Aziela & Haikal

Aziela & Haikal
Sekar Patah Hati



Sesampainya di rumah, Ela bergegas membersihkan dirinya sedangkan Haikal sibuk dengan ponsel pintarnya. Setelah berganti pakaian di walk in closet Ela pun menuju meja rias yang juga ada di sana, tiba-tiba cairan hangat keluar dari kedua lubang hidungnya. Ela hanya tersenyum melihat itu lalu mengelapnya dengan tissu dan membuangnya ke tempat sampah yang ada di dekat meja rias.


Wajah Ela terlihat pucat ia pun menutupinya dengan lipgloss berwarna soft pink dan menggunakan beberapa cream wajah untuk menutupi kepucatan pada wajahnya, setelah itu ia keluar dari walk in closet menghampiri suami nya yang sedang duduk di sofa masih setia dengan ponsel pintarnya.


"Hey, sibuk banget sih kayaknya mas?" Tanya Ela langsung duduk di samping sang istri


"Eh sayang, nih aku habis upload foto pernikahan kita di instagram dan banyak banget yang like comment. Mas baru buat akun dua hari yang lalu sih diajarin sama Ridho eh tapi udah banyak aja followers nya." Jelas Haikal kepada Ela


"Wihh banyak fans nih." ledek Ela


"Iya gitu lah kalau orang ganteng mah" Kata Haikal dengan bangganya


"o iya kamu punya akun instagram nggak?" lanjutnya


"Ada tapi udah satu tahun lebih aku nggak main sosmed, bentar aku instal dulu." Kata Ela sambil membuka ponselnya untuk menginstal aplikasi


"Udah nih namanya _Aziela_ kamu cari gih." perintah Ela kepada Haikal


Haikal pun mulai masuk ke pencarian instagram dan mengetik nama yang disebutkan Ela lalu langsung ia mem follownya, terlihat followers Ela bejumlah lebih dari 2000 orang sedangkan followers Haikal yang baru dua hari sudah mencapai 100 ribu followers, maklumlah Haikal termasuk pengusaha yang terkenal jadi banyak yang mencarinya di sosial media bahkan sebelumnya banyak juga akun fake yang menggunakan nama dan foto dirinya.


"Ok, aku tag ya yangg." Kata Haikal


"Udahan gih mas mandi sana bau tau." Perintah Ela, Haikal pun langsung mencium pipi sang istri dan bergegas ke kamar mandi


Ela menatap kepergian suaminya


‘Aku akan berusaha membuatmu bahagia selagi aku masih bisa bernafas mas.’ batin Ela


Ela pun segera membersekan barang-barang sang suami yang tergeletak begitu saja di atas sofa dan di lantai, kemudian ia meletakkannya di keranjang pakaian kotor.


"Sayang!" teriak Haikal dari walk in closet, Ela yang mendengar itupun langsung berlari menghampiri suaminya


"Ada apa mas?" Tanya Ela dengan nafas terengah-engah karena berlari


"Ini tissu bekas darah apa?" tanya Haikal menatap Ela dengan ke ingin tahuan


"Oh, itu tissu bekas liptint, aku tadi nyobain liptint yang warna merah itu yang dibeliin mama Dyah kemarin. Ternyata nggak cocok banget buat aku." Jawab Ela sambil meremas-remas kedua tangannya


"huh, mas kirain ini darah kamu. Mas takut kamu sakit sayang." Kata Haikal sambil memeluk Ela, Ela pun hanya diam sambil menahan tangisnya


"Udah yuk mas kita ke bawah aku mau masak buat makan malam." Kata Ela tidak ingin memperpanjang pembicaraan lagi.


.


Malam harinya Haikal dan Ela tengah bersiap untuk tidur, sebenarnya Haikal ingin meminta hak malam ini tapi ketika melihat wajah istrinya yang pucat dan lemes ia pun mengurungkan niatnya.


"Kamu sakit yangg?" Tanya Haikal kepada Ela


"Kamu tanya begitu udah berkali-kali mas, aku nggak papa kok mungkin karena kecapekan aja." Jawab Ela dengan senyum manis nya


"Bener nih?" Tanya Haikal lagi


"Iya." Jawab Ela singkat


"Ya boleh dong, besok mas antar." Kata Haikal


"Nggak usah mas, besok aku berangkat ke sana nya sekitar jam 2 siang, paginya aku mau ketemuan sama Sekar. Nggak tahu kenapa tuh anak ngajak ketemu padahal tadi pagi juga kita ngumpul di resto." Jelas Ela


"Yaudah boleh, tapi diantar udin ya. Besok mas jemput." Kata Haikal yang disepakati oleh Ela, setelah beberapa perbincangan mereka pun akhirnya terlelap dengan nyenyaknya.


.


Keesokan pagi nya Ela berangkat ke ruko dimana Sekar mengajak nya untuk bertemu,


"Pak Udin kita mampir ke apotek dulu ya." Pinta Ela kepada sang supir


"Ibu mau beli obat? Ibu teh sakit?" Tanya pak Udin


"Nggak kok, cuma mau beli vitamin." Jawab Ela, Setelah sampai di depan apotek ia pun turun dan membeli obat yang ia butuhkan.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit sampailah Ela di depan sebuah ruko yang tak jauh dari toko kue nya, ia pun turun dan ternyata Sekar sang sahabat sudah menyambutnya disana.


"Ela akhirnya lo datang juga, tau nggak gue nunggo lo sampai hampir lumutan." Cerocos Sekar


Ela hanya tertawa kecil mendengar ocehan sahabatnya itu


"Baru hampir kan belum beneran, lagian mana bisa sih lumutan dalam jangka waktu beberapa menit. Kamu duduk disini satu minggu pun nggak akan lumutan." Timpal Ela


"Itu hanya kiasan bebeib Ela." Sahut Sekar


"Sejak kapan kamu pakai kata kiasan, bukannya kamu pernah bilang ya kalau nilai bahasa Indonesia mu paling tinggi 60." Ucap Ela


"Udah ah sebel." Kata Sekar menghentikan percakapannya dengan Ela, pasalnya jika beradu argumen dengan Ela dan Ela menanggapinya dengan akal sehat dan segudang ilmunya sudah pasti Sekar akan kalah.


"Oh iya kar, btw ada apa kamu ngajakin ketemuan perasaan baru kemarin kita ngumpul udah kangen sama aku?" tanya Ela kepada sahabatnya


"Sebenarnya Tika dan Syifa juga pengen ketemu lo, tapi mereka ada kuliah full hari ini jadi cuma gue doang. Kami mau ngucapin beribu-ribu makasih sama lo karena lo udah baik banget sama kami, dan kami mau buktiin ke lo bahwa kami benar-benar memanfaatkan uang yang lo kasih sebagai investasi masa depan untuk kami sesuai dengan apa yang lo harapkan." Jelas Sekar


"Kami membeli tiga ruko ini, untuk buka usaha bengkel buat Tika, usaha Laundry buat Syifa, dan toko bunga buat gue. Makasih ya El lo selalu ada buat kami." Lanjut Sekar dengan berlinang air mata


"Perasaan kalian udah ngomong kayak gini kemaren ke aku." Kata Ela


"Sebenarnya gue juga lagi sedih karena gue putus lagi sama pacar gue si Rendi, Huaa. Gue patah hati El" Ucap Sekar dengan tangisnya yang makin kencang seperti anak kecil yang meminta permen.


Ela pun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya yang selalu saja gagal dalam masalah percintaannya, setelah membantu membereskan ruko baru milik ketiga sahabatnya Ela pun pamit untuk berangkat ke rumah orang tuanya.


Saat di tengah jalan Ela merasakan kepala nya sangat sakit,


“Bu, kita mampir ke pom dulu ya isi bahan bakar.” Kata Pak Udin meminta izin


“Iya pak kebetulan saya kebelet mau ke kamar mandi." Jawab Ela


Sesampainya di pom bensin Ela langsung turun dengan membawa tas nya dan satu pack tissu yang ia masukkan ke dalam tasnya supaya pak Udin tidak mencurigainya. Sesampainya di kamar mandi Ela langsung menyandarkan tubuhnya di dinding dengan darah yang sudah mengalir dari kedua hidung nya. Ela pun segera mengelap dengan tissu kemudian membersihkan wajahnya dengan air agar terlihat nampak segar, tak lupa ia juga memoleskan make up tipis untuk menutupi wajahnya yang pucat.


Saat Ela merogoh tas nya, ia baru sadar bahwa obat yang ia beli tadi tertinggal di dalam mobil, ia langsung memejamkan mata berharap sakit yang ia rasakan segera mereda. Setelah sakitnya berkurang Ela pun menuju mobil kembali dan memerintahkan pak Udin untuk segera berangkat ke rumah orangtua nya.