
Setelah melaksanakan sholat dzuhur berjamaah, Haikal dan Ela pun berpamitan kepada mama Rianti dan papa Ardi pasalnya sepasang pengantin baru itu akan menginap di rumah orang tua Haikal. Di dalam perjalanan nampak
Haikal sedang duduk di kursi kemudi dan Ela duduk di samping sang suami.
Tak memerlukan waktu terlalu lama, cukup 20 menit sampailahmereka di kediaman Setyabudi. Haikal menggandeng Ela yang tengah menenteng dua buah papper bag yang berisi pakaian ganti miliknya. Sesampainya di dalam rumah mereka disambut hangat oleh kedua papa Arman dan Mama Diah beserta Husna adik dari Haikal.
“Daddy!” Teriak anak kecil yang turun dari tangga
Haikal yang mendengar suara itu pun langsung tersenyum dan menengok ke sumber suara, terlihat Ruby gadis kecil yang berlari ke arah Haikal dengan rambut acak-acakan nampaknya ia baru saja bangun tidur. Haikal langsung membawa keponakannya ke dalam gendongannya.
“Assalamualaikum anak baiknya daddy.” Sapa Haikal sambil mengecup pipi putih Ruby
“Waalaikumsalam daddy, Ruby kangen daddy.” Kata Ruby manja
Ela yang melihat pemandangan itupun tersenyum, entah kenapa ada rasa bahagia dihatinya ketika Haikal begitu menyayangi anak kecil.
“O iya, Ruby sayang kenalin ini istrinya daddy yang berarti dia adalah Mommy kamu juga. Kamu udah kenal kan?” Kata Haikal sambil mendekatkan Ruby kepada Ela
Ruby nampak berfikir sambil memandangi Ela
“Ini tante Ela kan? dan sekarang tante Ela jadi mommy nya Ruby? Wah Ruby jadi punya dua ibu dong satu bunda Nana dan satu lagi Mommy Ela.” Kata Ruby nampak antusias membuat semua orang nampak bahagia
Mereka terus mengobrol hingga waktu ashar tiba, saat mendengar adzan merekapun langsung menunaikan sholat ashar berjamaah di ruangan minimalis yang diubah menjadi mushola. Kini Haikal mengajak Ela untuk masuk ke
kamarnya, kamar yang luas mewah nan elegan yang nyaman saat digunakan untuk beristirahat.
.
Tak terasa malam pun tiba, Haikal dan Ela sudah berada di dalam kamar karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
“Sayang, mas pengen boleh ya?” Kata Haikal saat melihat Ela keluar dari kamar mandi dengan piyama dress selutut berwarna pink dengan gambar kelinci putih sehingga menampilkan kulit mulusnya.
“Pengen apa mas?” Tanya Ela tak mengerti
“Pengen mengulang yang semalam sayang, boleh ya.” bujuk Haikal pada sang istri, Ela pun hanya tersenyum dan mengangguk, Haikal yang mendapatkan lampu hijau pun langsung menyerang sang istri. Saat hendak membuka
kancing piyama Ela terdengar ketukan pintu dari luar.
Tok Tok Tok
Haikal pun mendengus kesal, ia bergegas membuka pintu dan terlihat di depan pintu Husna dan Ruby sedang berdiri disana.
“Ada apa dek?” Tanya Haikal kepada adiknya
“Ini kak, Ruby merengek mau tidur dengan kakak dan kakak ipar. Boleh kan?” Kata Husna meminta persetujuan dari Haikal
Haikal pun terpaksa memperbolehkan keponakannya untuk tidur dengan nya mala mini karena ia tak tega melihat wajah Ruby yang hendak menangis. Haikal menutup pintu kamarnya dan menggedong Ruby menuju ke atas ranjang.
“Loh kok Ruby belum tidur, ini sudah malam nak?” Tanya Ela lembut
“Boleh dong sayang, sini Ruby mau tidur disebelah mana pinggir atau tengah.” Kata Ela
“Di tengah boleh?” Tanya Ruby yang disetujui oleh Ela, sedangkan Haikal agak kesal karena keponakannya mengganggu momen romantisnya bersama sang istri.
Mereka mulai berbaring dengan Ruby ditengah sementara Haikal di sisi kanan dan Ela di sisi kiri. Beberapa menit namun Ruby tak juga memejamkan matanya, sedangkan Ela dan Haikal sudah mulai terbuai oleh kantuk yang tiba-tiba menyerang.
“Ruby kenapa, kok belum tidur nak?” Tanya Ela saat melihat Ruby masih mengerjap-ngerjapkan matanya
Ruby hanya menjawab menggeleng yang mengartikan bahwa dia tidak bisa tidur, Ela yang melihat hal itupun mulai mencari ide supaya anak itu segera tidur karena hari sudah semakin malam.
“Ruby mau nggak mommy ceritaiin sebelum tidur?” Tanya Ela seketika membuat Haikal dan keponakannnya melihat ke arahnya, Ruby mengangguk tanda ia setuju.
“Emm, Mommy akan menceritakan tentang Kisah nabi Ismail yang disembelih. Ruby sudah pernah dengar sebelumnya?” Tanya Ela lagi yang dijawab gelengan kepala oleh anak berusia 5 tahun tersebut. Wajahnya nampak berbinar ketika Ela benar-benar akan mengantarkan tidurnya dengan cerita pasalnya selama ini bundanya tak pernah sekalipun bercerita kepadanya.
Sebelum bercerita Ela menyadari tatapan Haikal kepadanya yang penuh dengan senyuman, *ane*h batin Ela
“Kenapa mas?” Tanya Ela kepada suaminya
Haikal hanya menyengir menampilkan gigi putihnya yang berbaris rapi
“Cepat cerita mas juga mau dengar sayang.”
“Nabi Ismail adalah putra dari Nabi Ibrahim dan Ummi Siti Hajar. Pada suatu hari ayah dari nabi Ismail yaitu Nabi Ibrahim bermimpi bahwa Allah mengutusnya untuk menyembelih sang putra yaitu Nabi Ismail. Awalnya Nabi
Ibrahim bingung dan keberatan akan tetapi ia juga harus melaksanakan perintah Allah sebagai bukti bahwa ia adalah hamba dan utusan yang taat. Akhirnya nabi Ibrahim memutuskan untuk membicarakan hal ini kepada sang putra.” Ela menjeda sejenak untuk mengambil nafas
“Wahai anakku ismail, kemarin ayah bermimpi mendapatkan wahyu dari Allah untuk menyembelihmu, apakah
kamu bersedia? Tanya nabi Ibrahim kepada Nabi ismail. Nabi Ismail pun menjawab dengan yakin Ayah jalankanlah perintah dari Allah, sembelih lah aku, InsyaaAllah aku ikhlas. Hari berikutnya mereka pergi ke padang pasir untuk melakasanakan perintah tersebut, Nabi Ibrahim menutup mata Nabi ismail dengan kain dan membaringkannya di sebuah batu. Dengan ucapan takbir nabi Ibrahim memejamkan matanya dan mulai mengarahkan pisau ke leher nabi Ismail. Sebelum pisau itu menggores leher nabi ismail, Nabi Ibrahim merasakan ada yang menyentuh pundaknya dari belakang. Ayah, Kata nabi ismail. Nabi Ibrahim membuka mata dan menolehkan kepalanya ke belakang tampaklah sang putra berdiri dengan senyum manisnya, kemudian Nabi Ibrahim melihat ke depan dan terlihat ternyata seekor domba gemuk telah terbaring di batu tersebut. Allah telah mengganti raga Nabi Ismail dengan domba, dan Nabi Ibrahim pun menyembelih domba itu. Selesai” Kata Ela sambil menghembuskan nafasnya perlahan dan menampakkan senyum mansinya.
“Ruby tahu, Kisah nabi Ismail dan Nabi Ibrahim ini selalu diperingati oleh ummat muslim setiap tahunnya?” Tanya Haikal kepada keponakan kesayangannya, Ruby pun menggeleng
“Setiap tahun umat muslim akan merayakan hari raya idul adha dan akan menyembelih sapi, unta, kambing atupun domba. Pada saat yang bersamaan di bulan itu bagi mereka yang mampu akan melaksanakan ibdah haji di makkah dan madinah. Bukan begitu daddy?” Jelas Ela yang diangguki oleh Haikal
Ela mengelus kepala Ruby
“Dari kisah itu kita bisa belajar, sebagai hamba Allah kita harus patuh dan senantiasa menjalankan perintahNya, kita juga harus patuh dan mendengarkan apa yang diucapkan oleh orangtua kita, jadi Ruby harus jadi anak yang berbakti buat orangtua terutama bunda Nana, Ok!” Kata Ela yang dijawab anggukan oleh Ruby
Haikal melihat sang istri begitu menyayangi Ruby pun sangat bahagia
“Udah kita bobok yuk, udah malam nih takutnya besok bangun subuhnya kesiangan.” Ucap Haikal
Akhirnya mereka pun tertidur dengan posisi Ruby berada di tengah dan Ela serta Haikal memeluknya dari samping kanan dan kiri, mungkin jika orang melihatnya mereka akan beranggapan bahwa mereka adalah sepasang suami istri dengan satu anak.
Bersambung