Aziela & Haikal

Aziela & Haikal
Modus ala Sekar



Terhitung lima hari sudah Ela menjalani perawatan setelah operasi dan selama itu pula ditambah hari sebelum operasi Haikal tidak pernah pergi ke kantor. Ia tak mau meninggalkan istrinya sendirian walaupun hanya beberapa menit. Sementara orangtua mereka sudah beraktifitas seperti biasa, papa Ardi sibuk dengan profesinya sebagai dokter dan papa Arman yang sibuk mengurus perusahaannya sendiri. Sedangkan para mama mereka kembali aktif mengikuti kegiatan sosialita.


Tok Tok Tok


Terdengar suara pintu diketuk dari luar, Haikal langsung beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu dan terlihatlah seorang wanita berjilbab yang tersenyum ceria,


"Assalamualaikum pak Haikal." Sapa wanita itu


"Waalaikumsalam Sekar." Ya wanita itu adalah Sekar sahabat Ela, setiap pagi ia selalu datang menjenguk sahabatnya. Tapi sebenarnya ada maksud lain Sekar datang di pagi hari apalagi kalau bukan ingin bertemu asisten Haikal si Ridho yang telah memikat hatinya.


Haikal pun mempersilahkan sahabat sang istri untuk masuk, Sekar pun menyelonong menghampiri Ela yang sedang membaca buku di atas tempat tidur. Ela menyambut sahabatnya dengan senyuman dan pelukan, Kemudian Sekar mengeluarkan buah strawberry kesukaan Ela.


"Tahu aja nih kalau aku udah kangen sama strawberry, bosen tiap hari makan jeruk, apel, anggur," Kata Ela langsung membuka mika yang membungkus strawberry tersebut.


"Kok kamu nggak pernah bilang sayang kalau kamu pengen strawberry?" Tanya Haikal yang masih fokus dengan laptopnya, Ela pun hanya membalas senyuman. Ia tahu kalau Haikal sangatlah sibuk mengurusi pekerjaannya maka dari itu ia tak pernah meminta yang aneh-aneh.


"Emang gue tu sahabat terbaik kan El, tahu apa yang lo mau." Ujar Sekar membanggakan diri


"Eh tunggu dulu, tapi ini bukan sogokan kan? Jangan-jangan ada U dibalik B." Selidik Ela


"Eh, ya enggak lah gue tuh ikhlas Lillahi taala." Sahut Sekar dengan cepat


Ela yang melihat ekspresi Sekar pun sudah hafal apa yang diinginkan sahabatnya itu,


"Ow, aku tahu kamu mau modus ya dengan alasan jengukin aku padahal kamu mau ketemu sama gebetanmu kan?" Selidik Ela yang bisa menebak pikiran dan rencana Sekar


Sekar yang mendengar pertanyaan Ela segera mengelak dengan gelengan dan pelototan mata yang hampir mengeluarkan bola matanya. Haikal yang mendengar suara percakapan sang istri dan sahabatnya hanya geleng-gelang, ia tau apa yang dimaksud Ela karena semalam Ela telah bercerita kepada suaminya.


'Duh kok Ela bisa baca pikiran gue sih, tapi ada bagusnya juga sih siapa tahu dia mau bantu dan mempermudah jalan gue buat bisa dapetin hatinya babang Ridho, aaaaa.' Kata Sekar dalam hati


Ela yang melihat sahabatnya memandang ke depan penuh harap sambil cekikikan pun hanya tersenyum,


"Tuh kan bener, kamu udah nggak bisa ngelak Kar." Ujar Ela membuyarkan lamunan Sekar


"Hehehe, iya deh gue akui emang bener. Lo mau ya bantuin gue." pintanya


"Aku bisa bantu apa Kar? lagian aku sama mas Haikal nggak mau terlalu ikut campur dengan urusan pribadi Ridho. Siapa tahu kan dia udah punya pacar atau bahkan istri." Kata Ela


"Lo cukup bantu doa deh kalau gitu." sahutnya


Pembicaraan mereka berlanjut membahas hal lain. Beberapa menit kemudian datanglah Ridho dengan setumpuk berkas yang ia bawa. Ia langsung menyerahkan berkas itu kepada Haikal untuk menandatanganinya, karena sebelumnya Haikal telah memeriksa dan mempelajari berkas itu melalui E-mail.


'Duh kalau lagi kerja tambah deh gantengnya.' batin Sekar yang pandangannya tak lepas dari Ridho


"Ehem." Ela berdehem membuat semua menengok ke arahnya tak terkecuali Sekar yang langsung mengalihkan pandangannya.


"Ada apa sayang, kamu butuh sesuatu?" Tanya Haikal langsung mendekat


"Aku kebelet pipis mau ke kamar mandi, bisa minta tolong pegangin botol infusku mas?" Kata Ela sambil tersenyum, Haikal dengan cekatan membantu sang istri.


"Ehem, boleh kenalan nggak?" Tanya Sekar membuka percakapan setelah lama terdiam


"Mbak nya bicara sama saya?" Tanya Ridho kembali


"Ya iya lah kan yang ada disini cuma kita berdua, lo kira gue bicara sama setan gitu." Jawab Sekar dengan gaya sewotnya


"Saya kan cuma tanya mbak, jadi cewek jangan emosian dong nanti susah dapat jodoh." Kata Ridho dengan nada kesal


'Duh nih mulut kenapa nggak bisa diajak kerjasama sih' omelnya dalam hati


"Maaf gue gak bermak.." Saat Sekar akan melanjutkan perkataannya Haikal dan Ela tiba-tiba keluar dari kamar mandi. Setelah membantu istrinya berbaring Haikal kembali ke sofa untuk mengerjakan pekerjaannya yang menggunung.


Ela yang melihat wajah kesal sahabatnya pun hanya tersenyum


"Gimana?" Tanya Ela sedikit berbisik, Sekar hanya menjawab dengan wajah cemberutnya.


.


Hari sudah memasuki waktu siang, Sekar dan Ridho sudah undur diri satu jam yang lalu. Kini ruangan Ela kembali sepi hanya ada sang suami yang menemaninya, kebosanan pun melanda Ela berbagai macam kegiatan telah ia lakukan mulai dari membaca buku, bermain ponsel, menonton film tapi semua itu tak lekas menghilangkan rasa bosan yang menyelimutinya. Haikal yang melihat jam ditangannya langsung bangkit mendekati istrinya. Ia mengambil makanan di atas nakas samping tempat tidur Ela yang disediakan oleh perawat beberapa menit lalu.


"Makan dulu ya sayang, mas suapin." Kata Haikal sambil duduk di kursi dan mulai menyuapkan makanan kepada Ela yang diterima dengan baik.


Setelah habis, Haikal mengambilkan obat dan membantu meminumnya


"Mas aku bosan, kapan sih aku boleh pulang? aku udah sehat." Kata Ela dengan mode manjanya yang sedang on


"Kata dokter nanti sore boleh pulang sayang, sekarang kamu istirahat ya." Ujar Haikal yang membuat wajah sang istri langsung cerah penuh kebahagiaan


"Tapi aku capek tiduran terus, bosen banget." Kata Ela kembali on dalam mode lesunya


Haikal yang melihat itu hanya tersenyum,


"Mau ke taman rumah sakit? kita cari udara segar gimana?" Usul Haikal yang langsung disetujui oleh Ela


Haikal langsung mengambil kursi roda dan menuntun istrinya untuk duduk disana. Kemudian ia mendorongnya ke taman rumah sakit. Di sana terlihat banyak pasien mulai dari anak kecil sampai lansia. Tatapan Ela berhenti ketika melihat banyak anak-anak sedang bermain di taman bermain yang merupakan fasilitas dari rumah sakit milik keluarganya itu.


Ela refleks mengelus perutnya, Haikal yang melihat itu pun memeluk sang istri dari belakang,


"Aku udah nggak sabar menunggu anak kita dalam perutku mas." Kata Ela


"Aamiin semoga Allah segera memberi kita keturunan ya sayang, kita kan menikah baru hampir dua minggu jadi kita masih harus bersabar." Balas Haikal yang masih memeluk istrinya.


Lama mereka berada di taman rumah sakit menghirup udara segar hingga mereka merasakan gerimis turun dan mendung mulai menari di atas sana, merekapun memutuskan untuk masuk kembali ke kamar nya.


Bersambung