
-DAU PoV-
Satu bulan setelah bertemu dengan Kai.
*knock**knock*
"Masuk" jawab pria berbadan besar dari balik meja.
"Selamat siang, Pak. Saya kapten Jack dari tim MTF divisi 1 ingin melaporkan situasi terbaru dari Gunung Masap." kata pria tinggi berotot dan berseragam militer itu sambil memberikan salam hormat.
"Oh rupanya kapten Jack. Silahkan duduk dulu, saya harus menyelesaikan dokumen ini dulu."
Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya direktur Orlando telah menyelesaikan dokumennya.
"Maaf membuatmu menunggu." kata direktur Orlando sambil mengambil telepon di mejanya.
*beep*
~Carla tolong buatkan 2 kopi dan antarkan ke kantorku segera.~
~Baik pak~
*beep*
"Nah sekarang kapten Jack, silahkan mulai laporanmu."
"Siap pak. Setelah satu bulan mengamati retakan di gunung Masap, telah terjadi 3 kali serangan dari monster yang keluar dari dalam retakan."
"Setiap monster yang keluar berasal dari jenis yang sama, mereka semua terlihat mirip seperti babi hutan. Tim dari divisi 1 sampai 3 telah melumpuhkan semua monster yang menyerang dan tidak ada korban dari serangan tersebut."
"Dari ketiga pertempuran tersebut, kami berhasil mengamankan 25 benda. Benda-benda itu terdiri dari 16 koin emas, 8 botol dengan isi bervariasi dan 1 buah koin besar."
"Tunggu dulu kita berhasil mendapatkan 1 koin besar baru! Kapan ini terjadi!? Kenapa aku tidak segera di beritahu!?" bentak Orlando menghentikan laporan kapten Jack.
Suasana ruangan menjadi hening setelah amarah dari presiden Orlando sampai seseorang masuk dan memecah keheningan.
*kriek*
"Pak presiden saya bawakan kopi yang bapak pesan tadi." ujar Clara
"Mm taruh saja di meja."
"Apakah bapak masih membutuhkan sesuatu lagi?"
"Tidak untuk saat ini. Kamu boleh pergi, tinggalkan kami berdua sendiri."
"Baik pak."
*kriek*
"…"
"…"
"Haaah, kapten Jack lanjutkan laporan anda. Jelaskan kenapa saya baru saja menerima laporan ini."
"Siap pak. laporan baru saja diberikan karena memang kami baru kemarin mendapatkan koin tersebut."
"Kemarin? katakan tim siapa yang berhasil mendapatkannya."
"Iya pak kemarin dan tim sayalah yang mendapatkan koin tersebut."
"Kalau begitu jelaskan kronologi tentang kejadian kemarin."
"Kejadian bermula pada pukul 20.00, saat itu retakan tiba-tiba mengeluarkan cahaya merah. Segera setelahnya tim MTF divisi 1 mengasumsikan formasi tempur di sekitar retakan, lima menit kemudian monster muncul dari dalam retakan. Pertempuran berlangsung selama 30 menit dan memerlukan 2 buah granat sebelum akhirnya kami dapat melumpuhkan monster itu."
"Lalu dimana koin itu sekarang?"
"Koin yang diamankan telah di berikan kepada departemen R&D untuk diteliti lebih lanjut."
"Bagus, apakah ada laporan lain lagi yang perlu kamu sampaikan?"
"Tidak pak."
"Kalau begitu kamu boleh meninggalkan ruangan tapi sebelumnya habiskan minumannya terlebih dahulu."
Setelah melihat kapten Jack meninggalkan ruangan, Orlando mengambil telepon untuk memanggil Carla.
*beep*
~Iya pak, ada perlu apa?~
~Clara, panggil kepala departemen R&D ke ruanganku segera.~
*beep*
tidak lama telepon kembali berdering.
*beep*
~Ada apa Carla?~
~Maaf pak tapi departemen R&D tidak mengangkat telepon mereka.~
'Beraninya mereka tidak mengangkat telepon dariku. Apa mereka mau aku potong anggaran ke departemen R&D'
~Sudahlah, aku akan datang sendiri ke sana.~
*beep*
............
Departemen R&D terletak di basemen lantai 3 gedung markas DAU, untuk bisa sampai ke basemen lantai 3 di perlukan kartu identitas khusus untuk mengaktifkan tombol elevator. Tidak semua orang mendapatkan akses khusus tersebut hanya anggota departemen R&D, kepala setiap departemen dan direktur Orlando serta sekretarisnya yang memiliki hak akses ke basemen lantai 3.
Saat Orlando sampai di departemen R&D, dia melihat bahwa seluruh lantai sepi tidak ada seorang pun terlihat.
"Mustafa! Dimana kau! Cepat Keluar!" teriaknya mencari kepala departemen R&D, profesor Mustafa.
"Siapa yang teriak-teriak? aku masih belum tuli, pendengaranku masih bagus. Oh ternyata pak presiden. Ada perlu apa sampai teriak." kata seorang pria tua berjas putih keluar dari salah satu ruangan.
"Mustafa! Dimana semua orang. Kenapa sepi sekali tempat ini."
"Mereka sedang pergi mengambil sampel dari beberapa retakan yang kita awasi. Aku memerlukan beberapa benda untuk penelitianku."
"Hmph baguslah kalau begitu tapi awas kalau ternyata mereka bolos kerja, aku akan potong anggaran untuk departemenmu. Sekarang tunjukkan padaku koin yang baru ditemukan oleh tim MTF divisi 1."
"Ah rupanya anda kemari karena hal itu, pas sekali saat ini saya sedang melakukan penelitian untuk benda itu. Mari silahkan ikuti saya."
Profesor Mustafa mengajak direktur Orlando untuk memasuki ruangan penelitiannya, di dalam ruangan terisi penuh oleh komputer dan mesin-mesin besar yang saling terhubung dengan kabel membuat seluruh lantai tampak berantakan.
"Nak Orlando lihatlah hasil dari karbon dating yang kulakukan." ucap Prof Mustafa sambil memberikan setumpuk kertas pada direktur Orlando.
"Tidak perlu memberikannya padaku, langsung saja jelaskan padaku meskipun kamu memberiku lebih banyak kertas aku tidak akan mengerti apa yang tertulis di sana." Kata Orlando sambil menaruh tumpukan kertas di meja.
"Ehem... dari studi yang aku lakukan..."
"Stop! jelaskan dengan ringkas. Aku masih ada pekerjaan lain yang belum terselesaikan." sela Orlando mengetahui bahwa penjelasan Prof Mustafa akan memakan waktu lama.
"Koin ini atau lebih tepatnya ini bukan koin sama sekali, lebih tepat untuk memanggilnya medali karena bentuknya dan hanya ada satu simbol sederhana di permukaannya."
"memiliki komposisi logam yang berbeda dengan logam yang ada di planet ini dan benda ini juga memancarkan suatu energi dalam jumlah kecil. Intinya adalah medali ini bukan berasal dari Ethar" lanjut Mustafa
"Tunggu dulu bukan berasal dari Ethar, berarti maksudmu ini artefak alien? Dan ini mengeluarkan suatu energi? Apakah ini radioaktif atau semacam pemancar?"
"Ya ini adalah artefak alien dan mungkin retakan itu adalah sebuah portal menuju planet asalnya. Untuk energi yang terpancar, aku sudah melakukan tes radioaktif dan hasilnya negatif. Energi ini sendiri mirip dengan gelombang elektromagnetik, tidak berbahaya sama sekali bagi manusia."
"Lalu ada perkembangan apalagi untuk artefak lainnya?"
"Koin emas yang di temukan terbuat dari emas yang sama dengan yang kita ketahui, itu artinya planet tempatnya berasal juga memiliki kesamaan dengan planet kita. Untuk tulisan yang tertera di koin, staf epigrafi kami sedang berusaha untuk menerjemahkannya."
"Untuk botol berisi cairan berbagai warna, kami baru mengetahui satu kegunaan darinya. Botol berisi cairan berwarna merah ini dapat digunakan untuk menyembuhkan luka. Kami mengetes setiap cairan kepada tikus dan hasilnya tikus yang di suntik cairan merah memiliki perkembangan dalam regenerasi sel-selnya."
"Penyembuhan? Apakah itu aman digunakan ke manusia?"
"Kami belum mencobanya ke manusia tapi dari hasil observasi ke tikus, tidak terjadi masalah dalam tubuh mereka."
"Kalau begitu segera lakukan percobaan kepada manusia dan cobalah mencari cara untuk memproduksi sendiri cairan merah itu."
"Baik pak"
"Kalau begitu aku pergi dulu, kirimkan laporan penelitianmu secara berkala kepadaku tapi ingat tulis sesederhana mungkin agar aku mengerti."
-Kai PoV-
Sudah dua minggu sejak aku keluar dari rumah sakit dan selama dua minggu itu aku tidak boleh meninggalkan rumah karena kakiku masih dalam proses penyembuhan.
Tapi pagi ini setelah cek ke rumah sakit dokter mengatakan bahwa kakiku sudah sembuh total dan tepat sekali karena malam ini adalah pesta pernikahan untuk Mike dan Vera, karenanya aku meminta Rai untuk pergi bersamaku masalahnya aku sudah menunggu 10 menit dan dia tidak kunjung keluar dari kamarnya.
"Rai! Mau sampai kapan kamu berdandan! Jamnya sudah mepet! Tempat pernikahannya jauh pula kau mau aku dapat tiket tilang karena mengebut!?" teriakku sudah tidak sabar lagi menunggunya
"Kakak! Wanita itu perlu tampil cantik untuk acara seperti ini. Kenapa kakak tidak tahu hal sepele seperti ini? Karena itu sampai sekarang kakak belum memiliki pacar."
"Rai! Kalau kamu masih tidak keluar juga akan aku tinggal pergi sendiri!" teriakku sekali lagi
"Ok ok aku keluar."
"Gimana adikmu cantik tidak?" tanyanya sambil memutar badan 360 derajat.
"Iya cantik. Ayo cepetan pergi, ini sudah mepet jamnya." kataku mengambil kunci mobil di meja.
Saat itu aku tidak tahu bahwa nanti aku akan masuk rumah sakit lagi untuk kedua kalinya.