
Setelah bekerja sepanjang hari, sore hari pun yiba waktunya para karyawan untuk menyudahi pekerjaannya. Ela bergegas menaiki motornya, ia menuju ke rumah sakit milik pak Ardi, karena pak Ardi telah mengabarinya melalui telepon bahwa ia menunggu Ela di rumah sakit.
.
Hanya butuh waktu 15 menit, Ela sampai di rumah sakit dan menuju ke ruangan yang telah diberitahukan pak Ardi.
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, nak Ela ayo silahkan masuk." Jawab Pak Ardi
Pak Ardi mempersilahkan Ela duduk di sofa yang berada di ruang kerjanya. Kemudain mereka membuka bersama hasil tes DNA itu. Keduanya meneteskan air matanya ketika membaca tulisan yang ada dalam lipatan kertas itu. Disana dijelaskan bahwa hasil tes ketiganya dinaytakan "POSITIF".
"Ya Allah, ini nggak mimpi kan?" Kata Ela
Ardi langsung menoleh
"Tidak nak, kamu tidak bermimpi, kamu putriku Aziela. Kamu Putriku yang aku cari selama ini."
"Boleh papa memelukmu sayang?" tany Ardi
Mendengar pertanyaan itu Ela mengangguk, ia langsung memeluk sang ayah yang selama ini ia rindukan. Ia bersyukur akhirnya setelah sekian lama dipertemukan dengan orangtuanya. Ela melepas pelukannya, Ardi menghapus air mata putrinya.
"Mulai sekarang kamu jangan panggil pak lagi panggil aku papa." kata Ardi
Ela mengangguk dan tersenyum
"Pa, mama dimana? Aku ingin bertemu mama."
Ardi pun menggandeng tangan Ela keluar dan meninggalkan rumah sakit itu. Dalam perjalanan pun mereka saling diam, tetapi hati mereka meras bahagia setelah sekian lama dipertemukan. Tak lama mereka sampai di suati tempat dengan papan nama "Rehabilitasi Orang Dalam Gangguan Jiwa".
Ela dan papanya turun dari mobil dan bergegas masuk.
"Bagaimana keadaan Rianti?" tanya Ardi kepada seorang perawat
"Ibu masih sering mengamuk dan memanggil anak-anaknya pak, sekarang ibu keadaan ibu sedang tenang, dia mau makan hari ini, karena saya terpaksa berbohong kalau anaknya akan datang menjemputnya." kata perawat yang bernama Heni itu
"Oh iya, yang kamu lakukan sudah benar dan tidak berbohong, ini putri kami yang hilang 25 tahun yang lalu, kami ingin menemui Rianti." Kata Ardi
Ela dan Ardi mengikuti perawat ke dalam sebuah ruangan, Ela melihat perempuan paruh baya berusia sekitar 48 tahun dengan rambut acak-acakan, baju rumah sakit, dan wajah pucat, ia sedang duduk disudut ruangan dengan kaki yang ditekuk dan tangannya memegangi kedua kakinya, memandang kosong sambil menyebut kata "anakku" berulang kali. Seketika air mata Ela mengalir deras, betapa sakit hatinya melihat sang mama dengan kondisi yang menderita seperti itu. Ela berjalan mendekati mamanya yang diikuti papanya dari belakang. Ia duduk di lantai tepat di depan mamanya.
"Mama" ucap Ela lirih sambil memegang pundak wanita itu
Yang dipanggil mama pun segera mendongokkan wajahnya, dan melihat gadis yang duduk di depannya dengan seksama dan agak lama. Kemudian ia meraih tangan Ela dan menyibakkan baju di lengan kiri Ela, dia melihat ada dua tahi lalat disana yang berdampingan. Ia kembali menatap wajah Ela, tangannya mengelus pipi Ela dan air mata wanita paruh baya itu mengalir deras. Rianti langsung memeluk Ela sambil menangis dan bibir nya berucao dengan sangat keras kata "Anakku" berulang kali. Tak lama iapun pingsan.
"Ma, mama bangun, mama kenapa?" kata Ela sambil menepuk pundak mamanya berusaha membangunkannya. Ardi yang sedari tadi ikut menangis segera mengangkat tubuh Rianti dan ia baringkan tubuh istri tercintanya di ranjang yang ia sediakan untuk Rianti.
"Mama saya kenapa dokter?" tanya Ela
"Mama?" tanya dokter Ida
"Dia putri kami yang hilang 25 tahun lalu dokter Ida, saya berhasil bertemu dengannya."Jawab Ardi
"Alhamdulillah, obat utama ibu Rianti sudah ditemukan yaitu kamu putrinya. Dia pingsan karena dia tidak menyangka bertemu denganmu. InsyaaAllah setelah ibu sadar, kondisi beliau akan membaik bahkan kemungkinan sembuh, karena ibu Rianti telah menemukan obtanya yaitu putrinya." Jelas dokter Ida
Ardi dan Ela yang mendengarnya pun merasa bahagia, Ela akan menjaga mamanya sampai mamanya benar-benar sembuh, Ardi pun tak keberatan, ia mengijinkan dan akan menemani Ela menjaga Rianti. Ardi pun memindahkan Rianti ke rumah sakitnya.
Setelah sholat isya, Ela mengistirahatkan badannya di sofa, ia membuka handphone nya dan melihat banyak panggilan tak terjawab dan puluhan pesan masuk. Ia membalas satu per satu, ia juga berkirim pesan kepada Sekar, Sifa, dan Atika di grup chat mereka.
📨Ela
Girls, Hari ini mbak nggak pulang ya, mbak harus menjaga mama mbak di rumah sakit.
📩Atika
**Mama? Mbak udah ketemu sama orangtua mbak?
📩Sifa
Benar itu mbak?
📨Ela
Alhamdulillah iya, mbak sudah ketemu orangtua mbak, mungkin besok siang mbak pulang
📩Sekar
Omaygat, Jadi lo beneran anaknya dokter Ardi tajir itu El? Wihhhhh selamat lo akhirnya dipertemukan sama orang tua lo. Lo nggak bakal ngelupain kita kan El😢
📨Ela
Iya Kar dia papaku, makasih ya doanya selama ini, yang pasti aku nggak akan pernah lupain kalian lah. Kalian itu udah aku anggap saudaraku sendiri, kalian jangan khawatir️😊 udah pada tidur gih besok nggak ada ya alarm subuh berjalan
📩Sekar
Ok boss❤️
📩Atika
Ok mbak😘
📩Sifa
Assiapp bu boss😍
Setelah berkirim pesan, Ela pun langsung tertidur di atas sofa dengan handphone yang masih ada di atas perutnya. Malam ini ia tidur dengan perasaan yang amat bahagia karena telah bertemu dengan orangtua kandungnya