
Tak terasa 1 bulan sudah Ela bekerja di HS group. Selama 1 bulan itupun Ela bekerja dengan sangat baik.
Hari ini Ela sedang membicarakan beberapa berkas di ruangan Haikal bersama Bosnya dan juga Ridho.
"Ok, nanti siang jadwalkan meetingnya dengan perusahaan tuan Danu." ucap Haikal
"Maaf pak, tapi tuan Danu memberi kabar kalau dia bersedia meeting pukul 4 sore karena saat ini beliau belum kembali dari Thailand." timpal Ela
"Ya baiklah, kamu atur aja!" jawab Haikal
Ceklek
pintu terbuka
"Daddy!" teriak Ruby
"Ruby kamu sama siapa datang kesini?" tanya Haikal
"Sama pak supir Dad, aku baru saja pulang sekolah dan langsung datang kesini. Aku mau mengajak daddy bermain di taman. Daddy mau kan? Aku udah lama nggak main di taman." Pinta Ruby dengan wajah imutnya
"Tapi..." ucapan Haikal terpotong oleh rengekan Ruby
"Daddy please!" pinta Ruby kembali dengan mata berkaca kaca.
"Iya iya, baiklah." Haikal pasrah
"Hore!!!" Ruby melompat lompat kegirangan dan berlari ke dalam gendongan Haikal
"Maaf pak, kalau begitu saya permisi kembali ke ruangan saya ya." Melihat interaksi Ruby dan Haikal, Ela merasa harus undur diri
"Tunggu! Tante cantik kita belum kenalan, tante namanya siapa?" Ucap Ruby turun dari gendongan Haikal
"Hai anak cantik, nama tante Aziela panggil aja tante Ela. Anak cantik namanya siapa?" Ela berjongkok menyesuaikan tingginya dengan anak berusia 5 tahun itu
"Namaku Ruby tante. Eh tante, tante mau nggak ikut Ruby main sama daddy di taman?" pinta Ruby tiba-tiba
"Emm, gimana ya? Tapi tante banyak pekerjaan." Tolak Ela dengan halus
"Dad, boleh ya. Aku pengen main sama tante cantik." bujuk Ruby
'Duh nih anak gemesin banget, kenapa aku ngerasa nyaman sih sama dia.' batin Ela
"Yaudah, Ziela kamu serahkan pekerjaan kamu sama Ridho. Tugas kamu hari ini menemani Ruby main di taman." Jelas Haikal menyetujui permintaan Ruby
"Baik pak" Jawab Ela
'Beuh, pekerjaan numpuk ke gue semua.' batin Ridho kesal
Setelah makan siang Ela, Ruby, dan Haikal bergegas pergi ke taman bermain anak-anak. Di dalam mobil Ela duduk di samping Hakial sambil memangku Ruby yang asyik mengoceh.
"Tante cantik, tante rumahnya di mana?" Tanya Ruby
"Rumah tante nggak jauh kok cuma 20 sampai 25 menit dari kantor daddy kamu." Jawab Ela
"tante naik apa ke kantor?" tanyanya lagi
"naik motor sayang." Jawab Ela lembut
"Wihh, Ruby pengen deh sekali kali naik motor." ucap Ruby dengan mata mengharap
"Nggak boleh Ruby nanti kamu jatuh." timpal Haikal tiba-tiba yang masih fokus menyetir
"ihh, Daddy pelit." kesal Ruby
"Kamu suka anak-anak?" tanya Haikal yang melihat Ela sedang memperhatikan Ruby sambil tersenyum
"iya pak, mereka tuh lucu." Jawab Ela menoleh ke arah Haikal sambil tersenyum
'Duh, senyumnya Ziela kenapa manis banget sih. Dia bilang tadi suka anak-anak, Istri idaman banget. Jarang-jarang kan wanita karier zaman sekarang suka anak kecil, mana masih muda lagi. Duh apa sih Kal mikirnya sampai kesitu.' Batin Haikal
"Eh maaf pak, kalau boleh tau kok ibunya Ruby kok nggak ikut?" Ela membuyarkan lamunan Haikal
"Yah mungkin dia lagi sama teman-temannya, maklumlah 4 bulan nggak ketemu teman-temannya." Jawab Haikal
"Daddy!! Aku mau es krim, daddy beliin ya." Ruby berlari ke arah mereka
"Tapi satu aja ya, mau rasa apa?" Tanya Haikal
"Mau rasa coklat, tante mau apa?" Ruby menawari Ela
"Tante nggak usah" Ela menolak
"Ayolah tante." paksa Ruby
"Ok deh, tante mau rasa Strawberry." Ela Pasrah
Haikal berlalu membeli es krim di kedai seberang jalan. Sedangkan Ruby duduk disebelah Ela.
"Tante, tante udah punya pacar belum?" tanya ruby tiba-tiba
"Eh, Apaan sih Ruby, masa anak kecil ngomongin pacar-pacaran. Belajar dari mana coba?" Ela kaget dengan pertanyaan Ruby
"Tante aku tuh bukan anak kecil, umur ku udah segini." Ruby menimpali sambil mengangkat tangannya dan jarinya menunjukkan angka lima
"Dan tante tau, aku tuh kemarin ditembak loh sama temen cowok aku satu kelas. Tapi aku nolak, kata bunda jadi cewek itu harus jual mahal, secara kan aku cantik. Ya nggak tante?" lanjutnya
'nih anak belajar kayak gituan darimana coba, apa sekarang ada pelajaran tentang percintaan. Lagian dia kan masih TK, Ya Tuhan inikah yang dinamakan percintaan anak Tk.' batin Ela
Belum sempat menjawab, Haikal datang dengan membawa dua buah es krim. Lalu ia memberikan Es krim rasa cokelat kepada Ruby dan Rasa Strawberry pada Ela.
"Makasih Daddy." ucap Ruby
"Sama-sama sayang." jawab Haikal
"Terima kasih ya pak." Ucap Ela yang diangguki oleh Haikal dengan senyuman di wajahnya.
"Eh Btw, gaji saya nggak dipotong kan pak buat beli es krim ini?" Ela was was
Haikal menahan tawanya
"Ya tidaklah Ziela, satu es krim nggak seberapa harganya, bahkan kamu suruh saya untuk membeli es krim dan kedainya lebih dari mampu saya."
'Sombong juga ini orang. Untung bosku.' ucap Ela dalam hati
"Ya kali aja pak, bapak menganggap ini sebagai hutang. Kalau iya terus saya nggak tahu, nanti diakhirat nasib saya gimana dong? Bisa-bisa saya dihukum sama malaikat Malik karena hutang 20 ribu buat makan es krim. Kan Panjang urusannya." jelas Ela.
"Ada ada aja kamu, ternyata kamu cerewet juga ya." timpal Haikal.
"Hehe, Saya tuh tergantung situasi pak. Kadang cerewet kadang kalem kadang serius. Ya gitulah pak." jawab Ela
Ela dan Ruby telah menghabiskan es krimnya. Tak terasa waktu ashar telah tiba, Haikal dan Ela sholat di masjid dekat taman dengan Ruby yang tertidur di dalam mobil.
Usai melaksanakan sholat ashar Haikal dan Ela memgantar Ruby Ke Rumah Haikal, lalu mereka bergegas menuju suatu tempat untuk meeting.