
Pagi ini aku mendapatkan panggilan dari atasan untuk mengikuti rapat.
Sebenarnya aku tidak ingin pergi apalagi setelah apa yang terjadi 2 hari yang lalu... aku masih belum selesai mengurus berkas-berkas laporannya dan sekarang aku harus mengikuti rapat yang membosankan.
Aku ingin liburan~
Tapi sayangnya sulit bagiku untuk mendapatkan liburan meskipun jika dilihat dari posisiku di kantor aku terlihat seperti mendapatkan banyak liburan.
Tapi sebenarnya posisiku menuntut agar aku selalu berada di kantor dan mendapatkan banyak pekerjaan setiap hari.
Hah~
Siapa dulu yang bilang enak jika jadi direktur. Pekerjaannya sedikit dan gampang, gajinya besar, dan bisa liburan kemanapun.
Akulah orangnya. Aku yang mengatakan itu!
Hah~
"Pak direktur, 3 jam lagi bapak harus menghadiri rapat di kota Abatvia. Jika anda tidak berangkat sekarang, anda akan terlambat datang." kata Carla mengingatkan aku tentang rapat itu.
"Apakah kita tidak bisa tidak datang? Aku masih belum menyelesaikan tumpukan berkas-berkas ini!" kataku sambil menunjukkan 2 tumpukan kertas di mejaku.
"Tidak bisa pak. Anda diperintahkan langsung oleh bapak menteri pertahanan untuk mengikuti rapat."
"Hah~ baiklah. kalau begitu tolong siapkan mobil dan pesawat sekarang."
"Saya sudah menyiapkan keduanya dan anda bisa pergi sekarang."
Kadang-kadang aku tidak suka dengan efisiensi Carla, aku pikir aku bisa bersantai sejenak sambil menunggu semuanya dipersiapkan.
Tapi siapa sangka gadis ini tidak memberiku waktu istirahat sedikit pun... ya apa boleh buat aku akan bersantai dalam perjalanan saja.
"Dan pak direktur, saya akan membawakan berkas-berkas ini agar bapak bisa menyelesaikannya dalam perjalanan." kata Carla sambil memasukkan berkas-berkas itu ke dalam tas besar.
'Apa mungkin aku harus mengganti sekretarisku?'
...……...
Membosankan.
Sungguh membosankan.
Sudah 2 jam sejak rapat dimulai tapi subjek yang dibahas tidak berubah dari awal rapat dimulai sampai sekarang.
Para petinggi ini hanya berbicara satu sama lain, berputar-putar di topik yang sama tanpa memberikan solusi.
Bahkan pria yang duduk di sampingku tidur lelap saat rapat baru saja 10 menit dimulai sedangkan aku harus menyelesaikan pekerjaanku.
'Carla sungguh keterlaluan sebelum memasuki ruangan rapat, dia memberikanku tablet berisi dokumen digital untuk ditandatangani.'
Parahnya lagi sepertinya Carla mengirimkan berkas-berkas baru ke tablet ini setiap 10 menit sekali sehingga pekerjaanku tidak kunjung selesai.
"...dan selanjutnya kita akan membahas tentang serangan makhluk asing yang telah di investigasi oleh DAU."
Tanpa sadar topik pembicaraan beralih kepadaku dan setiap mata yang ada di ruangan melihat ke arahku.
"Silahkan pak Orlando sebagai direktur DAU dimohon untuk memberikan laporan dan penjelasan."
Sepertinya ini waktunya bagiku untuk berbicara, aku mematikan tablet dan menyalakan microfon di depanku.
"Tes... Tes..."
Setelah mengecek bahwa microfon berfungsi dengan baik, aku mulai menjelaskan secara singkat tentang apa yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
"Pak Orlando, kenapa anda tidak memproduksi alat-alat itu secara massal? Bukankah akan lebih baik jika kita memiliki lebih banyak orang yang dapat mengalahkan makhluk-makhluk asing ini?"
""Ya ya itu benar!""
Sebuah pertanyaan yang sudah aku duga akan muncul ternyata memang benar muncul, tentunya aku sudah mempersiapkan jawabannya.
"Kami memang bisa memproduksi alat-alat secara massal tetapi komponen utama tidak dapat kami produksi. Komponen tersebut adalah medali yang kadang muncul setelah kami mengalahkan monster. Kemunculan medali ini sangat jarang terjadi bahkan sampai saat ini kami hanya memiliki tiga buah medali saja."
"Jika memang begitu bukankah lebih baik kalian fokus untuk mengalahkan monster sebanyak mungkin sehingga kemungkinan medali muncul menjadi lebih tinggi?"
"Kami memang telah fokus untuk melakukan itu sayangnya untuk mengalahkan seekor monster membutuhkan banyak waktu dan tenaga."
"Ketiga orang itu masuk ke dalam sebuah tim khusus yang bertanggung jawab untuk bertarung dengan pasukan iblis yang menyerang."
"Ya saya tahu itu. Anda sudah menjelaskannya tadi. Tapi itu tidak menjawab pertanyaan saya kenapa mereka tidak ditugaskan untuk membunuh monster? Para alien itu tidak menyerang setiap hari bukan? Sedangkan para monster muncul setiap hari dari retakan-retakan yang telah ditemukan."
'Sial! Aku tidak bisa menjawabnya! Aku baru sadar saat dia mengatakannya, aku bisa menyuruh Jack dan timnya untuk memburu monster saat pasukan iblis tidak menyerang! Ini semua karena aku terpaku pada janjiku dengan Kai yang hanya memperbolehkan tim khusus yang menangani pasukan iblis, membuatku lupa bahwa aku juga bisa menggunakan tim khusus untuk mengalahkan monster!'
"Aku tahu alasan direktur Orlando tidak menggunakan tim khususnya untuk memburu monster."
Saat aku sedang sibuk memikirkan cara untuk menjawabnya... seseorang angkat bicara dan mengatakan bahwa dia tahu alasannya.
Orang itu adalah Rodrigo, dia adalah kepala dari departemen inspeksi kementrian pertahanan. Departemen ini bertugas untuk mengawasi pekerjaan dari setiap departemen yang ada di bawah naungan kementerian pertahanan, mereka akan menindak setiap departemen yang melanggar aturan sebelum polisi bertindak.
Inspektur Salvo merupakan salah satu dari anak buah Rodrigo, karena itu aku yakin dia mengetahui lebih banyak tentang DAU daripada peserta rapat yang lain.
"Direktur Orlando telah membuat kesepakatan dengan salah satu anggota tim khusus yang menyatakan bahwa tim khusus hanya bertanggung jawab untuk bertarung melawan pasukan iblis oleh karena itu mereka tidak mau berburu monster."
"A-apa! Itu tidak benar! Kesepakatan itu bertujuan untuk melindungi tim yang lainnya karena hanya tim khusus yang dapat bertarung secara seimbang dengan pasukan iblis."
"Oh? kalau begitu kenapa mereka tidak mau mengalahkan monster? apakah itu karena anda memberikan preferensi khusus kepada mereka? atau mungkin anda lupa mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu... monster yang muncul setiap hari atau pasukan iblis yang tidak diketahui kapan akan muncul?"
'Sial! Dia menjebakku! Jika aku mengatakan yang sesungguhnya aku akan ditertawakan oleh mereka dan jika aku mengelak menjawab dia pasti akan terus mendesakku.'
Sepertinya Rodrigo masih benci kepadaku karena aku yang terpilih menjadi direktur DAU, aku sebenarnya dulu adalah anak buah Rodrigo dan DAU sendiri rencananya akan berada di bawah kendali Rodrigo bersamaan dengan departemen inspeksi.
Tapi menteri pertahanan pak Bowo memilih diriku untuk menjadi direktur dan membuat DAU berdiri sendiri tanpa dibawahi oleh departemen lain.
Aku tidak menyangka Rodrigo masih menyimpan dendam untuk waktu itu padahal aku tidak melakukan apapun itu semua keputusan menteri.
"Semuanya! Rapat kali ini kita akhiri sampai disini. Kita akan lanjutkan lagi rapat ini besok dengan topik yang sama. Pak Orlando aku berharap anda dapat menjawab pertanyaan dari Pak Rodrigo besok." kata menteri pertahanan Pak Bowo
"Baiklah semuanya mohon meninggalkan ruangan sekarang."
Aku tidak tahu apakah Pak Bowo membantuku atau tidak, tapi untungnya aku dapat mempersiapkan diriku untuk menjawab pertanyaan itu.
............
"รเคק Շยคภ ๔гєչ คкคภ รคץค ɭคкรคภคкคภ.(Siap tuan Drez, akan saya laksanakan.)"
Di dalam ruangan pribadinya, Rodrigo selesai berbicara dengan salah satu letnan pasukan iblis... Drez.
"haahh... ini semua kesalahan Orlando. Jika saja akulah yang mengepalai DAU maka aku tidak perlu kerepotan seperti ini."
*knock knock*
"Ya masuk."
Dari balik pintu masuklah seorang pria paruh baya berperut buncit yang sering terlihat di markas DAU... inspektur Salvo.
"Maaf mengganggu pak tapi ada berita penting yang harus saya sampaikan." ujar Salvo
"Apa itu? cepat katakan."
Dengan cekatan Salvo berjalan ke samping Rodrigo dan membisikkan laporannya seperti takut bahwa akan ada orang lain yang mendengarnya.
"..."
"..."
"Apa yang kau katakan barusan itu benar?" tanya Rodrigo ingin tahu kepastian dari perkataan Salvo.
"Ya pak, informasi ini datang langsung dari mata-mata yang saya kirim untuk mengintai mereka bertiga."
"Hmm... situasi akan menjadi lebih rumit bagiku..."
"Pak apakah kita harus melenyapkan mereka? Tanpa adanya Kai dan yang lainnya... akan lebih mudah bagi anda untuk mengambil alih kendali DAU dari tangan Orlando."
"..."
"..."
"Tidak Salvo, ini bukan saat yang tepat. Saat ini semua perhatian sedang tertuju kepada DAU... jika kita bertindak gegabah nanti kitalah yang akan rugi. Untuk saat ini kita awasi saja pergerakan mereka dan jika saatnya tiba... aku akan menggantikan posisi Orlando."