Aziela & Haikal

Aziela & Haikal
Suara Aneh



Pagi hari yang cerah, matahari masih setia menyinari bumi tempat aktivitas manusia. Sepeda dan orang orang berlalu-lalang melakukan berbagai kegiatan.


Atika dan Sifa tengah asyik berjalan di atas trotoar sambil menenteng tas kresek yang berisi bubur ayam komplit untuk sarapan. Ya semenjak Ela tidak tinggal bersama sahabatnya lagi mereka harus pesan atau membeli makanan dari luar karena diantara mereka tidak ada yang bisa memasak, masak telur pun terkadang keasinan bahkan gosong.


"Eh Tik, Lo ngerasa nggak sih mbak Sekar sejak semalem murung Mulu, nggak kayak biasanya gitu cerewet dan jail nya minta ampun." Tanya Sofa


"Mana gue tau orang gue belum ketemu subuh tadi aja dia kagak nongol." Jawab Tika


"Yaudah Lo liat aja nanti sendiri." Kata Sifa


Setelah sampai Rumah Atika langsung menyiapkan bubur ayam nya di meja makan dengan sendok dan air minum untuk menghilangkan dahaga. Sementara Sifa bertugas memanggil Sekar dan mereka turun untuk melakukan ritual sarapan.


"Mbak kenapa sih diam aja, aneh kagak kayak biasanya?" Tanya Tika pada Sekar


Sekar hanya menggeleng dan melanjutkan sarapan dalam diam membuat Atika dan Sifa kebingungan.


Setelah sarapan Sekar langsung menuju ke kamar bahkan dia tidak berniat berangkat ke ruko untuk membuka toko bunganya, sehingga Atika dan Sifa juga tidak berangkat karena mereka ingin bertemu seseorang.


.


Di waktu yang bersamaan Ela sedang sibuk memasak sarapan di dapur, ini pertama kali setelah hampir dua Minggu tidak menginjakkan kaki di dapur. Saat sedang asyik dengan alat perang dapurnya tiba-tiba ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak Ela.


"Kenapa harus masak sih, nanti capek lho." Katanya pelan, ya siapa lagi orang itu kalau bukan Haikal suami tercinta nya.


"Nggak capek kok kalau cuma masak, harusnya mas bilang kayak gitu tadi pagi pas mas lagi asyik main." Jawabnya


"Ya itu memang melelahkan sayang tapi juga mengenakkan ya kan?" Kata Haikal sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Udah sana mas kamu siap-siap berangkat ke kantor pakaian kamu udah aku siapin di atas tempat tidur, sepatu juga dan tas kerja ada di sofa kamar. Nanti kalau masak nya udah selesai aku naik dan bantuin kamu pakai dasi." Perintah Ela panjang lebar


"Makasih ya udah jadi istri yang perhatian buat mas, mas beruntung banget punya istri kayak kamu sayang." Kata Haikal sambil mengeratkan pelukannya dan menciumi pipi kanan Ela


Ela tersenyum mendengar itu


"Sama-sama mas, udah sana nanti kesiangan." Haikal langsung melepaskan pelukannya dan menuruti perintah sang istri.


Setelah selesai memasak Ela langsung menyusul Haikal ke kamar dan membantunya memakaikan kemeja dan dasi, saat mereka akan turun untuk sarapan tiba-tiba ponsel Ela berdering tanda panggilan masuk. Ternyata itu panggilan dari Atika


"Assalamualaikum Tik, ada apa nih tumben telpon mbak?" Sapa Ela menjawab panggilan, Sedangkan Haikal yang melihat itu langsung mengikuti Ela duduk di sofa sambil memeluknya.


📞 Waalaikumsalam Mbak, hari ini ada waktu nggak? Ada yang mau kami bicarakan sama mbak Ela


"Emmm, kayaknya hari ini nggak sibuk deh mbak juga belum boleh ke mana-mana sama mas Haikal. Kalau mau ketemu langsung datang aja ke rumah Mbak" Jawabnya


📞 Yaudah kalau gitu nanti Tika sama Sifa ke sana ya mbak. Daahhh Assalamualaikum Tika sayang Mbak Ela


"Waalaikumussalam, Mbak juga sayang kalian." Kata Ela lalu mengakhiri panggilan tersebut


Setelah mengakhiri panggilan itu Ela hendak mengajak suaminya sarapan tetapi Haikal menahannya.


"Kenapa mas?" Tanya Ela yang sudah berada di pangkuan Haikal, tangan Haikal pun mulai aktif kesana kemari.


"Telat juga nggak masalah lagian nggak ada meeting, jadi boleh ya sayang mas udah nggak tahan." Kata Haikal langsung menggendong Ela dan merebahkan istri tercintanya itu ke atas ranjang, dan terjadilah adegan yang seharusnya terjadi.


.


Sementara itu pukul 10 Atika dan Sifa sudah sampai di rumah Ela, merekapun langsung menekan bel yang berada di luar gerbang. Tak lama keluarlah seorang pria dengan seragam satpam dari dalam.


"Maaf ada yang bisa saya bantu?" Tanya satpam itu


"Pak Muklis ya?" Tanya Sifa


"Iya, neng teh nyari saya. Tapi tunggu kok neng bisa kenal sama saya?" Ujar pak Muklis dengan muka bingungnya


"Siapa yang nyari situ orang cuma nanya doang, kalau soal nama ya anak TK mah tau kalau nama situ pak Muklis orang di seragam ada tulisannya." Jelas Sifa


"suutt yang sopan sama orang tua." Atika menegur sahabatnya


"Ini pak kami mau ketemu Mbak Ela tadi udah buat janji, kami ini sahabatnya Mbak Ela pernah kesini juga kok masa lupa sama wajah cantiknya kita." lanjutnya


Setelah menjelaskan itu akhirnya Atika dan Sifa dipersilahkan masuk dan langsung duduk di ruang tamu, Ipah langsung menuju kamar majikannya untuk memberitahukan kepada Ela bahwa ada sahabatnya yang mencarinya. Saat sampai di depan kamar Ipah seperti mendengar suara-suara aneh dan tanpa pikir panjang ia langsung menempelkan telinganya di pintu.


Dan ternyata eh ternyata Haikal lupa mengaktifkan mode on kedap suara di kamarnya. Ipah yang mendengar suara aneh itu langsung membulatkan matanya, ia langsung turun dan tak berani mengganggu majikannya yang tengah asyik memadu kasih.


"Mbak Ela mana?" Tanya Atika kepada Ipah


"Tunggu aja Ibu turun saya lupa kalau saya lagi masak Air takut gosong." Jawab Upah gelagapan dan langsung menuju ke arah taman.


"Lah katanya masak air kok dia ke taman sih Tik." Kata Sifa


"Mungkin masak Air di taman kali." Jawab Atika asal


Mereka yang diperintah untuk menunggu pun akhirnya tetap duduk di ruang tamu dengan ditemani jus jeruk segar yang telah tandas dan beberapa toples cemilan yang telah kosong karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang yang artinya satu setengah jam sudah mereka menunggu.


Sedangkan yang ditunggu sedang enak-enak tidur sambil berpelukan karena baru setengah jam yang lalu mereka beristirahat.


Tak berselang lama Ela mulai menggeliat dalam dekapan Haikal karena mendengar suara adzan Dzuhur dari masjid yang tak jauh dari rumahnya.


"Astaghfirullah, mas bangun mas." Kata Ela sambil menepuk-nepuk lengan Haikal.


"Apa sih sayang, mau lagi? bentar ya mas masih capek." Jawabnya dengan mata tertutup


"Ayo dong mas bangun udah adzan Dzuhur nih, aku ada janji sama Tika mau ngobrol." Kata Ela dengan kesal


Haikal pun membuka matanya dan langsung menggendong tubuh Ela ke kamar mandi, mereka mandi bersama. Setelah ritual mandi selesaikan mereka melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah dan turun ke bawah untuk melakukan makan ganda yaitu sarapan sekaligus makan siang.


Saat melewati ruang tamu mereka melihat Atika dan Sifa yang ketiduran, Ela langsung membangunkannya dan mengajak mereka makan siang bersama.


Bersambung