Aziela & Haikal

Aziela & Haikal
Dijodohkan?



Hari ini tepat 3 hari sejak Haikal menyatakan perasaannya


kepada Ela, dan begitupun sebaliknya.


Dinginnya dini hari membuat orang-orang


nyaman dalam balutan selimut yang menemaninya melayang dalam dunia mimpi.


Di sebuah kamar bercat dominan putih dengan beberapa corak


warna pink dan gray, seorang wanita sedang menghadap Pemilik Alam semesta, ia


sedang mencurahkan seluruh isi hatinya kepada Sang Maha Pendengar.


Ya, dia adalah Aziela, duduk di atas sajadah berwarna kuning


keemasan, dengan mukena putih yang terpasang di seluruh tubuhnya. Ela baru saja


selesai menunaikan sholat tahajud dilanjutkan dengan sholat istikarah. Ia ingin


meminta petunjuk dari Sang Maha Kuasa atas segala hal yang ia alami di dunia


ini, tak lupa ia juga mendoakan orang-orang terkasihnya dan kebahagiaannya di


akhirat kelak. Selesai berdoa ia pun lanjut membaca Al Quran, suara merdu itu


memecah keheningan malam di ruangan itu.


🌸🌸🌸🌸🌸


Tak jauh berbeda, suasana itupun juga sama di kediaman


pengusaha muda yang digandrungi banyak wanita. Dengan baju koko putih, sarung


tenun coklat, dan sajadah sewarna dengan sarungnya, tak lupa peci hitam yang


melekat diatas kepalanya.


Haikal Akbar Setyabudi, ia sedang berdoa kepada Tuhan. Ia


berdoa semoga ia memang berjodoh dengan Aziela, kalaupun tidak ia minta kepada


Tuhan untuk memberikannya jodoh yang terbaik untuknya.


Selesai berdzikir, ia melipat sajadahnya dan meletakkan


peci nya di atas nakas samping tempat tidurnya. Ia mengambil Handphone nya.


Mencari nomor di sebuah grup chat lalu menyimpannya, tak lupa ia mengirim pesan


kepada pemilik nomor tersebut.


📤TO AZIELA


Assalamualikum,


Jangan lupa, nanti siang kita ketemuan ya, bagaimana kalau


di cafe chocolate? Hari Minggu banyak menu baru di sana.


Ya, Haikal berkirim pesan kepada Ela, ia sudah tidak sabar


mendengar jawaban yang keluar dari mulut Ela.


1 menit, 5 menit, 10 menit


Pesan tak kunjung di balas, mungkin dia tidur? pikir Haikal.


Ia bergegas tidur, saat ia akan memejamkan mata Handphone nya berbunyi,


ternyata terdapat notifikasi pesan masuk


📥FROM AZIELA


Waalaikumussalam,


Baik pak, tapi jangan terlalu siang ya, saya harus ke toko


kue.


📤TO AZIELA


Baiklah, kalau jam 10 bagaimana? Apa terlalu siang?


📥FROM AZIELA


InsyaaAllah bisa pak, itu tidak terlalu siang.


📤TO AZIELA


Ngomong-ngomong kamu nggak tidur? Hampir Jam setengah tiga


loh ini.


📥FROM AZIELA


Iya pak, kebetulah baru selesai ibadah malam. Ini juga mau tidur.


📤TO AZIELA


Oh, Alhamdulillah kita samaan, yaudah tidur gih. Jangan lupa bangun subuh ya.


Assalamualikum


📥From AZIELA


Waalaikumusssalam. Bapak juga jangan lupa bangun Subuh ya.


Setelah membaca pesan terakhir dari Ela, Haikal hanya bisa


senyum-senyum sendiri sambil menatap langit-langit tempat tidur. Tak lama ia


pun terlelap dalam mimpinya.


🌸🌸🌸🌸🌸


Pagi hari di kediaman Setyabudi, terlihat raut wajah bahagia


dari seorang presdir tampan yang menjadi idaman para perempuan.


“Selamat Pagi Mah, pah.” Sapa Haikal


“Selamat pagi.” Jawab kedua orangtua nya


Terlihat hanya mereka bertiga yang berada di ruang makan


karena adik dan keponakan Haikal sudah pindah ke rumah mereka sendiri. Adik


Haikal memilih tinggal sendiri karena jarak rumah sakit tempatnya bekerja


dengan rumah barunya dekat.


“Kal, Papa sama mama mau bicara denganmu.”Kata pak Arman


serius banget.” tanya Haikal


“Papa berencana ingin menjodohkan mu Kal.” jawab pak Arman


Haikal yang sedari tadi fokus dengan sarapannya pun


pandangannya teralihkan ke papa dan  mama


nya.


“Maksud papa apa?” Tanya Haikal tidak percaya


“Usia kamu sudah matang untuk berkeluarga Kal, Papa mau melihatmu


menikah dan mempunyai anak. Papa ingin cucu darimu, dan alasan lainnya Papa


menjodohkan mu karena kamu sama sekali belum pernah memperkenalkan kekasih


ataupun calonmu kepada kami.” jelas Pak Arman


“Baiklah jika papa mengingan ku untuk menikah dan memiliki


keluarga, maka aku akan kabulkan itu. Tapi bukan dengan cara perjodohan seperti


ini pah, ini bukan zaman Siti Nurbaya. Lagipula Haikal saat ini juga sedang


dekat dengan seorang wanita, wanita pertama yang membuat Haikal jatuh cinta.”


Timpal Haikal


“Beneran Kal kamu udah punya calon? kok kamu nggak bilang


dan kenalin ke mama. Jahat kamu Kal.” Ketus bu Diah


“Belum calon sih ma, dia bakal memberikan jawabannya hari


ini. Haikal udah melamar dia secara pribadi belum bertemu orang tuanya.” Jawab


Haikal


“Baiklah, jika dia bersedia maka segera beritahu papa dan


mama. Kalau dia menolakmu maka kamu harus mau dijodohkan.” Kata Pak Arman


“tapi..” Ucapan Haikal terputus


“Nggak ada bantahan.” Kata pak Arman dan bu Diah bersamaan


Haikal langsung menutup mulutnya ketika mendengar jawaban


kompak bak paduan suara dari orangtuanya.


🌸🌸🌸🌸🌸


Sementara di kediaman Brawijaya


“Hari ini kamu ada acara kemana sayang?” Tanya bu Rianti


pada Ela


“Mau keluar mah, ketemu teman.” jawab Ela yang sedang


mengolesi roti dengan selai kacang


“Teman? ketiga sahabat kamu itu?” Tanya pak Ardi


“Bertemu mereka nanti agak sorean, kalau siangan nanti sama


teman yang lain.” Jawab Ela yang mendapat anggukan dari Pak Ardi


“Oh ya, Ela Sayang, papa mau memperkenalkan kamu sama


anaknya sahabat papa.” Kata pak Ardi


“Siapa pah?” Tanya Ela


“Dia lelaki hebat, sudah papa anggap seperti anak papa sendiri, usianya tiga tahun diatas kamu. Papa berencana menjodohkan kamu


dengannya, yah itupun kalau kamu mau.” puji pak Ardi kepada anak sahabatnya


itu.


Ela terkejut mendengar nya, ketika hatinya telah yakin


menerima Haikal, orangtuanya malah akan menjodohkannya.


“Papa harap kamu mau ya El, dia lelaki baik, soleh dan


bertanggung jawab. Kayaknya kamu sudah kenal dengannya.” pinta Pak Ardi dengan


nada sedikit memohon


“Maksud papa, Ela pernah bertemu dengannya begitu?” Ela


kebingungan


Pak Ardi hanya menganggukkan kepala nya, meja makan hening


seketika. Pak Ardi yang telah selesai sarapan menuju ke taman samping rumah


untuk membaca Koran, seperti kebiasaannya setiap pagi membaca sambil menghirup


udara segar.


Sementara Ela masih memikirkan perkataan Papa nya, memang


sebelum Haikal menyatakan perasaannya, pak Ardi sempat menanyakan apakah Ela


sudah mempunyai kekasih atau belum, dan Ela pun menjawab belum.


“Kenapa Sayang?” Tanya bu Rianti yang melihat anaknya hanya


diam sedari tadi


“Ela harus bagaimana Ma?” Tanya Ela


“Ikuti kata hatimu nak, tapi pikirkan juga perkataan papa


mu. Kamu tau kan bahwa orangtua akan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Mama


yakin Papamu ingin memilihkan pendamping yang baik untukmu. Dulu mama juga


dijodohkan dengan papa mu, seiring berjalannya waktu kami saling menerima


bahkan saling mencintai sampai sekarang.” Jelas bu Rianti


‘Ini kesempatan ku untuk membahagiakan papa, aku harus


merelakan perasaannku untuk pak Haikal demi papa, aku nggak boleh membuat papa


kecewa. Bismillah semoga pilihan papa memang yang terbaik untukku.” batin Ela.