
-Di depan kantor DAU-
Jam setengah tujuh aku berangkat menuju ke alamat yang diberikan oleh Clara setibanya di sana aku tidak menyangka jika kantor DAU terlihat begitu normal.
"Untuk organisasi yang begitu misterius, gedung kantor mereka terlihat normal sama seperti gedung perkantoran lainnya..."
Setelah memarkirkan kendaraan, aku berjalan memasuki lobby kantor dan di sana aku melihat Clara sudah duduk menunggu.
"Anda sudah tiba pak Kai, mari saya antar menuju ruangan MTF." kata Clara setelah menyadari keberadaanku dan mulai menggiringku naik lift.
Di dalam lift Clara mulai memberikanku sedikit informasi tentang kantor ini, "Di lantai dasar kantor adalah lobby, lantai 1dan 2 digunakan oleh departemen Human & Resource mereka bertugas mengurus pegawai, hukum, dan public relation."
"Di lantai 3 adalah tempat departemen Security, mereka bertugas untuk mengamankan area, mengawasi informasi di internet dan melawan makhluk-makhluk aneh. Lantai 4 berisi ruang dokumen & server, kantor kepala tiap departemen dan kantor direktur, anda dapat mencari saya di ruang dokumen."
"Kita juga memiliki 3 lantai basemen, lantai basemen 1 adalah tempat parkir kendaraan besar dan untuk basemen 2 dan 3 anda masih belum mempunyai ijin untuk memasukinya."
Bersamaan dengan Clara menyelesaikan memberikan arahan untuk tempat-tempat di kantor, lift yang kami tumpangi sampai ke lantai 3 dan Clara menuntunku menulusuri koridor hingga sampai di depan ruangan berlabel 'MTF Divisi 1'.
*knock**knock*
*kriek*
"Kapten Jack, saya membawakan anggota baru untuk tim anda. Tolong berikan arahan dan pelatihan untuknya"
"Pak Kai, mulai hari ini anda berugas di bawah kapten Jack. Mohon turuti dan taati setiap perintahnya."
Selesai memperkenalkan kami berdua, Clara bergegas pergi kembali ke ruangannya.
"Jadi kau anggota baru yang di infokan kemarin. Aku tidak tahu cara apa yang kau gunakan untuk bisa masuk ke tim MTF tapi jika kau tidak bisa mengikuti perintahku, aku akan segera mengeluarkanmu dari tim ini."
"MANA JAWABANMU!!!"
"SIAP PAK!"
"Ada yang mau ditanyakan atau tidak? Kalau tidak kita pergi untuk mengetes kemampuanmu."
"Pak, kenapa ruangan ini kosong? Di mana anggota yang lainnya?"
"Minggu ini tim kita libur karena itu mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Sebagai bagian dari MTF kita hanya memiliki waktu istirahat 1 minggu setiap 30 hari kerja, saat hari kerja kita harus stand-by di ruangan ini setiap saat jika ingin istirahat atau tidur kita bisa pergi ke lantai dasar disana ada ruangan tidur khusus pegawai."
"Ada lagi yang ingin ditanyakan?"
"Tidak pak"
"Bagus! Sekarang ikuti aku ke basemen lantai 2"
"Pak, saya belum di perbolehkan ke basemen lantai 2"
"Sudah, ikuti saya jangan banyak bicara."
...……...
-Basemen Lantai 2-
"Lantai ini menyimpan berbagai senjata dan benda-benda yang telah di amankan oleh tim MTF, karena itu orang yang tidak berkepentingan tidak di perbolehkan masuk kesini" kata kapten Jack memberikan arahan setelah kita sampai di basemen lantai 2.
"Tapi kita kemari untuk mengetes kemampuanmu dalam bertarung di ruang latihan, jadi jangan seenaknya pergi meninggalkan pengawasanku."
"Baik pak!"
Yang dimaksud dengan ruang latihan oleh kapten Jack ternyata adalah ruangan putih kosong beralaskan bantalan empuk dengan ukuran 50 x 50 meter.
"Pertama-tama kita tes kemampuan bertarung dengan tangan kosong. Ayo mulai serang aku."
"Baik pak"
Aku memulai menyerang dengan melayangkan pukulan lurus dengan tangan kananku dan di tepis oleh kapten dengan tangan kirinya yang kemudian di balas dengan upper cut ke arah daguku.
Spontan aku bergerak mundur untuk menghindarinya tetapi kapten sudah memperkirakan itu semua dan menjegal kakiku.
Tentunya aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh, dengan segera aku mencoba berdiri tapi kapten menahanku dan mengunci pergerakanku.
"Sekali lagi! sekarang aku akan menyerang dan kau mencoba untuk menahanku." kata kapten Jack kembali lagi ke posisi awalnya
Setelah aku kembali ke posisi awal, kapten Jack mulai bergerak perlahan ke arahku tanpa melakukan serangan, tiba-tiba dia menunduk dan berlari ke arahku seperti para pemain rugby dari Murika.
Aku mencoba mengecohnya dengan mengangkat kakiku seperti ingin menendangnya tetapi serangan sebetulnya adalah pukulan yang kuarahkan ke punggungnya.
Tetapi kapten Jack melihat tipuanku, dia menangkap tanganku dan membalikkan badannya sehingga membelakangi aku sebelum dia melemparku jatuh ke lantai.
'A... apa!? aku kalah lagi!?' pikirku karena ini kali pertamanya aku kalah dua kali dalam perkelahian oleh orang yang sama
"Tes selesai. Sekarang kita lanjutkan dengan tes bertarung menggunakan senjata." kata kapten Jack mengakhiri sesi tes pertama
"Tunggu pak, tolong lakukan tes sekali lagi kali ini aku akan menunjukkan kemampuanku"
Kapten Jack membawaku ke salah satu dinding ruangan, di sana dia menekan sesuatu dan tiba-tiba dinding itu terbuka menunjukkan berbagai macam senjata di baliknya.
"Pilih salah satu dan tidak usah khawatir akan terluka karena semua senjata ini khusus hanya untuk latihan."
Dan benar saja semua senjata tajam mempunyai ujung yang tumpul, senjata seperti palu dan godam terbuat dari plastik dan peluru untuk senapan terbuat dari karet. Semua senjata ini akan sakit saat terkena tubuh tapi tidak akan membuatmu terluka.
Setelah melihat semua senjata dengan seksama, aku memilih untuk menggunakan pedang pendek.
"Oh kau memilih pedang pendek rupanya, jelaskan padaku alasan kenapa kau memilihnya."
"Aku memilihnya karena aku lebih familiar menggunakan pedang daripada palu atau senapan."
"Kalau begitu mari kita mulai tes yang kedua" kata kapten Jack sambil mengambil pedang yang sama denganku
Aku memasang kuda-kuda dengan pedang di depanku mengarah ke kapten dan mulai berjalan perlahan mendekatinya. Saat jarak kedua pedang kami mulai bersentuhan, aku mengayunkan pedang dari atas ke bawah dan kapten menepisnya dengan mengayunkan pedangnya pedangnya secara horizontal.
Setelah pedangku ditepis, aku melanjutkan dengan mengayunkan pedang secara horizontal ke arah pinggang kapten dari arah kiri, kapten sudah mengantisipasi seranganku dengan memposisikan pedangnya untuk menghentikan ayunanku.
Kedua pedang kami tidak berhenti menyerang dan bertahan selama 2 menit, aku menggunakan seluruh konsentrasiku untuk mencari celah yang bisa di pakai untuk mengambil poin dari kapten.
Sampai akhirnya kapten melakukan suatu kesalahan yang menyebabkan pertahanannya terbuka, aku segera mengambil kesempatan dan menggunakan teknik untuk melucuti pedang dari tangannya.
"Aku menang" kataku sambil menaruh ujung pedangku di leher kapten setelah aku berhasil melucuti pedangnya.
"Darimana kamu belajar teknik itu?" tanya kapten setelah mengakui kekalahannya.
"Aku tidak belajar dari siapapun, saat kecil aku pernah melihat seseorang menggunakan teknik ini dan akupun mencoba berlatih menggunakannya sendiri."
"Kau tidak pernah belajar beladiri di sanggar?"
"Tidak pak, semua saya pelajari sendiri."
"Kalau begitu kita sudahi tes kedua, kita lanjutkan ke tes ketiga yaitu tes menembak"
"Tapi pak, saya belum mencoba bertahan dari serangan anda"
"Tidak perlu dari tes barusan kita berdua sudah menyerang dan bertahan secara bergantian." kata kapten Jack sambil menekan sesuatu di dinding.
Seketika tiga sasaran tembak keluar dari dinding paling ujung, tiap-tiap sasaran berbentuk setengah badan dan memiliki jarak yang berbeda antara satu sama lain.
"Cepat ambil pistol ini dan tembak sasaran iru!" perintah kapten Jack saat melihatku ragu-ragu.
"Pak, saya tidak pernah memegang pistol sebelumnya."
"Tidak pernah sama sekali?"
"Ya pak"
"Omong-omong aku tidak pernah tanya kamu berasal dari kantor polisi mana atau mungkin kamu dari tentara?"
"Saya warga sipil pak."
"Apa!? Warga sipil!? Kenapa kamu bisa masuk ke MTF? Apa mungkin kamu salah departemen?"
"Saya tidak tahu pak, sekretaris direktur Clara bilang saya harus datang hari ini dan begitu sampai dia langsung membawa saya ke tempat anda."
"Haah ya sudah nanti saya konfirmasikan ke Clara. Sekarang ikuti langkah-langkah saya dalam memegang pistol. Pertama pegang pistol dengan tangan dominanmu dan posisikan jari telunjuk di dekat pelatuk tapi ingat jangan tekan pelatuk itu dulu."
"Setelahnya gunakan tanganmu yang lain sebagai penopang dan penyeimbang pistol, dan ingat kedua tanganmu harus lurus jangan sampai di tekuk. Setelah posisimu benar mulai bidik sasaran dengan meluruskan moncong pistol ke target, begitu sasaran telah di bidik tekan pelatuk selembut mungkin jangan di tekan terlalu keras."
"Sekarang kamu coba praktekkan." kata kapten Jack setelah memberikan arahan
Aku mencoba mengikuti setiap langkah yang di ajarkan dan membidik sasaran pertama.
*dor**dor**dor*
Aku menembakkan tiga peluru dan tidak ada satupun yang mengenai target.
"Kamu terlalu kaku dalam memegangnya, lemaskan sedikit bahumu dan coba lagi."
*dor**dor**dor*
Aku mencoba menembak lagi dan kali ini satu peluru mengenai target.
"Hmm lumayan untuk pemula. Baiklah kita sudahi seluruh tes hari ini, kamu sudah boleh pulang sekarang."
"Pak, bagaimana dengan hasil tes saya?"
"Hasil apa? tes ini cuma untuk mengukur kemampuanmu sehingga memudahkan aku saat melatihmu nanti, ini bukan semacam ujian di mana kamu bisa tidak lulus jika nilai kamu jelek."
"Mulai besok saya akan melatih kamu agar bisa melaksanakan tugas sebagai MTF secepatnya, karena itu sekarang kamu pulang dan istirahat yang cukup. Apakah kau mengerti!?"
"Mengerti pak!"