Armored Hero

Armored Hero
Bab 20 Projek Armored Hero



Aku terbangun dengan seluruh tubuh di penuhi oleh keringat dingin.


"A...Apa itu tadi? Mi...mpi itu terasa begitu nyata... Dunia itu hilang... musnah..."


Aku menyeka mukaku berkali-kali tapi keringat dingin itu terus muncul, mimpi buruk itu benar-benar mengangguku.


'Aku harus mencari tahu kebenaran dari mimpiku.'


Aku langsung pergi dari rumah dan menuju kantor, tidak menghiraukan adikku yang marah di belakangku.


...……...


Begitu sampai di kantor aku langsung menuju ke ruangan pak direktur dan membukanya tanpa peduli dengan reaksi orang-orang yang berada di dalam.


"Kai! Kenapa kau masuk seenaknya saja! Aku sedang ada diskusi penting sekarang! Cepat keluar!" bentak direktur Orlando saat melihatku masuk ke ruangan.


Di dalam ruangan ada seorang pria tua berjas putih yang duduk di depan direktur, sepertinya mereka berdua sedang berdiskusi tapi aku tidak menghiraukan itu semua dan berjalan ke depan direktur.


"Kai! Aku menyuruhmu untuk keluar sekarang! Jangan pikir kau bisa seenaknya hanya karena aku memberikan perhatian khusus kepadamu!"


*brak*


Aku menggebrak meja untuk mendapatkan perhatian direktur dan menghentikan segala ucapannya.


"Aku ingin tahu seberapa besar semua yang terjadi pada misi kemarin yang sudah kau perhitungkan? Apa kau tahu siapa musuh kami? Berapa banyak korban jiwa?"


"Aku tidak paham dengan perkataanmu Kai? Aku sama sekali tidak mengetahui apapun selain yang telah di berikan kepada kapten Jack."


"Berhenti berpura-pura dan berbohong! Kalau kalian tidak tahu apa-apa, kenapa kau memberikan tawaran kepadaku untuk memakai alat itu sebelum pergi menjalankan misi!? Kau pasti tahu tanpa menggunakan alat itu kami akan kesusahan bukan?"


"Kai, tenangkan dirimu dan dengarkan perkataanku..."


"Jangan banyak alasan! Kalian bahkan tidak memberi tahu kami bahwa monster-monster itu merupakan bagian dari pasukan invasi planet lain!"


"Anak muda tenangkan dirimu, direktur Orlando benar-benar tidak bersalah. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang kamu bicarakan." kata pria tua yang sedari tadi hanya duduk memperhatikan.


"Dan siapa anda?" tanyaku tidak mengetahui siapa pria tua ini.


"Namaku Mustafa, profesor dan sekaligus kepala dari departemen R&D."


"Kalian benar-benar tidak tahu dengan apa yang aku bicarakan?"


Aku melihat dengan seksama kedua wajah pria di depanku dan aku akhirnya paham bahwa aku telah menuduh mereka tanpa bukti yang jelas.


'Apa yang sudah aku lakukan... Kenapa aku bertindak kasar seperti ini... Ini semua karena mimpi itu... Kenapa itu begitu nyata, begitu jelas... Sampai-sampai membuatku begitu gelisah...'


Aku menunduk dan memegang kepalaku, tidak tahu apa yang harus aku lakukan setelah ini.


"Kai, apa kau sudah tenang sekarang? Kalau iya coba ceritakan kepada kami, kenapa kamu tiba-tiba datang dan marah-marah." tanya direktur Orlando.


Direktur Orlando benar-benar orang baik dan aku merasa bersalah telah membentak dan memarahi dia...


Jika aku menjadi dia, aku pasti sudah memanggil keamanan untuk menarikku keluar dan memecatku atau mungkin meminta ganti rugi yang besar.


"Sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada pak Orlando dan pak Mustafa karena apa yang sudah saya lakukan barusan."


"Aku maafkan Kai. Sekarang cepat beritahu apa yang kamu maksud dengan invasi planet lain."


"Sebelum saya memberikan informasi, saya ingin bapak direktur mengabulkan 3 permintaan saya."


"Kai! Apa-apaan maksudmu ini!? Setelah meminta maaf sekarang kamu membuatku marah lagi!" teriak pak Orlando marah akan perkataanku


"Tenangkan dirimu nak Orlando... nak Kai katakan apakah informasi milikmu ini sungguh berharga sampai kamu meminta imbalan?" prof Mustafa melerai dan memberikanku kesempatan untuk menjelaskan


"Saya yakin 80% bahwa informasi yang saya miliki ini benar dan berharga dan permintaan yang saya inginkan bukanlah untuk kepentingan pribadi melainkan untuk melihat seberapa besar saya bisa mempercayai organisasi DAU untuk memberikan informasi ini."


"Haah! Kepercayaan katamu! Lalu darimana informasi ini kamu dapatkan sampai kamu begitu yakin?" tanya direktur Orlando.


"Tadi malam saya mendapatkan mimpi yang begitu jelas dan nyata, dari sanalah saya mendapatkan informasi ini."


"Ha Ha Ha, mimpi katamu! Kai, sepertinya kamu harus pergi ke psikiater untuk memeriksa keadaan jiwamu. Sepertinya beberapa misi yang kau jalani membuatmu sedikit gila."


Direktur Orlando tertawa terbahak-bahak dan mengolok-olokku, aku sendiri juga memiliki perasaan yang sama dengan dia. Aku merasa bahwa kondisi kejiwaanku sedikit terganggu tetapi aku yakin bahwa mimpiku benar-benar nyata dan bukan khayalan.


"Apa kamu bisa membuktikan kebenaran dari informasimu? Kalau kamu tidak ingin mengatakan semuanya, cukup beritahu satu saja yang menurutmu tidak begitu penting" kata prof Mustafa sepertinya dia mempercayai perkataanku.


"Mustafa! Kenapa kamu ikut-ikutan dengan permainan Kai." kata direktur Orlando masih tidak percaya denganku.


"Kalau begitu saya perlu kertas dan pulpen." pintaku


Prof Mustafa memberikan aku kertas memo dan pulpen dari meja direktur Orlando. Aku pun segera menuliskan beberapa baris informasi yang kemudian aku berikan kepada prof Mustafa.


"Di kertas itu, saya sudah menuliskan efek dari beberapa cairan ramuan yang telah ditemukan beserta komposisi bahannya."


"I! Ini!" profesor Mustafa tampak kaget setelah membaca isi kertas itu.


"Orlando, aku tidak mempermasalahkan dirimu. Isi kertas ini sama dengan apa yang anak buahku telah temukan bahkan dia menulis bahan serta komposisi yang bahkan belum ditemukan oleh anak buahku."


"Kau yakin dia tidak masuk ke departemenmu dan mencuri hasil penelitianmu?"


"Orlando! Jangan berkata yang tidak-tidak! Kamu tahu sendiri level keamanan untuk bisa masuk ke departemenku. Tidak mungkin dia bisa mencuri hasil penelitianku."


"Kalau begitu Kai, informasimu ini benar-benar datang dari mimpi?" tanya direktur Orlando masih tidak percaya


"Saya sudah bilang dari awal informasi ini memang datang dari mimpi, memang ini kedengaran aneh tapi saya tidak berbohong. Bahkan saya sendiri awalnya tidak percaya dengan mimpi ini."


"Lalu kenapa kamu percaya sekarang."


"Karena apa yang sudah saya lalui selama bekerja disini membuktikan bahwa mimpi saya nyata."


"Hah... Oke kalau begitu katakan apa permintaanmu."


"Yang pertama saya ingin organisasi DAU menyebarkan informasi tentang invasi dari planet lain ini kepada seluruh penduduk dan kalau bisa ke seluruh dunia."


"Tidak bisa." jawab direktur Orlando tanpa memikirkannya sama sekali.


"Kenapa? Ini bukan perang antara negara! Kita sedang di serang oleh dunia lain dan kita harus menghadapinya bersama-sama."


"Kai, dengarkan aku. Organisasi kita memang bergerak secara independen dari pemerintah tetapi kita masih diawasi dan harus melaporkan semuanya kembali ke pemerintah. Karena itu seluruh keputusan untuk menyebarkan informasi berada di tangan pemerintah dan aku tidak bisa berbuat apa-apa."


"Meskipun kamu sebagai direktur DAU yang memintanya?"


"Maaf Kai tapi memang seperti itu keaadaannya, semuanya ada di tangan pemerintah."


"Ok lanjut ke permintaan kedua... Aku ingin seluruh medali yang telah didapatkan dan akan didapatkan... untuk di pindah tangan hak miliknya kepada mendapatkannya."


"Tidak bisa, selain milikmu yang kamu dapatkan sebelum bergabung dengan organisasi. Semua medali yang didapatkan adalah milik organisasi dan tidak bisa dipindah tangankan ke individu."


"Kalian tidak akan merubah jawaban kalian meskipun aku mengatakan medali itu tidak bisa digunakan oleh orang lain?"


"Apa maksudmu Kai? kamu lihat sendiri bahwa medali milikmu dapat digunakan oleh orang lain."


"Ya, tetapi dia langsung meninggal setelah selesai menggunakannya. Organisasi ini pasti sudah lama bertarung melawan monster, tapi apakah kalian tidak bertanya-tanya kenapa aku yang terlebih dahulu menemukan medali?"


"Bukankah itu hanya sebuah kebetulan?" jawab direktur Orlando


"Setengah betul dan setengah salah. Tunggu dulu jangan terburu-buru bertanya... karena aku hanya akan memberikan informasi setelah semua permintaanku di jawab."


"Nak Kai bagaimana kalau kita hanya meminjamkan medali itu seperti halnya denganmu yang meminjamkannya ke kami." tanya profesor Mustafa.


"Hmm... oke tidak apa-apa, aku bisa menerima jawaban itu. Asalkan mereka di perbolehkan membawa medali itu kemana pun mereka pergi. Bagaimana pak direktur?"


"Baiklah aku menerimanya tapi dengan syarat hanya selama mereka bekerja di organisasi setelah mereka keluar atau mengundurkan diri medali itu harus di kembalikan."


"Ok permintaan terakhir... aku ingat pak direktur menawarkan aku untuk masuk tim khusus, dan aku akan menerimanya dengan syarat semua misi yang berhubungan dengan monster harus di berikan ke tim khusus terlebih dahulu."


"Aku tidak mengerti kenapa kamu meminta mendapatkan misi terlebih dahulu? Bukankah itu tidak menguntungkan bagimu?" tanya direktur Orlando


"Pak direktur tidak perlu bingung tentunya saya juga mendapatkan keuntungan dari permintaan ini, saya hanya perlu mendapatkan jawaban dari anda."


"Baiklah aku menyetujui tim khusus untuk mendapatkan semua misi terlebih dahulu. Sekarang katakan informasi yang kamu miliki."


"Karena pak direktur hanya mengabulkan 2 permintaan maka saya hanya akan memberikan sebagian informasi."


"Yang pertama saya tidak tahu asal mula pasukan invasi ini berasal yang saya tahu mereka telah menaklukkan 3 planet lain dan planet kita adalah sasaran berikutnya."


"Pasukan ini memiliki di pimpin oleh kaisar iblis dan jumlah pasukannya mencapai triliunan, tujuan mereka melakukan invasi ini belum diketahui."


"Fenomena retakan dan langit yang terbelah merupakan cara mereka untuk masuk ke dunia kita dan..."


"Stop! Berhenti! Tulis semua informasi yang ingin kamu sampaikan lalu berikan dokumen itu kepadaku." perintah direktur Orlando


"Hmm... tapi ada informasi yang penting untuk departemen R&D."


"Kalau begitu berikan itu langsung padaku, nanti aku akan memberikan akses untukmu agar bisa masuk ke basemen lantai 3" kata profesor Mustafa.


"Apa yang kamu lakukan Mustafa! Jangan seenaknya memberikan akses kepada orang tanpa se-ijinku!"


"Orlando kita pernah berdiskusi tentang tim khusus bukan? Kau pernah bilang akan memberikan akses untuk mereka agar bisa masuk ke basemen lantai 3 dan Kai disini sudah bilang bahwa dia akan masuk ke tim khususmu."


"Ok ok baiklah, Kai aku akan diberikan akses sebagai bagian dari tim khusus."


"Pak, sebelumnya saya ingin bertanya apa nama tim khusus ini?"


"Tim ini dibuat untuk mencoba alat-alat baru yang diciptakan oleh departemen R&D untuk melawan monster dan nama dari projek ini adalah..."


""Projek Armored Hero""