Aziela & Haikal

Aziela & Haikal
Dasar Pengganggu



Setelah makan siang Haikal memutuskan pergi ke ruang kerjanya sedangkan Ela mengajak kedua sahabatnya untuk ngobrol di ruang keluarga sambil menonton film dan menikmati teh dan cemilan.


"Mbak tadi ngapain aja sama pak Haikal, sejam lebih kita nungguin tapi kagak turun-turun." Kata Atika


"Ta-tadi Mbak nonton film sama mas Haikal eh malah ketiduran." Ujar Ela bohong


"O iya kalian katanya mau ada yang diomongin sama mbak. Tapi bentar kok kalian cuma berdua Sekar tumbenan nggak ikut." Lanjutnya mengalihkan pembicaraan.


"Iya mbak ini penting banget tentang Mbak Sekar. Dia itu ibarat lampu yang udah nggak bersinar lagi." Kata Sifa


"Husst, mati dong kalau kamu ibaratkan kayak gitu." Timpal Atika


"Ada apa sih sebenarnya?" Tanya Ela penasaran


Mereka menjelaskan dari awal sampai akhir, dari mulai sikap pendiam Sekar sampai hilangnya selera humor yang sudah melekat pada diri Sekar. Mereka sampai bingung harus berbuat apa untuk mengembalikan Ela yang dulu.


"Jadi itu, kalau gitu Mbak sulit bantu soalnya udah menyangkut masalah hati. Kalian tahu kan kalau Sekar patah hati bakal kayak gimana." Jelas Ela


"Maksudnya masalah hati apa mbak?" Tanya Sifa


"Jadi Sekar itu naksir sama asisten pribadinya suami mbak namanya Ridho, nah masalahnya Ridho itu udah punya calon istri jadi bisa dibilang Sekar itu udah kalah sebelum berperang." Kata Ela


"Jadi karena masalah ini, tapi kagak biasanya Mbak Sekar sampai segalau ini kan dia udah biasa tuh putus nyambung sama cowok." Ujar Sifa


"Mungkin Mbak Sekar udah terlalu cinta kali jadi yah gitu deh galau nya kebangetan. Lagian kita juga tahu selama ini Mbak Sekar suka gonta-ganti pacar dan dia yang lebih banyak mutusin yah jadi wajar aja kalau kali ini dia patah hati." Sahut Atika


"Terus kita harus gimana dong mbak?" Tanya Sifa kepada Ela


"Kita biarin aja dulu nanti kalau nggak membaik juga ya kita hibur." Jawabnya


Mereka pun larut dalam beberapa obrolan, setelah itu Atika dan Sifa berpamitan untuk pulang. Ela langsung bergegas ke kamar untuk mandi dan sholat ashar berjamaah bersama sang suami, setelah itu Ela langsung memasak untuk makan malam.


Tak berapa lama terdengar bel rumah berbunyi,


Ting Tong


Ipah langsung membuka pintu rumah dan ternyata yang datang adalah Husna berserta putrinya Ruby, Ela yang melihat itu langsung menyambutnya.


"Husna tumben main kesini?" Tanya Ela sambil mengajak adik iparnya untuk duduk


"Ini kak aku mau nitip Ruby disini boleh ya, soalnya hari ini aku tugas malam di rumah sakit, mama juga lagi nggak ada di rumah katanya ke Bandung nemenin papa untuk acara bisnis." Kata Husna


"Dengan senang hati." Timpal Ela


Setelah Husna berpamitan Ela langsung mengajak Ruby ke dapur untuk menemani nya memasak, Haikal yang baru saja turun dari ruang kerjanya agak kaget melihat Ruby sang keponakan bersama istrinya sedang memasak.


"Loh Ruby kok ada disini?" Tanyanya


Haikal hanya menjawab dengan senyum yang dipaksakan, ia merasa kesal karena rencananya berduaan bersama Ela malam ini sudah dipastikan gagal total karena pasti keponakannya tidak mau lepas dari pelukan sang istri.


"Emang Oma kemana sih?" Tanya Haikal


"Oma ke Bandung Dad kata Bunda nemenin opa kerja." Jawab keponaian perempuannya


'Kok papa nggak ngasih kabar kalau mau ke Bandung, jangankan ke Bandung ke Bogor aja biasanya papa kasih kabar.' Batin Haikal


Setelah selesai memasak, Haikal mengajak sang istri dan keponakan untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib dilanjut tadarus dan sholat Isya dan barulah mereka makan malam dengan menu spesial hasil tangan Ela.


Saat ini mereka tengah berbaring di atas ranjang dengan Ruby yang berada di tengah-tengah.


"Daddy kenapa cemberut gitu sih?" Tanya Ruby kepada Om nya


"Karena ada pengganggu datang." Jawabnya yang langsung dipelototi oleh Ela


"Pengganggu apa Dad?" tanya balita itu


"Eh, Ruby kamu suka nggak nginep di sini?" Tanya Ela berusaha mengalihkan pembicaraan


"Syuuka banget mom, kalau disini Ruby bisa makan enak, ada temen main, ada yang ceritain sebelum bobo, ada yang ngajakin sholat sama ngaji, pokoknya seneng banget deh nggak kayak di rumah Ruby cuma se-"


"Ruby cuma apa?" Haikal kali ini bertanya


"Cuma berdua sama bunda jadi sepi." Jawab Ruby


"Berarti mau mommy ceritain ni?" Tawar Ela yang langsung disetujui oleh Ruby


Ela menawarkan beberapa cerita kepada keponakannya dan akhirnya balita itu memilih kisah nabi Ayyub.


"Nabi Ayyub adalah seorang nabi yang kaya raya, beliau memiliki seorang istri cantik bernama ummi Rahmah, Iblis yang melihat itupun merasa iri terhadap nabi Ayyub yang kaya dan taat kepada Allah. Sehingga suatu hari iblis memohon kepada Allah untuk mengirimkan ujian yang berat kepada nabi Ayyub. Akhirnya Allah memberikan ujian kepada nabi Ayyub berupa penyakit kulit yang menjijikkan, beliau berusaha untuk berobat kemana-mana sampai seluruh kekayaannya habis." Ela menjeda


"Akhirnya istri nabi Ayyub membawanya pindah rumah yang jauh dari pemukiman warga karena dianggap mengganggu kenyamanan. Setiap hari umi Rahmah bekerja untuk bisa membeli makan, sampai akhirnya sang istri sudah tidak tahan dan memutuskan untuk pergi meninggalkan nabi Ayub. Saat itu nabi Ayub berkata "Pergilah, jika aku sudah sembuh atas izin Allah dan kamu kembali lagi kepadaku aku bersumpah demi Allah akan mencambukmu sebanyak seratus kali." Hingga detik menit jam hari bulan sampai tahun bergulir begitu cepat dan tak terasa 17 tahun lebih nabi Ayub mengidap penyakit itu tanpa didampingi siapapun, hingga suatu hari nabi Ayub memohon kepada Allah untuk menurunkan obat bagi penyakitnya. Dan tak berapa lama turunlah hujan dan Wahyu yang mengharuskan nabi Ayub bermandikan hujan untuk menyembuhkan penyakitnya, dan akhirnya nabi Ayub sembuh dan bisa mengembalikan semua yang hilang termasuk hartanya atas izin Allah." Jelas Ela panjang Lebar


"Terus umi Rahmah gimana mom?" Tanya Ruby mengenai kisah itu


"Akhirnya umi Rahmah kembali dan diterima dengan baik oleh nabi Ayub, tetapi beliau ingat akan sumpahnya karena tak tega maka nabi Ayub mencambuknya sekali dengan sapu lidi yang berjumlah seratus, dan mereka kembali hidup bahagia." Kata Ela


"Dari kisah ini kita nggak boleh iri kayak iblis ya, kita juga harus menemani keluarga dan orang terdekat kita disaat senang maupun susah, dan yang paling penting kita harus bisa memaafkan kesalahan orang lain. Bukan begitu mommy?" Ujar Haikal


"Betul sekali Daddy, dan kita juga harus menjaga lisan kita jangan asal mengucap sumpah ya karena itu semua harus ditepati apalagi sumpah atas nama Allah, kitab, dan NabiNya." Tambah Ela sambil mengusap kepala si anak balita yang ternyata matanya sudah terpejam.


Ela dan Haikal yang melihat itu pun tersenyum, dan mereka tidur dengan saling berpelukan.


Bersambung