Armored Hero

Armored Hero
Bab 22 Kencan



Pukul 8:45, aku sampai di depan gedung apartemen Elise.


Aku bergegas turun dari mobil dan naik ke lantai 10 tempat apartemen Elise berada.


*Ding Dong*


"Hei, Elise apa kamu sudah siap?" Tanyaku memanggil Elise lewat interkom.


"Maaf Kai tapi aku butuh waktu sedikit lagi." jawab Elise sambil membukakan pintu untukku dengan hanya memakai handuk yang menutupi tubuhnya dan rambutnya yang masih basah.


"Ayo masuk, kamu tunggu saja di dalam."


Apartemen Elise memiliki satu ruang tamu, 1 kamar tidur, dapur dan kamar mandi. Tidak berbeda dengan standar apartemen studio lainnya hanya saja seluruh perabotan miliknya di dominasi oleh warna pink.


"Kai, kamu duduk saja di sofa aku masih harus bersiap-siap dahulu." kata Elise menunjuk sofa pink dengan bantalan berbentuk kepala maskot kelinci


Setelah menunggu sepuluh menit, Elise akhirnya keluar dari kamarnya dengan mengenakan dress putih bermotif bunga sakura dan juga membawa tas selempang berwarna pink.


"Maaf membuatmu menunggu lama Kai. Ayo kita berangkat sekarang."


"Kai... Halo, kenapa kamu melamun saja?" kata Elise sambil melambaikan tangannya di depanku setelah melihat diriku diam mematung.


"Ah! Maaf, hanya saja kamu terlihat begitu cantik sampai aku mengira ada bidadari turun dari langit."


"Oh umm... Terima kasih Kai." kata Elise memalingkan wajahnya.


"Ayo kita segera berangkat" kata Elise sekali lagi dan kali ini dia langsung menuju ke pintu tanpa menungguku.


...……...


Dalam perjalanan Elise selalu melihat keluar jendela dan tidak pernah menoleh ke arahku. Aku sebenarnya ingin mengajaknya mengobrol tetapi karena rasa gugupku muncul kembali, membuatku jadi kesulitan untuk memilih percakapan yang tepat.


Sesampainya di mall, aku segera melaksanakan rencana yang disusun oleh Rai.


"Elise, bagaimana kalau kita lihat-lihat baju dulu?"


"Bukankah kita akan melihat film? Apakah kamu sudah membeli tiketnya?"


"Belum, aku berencana untuk membelinya setelah ini."


"Kalau begitu ayo kita beli tiketnya terlebih dahulu."


Elise tetap menolak ajakanku.


"Kita masih punya banyak waktu, tidak usah terburu-buru. Apa kamu tidak mau lihat-lihat dulu? Tenang aku yang akan membelikannya untukmu"


Aku tahu Rai berkata bahwa aku tidak boleh membelikan sesuatu pada kencan pertama tapi Elise terus menolak ajakanku dan aku jadi bingung karenanya.


"Haah... ok kalau begitu, ayo kita pergi ke bioskop." aku akhirnya pasrah dan menggandeng Elise pergi ke bioskop


...……...


Saat tiba di bioskop, kami melihat bahwa ada 4 film yang sedang tayang 2 film romantis, 1 film aksi dan 1 film komedi.


"Jadi Elise, kamu mau lihat film yang mana?"


"Kamu bisa pilih yang mana saja Kai."


"Umm... tapi aku tidak tahu kamu suka film yang mana Elise..."


"Kamu terserah pilih yang mana, aku suka semua jenis film."


'Haah... kenapa dari tadi rencananya tidak berjalan sempurna? Sekarang aku harus menebak film yang di sukai Elise... Apa yang harus aku pilih?'


Saat itu aku melihat Elise menoleh ke salah satu poster film berkali-kali.


'Love in the Moon... Film romantis ya? sepertinya Elise ingin melihatnya tapi tidak mau mengatakannya kepaku.'


"Oke kalau begitu kita pilih film ini."


2 jam berlalu.


'Filmnya benar-benar membosankan. Plotnya terlalu klise dan akting pemerannya juga tidak bagus.'


Apalagi saat melihat raut wajah Elise, aku merasa dia juga tidak senang dengan filmnya.


...……...


'Kencan ini sepertinya tidak berjalan sempurna... Elise dari tadi tidak tampak senang dan berkali-kali membuka ponselnya seperti terlihat bosan.'


'Tinggal satu tempat lagi yang harus kita kunjungi... restoran. Rai bilang untuk memilih tempat yang biasa saja tapi melihat apa yang telah terjadi hari ini, aku merasa harus mengakhiri kencan ini dengan sesuatu yang berkesan karena itu aku harus memilih restoran mahal.'


"Elise, ayo kita pergi ke mobil."


"Apa kita tidak jadi makan Kai?"


"Tentu saja jadi, tapi kita tidak akan makan disini. Aku sudah memilih restoran lain untuk kita makan malam."


Barusan aku sudah mencari lokasi restoran berkelas di dekat sini yang tidak memerlukan pesan tempat sebelumnya ataupun mengharuskan memakai baju tertentu.


...……...


Restoran yang aku pilih adalah restoran Prance bintang 2 dengan review yang mengatakan bahwa tempat ini cocok untuk kencan pertama.


Selama di restoran, Elise hanya membicarakan masalah pekerjaan dan teman-temannya di kantor dan aku juga tidak bisa mengganti topik pembicaraan karena belum mengetahui apa yang disukai oleh Elise.


Mungkin dia juga merasakan hal yang sama dan karena itu memilih untuk membicarakan masalah pekerjaan, tapi aku sedang tidak ingin memikirkan masalah pekerjaan setelah apa yang aku lihat di mimpiku.


Tapi takdir sepertinya ingin aku untuk memikirkan mimpi itu, karena tiba-tiba aku mendapatkan panggilan dari kantor.


"Maaf Elise, aku harus menerima panggilan ini." kataku beranjak pergi ke toilet untuk menerima panggilan.


~Halo Kai? Aku sudah menyelesaikannya dan ingin memperlihatkannya kepadamu, apakah kamu bisa pergi ke kantor sekarang? aku tahu ini hari liburmu, tapi aku benar-benar ingin menunjukkannya padamu sekarang.~


~Haah... Baiklah aku akan kesana, tapi aku ingin membawa satu orang lagi bersamaku.~


'Karena kencan ini sudah gagal, lebih baik aku memberi tahu Elise apa yang akan terjadi di masa depan.'


~Dia adalah wanita yang pernah aku ceritakan kepadamu.~


~Oh kalau begitu tidak apa-apa, bawa dia kemari.~


~Ok, aku akan segera datang.~


Setelah mematikan telepon, aku kembali ke meja dan mengatakannya kepada Elise.


"Maaf Elise, kencan hari ini harus kita sudahi. Aku barusan mendapatkan panggilan untuk segera datang ke kantor."


"Oh, kalau begitu apa aku harus pulang sendiri?"


"Tidak, kamu juga harus datang ke kantor."


"Oh, apakah tadi itu kapten yang menelepon? apakah ada tugas dadakan?"


"Aku akan menceritakannya kepadamu setelah sampai di kantor, tempat ini tidak cocok untuk membicarakannya."


"Ok, kalau begitu tunggu apalagi. Ayo, kita segera pergi."


...……...


-Elise PoV-


'Ahh! Kenapa aku ketiduran! Ini sudah jam setengah sembilan, sebentar lagi Kai akan datang.'


Melihat jam yang terus berjalan, aku segera beranjak dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi.


Lima belas menit kemudian saat aku sedang mengeringkan rambut, bel pintu berbunyi dan suara kai terdengar dari interkom.


Aku segera mengambil handuk dan membelikannya ke tubuhku sebelum pergi ke pintu depan dan membukanya.


"Maaf Kai tapi aku butuh waktu sedikit lagi. Ayo masuk, kamu tunggu saja di dalam."


Kai berpakaian rapi dan keren di depan pintu dan dia terlihat sedikit kaget saat melihatku tapi aku tidak begitu memikirkannya karena aku sedang terburu-buru.


"Kai, kamu duduk saja di sofa aku masih harus bersiap-siap dahulu." kataku sambil terburu-buru masuk ke kamarku.


Saat berada di kamar dan berhadapan dengan meja riasku, aku akhirnya sadar kalau aku hanya menggunakan handuk saat membukakan pintu untuk Kai.


'Ahhh! Elise! Kenapa kau bodoh sekali! Uuu... aku harap Kai tidak berpikiran aneh-aneh saat melihatku tadi...'


Aku ingin rasanya bersembunyi di balik selimut dan tidak keluar rumah tapi aku juga sudah menunggu kencan ini sejak lama...


Akhirnya setelah memenangkan diri, aku bergegas memakai dress favoritku untuk kencan hari ini.


"Maaf membuatmu menunggu lama Kai. Ayo kita berangkat sekarang."


Saat keluar dari kamarku Kai langsung berdiri melihatku dan diam mematung, aku yang penasaran kenapa dia melamun... mencoba untuk membangunkannya.


"Ah! Maaf, hanya saja kamu terlihat begitu cantik sampai aku mengira ada bidadari turun dari langit." kata Kai bangun dari lamunannya


Aku yang tidak menyangka mendapatkan pujian seperti itu, langsung membalikkan badanku karena aku merasa wajahku mulai memerah.


Tidak ingin Kai melihat wajahku yang memerah, aku segera melangkah menuju ke pintu untuk keluar setelah mengajak Kai sekali lagi.


...……...


Di mobil saat dalam perjalanan, aku tidak bisa menoleh ke arah Kai karena wajahku yang masih memerah.


'Uuu... kenapa wajahku masih merah... Kai pasti merasa bosan karena aku tidak mengajaknya bicara sama sekali atau mungkin dia mengira aku tidak begitu tertarik dengan kencan ini.'


Sesampainya di mall, Kai mengajakku untuk melihat-lihat baju tapi aku tidak begitu tertarik dengan toko-toko baju di mall ini.


Anehnya Kai berkali-kali mencoba membujukku untuk melihat-lihat baju bahkan sampai ingin membelikannya untukku tapi aku tetap menolak semuanya.


Tapi setelah aku menolak ajakannya, raut wajah Kai tampak kecewa dan bingung dan satu hal yang tidak terduga terjadi.


'Kai menggandeng tanganku!'


Saking senangnya aku sampai tidak sadar bahwa kami sudah sampai di bioskop dan sesampainya di sana yang ada di pikiranku hanyalah fakta bahwa Kai menggandeng tanganku.


Kai beberapa kali mengatakan sesuatu padaku tapi aku hanya bisa menjawab secara spontan tanpa mendengarkan apa yang dia katakan.


Lalu Kai membeli tiket untuk salah satu film romantis yang dapat disimpulkan dengan satu kalimat... membosankan.


'Kenapa Kai memilih film ini? plotnya benar-benar klise dan akting aktornya sangat buruk, benar-benar sungguh film yang membosankan lebih baik tadi kita melihat film aksi superhero.'


Kencan hari ini begitu fantastis, memang kita hanya nonton film(dan filmnya begitu membosankan) tetapi Kai selalu memegang tanganku selama kencan berlangsung dan itu sudah membuat aku sangat bahagia.


Sampai-sampai aku harus men-chat teman-temanku untuk membagikan perasaan bahagiaku ini.


Dan kali ini Kai membawaku makan ke restoran prance bintang 2, bayangkan betapa senangnya aku karena ini adalah mimpiku untuk berkencan di restoran berkelas.


Tapi Kai terlihat tidak begitu antusias dengan ini semua... Aku bingung apa yang kurang dari kencan ini? Selama makan kita juga membicarakan banyak hal...


Pada saat itu, Kai menerima panggilan dan beranjak pergi untuk menerimanya.


'Apa mungkin ada yang terlewat ya? Coba aku cari di internet dulu...'


'Hmm... Ini dia -Cara Membuat Kencan Lebih Berkesan-... Coba kita lihat... Setelah makan malam sebaiknya ajak patnermu untuk pergi ke...'


"HOTEL!" saking kagetnya aku sampai meneriakkan apa yang tertulis


'A-Apa Apa-apaan ini... Jika malam kencanmu kurang berkesan, ajak patnermu ke hotel untuk melakukan...'


"Ahh! Apa-apaan artikel ini! Siapa yang menulisnya!? Bisa-bisanya dia mengatakan harus pergi ke h-hotel pada kencan pertama..."


'Apa aku harus menurutinya? Aku tidak begitu berpengalaman dalam berpacaran... dan karena artikel ini memiliki rating yang bagus itu artinya apa yang tertulis benar-benar terjadi? Tapi ini pertama kalinya untukku... dan aku juga belum siap... Tapi kalau patnernya Kai... aku mungkin tidak apa-apa dengan itu...'


Semakin lama aku semakin jatuh ke dalam delusi dan memikirkan banyak hal yang akan terjadi saat di hotel dengan Kai.


Delusiku berhenti saat Kai datang dan aku bersiap untuk mengajaknya ke hotel. Tetapi sebelum aku sempat mengatakannya, Kai terlebih dahulu mengajakku untuk pergi ke kantor.


Aku sebenarnya tidak ingin pergi ke kantor karena ini adalah hari libur tapi melihat ekspresi Kai yang serius, aku hanya bisa menerima ajakannya dan kami pun segera pergi ke kantor.