Armored Hero

Armored Hero
Bab 37 Rematch (Bagian Akhir)



Sesampainya di lokasi kami tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan penyebab dari energi abnormal yang di deteksi oleh profesor.


Karena pelakunya dengan terang-terangan berdiri seorang diri di tengah-tengah lapangan terbuka tanpa pelindung seolah-olah tidak merasakan takut sedikitpun jikalau ada musuh yang menyerang dari jauh.


Ya, yang berdiri seorang diri di sana adalah Leon. Si manusia singa yang tidak bertarung sedikit pun waktu itu, tapi meskipun begitu aku tahu atau mungkin merasakan bahwa dia lebih berbahaya dari Canthi.


Setelah melihat Leon dan mengingat kembali tekanan aura yang dia keluarkan waktu itu, aku menjadi berpikir mungkin lebih baik kita menyusun rencana terlebih dahulu sebelum menyerangnya.


Tapi sepertinya itu terlambat karena Leon telah menyadari kedatangan kami dan berkata.


"Hahaha aku tidak menyangka kalian akan datang secepat ini. Aku pikir aku harus menunggu beberapa hari sebelum kalian muncul, tentu saja ada kemungkinan kalau aku akan pergi ke tengah kota dan membantai beberapa manusia untuk menyeret kalian keluar." katanya dengan seringai lebar.


Sejak pertemuan pertama dengan Leon, aku tidak mengerti apakah dia sedang serius atau tidak karena nada bicaranya seperti selalu bercanda.


Berbeda dengan Canthi yang dengan jelas menampakkan kebenciannya kepada kami, Leon tampak seperti sedang menikmati ini semua dia seperti tidak peduli apakah pihaknya menang atau kalah... yang terpenting adalah kesenangannya.


Tentu saja ini bisa menjadi kesempatan bagi kami karena dia mungkin tidak akan serius saat melawan kami...


"Hmm? Kenapa kalian diam saja? Apakah kalian takut? Melihat kalian datang dan sudah mengenakan baju zirah kalian, bukankah itu berarti kalian sudah siap untuk bertarung?"


Melihat aku masih terpaku dalam pikiranku, kapten melangkah ke depan dan mencoba mengulur waktu dengan berbicara dengan Leon.


"Kami hanya sedikit terkejut melihatmu sendirian di sini. Di mana teman tengkorakmu berada?"


"Ah Canthi... Saat ini dia sedang mendapatkan tugas khusus dari komandan karena telah gagal dalam beberapa tugasnya"


Kapten tidak menyangka jika Leon akan menjawab pertanyaannya sedangkan aku merasa gembira karena ini menandakan Leon tidak memandang kita secara serius.


Karena itu aku bergerak mendekati Elise dan membicarakan tentang rencanaku sembari kapten tetap berbicara dengan Leon.


Dan pada saat Leon sedang lengah kami mulai melancarkan serangan kami.


Pertama-tama Elise mengubah permukaan tanah di sekitar Leon menjadi lumpur hisap sehingga dia tidak dapat bergerak, setelah itu Elise melepaskan dua buah serangan berupa bola api dan tombak es.


Tentunya kedua serangan itu tidak dapat melukai Leon tapi aku sudah memperkirakan itu semua dan yang aku inginkan adalah kabut yang dihasilkan oleh bentrokan api dan es.


Meminjam selubung kabut yang menyelimuti pandangan, aku bergerak mendekati Leon dan menebaskan pedangku ke lehernya.


Tapi sayangnya pedangku gagal memotong lehernya karena Leon telah menangkap ujung pedangku dengan hanya menggunakan kedua jarinya.


"Hahaha sayang sekali sepertinya rencana kalian gagal."


"Tidak, rencana kami belum selesai. Sekarang kapten!"


Bersamaan dengan aba-aba dariku, kapten yang dari tadi menunggu dari balik kabut berlari dan menggunakan skillnya <ፈᏂᏗᏒᎶᏋ> mengarahkan ujung tombaknya tepat ke jantung Leon.


Pada saat kapten sedang sibuk mengalihkan perhatian Leon, dia juga mendengarkan rencanaku lewat radio yang terpasang di dalam helmnya karena itulah kapten dapat dengan segera menggunakan skillnya setelah mendengar aba-aba dariku.


*clang*


"Huhuhu lumayan... lumayan. Kalian ternyata tidak begitu mengecewakan diriku." kata Leon tertawa sinis.


Sebelum tombak kapten menembus jantungnya, Leon menggunakan tangannya yang lain untuk mengambil pedangnya dan memblokir tombak kapten.


"Karena kalian sudah menunjukkan serangan kalian... sekarang adalah giliranku."


<ᏂᏬᏒᏒᎥፈᏗᏁᏋ ᏕᏝᏗᏕᏂ>


'GAWAT!'


Dengan segera aku berlari menghindar tapi sayangnya kapten dan Elise tidak sempat melarikan diri dan terkena skill dari Leon.


Skill Leon membuat sebuah tornado mini yang bergerak sejajar dengan tanah.


Aku tidak tahu bagaimana nasib kapten dan Elise yang terkena skill tersebut tapi sekarang semuanya tergantung kepadaku.


"K-kau bisa memakai skill!? Bagaimana bisa kau menggunakannya! Aku tidak melihat dirimu berubah sama sekali!"


"Hooh rupanya kau tidak tahu? Untuk menggunakan skill kau tidak perlu harus berubah terlebih dahulu yang terpenting adalah dapat mengendalikan medali milikmu menggunakan mana. Tapi itu mungkin sulit dilakukan oleh kalian para manusia tanpa mana." kata Leon sambil menunjukkan medali miliknya yang tergantung bagaikan kalung di depan dadanya.


Mana!


Tentu saja semuanya tergantung kepada mana... tanpa memilikinya sungguh sulit bagi manusia Ethar untuk melawan mereka.


Itu artinya aku dan kapten harus berusaha mendapatkan mana agar dapat memperkecil perbedaan kekuatan dengan musuh kita.


"Hmm? Apa kau sudah menyerah? Kenapa kau diam saja? Apa kau ketakutan melihat skillku?"


"Tentu saja tidak! Pertarungan yang sebenarnya akan dimulai sekarang!"


Aku bangkit kembali dan mengambil koin elemen dari kantongku sebelum memasukkannya ke dalam driver.


[Koin Elemen Api Terdeteksi]


[Menginstal Elemen Api Ke Swordman...]


[Instalasi Selesai]


[Fire Swordman!]


Bersamaan dengan suara mekanik dari alat terdengar, api muncul dan menyelimuti diriku sebelum menghilang beberapa detik kemudian.


Baju zirah yang aku pakai masih terlihat sama hanya saja sekarang ada beberapa bagian yang berwarna merah dan aku dapat merasakan sebuah kekuatan yang panas dari dalam diriku.


"Hooh? Koin elemen api? Aku tidak menyangka kalian juga mengetahui tentang koin elemen... aku pikir kalian hanya membuat driver tanpa tahu fungsi sesungguhnya tapi sepertinya kalian lebih pintar daripada yang aku pikirkan." kata Leon dengan nada mencemooh.


"Jangan banyak bicara Leon! Aku akan membunuhmu sekarang!" kataku lantang dan berlari ke arahnya.


"Silahkan saja jika kau ingin mencoba membunuhku tapi aku yakin kau tidak bisa melakukannya!" kata Leon sambil membuka tangannya lebar-lebar menandakan dia tidak merasa khawatir dengan kekuatan baruku.


Dengan bantuan dari koin elemen api, setiap kali aku mengayunkan pedangku... jilatan api keluar dari mata pisau pedang tanpa aku harus menggunakan skill.


Tapi Leon sama sekali tidak bergeming, dia masih dengan santainya menepis seranganku.


Karena itu aku mengambil beberapa koin emas dan memasukkannya ke slot driver yang belum terpakai sehingga aku dapat mengambil mana dari dalam koin emas untuk bisa menggunakan skill.


<ᏂᎧᏒᎥፚᎧᏁᏖᏗᏝ ᏕᏝᏗᏕᏂ>


<ᏉᏋᏒᏖᎥፈᏗᏝ ᏕᏝᏗᏕᏂ>


<ᎴᎧᏬᏰᏝᏋ ᏕᏝᏗᏕᏂ>


Aku berkali-kali menggunakan skill dan Leon hanya menggunakan pedangnya untuk bertahan tanpa menyerang balik.


Tapi aku tahu meskipun dia terlihat hanya bisa bertahan... kenyataannya adalah dia tidak menganggapku sebagai lawan yang pantas untuk membuatnya menyerang balik.


"Haah... ini membosankan... sudah saatnya aku mengakhiri ini."


Setelah mengucapkan kalimat itu, Leon bergerak sangat cepat sampai aku tidak bisa mengikuti pergerakannya. Yang aku tahu adalah aku merasakan tiga pukulan mengenai kepala, dada dan punggungku sebelum aku jatuh ke tanah.


'A-Apa yang terjadi?'


Tulangku rasanya remuk dan aku tidak bisa mengumpulkan kekuatan untuk berdiri kembali.


"Kalian terlalu lemah... jadi salahkan kelemahan kalian yang menyebabkan kematian kalian."


Aku kesulitan menggerakkan tubuhku tapi aku tahu Leon berdiri di atasku dan telah siap untuk mengayunkan pedangnya.


'Berdiri Kai! Berdiri!'


Dengan mengumpulkan semua kekuatanku yang tersisa, aku akhirnya sanggup berguling menghindari pedang Leon dan berdiri kembali.


"Oh! Kau masih bisa bergerak?"


Aku memang berhasil berdiri kembali tetapi kekuatanku sudah hampir habis dan mustahil bagiku untuk bertarung dengannya lagi.


"Hmm... semangatmu benar-benar hebat, kau adalah prajurit sejati. Aku salut terhadadmu manusia Ethar tapi... sayang sekali kau terlalu lemah. Aku bisa melihat bahwa medali milikmu telah mencapai puncaknya... lalu kenapa kau tidak mengevolusikannya? Jangan-jangan karena kau tidak memiliki bahan untuk mengevolusikannya? Hahaha... kalau begitu aku akan memberikan ini kepadamu. Gunakan itu untuk mengevolusikan medali milikmu. Untuk saat ini aku akan membiarkan kalian hidup karena aku ingin menikmati pertempuran yang sesungguhnya, jadi gunakanlah waktumu yang tersisa untuk menjadi lebih kuat lagi. Hahaha..."


Setelah menyelesaikan perkataannya Leon berjalan pergi dan menghilang dari pandanganku.


Sedangkan aku sendiri tidak begitu mendengarkan seluruh perkataan Leon karena seluruh perhatianku terfokus untuk membuat diriku tetap berdiri.


Sehingga saat melihat Leon pergi dan menghilang... rasanya seluruh kekuatan di tubuhku juga menghilang dan aku jatuh tidak sadarkan diri.