
Tiba di depan ruangan direktur Orlando, aku mendengar pembicaraan dari dalam ruangannya dan mengurungkan niatku untuk membuka pintu.
Aku tidak mau mengulangi perbuatan semena-menaku waktu itu yang membuka pintu dan menerobos masuk saat pak direktur sedang berbicara dengan profesor Mustafa.
Memang direktur Orlando tidak mempermasalahkannya tetapi aku masih merasa tidak enak karena telah melakukan itu karena itu aku menoleh kepada Carla yang ada di sebelahku dan berkata.
"Carla sepertinya pak direktur sedang ada tamu karena itu aku akan memberikan laporanku nanti."
"Kai, kamu tunggu dulu di sini sebentar. Aku akan masuk terlebih dahulu dan memberi tahu pak direktur." kata Carla sambil membuka pintu ruangan.
Saat Carla masuk pembicaraan di dalam ruangan terhenti sebelum akhirnya aku mendengar suara pak direktur memanggilku untuk memasuki ruangan.
Di dalam ruangan aku melihat seorang pria paruh baya berperut buncit duduk di seberang pak direktur.
Aku dan kapten Jack berjalan mendekati meja pak direktur dan berhenti tepat di depannya menunggu pak direktur berbicara.
"Jack... aku sudah mendengar dari Carla bahwa misi kali ini tidak berjalan dengan sempurna dan salah satu anggotamu sedang terbaring koma di ruangan kesehatan... Maafkan aku karena tidak bisa banyak membantu tapi jika kamu memerlukan sesuatu katakanlah, aku akan berusaha untuk memberikannya."
"Terima kasih pak direktur tetapi ini adalah tugas kami sebagai pelindung dari makhluk asing sehingga kami sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Anda tidak perlu memberikan sesuatu yang extra kepada kami." jawab kapten Jack
'Kapten Jack benar-benar terlalu kaku, kenapa dia tidak meminta sesuatu! Jika aku yang ditanya, aku pasti akan meminta tambahan gaji!'
Tentu saja aku tidak bisa mengatakannya secara terang-terangan karena pak direktur bertanya kepada kapten Jack dan bukan kepadaku.
Tapi ada satu hal yang membuatku merasa tidak enak... pria paruh baya ini sejak aku memasuki ruangan, dia selalu melihat ke arahku dengan tatapan mata menyelidiki.
Bulu kuduk di seluruh tubuhku berdiri karena tatapan matanya yang tidak berhenti melihatku, aku hanya berharap dia tidak tertarik kepadaku dalam hal seksual karena aku masih tertarik dengan wanita.
Untungnya pak direktur mengalihkan pembicaraan kepadaku dan membuat pria itu mengalihkan pandangannya.
"Kai, aku dengar ada sesuatu yang ingin kamu laporkan kepadaku. Cepat katakan sekarang dan jangan terlalu bertele-tele langsung saja ke informasi pentingnya, untuk laporan panjangnya kamu berikan kepada Carla."
"Baik pak! tapi apakah saya harus menyampaikannya disini..." tanyaku sambil menoleh kearah si pria paruh baya memberikan kode kepada pak direktur bahwa apa yang akan aku sampaikan tidak boleh didengar oleh orang tidak berkepentingan.
Aku melakukan ini karena aku tidak pernah melihat pria paruh baya ini di kantor kita sebelumnya, aku memang tidak mengenal semua orang yang bekerja di kantor ini tetapi aku sudah mengingat wajah sebagian besar orang yang bekerja disini terutama para petinggi dan pria paruh baya ini bukanlah salah satu dari para petinggi di kantor ini.
"Ah! Maaf aku lupa memperkenalkan kalian. Kai... Jack... perkenalkan dia adalah inspektur pengawas dari kementerian pertahanan namanya adalah Salvo dan pak Salvo perkenalkan... mereka adalah anggota dari tim Armored Hero yang saya ceritakan barusan... kapten Jack dan Kai."
Sang pria paruh baya bernama Salvo berdiri dan berjabat tangan dengan kami setelah mendengar perkataan dari direktur Orlando.
"Aku sudah membaca laporan dan mendengarkan penjelasan dari pak Orlando tentang kalian. Sebelumnya maafkan aku terlebih dahulu, aku tahu ini adalah pertemuan pertama kita tapi aku penasaran dan ingin bertanya... bagaimana cara kalian berubah dan melawan para makhluk asing itu? Semua informasi yang aku dapatkan tentang kalian terlalu membingungkan diriku dan aku ingin melihatnya secara langsung agar bisa mendapatkan gambaran yang jelas."
Permintaan dari pak Salvo benar-benar tidak kuduga dan aku pun menoleh kearah pak direktur untuk mendapatkan konfirmasi apakah aku boleh menunjukkan kepadanya bagaimana kami berubah.
Aku dan kapten pun memakai alat kami dan berubah memakai baju zirah tepat di hadapan inspektur pengawas dari kementerian pertahanan.
"Oh! Oh! Benar-benar menakjubkan!!! Aku sudah membaca laporannya tetapi melihatnya secara langsung adalah sebuah pengalaman yang tidak ada duanya." kata inspektur Salvo mengagumi sosok berbaju zirah kami dan mulai mengitari kami seolah-olah ingin melihat setiap detail dari baju zirah kami.
Inspektur Salvo berjalan memutari kami tanpa berhenti dengan diselingi komentar-komentar kagum akan teknologi yang memperbolehkan kami untuk berubah.
"Ehem! Maaf tapi bisakah anda berhenti memutari kami? Anda membuatku tidak enak." aku yang tidak tahan dengan caranya melihat kami seperti sebuah benda eksotis memaksanya untuk berhenti.
"Ahahaha... Maaf-maaf aku terlalu bersemangat sehingga membuat kalian tidak enak." kata pak Salvo kembali duduk ke kursinya semula.
Setelah dia duduk kembali, kami berdua melepaskan perubahan kami dan kali ini aku bertanya terang-terangan kepada pak direktur.
"Pak direktur, informasi yang akan saya sampaikan mungkin bersifat penting dan tidak boleh diketahui oleh orang yang tidak berkepentingan karena itu bisakah kita mengobrol berdua saja?"
"Hmm... Kai, kamu katakan saja di sini tidak perlu khawatir karena semua orang yang ada di sini memiliki hak dan akses kepada informasi mengenai invasi dari makhluk asing." jawab direktur Orlando dengan santai.
Meskipun telah mendengar jawaban dan konfirmasi dari direktur Orlando, aku masih merasa tidak enak untuk membicarakannya di depan inspektur Salvo atau mungkin saja semua ini hanyalah prasangka burukku yang tidak suka dengan caranya melihatku tadi.
Yang jelas aku masih ragu untuk mengatakannya di depan inspektur Salvo dan dia sepertinya tahu apa yang aku pikirkan.
"Hahaha apa kamu ragu untuk mengatakannya di depanku? Kalau begitu aku bisa pergi keluar ruangan sebentar sehingga kamu bisa mengatakannya tanpa ragu." kata inspektur Salvo bangkit dari tempatnya duduk.
"Tunggu dulu! Anda tidak perlu pergi keluar dan Kai... jangan bertindak kasar kepada inspektur Salvo! Dia ini yang bertugas memberikan laporan kepada kementerian pertahanan! Dia bisa memotong anggaran kita jika dia tidak suka dengan perilakumu!" direktur Orlando menahan inspektur Salvo untuk pergi dan mulai memarahi diriku.
"Ahahaha... Tenang saja aku tidak sekejam itu sampai-sampai akan memotong anggaran kalian hanya karena sebuah permasalahan kecil seperti ini." kata inspektur Salvo sambil tertawa
Dia memang tertawa dan seolah-olah tidak peduli tapi di lihat dari apa yang dia katakan tentang perbuatanku yang termasuk masalah kecil di matanya, itu artinya jika kami membuat masalah besar... ada kemungkinan dia akan berbuat sesuatu masalahnya apa yang masuk kategori masalah besar baginya.
Sekali aku merasa tidak suka dengan seseorang maka aku akan terus menerus berpikiran jelek kepadanya tetapi untuk saat ini aku harus melangkah mundur dan meminta maaf sehingga permasalahan ini tidak menjadi besar.
"Maafkan atas perbuatan kasar yang saya lakukan kepada anda." kataku sambil membungkukkan badan ke arahnya.
"Tidak apa-apa, aku maafkan. Sekarang ayo katakan informasi macam apa yang kamu dapatkan."
"Baiklah akan saya mulai laporan saya..."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Catatan penulis:
Maaf karena update lama karena saya beberapa hari yang lalu sedang keluar kota dan tidak ada waktu untuk menulis.