Aziela & Haikal

Aziela & Haikal
PROLOG



Aziela Safitri


Seorang anak yang besar di panti asuhan, sekarang usianya sudah menginjak 25 tahun. Setelah mendapatkan pekerjaan ia merantau ke kota dan membeli rumah sederhana yang ia tinggali bersama sahabatnya.


Haikal Akbar Setyabudi


Lelaki berusia 28 tahun. Anak dari pengusaha kaya Arman setyabudi dan Diah Arini, walaupun ayahnya memiliki usaha yang cukup besar tetapi Haikal memilih membuka usahanya sendiri dan berhasil membangun perusahaan yang tidak kalah besar dengan milik ayahnya.


.


.


.


Adzan subuh berkumandang, membangunkan para umat muslim untuk beribadah menghadap Sang Pencipta. Tetapi cuaca yang dingin membuat para manusia seakan enggan untuk bangun.


Begitu pula dengan penghuni perumahan sederhana itu, perumahan yang memiliki 3 kamar dengan 4 orang penghuni wanita.


Ceklek


"Sekar bangun kita sholat subuh berjamaah yuk!" Ela membuka pintu kamar sebelahnya lalu membangunkan sahabatnya.


"hoam, nggak ngerti banget sih lo el dingin nya sampai ke tulang gini lo bangunin gue, sholat subuh ntar aja 25 menit lagi." kata sekar sambil menguap


"Eh sekar walaupun dingin kita harus tetap melaksanakan kewajiban kita, dan sholat tepat waktu itu lebih baik daripada ditunda-tunda ntar nggak jadi, ayo buruan bangun, lawan tu dingin! Jangan tidur lagi, mau nanti diangetin malaikat malik di neraka?"


"Gila lo el, lo doain gue masuk neraka? Dasar sahabat nggak ada akhlak." seru sekar sambil bergegas bangun.


"Makanya jangan molor mulu, aku tunggu di ruang sholat nanti, aku mau bangunin yang lain dulu."


Ela segera menuju kamar yang ada di lantai bawah. Ya walaupun perumahan itu sederhana tetapi perumahan itu memiliki dua lantai.Lantai dua, ada 2 kamar berukuran kecil dan satu ruang kosong yang dijadikan raung bersantai dan ruang baca mengingat Ela adalah orang yang gila membaca dan mengoleksi berbagai macam buku, disebelahnya ada ruang sholat yang tidak terlalu luas. Lantai satu, terdiri dari 1 kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan satu kamar mandi untuk tamu.


Sampai di kamar bawah Ela mengetuk pintu karena kamar itu selalu dikunci ketika penghuninya tidur.


Tok


Tok


Tok


"Atika, Sifa kalian udah bangun belum? Sholat subuh yuk mbak tunggu di atas ya." Ucap Ela sedikit berteriak.


"Iya mbak ini nanti kita nyusul ke atas, ini lagi nunggu gantian wudhu sama Sifa." Seru Tika dari dalam.


Setelah drama membangunkan sholat subuh mereka akhirnya melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan Ela menjadi imam di tengah, setelah itu dilanjutkan tadarus Al Quran bersama.


.


"Iya tadi aku habis subuh langsung mandi terus masak, soalnya ini kan senin kalau nggak mempersiapkan semua dari pagi ya nanti bakal kejebak macet. Lagian hari ini aku bakal kerja di tempat baru, Jumat lalu aku dapat balasan e-mail kalau lamaran ku diterima, so hari ini aku interview kerja." Jelas Ela


"Oh, lo diterima diperusahaan mana?" tanya Sekar


"Dari 5 surat lamaran, aku diterima di 3 perusahaan, tapi aku udah milih bakal menerima di HS Group." Jawab Sekar


"owh, hah!! Maksud lo HS Group? Salah satu perusahaan besar itu? Gila lo el bisa kaya mendadak lo nanti, gaji lo sebulan bisa buat beli motor kali ya."


"widih, mbak-mbak lagi pada ngomongin apa nih? kayaknya serius banget." suara yang tiba-tiba menyela obrolan Sekar dan Ela


"Si Atika datang bukannya ngucapin selamat pagi atau salam kek malah ganggu obrolan orang." Kata Sekar ketus


"udah udah nanti ujung-ujungnya pasti berantem, mending sekarang kita sarapan kasihan tuh mbak masakan mbak Ela dianggurin." Sifa menengahi


"Bilang aja lo laper." Ketus Atika


"he he he, tau aja, emang atika saudara kembar terbaik dan terpeka deh." jawab sifa cengengesan


"saudara kembar?" ucap Ela dan Sekar barengan


"Iya saudara kembar beda ibu bapak." Tika menyahut tidak terima


Mereka berempat menikmati sarapan sambil bercerita dan bercanda.


Sampai tak terasa waktupun menunjukkan pukul 6.10, waktunya mereka berangkat. Atika dan Sifa berangkat menggunakan ojek online. Sedangkan Ela berangkat menggunakan motornya, sebelum ke kantor baru, ia akan mengantar Sekar ke Toko kue miliknya, karena selama Ela bekerja ia akan menyerahkan tanggung jawab toko kue tersebut kepada Sekar. Ela merasa harus mencari pekerjaan tambahan karena kasihan dengan sahabtnya yang masih kuliah yaitu Atika dan Sifa yang harus Part Time untuk membiayai kuliahnya, uang dari toko kue hanya cukup untuk makan, bayar listrik dan air, serta kebutuhan pokok lainnya.


Sedangkan Sekar ia lulusan Sarjana Pendidikan dia memilih untuk mengajar les dari rumah ke rumah setiap sore hingga jam 10 malam, sebenarnya ia ingin mengajar di sekolah tetapi ia akan menunggu ujian menjadi pegawai negeri terlebih dahulu dan memilih membantu Ela di tokonya.


*Singkat cerita


Ela meninggalkan panti untuk meneruskan hidupnya di usia 20 tahun berbekal tiket bus dan uang 200 ribu, itulah usulan dari ibu panti. Sebelumnya ia lulusan S1 jurusan Akuntansi dan merupakan lulusan terbaik (cumlaude), ia bisa kuliah karena mendapatkan beasiswa.


Ia pergi ke kota mengadu nasib, dan bekerja sebagai karyawan restoran dengan gaji yang lumayan cukup untuk kehidupannya sehari hari terutama membayar uang kos. Setelah 2 tahun menjadi karyawan restoran uangnya terkumpul dan ia gunakan untuk membuka usaha toko kue.


Setelah satu tahun berjalan ia berhasil membeli rumah disebuah perumahan sederhana yang ia tempati sendiri.


Beberapa bulan kemudian ia bertemu Sekar wanita seusianya yang merupakan karyawannya berasal dari kampung, merantau dan tidak punya tempat tinggal karena susah mencari pekerjaan di kota itu, jadilah Ela mengajak Sekar tinggal bersamanya.


Saat Ela dan Sekar sedang ke pasar, mereka melihat dua remaja wanita berusia 16 tahun menjadi kuli di pasar, ternyata mereka berdua dulu pernah dijadikan anak pancingan oleh orang kaya, dan setelah istri orang kaya itu hamil mereka dibuang dan menjadi gelandangan. Mereka Atika dan Sifa, karena rasa perikemanusiaan akhirnya Ela mengajak kedua remaja tersebut untuk tinggal bersamanya dan menganggapnya sebagai adik nya sendiri.