Armored Hero

Armored Hero
Bab 7 Pertemuan Pertama



Keesokan harinya.


"Apa yang harus kulakukan sekarang? Rai tidak bisa datang dan tidak ada acara menarik di televisi."


"Andai saja ponselku ada disini."


"Tunggu dulu... omong-omong dimana ponselku? kenapa aku tidak menanyakannya ke Rai kemarin..."


'Mungkin saja Rai menyimpan ponselku di ruangan ini' pikirku melihat ke seluruh ruangan mencoba untuk mecari ponselku.


'Satu-satunya tempat yang dapat menyimpan barang adalah laci di sebelah kanan ranjangku.'


Aku mencoba meraih gagang laci itu "Hnngh siapa yang menaruh laci ini begitu jauh dari ranjang membuat orang susah saja"


Setelah mencoba lama akhirnya aku dapat meraih gagang laci itu. Saat di buka aku melihat bahwa tas kecil yang kubawa waktu itu tersimpan di dalamnya.


Saat membuka tas aku menemukan semua barang bawaanku masih ada di sana dan tidak ada yang hilang. "Ini kan benda-benda yang kutemukan dari tempat monster itu menghilang..."


"Botol ini terlihat seperti botol parfum, cairan di dalamnya pun memiliki warna merah mirip seperti parfum adikku. Tapi saat aku buka tidak ada baunya sama sekali. Cairan apa ini?"


"Koin emasnya mirip dengan yang pernah aku lihat di museum, tetapi simbol dan tulisannya tidak seperti bahasa yang aku ketahui. Apa mungkin ini artefak kuno yang belum pernah ditemukan sebelumnya?"


"Dan yang terakhir koin emas besar ini. Ukurannya 5 kali dari koin sebelumnya tetapi memiliki berat yang hampir sama, itu artinya koin ini bukan emas murni mungkin hanya lapisan luarnya yang emas. Simbol yang tertera lebih simpel, hanya menggambarkan satu buah pedang dan tanpa tulisan apapun."


'Hmm apa yang harus aku lakukan pada benda-benda ini? Memberikannya pada museum? Lalu bagaimana nanti kalau mereka bertanya darimana asal benda ini? Aku tidak mungkin bilang ini didapatkan setelah monster seberat 10 ton hilang menjadi asap.'


Pada saat aku sedang fokus memikirkan cara yang tepat untuk menyingkirkan benda-benda ini, terdengar suara ketukan dari pintu dan masuklah dua orang pria dan wanita berpakaian rapi ke dalam ruangan.


"Selamat pagi pak Kai, maaf mengganggu waktu istirahat anda. Kami dari Organisasi Perlindungan Korban Bencana Alam, nama saya Carla dan pria di samping saya adalah Orlando." sapa wanita berambut hitam panjang dan berkacamata.


"Kami ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada bapak, apakah anda berkenan untuk menjawabnya?" lanjutnya


"Oh ok silahkan." balasku


"Pertanyaan pertama, bisakah anda menjelaskan ciri-ciri dari hewan yang menyerang anda?"


'Hmm... apa yang harus kukatakan... apakah aku harus mengarang cerita atau mungkin lebih baik aku mengatakan yang sejujurnya?'


"Monster yang kulihat memiliki panjang 4 meter, tinggi 2 meter dan bobotnya sekitar 10 ton. Dia memiliki mata merah, bulu berwarna hitam mengkilap seperti logam dan taringnya berjumlah 6." kataku memilih untuk berkata jujur karena ada kemungkinan monster itu memiliki kawan di luar sana dan akan lebih berbahaya jika orang-orang tidak mengetahui yang sesungguhnya.


"Lalu apakah anda tahu darimana arah mana monster itu berasal?" tanyanya lagi tanpa terlihat kaget sama sekali dari jawaban yang kuberikan.


'Kenapa reaksi mereka biasa sekali? Padahal tidak ciri-ciri yang aku gambarkan benar-benar tidak seperti hewan biasa. Apakah mereka pikir aku bohong? atau mungkin mereka tidak begitu peduli dengan jawabanku? aku merasa ada sesuatu yang aneh dari mereka.'


"Aku tidak tahu darimana monster itu berasal, yang aku tahu monster itu tiba-tiba muncul di lereng sekitar 30 menit pendakian dari gerbang utama."


"Pertanyaan terakhir, apakah anda menemukan sesuatu pada saat anda lari dari serangan monster itu?"


'Aha! rupanya ini yang mereka incar selama ini. Jadi karena itu pria berkacamata hitam di sebelahnya selalu melihat ke arah benda-benda yang kutaruh di atas pangkuanku.'


"Kalian berdua bukan dari Organisasi Perlindungan kan. Darimana kalian berasal? Jangan coba mengelak, sejak awal kalian masuk perhatian pria ini selalu tertuju ke benda-benda ini. Cepat katakan darimana kalian berasal sebelum aku memanggil para suster kemari"


"Pak Kai, kami benar-benar dari..."


"Sudah cukup Clara, dia sudah tidak percaya lagi pada samaran kita." kata pria itu untuk pertama kalinya sejak masuk ruangan.


"Ijinkan kami memperkenalkan diri sekali lagi. Kami berasal dari Organisasi DAU (Defense Against the Unknown/Perlindungan dari yang tidak diketahui), saya adalah direktur organisasi tersebut nama saya Orlando dan ini sekretaris saya Clara"


"Saya datang kemari karena mendapatkan laporan bahwa ada warga sipil yang berhasil mengalahkan monster seorang diri. Dan seperti tebakan anda, tujuan saya kesini adalah untuk melihat benda-benda yang anda temukan dari sisa-sisa monster itu."


"Tunggu dulu bagaimana kalian tahu bahwa aku mengalahkan monster itu karena dia..."


"Karena dia berubah menjadi asap setelah mati. Apa itu yang pak Kai ingin tanyakan? Itu mudah sekali untuk di jawab, meskipun monster itu tidak meninggalkan tubuhnya saat mati tapi banyak bekas pertarungan tersisa di TKP. Dari bekas pertempuran itu tim saya menyimpulkan bahwa anda berhasil membunuh monster itu dan mengambil sesuatu dari sana."


"Betul sekali pak Kai."


"Apakah kalian bisa jelaskan tentang benda apa ini?"


"Maaf pak Kai, tapi itu adalah rahasia organisasi dan kami tidak bisa memberi tahukannya ke orang umum. Yang perlu bapak ketahui adalah kami akan membayar anda untuk setiap benda tersebut."


"Berapa banyak yang akan kalian berikan untuk benda ini?"


"Untuk setiap koin emas, kami akan membayar sesuai dengan harga emas di pasaran saat ini. Untuk setiap botol, akan kami hargai setara dengan 2 koin emas. Dan untuk benda yang terakhir akan kami hargai 5 koin emas." jawab wanita bernama Clara.


"Anda memiliki 7 koin emas, 3 botol dan 1 koin besar jadi totalnya adalah sekitar..."


"Tunggu sebentar, aku belum bilang bahwa aku ingin menjual benda ini." sahutku sebelum aku terbawa suasana dan menjual semua benda ini.


"Pak Kai apakah anda tidak cocok dengan harganya? Kalau begitu anda bisa mengatakan berapa banyak yang anda inginkan" jawab si presiden.


'Mereka sepertinya benar-benar ingin mendapatkan benda-benda ini, itu artinya ada kegunaan khusus dari benda-benda ini.'


"Aku tidak ada masalah dengan harganya, tapi aku tidak akan menjual koin besar ini." kataku sambil mengangkat koin itu kehadapan mereka.


'Aha bingo, yang sangat mereka inginkan sebenarnya adalah koin besar ini. Koin ini hanya ada satu sedangkan yang lainnya ada banyak itu artinya koin ini langka dan kemungkinan baru pertama kali mereka lihat' pikirku setelah melihat wajah shock mereka atas pernyataanku.


"Pak Kai, kami dapat menambah harganya kalau bapak masih merasa itu tidak cukup." kata sang sekretaris gugup.


"Tidak, aku sudah memutuskan untuk tidak menjualnya tapi aku bisa meminjamkannya dengan biaya perbulan"


"Hahaha sepertinya pak Kai adalah seorang pebisnis, anda tahu bahwa kami menginginkan koin itu makanya anda memilih mendapatkan uang perbulan daripada mendapatkannya langsung hari ini." kata si direktur sambil tertawa keras.


"Baiklah, Clara segera buat kontrak jual beli dan kontrak lease untuk Pak Kai. Untuk biaya peminjaman kita ukur dengan 2 koin emas perbulan, bagaimana apakah anda setuju" tanya direktur Orlando sambil mengulurkan tangan sebagai tanda persetujuan.


"Ya itu cukup bagiku." balasku sambil menjabat tangannya dan menutup kontrak ini.


Clara pergi ke luar ruangan untuk membuat kontrak kami dan kembali setelah 10 menit dengan kontraknya, dan aku pun membacanya dengan teliti sebelum menandatangani kontrak itu.


"Senang berbisnis dengan anda pak Kai, semoga kita dapat bertemu lagi di lain waktu. Sampai jumpa." kata direktur Orlando mengakhiri pertemuan kita.


Saat itu aku tidak tahu bahwa pertemuan ini telah mengubah takdirku dan aku telah masuk dalam pusaran takdir yang akan mengubah dunia.


........


-DAU PoV-


Setelah bertemu dengan Kai dan dalam perjalanan kembali ke markas DAU.


"Pak direktur, kenapa anda membuat kontrak seperti itu dengannya? Dengan wewenang yang kita miliki, kita bisa saja memaksanya untuk memberikan benda-benda ini" tanya Clara


"Clara, aku merasa bahwa kita akan bertemu lagi dengannya dalam waktu dekat oleh karena itu aku mencoba membangun relasi positif dengannya."


"Sudahlah Clara, ada hal lebih penting yang perlu kita bicarakan. Bagaimana kondisi Tim MTF(Mobile Task Force) 1 yang di kirim ke Gunung Masap?" tanya Orlando


"Baru saja saya mendapatkan kabar bahwa mereka telah menemukan lokasi retakan, saat ini mereka sedang mengawasi retakan tersebut untuk melihat apakah ada monster baru yang muncul."


"Hmm... kalau begitu kirim 1 regu survei dan 2 regu keamanan, suruh regu keamanan untuk menutup akses ke area retakan dengan radius 2 km."


"Oh... dan juga beritahu kapten tim MTF 1 untuk berganti shift dengan tim lainnya secara berkala."


"Apakah hanya itu saja pak direktur?" tanya Clara


"Satu hal lagi, atur agar ada satu orang yang mengawasi pergerakan Kai. Aku merasa akan ada hal besar yang terjadi di sekitarnya dan perasaanku ini selalu benar."