok pakai baju warna ungu kayak janda aja lo. jaket lo juga warnanya merah kuning hijau udah kayak pelangi di langit yang biru." Cerocos Atika


"Jangan salah ya mbak ini itu warna kebesaran saya selain pink." Timpal Aldo yang ditanggapi wajah melongo oleh Atika. Tika tak menyangka lelaki yang mempunyai paras lumayan tampan dan maco itu pecinta warna-warna cewek dan kelakuannya lebih kemayu jika dilihat dari duduk dan bicaranya.


Setelah beberapa obrolan yang nggak penting, Aldo memilih memesan taxi online menggunakan hp milik Atika untung saja masih ada. Ia tak mau pulang diantar Atika karena ia takut akan dibawa Atika kebut-kebutan lagi. Akhirnya merekapun memutuskan pulang.


Bersambung