Aziela & Haikal

Aziela & Haikal
Dua kali sehari



Tak terasa hari telah berganti pagi, saatnya para penghuni bumi melakukan aktivitasnya. Saat ini telah menunjukkan pukul 7.05, Ela telah berada di kantor, ia tengah duduk manis sambil mengecek buku agenda milik bosnya.


Tak lama kemudian datanglah sang pemilik perusahaan, dengan pakaian yang sudah rapi dan parfum yang tercium walaupun jaraknya masih 10 meter.


"Selamat pagi pak." Ela menyapa sambil berdiri dengan badan sedikit menunduk


"Pagi Ziela, masuk ke ruangan saya dan jelaskan apa agenda saya hari ini!" perintah presdir


Ziela pun masuk ke ruangan presdir dengan membawa beberapa berkas berisi profil perusahaan yang mengajukan kerjasama. Kemudian ia menyebutkan semua agenda yang akan dilakukan bosnya hari ini.


Ceklek


Tiba-tiba terbukalah pintu ruangan itu.


"Daddy" muncullah gadis kecil yang langsung berlari dan memeluk haikal.


"Ruby sayang, kapan kamu pulang dari singapura, terus kesini sama siapa? Tanya Haikal


"Ruby baru datang dari bandara Dad, terus Ruby datang kesini sama bunda, tapi bunda lagi beliin aku makanan di toko depan, tadi di parkiran Ruby ketemu uncle Ridho jadi bareng deh kesininya." jawab gadis kecil itu


"owh" Haikal mengangguk


Ela pun diam sambil menebak-nebak, siapakah gadis kecil imut itu? Apakah anak bosnya atau bukan? Tapi kalau bukan kenapa ia memanggil pak haikal dengan sebutan daddy.


'Mungkin itu emang benar anak si bos." batinnya


"Ehm, permisi pak, kalau tidak ada lagi yang perlu saya kerjakan, saya izin melanjutkan pekerjaan saya." ucap Ela meminta izin


"Iya silahkan" jawab Haikal sambil menggendong Ruby


Ela pun keluar ruangan dan langsung menuju ke mejanya untuk melanjutkan pekerjaannya. Tak lama datanglah seorang wanita berhijab cantik, sepertinya usianya lebih muda dari Ela. Ia menenteng beberapa papper bag.


'Apa dia istri pak Haikal.' batin Ela


"Hai mbak, sekretaris baru ya?" tanyanya


"Iya nona, saya sekretaris baru disini, baru mulai kerja kemarin." jawab Ela sopan


"Kenalin, nama saya Husna, saya adiknya kak Haikal." ia memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya mengajak Ela salaman


'Owh adiknya, aku kira istrinya, eh kenapa aku jadi mikirin itu sih. Kan suka-suka dia, hidup juga hidup dia.' batin Ela


"Nama saya Aziela Safitri nona". Membalas uluran tangan tersebut sambil tersenyum.


'kenapa wajahnya mirip seseorang ya? Tapi siapa?' gumam Husna


"Yaudah mbak Aziela lanjutin aja pekerjaannya, saya mau masuk dulu ya." Husna berlalu meninggalkan Ela


.


"Kak, tumben nerima sekretaris cewek, tapi cantik banget sih menurut aku. Jangan jangan..." Husna masuk tanpa permisi


"Jangan jangan apa Na? Jangan berfikir yang aneh-aneh deh. Terpaksa karena nggak ada cowok yang daftar sebagai sekretaris, terus dia yang pakaiannya paling sopan. Yaudah kakak pilih dia. Dia tuh seharusnya daftar di divisi keuangan tapi kakak suruh aja jadi sekretaris." jelas Haikal yang masih memangku ruby


'sebenarnya kakak suka Na sama dia, tapi kakak belum terlalu kenal.' batin Haikal


"Ya, mau gimana lagi, diantara 5 pelamar cewek cuma dia yang kakak rasa cocok dengan kriteria sekretaris kakak."


"Kriteria sekretaris atau kriteria calon istri nih?" goda Husna


"udah ah, ngomong-ngomong kamu kok udah sampai sini, katanya besok pulangnya?" Haikal mencoba mengalihkan pembicaraan


"Iya biar surprise. Hehehe" Husna cengengesan


.


Tak terasa hari mulai sore, Ela bersiap pulang setelah sholat ashar karena pekerjaannya telah selesai. Lagipun bosnya juga sudah pulang satu jam yang lalu bersama adiknya dan anak kecil tadi yang entah siapa itu Ruby.


Hari ini ia memutuskan untuk mampir ke toko kuenya sebelum pulang ke rumah


"Assalamualaikum"


"Neng Ela!" seru kedua karyawannya


"ehm. mengucapkan salam hukummnya sunnah, dan menjawabnya hukumnya Wajib." Ela mengingatkan


"Waalaikumssalam Warahmatullahi wabarakatuh." ucapnya bersamaan


"Teh puji sama bu nunik sudah sholat ashar?" tanyanya


"Sudah neng. Alhamdulillah" teh puji menjawab diangguki oleh Ela sambil tersenyum


"Tumben, belum mau tutup nih? Hampir setengah 5 lho." tanya Ela, karena biasanya toko kue nya tutup jam 3 atau jam 4


"iya neng, tadi sebenarnya udah mau tutup, tapi ada pesanan chesee cake 3 kardus. Karena harus membuat 2 kardus lagi jadi customer nya mau pergi belanja dulu, katanya nanti mau kesini lagi." jelas bu nunik


"Owh ok, saya mau keruangan saya dulu ya. Mau mengecek keuangan bekery minggu ini."


"iya neng" jawab mereka


Setengah jam kemudian tepatnya jam 5 tepat, Ela keluar dari ruangannya.


"Lho, belum diambil juga?" tanya Ela yang sudah bersiap hendak pulang


"belum neng padahal sudah jam 5."


" yaudah pulang aja, kuenya buat kalian aja, belum dibayar juga, mungkin customernya lupa atau iseng." Ela menanggapi dengan tenang, toh juga cuma 3 bungkus


" baik neng"


Saat mereka hendak tutup. Tibalah seorang wanita paruh baya dan wanita cantik yang tidak asing dimata Ela.


"Maaf saya mau mengambil chesee cake pesanan saya. Karena keasyikan belanja jadi lupa waktu." ucap wanita paruh baya itu yang belum melihat Ela.


Saat kedua wanita itu menatap Ela dengan raut wajah terkejut.


"Lho mbak Aziela, pertemuan kita kok kayak mandi ya. Dua kali sehari. Hahahha." tawa Husna pecah


Ya wanita itu adalah Husna bersama ibunya, ibu diah.