
Saat telah sampai di kediaman mertuanya, Haikal langsung turun dari mobil dan memencet bel.
"Eh den Haikal?" tanya pelayan rumah itu yang membukakan pintu
"Aziela ada disini kan bi?" Sergah Haikal
"Non Ela nggak kesini den, tadi siang tuan dan nyonya pergi ke rumah aden kan? dan sampai sekarang mereka belum kembali." Jelas pelayan itu
Haikal masuk kembali ke dalam mobil pikirannya sudah kalut entah kemana kedua mertuanya membawa Ela pergi.
.
Sementara di tempat lain Ela baru saja sadarkan diri, ia melihat ke sekeliling ruangan dan matanya tertuju pada selang infus yang menempel di punggung tangannya. Ia berusaha mengingat apa yang terjadi, pikirannya kembali kepada sang suami, dimana ia berada sekarang, ia sangatlah khawatir.
"Kamu udah sadar sayang?" Tanya mama Rianti memasuki kamar Ela dengan membawa nampan
"Mama, Ela dimana?" Ela memberi mamanya pertanyaan
"Kamu ada di Bogor sayang, di villa milik kakekmu ayah dari mama. Tadi siang mama dan papa menemukan kamu pingsan. Kenapa nak kamu jarang makan selama tiga hari?" Kata mama Rianti
"Aku kepikiran mas Haikal ma, kenapa dia tiba-tiba ke luar kota nggak ngabarin aku. Aku khawatir." Ujar Ela
"Untuk apa kamu mengkhawatirkan nya kalau dia saja meninggalkanmu tanpa kabar." Kata papa Ardi yang tiba-tiba masuk ke kamar Ela.
"Lupakan dia dan pikiran kandunganmu." Lanjut Papa Ardi
"Kandungan? maksudnya?" Tanya Ela tidak mengerti
"Kamu hamil tiga Minggu sayang." Kata mama Rianti lembut
Ela mengelus perutnya, ia merasa bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu. Tetapi perasaan khawatir akan Haikal juga tak hilang dari pikirannya, dia tidak marah atas perlakuan Haikal yang hanya memberi kabar singkat selama tiga hari ini karena ia tahu percaya sang suami punya alasan sendiri melakukan ini.
"Pah, apa papa tega memisahkan Ela dengan mas Haikal. Apa papa nggak memikirkan kedepannya jika papa melakukan ini, anak Ela butuh sosok ayah pah. Papa pernah merasakan kan bagaimana sedihnya kehilangan anak dan hidup bertahun-tahun tanpa mama. Apa papah mau Ela juga merasakan hal seperti itu?" Kata Ela dengan linangan air mata
"Papah nggak boleh menilai buruk mas Haikal sebelum papah mendengar penjelasan darinya, Ela mohon pah, untuk kali ini aja tolong turuti permintaan Ela. Kebahagiaan Ela dan anak ini hanya bersama mas Haikal pah. Ela mohon." Lanjutnya masih dengan air mata yang mengalir lebih deras, Papa Ardi yang melihat itu menjadi tidak tega akhirnya ia menyetujui permintaan sang putri untuk tidak memisahkannya dengan suaminya. Tetapi papa Ardi ingin melihat terlebih dahulu apakah Haikal akan berusaha dan berhasil menemukan sang istri.
"Sekarang kamu makan ya sayang mama suapin supaya cucu mama sehat di dalam sana." Kata mama Rianti. Ela langsung tersenyum sambil menghapus air matanya dan menerima suapan dari sang mama.
Sementara Haikal saat ini sedang berada di rumah, ia mengotak-atik laptopnya untuk mencari keberadaan sang istri melalui gps yang ia pasang di cincin pernikahan Ela. Setelah beberapa menit akhirnya ia menemukan lokasi dimana sang istri berada.
"Di Bogor? Villa ini milik orang tua dari mama Rianti kan?" gumam Haikal
Tanpa pikir panjang Haikal langsung menyiapkan beberapa pakaian untuk berangkat kesana, ia langsung menancap gas dan melajukan mobil ke villa tersebut.
Satu setengah jam berlalu akhirnya Haikal sampai juga di villa tersebut setelah menghadapi macet yang melelahkan baginya. Ia langsung turun dan mengetuk pintu rumah itu.
"Mau apa kamu kesini?" Tegas papa Ardi yang membukakan pintu
"Pah, Haikal bisa jelasin apa yang sebenarnya terjadi, tapi Haikal mohon pertemukan Haikal dengan Aziela pah." Jawab Haikal memohon
Demi kebahagiaan putrinya Haikal diantarkan oleh papa Ardi menemui Aziela di kamarnya. Haikal membuka pintu kamar itu dan melihat istrinya tengah tertidur dengan wajah yang sedikit pucat dan selang infus yang masih menempel di punggung tangannya.
Seperti meraskan sentuhan Ela pun terbangun dari tidurnya, saat ia membuka mata ia melihat sang suami berada di depan wajahnya tengah tersenyum. Takut hanya mimpi Ela mengerjakan matanya beberapa kali dan ternyata ini adalah nyata.
Ela langsung memeluk sang suami, rasa rindunya tak terbendung lagi karena tiga hari lamanya mereka tak bertemu. Haikal langsung membalas pelukan sang istri dengan berkali-kali kecupan di kepala Ela yang tidak tertutup jilbab.
"Mas kemana aja?" Tanya Ela sambil melepaskan pelukannya
Haikal pun menceritakan kejadian yang ia alami.
Flashback On 3 hari yang lalu
Haikal tengah sibuk di ruangannya dengan berkas-berkas yang ada di mejanya. tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar.
"Daddy" Teriak anak kecil yang masuk ke ruangannya
Ternyata yang datang adalah Ruby keponakannya bersama sang ibu yang sekaligus adik perempuannya, siapa lagi kalau bukan Husna.
"Tumben Na nggak kerja?" Tanya Haikal sambil menggendong Ruby
"Iya kak aku ambil cuti, soalnya besok kan ulang tahun kakak jadi aku sama Ruby mau ngajak kakak ke Bali buat ngerayain ulang tahun kakak. Aku udah beli tiket buat kita bertiga." Jawab Husna
"Bertiga?" Haikal mengernyitkan keningnya
"Iya, untuk aku, kakak, dan Ruby." Jawab Husna
"Na kakak sekarang udah punya istri, masa kakak nggak ajak istri kakak. Biar kakak persen tiket lagi ya." Kata Haikal
"Nggak usah, mending sekarang kakak ganti baju terus kita berangkat lagian aku udah minta izin sama kak Ela kok, aku juga malah udah ajak dia tapi katanya dia nggak mau ganggu biar Ruby ngerasain punya orang tua sepasang Daddy dan Bunda. Ya kan Ruby sayang." Ruby yang tidak mengerti pun hanya menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan sang bunda.
Akhirnya Haikal berganti baju di ruangan pribadinya, saat keluar kamar ia ingin mengabari Ela tetapi dicari nya ponsel kesayangannya hilang entah kemana.
"Kamu lihat ponsel kakak ngga Na?" Tanyanya pada sang adik.
"Nggak tuh kak." Jawab Husna
Beberapa menit mencari tetap tidak ada, ingin menelpon menggunakan telepon seluler kantor tetapi ia tidak hafal nomor istri maupun nomor rumah. Haikal ingat CV Ela masih ia simpan di laci, saat hendak mengambil Husna sudah memaksa Haikal untuk berangkat karena setengah jam lagi pesawat akan berangkat. akhirnya Haikal pun menuruti permintaan sang adik.
Flashback off
"Jadi ponsel kamu hilang mas?" Tanya Ela meyakinkan pikirannya
"Iya sayang, maaf yaa mas nggak ngabarin kamu tiga hari ini." Jawab Haikal
" Tunggu deh mas, kalau ponsel kamu hilang terus yang mengirim pesan ke aku setiap satu hari sekali siapa?" Tanya Ela bingung
Mereka saling tatap.
Bersambung