
Pagi ini aku mendapatkan pesan yang dikirim langsung dari nomor pak direktur yang mengatakan bahwa aku harus menemuinya dengan segera.
Ini pertama kalinya pak direktur mengirimkan pesan kepadaku menggunakan nomornya sendiri, biasanya dia mengirimkan pesan melalui Carla atau kapten Jack.
Karena pak direktur memanggilku secara langsung... itu artinya dia ingin berbicara denganku saja tanpa diketahui oleh orang lain.
'Kira-kira apa yang akan di bicarakan oleh pak direktur? Hmm... ada beberapa kemungkinan yang terpikirkan olehku tapi sudahlah tidak usah dipikirkan terlalu dalam. Toh aku juga sebenarnya ingin berbicara empat mata dengannya karena ada beberapa hal yang harus aku sampaikan kepadanya.'
...……...
"Aku ingin agar kau ikut membasmi monster-monster yang keluar dari retakan."
"Huh?"
Saat tiba di ruangan direktur, direktur Orlando langsung memberikan perintah kepadaku tanpa basa-basi.
Aku sendiri tidak paham apa maksud dari perintahnya ini karena kita bertiga sudah membasmi banyak monster dalam beberapa minggu terakhir... kecuali...
"Anda tidak mengetahuinya?"
"Hm? Tahu apa? Jelaskan maksud perkataanmu Kai"
Di lihat dari ekspresi direktur Orlando yang sedikit marah, aku tahu bahwa perkiraanku memang benar... dia tidak mengetahui bahwa kami telah memburu banyak monster.
'Tapi kenapa pak direktur tidak tahu? Bukankah laporan tentang monster selalu datang ke mejanya??... Ah! jangan-jangan ini karena ulah kapten! Kapten Jack memiliki banyak teman di tim MTF, karena itu mungkin dia meminta teman-temannya untuk memalsukan dokumen yang di kirim ke pak direktur...'
"Kai! Kenapa diam! Cepat jelaskan apa maksud perkataanmu."
"Sebenarnya sejak 2 minggu yang lalu saat saya mengatakan tidak akan memberikan informasi lagi kepada anda... sejak itu kami bertiga menyibukkan diri dengan berburu monster karena itu perintah anda sebenarnya sudah kami lakukan sejak lama."
"Huh? Tapi laporan yang datang mengatakan bahwa tim-tim MTF yang memburu para monster."
"Ah! itu mungkin karena kapten. Kapten Jack mungkin meminta kepada tim yang lain untuk memalsukan data. Jika anda tidak percaya anda bisa bandingkan jumlah monster yang dibunuh dengan jumlah benda yang di dapatkan setelah monster mati... jumlahnya pasti tidak seimbang dengan data-data yang dulu."
Mendengar penjelasanku direktur Orlando langsung memeriksa ulang dokumen-dokumen mengenai kegiatan MTF dan seperti yang aku katakan dokumen 2 minggu terakhir telah direkayasa sehingga data mereka tidak cocok.
"Seperti yang kamu bilang Kai... dokumen-dokumen dari tim MTF tidak mengalami perubahan dalam jumlah monster yang mereka kalahkan tapi dokumen-dokumen dari tim gudang mengatakan bahwa benda-benda hasil dari perburuan monster mengalami peningkatan..."
"Haahhh... kenapa kalian perlu sampai menyembunyikan hal ini dariku? kalau saja aku mengetahui ini... aku tidak perlu pusing-pusing mencari jawaban saat rapat kemarin."
"Ah sudahlah kita lupakan saja hal yang sudah lewat. Saat ini aku ingin agar kalian tetap mempertahankan perburuan monster sembari menunggu misi yang lebih penting." kata direktur Orlando sekali lagi meminta agar kami tetap melakukan perburuan.
Normalnya aku akan menerima perintah ini karena perintah ini sama saja dengan apa yang telah kita lakukan beberapa minggu terakhir.
Tapi sayangnya saat ini kami bertiga harus melakukan sesuatu yang lebih penting ketimbang berburu monster apalagi tugas berburu monster bisa dilakukan oleh tim MTF yang lain.
Ini bukan berarti aku egois atau apa... aku hanya mengetahui mana yang merupakan prioritas utama kami.
Membangun kekuatan kami agar dapat mengalahkan musuh yang lebih kuat... itulah prioritasku saat ini.
Jika kami sibuk melakukan hal lain maka kami tidak akan pernah bisa mengalahkan para letnan pasukan iblis seperti Leon atau Canthi.
Karena itu aku tidak segan-segan menolak perintah ini tentu saja aku juga akan mengatakan alasan kenapa aku menolaknya.
"Maaf pak direktur, saya tidak dapat menerima perintah tersebut karena..."
"Ah? Kai! Kenapa kamu masih seperti ini? Aku tahu kamu tidak suka dengan cara kerja pemerintah tapi apa kamu lupa kalau kamu sekarang bekerja sebagai pegawai pemerintah. Jangan berpikir hanya karena tidak ada yang bisa menggantikan posisimu jadi kamu bisa bertindak seenaknya!"
Aku mengerti kenapa pak direktur marah dan aku juga merasa bersalah karena membuatnya marah. Aku tahu jika dia sebenarnya orang yang peduli dengan bawahannya dan karena itu aku bermaksud untuk memperbaiki hubungan kami.
"Pak direktur tolong dengarkan penjelasanku sampai selesai terlebih dahulu, anda boleh menceramahi saya setelah mendengarkan semuanya sampai selesai."
"Baiklah lanjutkan penjelasanmu. Tapi ingat jika aku tidak suka dengan penjelasanmu, aku akan memberikan hukuman yang berat kepadamu."
Aku tidak tahu hukuman apa yang pak direktur pikirkan tapi aku yakin dia pasti akan menerima penjelasanku.
"Bukankah kalian bertiga kalah telak di tangan Leon? Aku tahu kalau kalian ingin membalas kekalahan secepat mungkin tapi bukankah lebih baik jika kalian untuk saat ini fokus untuk berlatih? Aku yakin perburuan monster yang kalian lakukan adalah sebuah bentuk latihan, karena itu bukanlah lebih baik jika kalian melanjutkannya?" kata direktur Orlando
"Apa yang anda katakan memang benar dan sepertinya anda sudah bisa menebak atau memahami kenapa kami memburu banyak monster... tapi sayangnya hanya memburu monster tidaklah cukup untuk mengalahkan Leon buktinya kami kalah telak tanpa bisa melakukan apa-apa."
"Kalau begitu kalian perlu memburu lebih banyak monster. Jika melihat waktu saat kalian bertarung melawan Leon... kalau tidak salah kalian baru saja memburu monster selama satu minggu. Kalian baru saja berburu selama satu minggu makanya itu belum cukup untuk mengalahkannya karena itu lebih baik kalian melanjutkan perburuannya."
"Sepertinya anda benar-benar bersikeras ingin agar kami tetap berburu monster tapi sayangnya sebanyak apapun kami berburu tidak akan ada perubahan yang terjadi karena medali milik kami tidak dapat menampung mana lebih banyak lagi."
"Mana? Medali? Apa lagi yang kamu bicarakan Kai? Aku tidak mengerti."
"Pokoknya kami sudah selesai melakukan perburuan untuk saat ini dan sekarang adalah waktu untuk kami fokus melakukan sesuatu. Aku mohon percayalah kepadaku pak direktur, setelah kami selesai melakukan hal ini... kami akan segera pergi melawan Leon sekali lagi."
"Tunggu... tunggu... biar aku klarifikasi sekali lagi... kamu menolak perintahku karena kalian sibuk melakukan suatu hal yang tidak ingin kalian katakan kepadaku?"
"Ya"
"Dan setelah kalian selesai melakukan hal ini, kalian akan langsung pergi menantang Leon untuk bertarung sekali lagi?"
"Benar"
"Dan yang terakhir kamu ingin agar aku percaya kepada kalian tanpa bertanya lebih banyak lagi?"
"Tepat sekali."
"Apa kamu bodoh? Kalian kalah telah dan sudah beruntung bisa kembali dengan selamat! Lalu tidak sampai satu minggu kalian mau kembali lagi untuk mati!? Dan kamu ingin agar aku hanya melihat saja saat kalian pergi bunuh diri?! Apa kamu sudah bosan hidup Kai?"
"Aku tahu ini terlihat seperti misi bunuh diri tetapi jika kita tidak melakukannya dan hanya kabur setiap kali seorang letnan dari pasukan iblis muncul... maka bisa dipastikan bahwa planet ini tidak akan bisa mengalahkan para penjajah... bukan! lebih tepatnya planet ini akan hancur!"
"Lalu kamu ingin membuang-buang nyawamu karenanya? bukankah lebih baik jika kalian mengambil waktu sedikit demi sedikit dan tidak tergesa-gesa seperti ini?"
"Aku juga ingin sedikit demi sedikit mengembangkan kekuatan kami... tapi aku merasa bahwa kita... planet kita tidak memiliki banyak waktu. Sebentar lagi mereka... pasukan iblis akan datang menyerang dengan pasukan yang lebih besar dan saat itu terjadi aku ingin agar kita sudah siap."
"..."
"..."
"Baiklah kalau kalian memang sudah yakin ingin melakukannya, aku akan memberikan ijin kepada kalian... tapi aku ingin agar kamu berjanji untuk kembali hidup-hidup meskipun kalah." kata pak direktur setelah berdiam diri dan berpikir untuk beberapa saat.
'Aku tidak yakin jika kami bisa kembali hidup-hidup jika kalah di tangan Leon untuk kedua kalinya...' pikirku
"Tentu saja kami akan kembali dengan kemenangan!" jawabku meyakinkan diriku sendiri.
"Ah! Ada satu hal lagi yang harus saya berikan kepada pak direktur." tambahku sambil memberikan sebuah flashdisk yang aku bawa.
"Untuk apa flashdisk ini?" tanya pak direktur sambil mengamati flash berwarna hitam seukuran ibu jari itu.
"Di dalam flashdisk itu tersimpan sisa-sisa informasi yang belum aku sampaikan kepada anda. Saya ingin anda menyimpannya untuk berjaga-jaga saat kami tidak kembali lagi sehingga informasi ini tidak hilang sia-sia."
"Kenapa kamu mengatakannya seolah-olah kamu tidak akan kembali lagi? bukankah kamu barusan mengatakan akan kembali membawa kemenangan?"
"Seperti yang saya bilang... flashdisk ini adalah untuk jaga-jaga jika kami tidak kembali lagi. Flashdisk ini sudah saya proteksi dengan password sehingga hanya yang memiliki password yang bisa membukanya. Untuk password sendiri... anda bisa menanyakannya kepada adik saya jika saya tidak kembali, adik saya tahu password untuk membukanya."
"Baiklah pak direktur karena sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, saya mohon ijin untuk meninggalkan ruangan..." kataku sambil menjabat tangannya sebelum meninggalkan ruangan.
"Dan pak direktur, saya minta maaf atas kesalahan saya sebelumnya semoga saya bisa menebusnya saat kita bertemu lagi nanti" tidak lupa aku juga mengucapkan maaf dan salam perpisahan.
Sekali lagi aku akan mengatakan bahwa aku tidak berniat untuk mati tapi kemungkinan terbesarnya menunjukkan kita tidak akan selamat.
Karena itu apa yang kita rencanakan kali ini akan menentukan apakah kita menang atau kalah.
Dan sekarang aku harus menuju ke tempat kapten Jack dan Elise berada untuk memulai rencana kita.