Aziela & Haikal

Aziela & Haikal
Pertemuan Dua Keluarga



Di kediaman Setyabudi, Haikal dan orangtua nya baru saja melaksanakan Sholat Isya’ berjamaah.


“Kal, buruan ganti baju yang rapi. Mama udah nggak sabar mau ketemu calon mantu.” Kata bu Diah yang baru saja merapikan alat sholatnya


“Apaan sih Ma, Haikal malas ah, Kalian aja yang pergi deh.” Kata Haikal Malas


“Nggak boleh gitu dong Kal, kamu kan udah setuju kalau kamu nggak bawa calonmu berarti kamu bersedia dijodohin.” Timpal Bu Diah


“Itu namanya pemaksaan.” Ketus Haikal


“Oke gini aja, gimana kalau kamu ketemu dulu sama anak sahabat papa itu. Kalau kamu benar-benar nggak suka, papa nggak akan memaksa.” Sahut Pak Arman


“Yaudah deh, Haikal ikut.” Pasrah Haikal


“Nah gitu dong, Mama sudah menyiapkan baju buat kamu. Sana ganti baju.” Kata Bu Diah sambil mendorong Haikal menuju kamarnya.


🌼🌼🌼🌼🌼


Haikal dan orangtuanya telah tiba di Green Resto, Haikal tidak sadar bahwa itu adalah restoran milik orang yang ia kenal, ia tenggelam dalam pikirannya sendiri. Suasana hatinya kesal karena Pak Arman dan Bu Diah


secara tidak langsung memaksanya untuk menerima perjodohan ini.


Mereka duduk di Private Room yang telah di booking, Keluarga perempuan belum sampai jadi mereka harus menunggu.


Tak lama datanglah keluarga dari pihak perempuan, Haikal sedari tadi masih sibuk dan fokus dengan Handphone pintarnya, membaca beberapa E-mail yang dikirim oleh Ridho.


“Kal, kamu nggak mau lihat calon kamu, nggak sopan banget sih. Dia udah datang lo, tuh duduk di depan kamu.” Kata Bu Diah sambil menyikut lengan Haikal


Mata Haikal masih tidak beralih dari handphone nya, ia enggan menatap wanita itu.


“Apaan sih Ma, nanti kalau udah menikah juga bakalan tahu.” Ketus Haikal


“Yakin nih mas, nggak mau lihat aku. Ya udah deh aku pulang aja.” Kata Wanita yang duduk di hadapannya


Seakan tidak asing dengan suara itu Haikal pun mendongokkan wajahnya ke depan. Dan alangkah terkejut nya dia


“A..A..Aziela?” Kata Haikal kaget bercampur bingung dan bahagia saat mematap wajah cantik Ela


Yang ditatap hanya tersenyum manis.


“Ma? Pa? Om Ardi? Tante Ri?” Kata Haikal kebingungan


Haikal menatap satu per satu orang yang ada di sana. Para orang tua pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya saat ditatap Haikal.


“Jadi yang papa maksud sahabat Papa adalah om Ardi? Dan Aziela adalah anak om dan tante yang selama ini om cari?” Kata Haikal menyerbu pertanyaan kepada papanya


“Iya Kal, emang sahabat papa siapa lagi selain mas Ardi? yang udah papa anggap seperti kakak papa sendiri.” Jawab pak Arman


“Papa tahu kamu tuh suka sama sekretaris kamu ini, dan papa juga sudah tahu bahwa gadis yang kamu lamar itu Ela.” Lanjutnya


“Kok papa bisa tahu?” Tanya Haikal


Flashback On


Dua hari yang lalu, Pak Ardi dan istrinya sedang menunggu sepasang suami istri di Green Resto.


“Maaf ya mas aku agak telat, tadi macet jalanannya.” Kata pak Arman. Ya mereka menunggu pak Arman dan bu Diah


“Nggak papa Man, kita juga belum lama kok,, ya kan Ri?” Kata Pak Ardi yang mendapat anggukan dari bu Rianti istrinya


“Mbak Rianti udah sembuh benar nih?” Tanya Bu Diah


“Alhamdulillah Di.” Jawabnya


Mereka larut dalam obrolan masing-masing, para lelaki asyik membicarakan bisnis dan olahraga, kedua lelaki paruh baya itu memang memiliki banyak kesamaan sudah seperti saudara kandung. Sedangkan para perempuan membahas tentang kegiatan keseharian mereka dan juga membahas teman-teman sosialita nya dulu.


“Iya Man, ini tentang anak kita.” Jawab pak Ardi


“Maksudnya?” Tanya Pak Arman lagi. Bu Diah dan bu Rianti hanya menyimak obrolan kedua lelaki itu.


“Jadi begini Man, anakmu kemarin lusa melamar putriku tanpa sepengetahuanku dan Rianti.” Kata Pak Ardi yang membuat Pak Arman dan istrinya terkejut.


“Apa? tapi darimana si Haikal kenal dengan putrimu mas?” Tanya pak Arman tambah bingung.


“Gimana sih kamu ini? Masa kamu nggak tahu kalau putriku bekerja di perusahaan anakmu sebagai sekretarisnya.” Jawab pak Ardi sambil menyodorkan Handphone nya, menunjukkan foto Ela.


“Tunggu, gadis ini pemilik AZ Bakery kan?” Tanya bu Diah


“Kamu udah kenal dengan putriku Di?” Tanya balik Bu Rianti


“Iya mbak, aku tuh langganan toko kue nya. Ternyata dia putrimu? aku sih baru pertama kali bertemu karena dia jarang kesana katanya, ternyata dia kerja sama si anak tengil itu.” Ucap Bu Diah tidak habis pikir


dengan putra nya. Bagaimana bisa ia tidak tahu siapa sekretaris baru Haikal.


“Terus aku harus gimana mas? apa perlu aku menjauhkan Haikal dan memperingatkann nya supaya tidak mendekati putrimu lagi?” Tanya Pak Arman


“Hey, kamu ini ngomong apa sih? justru aku mau kita merestui hubungan mereka. Lagipula aku sudah kenal dengan Haikal dari kecil dan sudah aku anggap sebagai putraku sendiri. Aku nggak akan terlalu khawatir melepaskan


putri semata wayang ku untuk putramu.” Jelas Pak Ardi


“Kalau itu sih aku oke aja, karena aku lihat dia gadis yang baik. Dan karena dia putrimu mas, aku juga sangat merestuinya.” Kata pak Arman


“Mama juga pa, dia tuh keliatan anak nya mandiri dan nggak gila harta seperti perempuan yang sering cari muka sama Haikal. Uhhh, akhirnya aku akan punya mantu perempuan juga” Kata Bu Diah heboh


“Tapi sebaiknya kita jangan bilang dulu deh sama mereka, kita kasih kejutan buat mereka.” Usul bu Rianti


“Kejutan yang bagaimana mbak?” Tanya bu Diah


“Emm, kita bilang aja kalau kita mau menjodohkan mereka dengan anak sahabat kita, Gimana?” tanya bu Rianti meminta persetujuan


“Setuju!!!” jawab mereka serempak


Flashback Off


“Ih jahat banget sih kalian semua.” Kata Haikal setelah mendengar cerita itu dari Papa nya


“Jahat gimana Kal? Kita ini sudah memberikan restu lo kepada kalian. Dibilang jahat lagi, dasar anak tengil nggak tahu terima kasih?” Ketus


bu Diah


“Hadehh, bu Ratu mulai deh kalau ngamuk.” Kata Haikal sambil melirik mama nya


“Apa kamu bilang? dasar anak tengil!” Kata bu Diah emosi dan menjewer telinga Haikal


Mereka yang melihat kelakuan ibu dan anak itupun tertawa.


“Om, Pa, boleh nggak kalau Haikal dan Ziela ngobrol berdua?” Tanya Haikal meminta izin


“Tanya aja sama Ela Kal, Om mah terserah dia asal kamu tahu batasan.” Jawab pak Ardi


“Gimana?” Tanya Haikal kepada Ela


“Boleh mas di bawah aja ya yang rame, jangan di tempat sepi nanti ada setan lewat lo.” Jawab Ela sambil tersenyum.


Haikal pun keluar dari private room bersaman Ela. Mereka mencari meja kosong dan duduk disana.


Bersambung