
Setelah mengobrol cukup lama, Adzan Dzhuhur pun berkumandang. Ela pamit sholat Dzhuhur begitupula dengan Ardi. Setelah melaksanakan Sholat Dzhuhur, Ela pergi ke supermaket untuk membeli beberapa keperluannya. Setelah dirasa cukup Ela pun kembali ke rumah.
.
Di lain tempat, seperti biasa setiap satu minggu sekali Ardi akan menyempatkan diri untuk menemui istrinya, membawakan bunga dan makanan kesukaannnya yaitu strawberry. Ardi merasa sedih melihat keadaan istrinya yang tak kunjung membaik. Tiba-tiba ia teringat dengan Ela
"Hallo, Adam kamu cari tahu foto gadis yang saya kirimkan barusan. Cari informasi tentang kehidupannya sedetail mungkin!" Ardi berbicara melalui telepon
"Baik bos"
Saat sudah berada di rumah, Ardi mendapatkan notifikasi dari laptopnya
Tring
Pesan E-mail masuk
Nama : Aziela Safitri (Ela)
Tanggal Lahir : 20 Juli 1995 (25 tahun)
Berat Badan : 48 kg
Tinggi Badan : 162 cm
Alamat Rumah : Perumahan Arum Sari, Jalan Manggis, Jakarta
Asal : Panti Asuhan Harapan Anak, Semarang, Jawa Tengah
Pendidikan : S1 Akuntansi, di Universitas XXX, Yogyakarta
Datang ke Jakarta sekitar 5 tahun lalu, pernah bekerja sebagai pelayan restoran dan buruh serabutan. Saat ini tinggal bersama ketiga sahabatnya yaitu Sekar Anjani, Atika Sari, dan Sifa Nuraini. Mempunyai toko kue yang diberi nama AZ Bekery. Selain menggeluti usahanya,satu bulan belakangan ini, ia juga bekerja di HS Group sebagai sekretaris dari Tuan Muda Haikal Akbar Setyabudi.
"20 Juli? Namirah juga lahir pada tanggal itu." gumam Ardi
"Dia juga bekerja di perusahaan Haikal, putra Arman." lanjutnya
"Aku akan menemuinya besok, semoga saja aku bisa membujuknya untuk melakukan tes DNA." harap Ardi.
.
Pagi pun datang, sinar mentari bersemangat untuk menemani manusia beraktivitas. Pukul 8 pagi Ardi menuju perumahan tempat Ela tinggal, ia berangkat bersama supirnya Pak Sur.
"Maaf Tuan, rumah yang anda maksud nomor berapa ya?" tanya pak Sur saat sudah mendekati komplek Perumahan
"Saya juga nggak tahu Sur, nanti kamu tanya-tanya aja." Kata Ardi
Setelah memasuki perumahan itu, mereka melihat ada satpam komplek yang ada di pos penjagaan, Pak Sur pun turun dan bertanya
"Permisi, saya ingin bertanya. Rumah atas nama nona Aziela Safitri dimana ya?"
"Aziela Safitri?" Satpam itu nampak berpikir
"Oh, rumah neng Ela? bapak lurus saja kemudian belok kiri nah rumah paling ujung nomor 29, itu rumah milik neng Ela."
Pak Sur pun memasuki mobilnya dan bergegas menuju rumah nomor 29 bersama tuannya, kurang lebih 6 menit mereka pun sampai.
"Kamu yakin ini rumahnya Sur? nggak salah kan?"
"InsyaaAllah tidak salah tuan."
Ardi segera turun dari mobil BMW mewahnya. Kemudian mengetuk pintu rumah itu, dan muncullah seorang gadis yang kira-kira usianya satu tahun lebih tua dari Ela.
"Assalamualaikum" Salam Ardi
"Waalaikumussalam" jawab gadis itu dan ia nampak berfikir
"Dokter Ardi? anda dokter Ardi kan? pemilik rumah sakit RAND Hospital? Rumah sakit terbesar di kota ini?" gadis itu memberondong pertanyaan kepada Ardi
"Iya, anda kenal saya?" tanya Ardi
"Iya lah saya pasti kenal, rumah sakit dokter kan sering membantu panti asuhan yang saya ajar, dan rumah sakit milik dokter juga sering mengirim tenaga medis relawan untuk bencana alam. Tapi dokter ada apa datang kesini?" Cerocos gadis itu
"Saya datang kesini ingin bertemu Aziela, apa benar ini rumah Aziela?" Jawab Ardi
'Ada urusan apa dokter hebat ini mau bertemu dengan Ela, apa Ela sakit? atau jangan-jangan dia pacarnya Ela? Oh My God, masa Ela mau pacaran sama dokter berumur ini, tapi masih tampan juga sih dia.' batin Sekar
"Iya benar, perkenalkan nama saya Sekar Anjani, panggil saja saya Sekar. Saya sahabtnya Ela." kata Sekar sambil menangkupkan tangannya
"Bisakah saya bertemu dengan Ela?" tanya Ardi
"Bisa dok, silahkan masuk. Tunggu sebentar ya, saya panggilkan Ela." Kata Sekar
Tak lama Ela pun menemui Ardi di ruang tamu, diikuti sekar membawakan minum. Sekar pun kembali masuk karena ia tidak ingin mengganggu obrolan Ela dengan dokter itu
"Assalamualaikum pak Ardi." sapa Ela
"Waalaikumssalam nak Ela." jawab Ardi
"Maaf sebelumnya, ada apa pak Ardi tiba-tiba datang ke rumah saya? apa bapak ingin membahas kerjasama toko kue saya dengan restoran miliki bapak?" tanya Ela to the poin
"Nak Ela saya ingin membahas masalah pribadi di sini."
Ela mengernyitkan dahinya. Apa maksud dari lelaki paruh baya itu.
"25 tahun yang lalu saya kehilangan seorang putri yang saya beri nama Namirah. Putri saya hilang satu hari setelah dilahirkan, karena diculik oleh seorang wanita yang sangat membenci istri saya, dia adalah Ratna. Dia membenci istri saya karena dia sangat terobsesi dengan saya, tetapi saya tidak suka dengannya yang suka mabuk-mabukkan dan gaya hidupnya yang terlalu bebas. Ratna tidak akan membiarkan istri saya bahagia bersama saya, dia menculik putri saya sehingga membuat istri saya depresi. Saya sudah berusaha mencari putri saya ke seluruh penjuru negeri tetapi hasilnya nihil. Saat itu anak buah saya menemukan jenazah Ratna di kontrakannya, dia ditemukan gantung diri, dan saya semakin kehilangan jejak kemana harus mencari putri saya. lalu 2 tahun kemudian istri saya mengandung dan melahirkan putra tampan yang bernama Dika." Ardi berhenti sejenak menghapus air matanya
"Kehadiran Dika membuat luka kehilangan kami sedikit terobati, tetapi saat Dika berusia 19 tahun ia menderita kanker darah, dan nyawanya tidak bisa diselamatkan. Saat itulah istri saya mulai depresi berat sampai sekarang dan harus di rehabilitasi. Dan sekarang tinggallah saya sendiri" Ardi menghela nafas nya panjang
"Kamu tahu Aziela, setelah saya bertemu denganmu, saya merasa sangat bahagia." Kata Ardi
"Maksud bapak? Saya tidak paham." Kata Ela
"Wajah kamu sangat mirip dengan istri saya Aziela, dan saya yakin kamu adalah putri saya yang hilang 25 tahun yang lalu." Kata Ardi
'Ya Allah apa mungkin, dia memang ayahku. Apakah Engkau telah menjawab doaku selama ini ya Allah' batin Ela