
Lima hari kemudian
Hari yang ditunggu-tunggu oleh kedua belah pihak keluarga pun tiba. Pernikahan Haikal dan Aziela diadakan di rumah mewah milik orangtua Aziela, sebenarnya keluarganya ingin mengadakan akad dan pesta pernikahan di
gedung atau hotel tetapi Aziela menolaknya. Akhirnya, taman yang berada di samping rumah mewah itupun diubah menjadi lokasi garden party untuk akad dan pesta sederhana pernikahan Haikal dan Aziela.
Di dalam kamarnya Aziela baru saja selesai di rias oleh salah satu MUA ternama di kota itu, ia sangat cantik dengan riasan natural serta gaun pengantin berwarna putih dan jilbab warna senada yang menutup kepala sampai bagian dadanya.
“Wah, anak mama cantik banget.” puji bu Rianti kepada putri semata wayangnya itu
“Mama nya aja cantik apalagi anaknya.” bukan Aziela yang menanggapi melainkan pak Ardi yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar sang putri. Ela yang mendapat pujian pun hanya menjawab dengan senyum manis yang selalu
mengembang diwajahnya.
“Baru satu bulanan kita kumpul, sekarang papa udah harus melepas putri semata wayang papa untuk pria lain.” Kata pak Ardi sendu
“Papa kok ngomongnya gitu sih, walaupun Ela udah menikah dan menjadi milik orang lain, Ela tetap anak papa lagipula Ela kan nikah nya sama anak sahabat papa sendiri dan papa bisa menemui Ela kapan pun papa dan mama mau.” kata Ela
Pak Ardi yang mendengar itupun hanya tersenyum, sejujurnya ia sangat berat untuk melepas Aziela, putri semata wayangnya walaupun ia akan menikahkan putrinya dengan lelaki yang sudah ia anggap sebagai putra nya sendiri.
Ketika mereka sedang asyik berbincang, salah satu pelayan memberitahukan bahwa pengantin pria sudah berada di kawasan komplek perumahan milik pak Ardi. Pak Ardi pun turun bersama bu Rianti untuk menyambut calon besannya, sementara Ela berada di kamarnya ditemani ketiga sahabatnya.
Tak lama, Haikal pun sampai di kediaman Ela, Ia terlihat tampan dan gagah dengan tuxedo nya. Pak Ardi dan bu Rianti menyambut keluarga calon besannya dengan wajah yang berseri.
Saat ini, Haikal sudah duduk berhadapan dengan Pak Ardi yang mulai mengucapkan kalimat sacral ijab.
“Saudara Haikal Akbar Setyabudi, saya nikahkan engkau dengan putri saya yang bernama Aziela Safitri dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan dibayar tunai.”
“Saya terima nikahnya Aziela Safitri binti Ardi Brawijaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Kata Haikal tegas mengucapkan kalimat qabul nya
Akhirnya kata sah pun keluar dari para saksi dan orang-orang yang menyaksikan acara sacral tersebut. Haikal yang mendengarnya pun merasa lega, sedangkan Ela yang masih ada di kamarnya pun mendengarkan dan tak terasa
Kristal bening dari mata nya luruh membasahi pipi mulusnya. Ia tak menyangka, selama 25 tahun ia hidup tanpa kasih sayang orang terdekat akhirnya bisa merasakannya.
❤❤❤❤❤
Pengantin wanita pun berjalan menuju taman rumah yang diubah menjadi garden party dengan digandeng kedua sahabatnya yaitu Sekar dan Atika, sementara Sifa ia tengah duduk dengan sepiring makanan yang ada di mejanya.
Haikal yang melihat istrinya berjalan menuju ke arahnya Nampak terpesona dengan wajah ayu sang istri. Ela duduk di samping Haikal, kemudian Haikal memasangkan cincin di jari manis Ela begitupun sebaliknya. Mereka saling tatap dan tersenyum setelah Ela mencium tangan sang suami, dan Haikal mencium kening sang istri.
Lengkap sudah kebahagiaan Ela, memiliki suami yang amat dicintai dan mencintainya serta memiliki keluarga yang mempu menerimanya dengan baik. Tetapi ditempat itupun ada yang memandang kea rah Aziela dengan tatapan tidak sukanya.
‘Lo nggak akan gue biarin hidup tenang dan bahagia Ela’ batin orang itu dengan seringai jahatnya
Semakin siang acara tasyakuran pun semakin ramai dengan ratusan anak-anak yatim dari panti asuhan yang memang sengaja pak Ardi undang atas permintaan Ela, mereka Nampak bahagia menerima amplop dan bingkisan berisi perlengkapan sekolah. Haikal pun ikut berbagi kebahagiaan dengan membiayai sekolah anak-anak panti paling tidak sampai sekolah menengah atas.
“Ela sahabatku my best prendd poreper, selamat menempuh hidup baru ya. Lo bener belum tentu orang yang punya pacar tuh bakalan nikah duluan, buktinya gue pacaran berkali-kali kagak ada yang berani ngajak nikah gue sedangkan lo pacaran aja kagak pernah malah lo udah duluan.” Cerocos Sekar dengan logat khas bicaranya yang membuat orang-orang menahan ketawanya
“Makanya kamu jangan gonta-ganti cowok mulu Kar, kamu ingat nggak istilah Jodoh cerminan diri.” Kata Ela menimpali
❤❤❤❤❤
Tasyakuran pernikahan pun telah usai semua tamu pun telah pulang ke rumah masing-masing termasuk sahabat Ela, setelah berganti menggunakan baju santai kini dua keluarga tengah duduk di ruang keluarga berbincang hangat sambil minum teh dan menikmati beberapa cemilan.
“Gimana Kal? kamu dan Ela akan tinggal dimana nanti?” Tanya Papa Arman kepada sang putra
Yang ditanya pun hanya diam dan memandang ke arah sang istri,
“Sebenarnya Haikal sudah menyiapkan rumah untuk keluarga kecil Haikal pah, tapi itu semua tergantung bagaimana Aziela. Kalau dia mau tetap tinggal di sini atau pindah ke rumah papa Haikal juga nggak masalah.” Kata Haikal
Semua memandang ke arah Ela seakan memberi isyarat untuk meminta jawaban
“Em, Ela nurut aja sama mas Haikal, dimana pun suami Ela tinggal Ela akan ikut.” Jawab Ela membuat semua orang tersenyum
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk menempati rumah barunya besok lusa, malam ini sepasang pengantin baru itu akan menginap di rumah papa Ardi dan besok siang mereka akan berangkat ke rumah papa Arman sekalian untuk menginap.
Setelah selesai berbincang keluarga Haikal pun pamit untuk pulang, sedangkan Haikal dan Ela segera naik ke kamar Ela yang terletak di lantai atas untuk mengistirahatkan tubuh mereka. Setelah sampai di kamar mereka membersihkan diri dan menunaikan sholat isya’ berjamaah pertama kali sebagai sepasang suami istri.
Setelah salam, Ela mencium punggung tangan kanan sang suami sedangkan Haikal membalas dengan mendaratkan kecupan hangat di kening sang istri.
“Sayang, kita sholat lagi yuk!” ajak Haikal pada sang istri
“Loh, tadi kan kita udah isya’ mas, mau sholat apalagi kalau mau tahajud nanti kita tidur dulu.” Jawab Ela yang salah menangkap arti pembicaraan sang suami
Haikal yang mendengar jawaban dari sang istri hanya tersenyum
“Kamu lupa sayang, ini kan first night kita sebagai pengantin baru.”
“Iya aku tahu mas, terus?”
“Mas mau minta hak malam ini, boleh kan?”
Ela yang mendengar itu pun terdiam, bukan berarti ia tidak tahu karena ia bukanlah wanita yang terlalu polos dan tentu saja sekarang ia tahu apa yang dimaksud oleh suaminya. Merekapun melaksanakan sholat sunnah dua rakaat secara berjamaah. Setelah itu mereka membereskan peralatan sholat masing-masing dan bergegas menuju ke atas ranjang.
“Kamu siap sayang?” Tanya Haikal kepada Ela
Ela pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda dia menjawab siap, Haikal mulai membacakan doa dengan tangan yang berada di ubun-ubun sang istri lalu mulai mencium kening, kelopak mata, hidung, pipi dan
terakhir mencium bibir sang istri yang semakin lama semakin dalam. Dan terjadilah malam pengantin baru penuh gairah dan kebahagiaan bagi mereka.
Bersambung
Maaf ya author tidak menjabarkan secara detail. Maklumilah author yang belum berpengalaman dan kita harus menghormati para readers yang masih di bawah umur :)
Salam cinta dari author❤❤❤