
Tempat yang di pilih kapten Jack untuk memancing musuh berada di daerah pinggiran kota dan pusat perkantoran yang terbengkalai.
Terdapat 3 bangunan kosong di sekitar area, 1 gedung besar berada di tengah dan 2 gedung kecil berada di sisi kanan dan kirinya.
Setiap gedung masih terlihat dalam kondisi bagus dengan semua jendela masih utuh dan dinding bangunan masih bersih dan tidak ditumbuhi tumbuhan liar.
"Tempat apa ini kapten?" tanya Elise saat kita berjalan menuju gedung kecil di sebelah kiri.
"Hmm? Kalian berdua tidak tahu? Oh ya! Kalian baru saja bergabung dengan DAU tahun ini makanya kalian tidak tahu." kata kapten sambil menepuk kedua tangannya seolah baru saja sadar.
"Area perkantoran ini dulunya adalah markas DAU sampai 2 tahun yang lalu akhirnya kita pindah ke markas yang sekarang."
"Gedung di depan kita ini dulunya adalah tempat departemen keamanan DAU." kata kapten menunjuk ke gedung dengan dua lantai dan berukuran luas 200m2.
"Gedung ini kecil sekali..." kata Elise dengan nada suara pelan
"Hahaha! Memang tempat ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan tempat kita yang sekarang." kata kapten menjawab perkataan Elise.
Saat dalam mode transformasi seluruh indra tubuh kita menjadi beberapa kali lipat lebih kuat karena itu sepelan apapun suaranya kita dapat mendengarnya meskipun banyak suara lain yang menggangu.
"Lalu bagaimana dengan dua gedung lainnya kapten?" tanyaku penasaran dengan fungsi mereka.
"Oh ya! Hampir lupa... Gedung besar bertingkat 3 di tengah adalah tempat departemen human resource dan juga kantor direktur. Untuk gedung berlantai satu yang ada di ujung lainnya adalah tempat departemen R&D." kata kapten menyelesaikan penjelasannya.
Kapten Jack terus memandu kita memasuki gedung yang dulunya adalah tempat departemen keamanan berada.
Dari luar gedung memang tampak masih bagus tetapi kondisi di dalam sangat berbeda jauh... banyak sarang laba-laba menyelimuti atap, beberapa bagian tembok di penuhi oleh grafiti retak dan jatuh ke lantai, dan juga banyak sampah berserakan sepertinya ada beberapa orang yang masuk ke tempat ini mungkin untuk uji nyali atau mungkin mereka adalah tuna wisma yang mencari tempat berteduh.
Tapi kapten tidak memperdulikan itu semua dan tetap berjalan menyusuri koridor... aku dan Elise hanya bisa diam dan mengikuti.
"Kapten kenapa kita harus pindah markas? apakah ada suatu alasan khusus? dan juga kenapa kita kemari kapten? bukankah kita ingin memancing musuh?" tanya Elise tidak tahan dengan kesunyian yang berlangsung.
"Tidak ada alasan khusus... hanya saja saat organisasi kita pertama dibentuk, kita hanya diberikan sedikit anggaran oleh pemerintah. Tetapi setelah frekuensi kemunculan fenomena aneh terus bertambah, akhirnya pemerintah menambah anggaran dan memindahkan markas kita."
'Tunggu dulu! Dari penjelasan barusan bukankah itu berarti fenomena aneh ini sudah ada dari lama? Tetapi dari informasi yang aku dapatkan dari mimpiku kenapa aku merasa kejadian-kejadian ini baru muncul tidak lama?'
Mendengar seluruh perkataan kapten barusan membuatku menemukan beberapa kejanggalan antara informasi milikku dan informasi dari kapten.
'Kenapa aku baru sadar sekarang! Organisasi DAU sudah ada cukup lama... tidak mungkin mereka berkerja tanpa arah, itu artinya monster-monster itu sudah muncul cukup lama tetapi kenapa dua orang berjubah hitam yang membawa mayat Alberto baru muncul sekarang? bukankah mereka berdua adalah petugas berpangkat tinggi dari pasukan iblis?"
Saat melihat orang berjubah hitam yang berdiri di tengah kerumunan mayat di lokasi pertempuran di Eloar, aku sudah merasa bahwa dia memiliki pangkat tinggi karena dia dapat membangunkan puluhan mayat hidup.
Apalagi setelah melihat manusia singa mendatangi gua tempatnya melakukan eksperimen dan membawa dia menuju ke planetku, saat itu aku sadar bahwa mereka tidak seperti pasukan iblis biasa... mereka pasti paling tidak adalah kapten.
Karena itu aku mengira invasi planetku baru saja dimulai... tapi sepertinya mereka sudah memulai invasi sejak lama dan kedua orang itu baru saja dipanggil untuk datang ke Ethar.
"Kapten! Aku ingin bertanya sejak kapan fenomena aneh muncul? sejak kapan para monster datang ke planet ini?" aku menanyakan pertanyaan yang mengganjal di pikiranku.
"Hmm... Aku juga tidak begitu tahu kapan pastinya tapi organisasi DAU sudah ada sejak 15 tahun yang lalu, itu artinya paling tidak kejadian pertama yang terdeteksi berawal dari waktu itu."
15 tahun!!
Mendengar angka yang disebutkan kapten, bulu kuduk di punggungku serasa berdiri semua.
'Kalau mereka sudah datang sejak 15 tahun yang lalu atau mungkin lebih lama itu artinya mereka sudah datang sejak sebelum mereka menaklukkan Eloar... itu artinya musuh kita mungkin juga sudah membuat organisasi dan membaur dengan masyarakat atau mungkin mereka sudah merekrut manusia untuk menjadi kaki tangan mereka...'
"Kai, aku tidak tahu apa yang sedang kamu pikirkan sekarang tapi aku ingin kamu untuk fokus membantuku sekarang karena kita masih harus mempersiapkan diri untuk memancing musuh." kata kapten membangunkan aku dari pikiranku.
Tanpa sadar aku telah berjalan mengikuti kapten dan Elise memasuki sebuah ruangan di ujung lorong.
Dilihat dari beberapa lemari dan rak berjejeran, ruangan ini pasti digunakan untuk menyimpan senjata dulunya.
"Kai bantu aku untuk menggeser lemari ini." perintah kapten menunjuk salah satu lemari yang berada di dekat dinding.
Kami menggeser lemari itu ke depan dan dari balik lemari itu aku melihat sebuah brankas tertanam di dalam dinding dan tertutupi oleh lemari tadi.
"Kapten apa isi brankas ini?" tanyaku
"Brankas ini dulunya digunakan untuk menyimpan banyak bahan peledak... aku berharap masih ada beberapa yang masih tertinggal." jawab kapten sambil memutar knob brankas mencoba membukanya.
*click*
"Bagus! Ini pasti cukup untuk membunuh musuh yang masuk jebakan kita. Ayo Kai! Elise! Bantu aku untuk memasang peledak ini dengan segera." kata kapten Jack mengambil bahan peledak itu dan membagikannya kepada kami berdua.
Dengan segera dan juga sambil mengikuti panduan dari kapten kami memasang jebakan di depan pintu masuk gedung.
...……...
-10 menit yang lalu-
2 km dari lokasi area gedung lama markas DAU, dua orang berjubah hitam tampak berdiri mengawasi lokasi dari kejauhan.
"¿nʇı ʇɐdɯǝʇ ıɹɐp uɐdnpıɥǝʞ ɐpuɐʇ-ɐpuɐʇ uɐʞnɯǝuǝɯ nɐʞ ɐd∀ ¿ıɥʇuɐƆ ɐuɐɯıɐɓɐᙠ" tanya Leon dari belakang Canthi sambil duduk bersender di bawah pohon.
"¡ɓuɐɹo ɐɓıʇ ıɹɐp uɐdnpıɥǝʞ ɐpuɐʇ uɐʞɐsɐɹǝɯ ɐsıq ɐʎuɐɥ nʞ∀ ¡ɥɐᙠ" jawab Canthi geram.
"¡ɐʞǝɹǝɯ sɐʞɹɐɯ uɐʞnɯǝuǝɯ ʞnʇun ɐʞǝɹǝɯ ɐlɐdǝʞ ısı ʞıʇɐ-ʞɐʇnɓuǝɯ ıɐlnɯ ɥɐpns ıʇsɐd ıuı ʇɐɐs nʞɐ 'ıɓɹǝd ɐʞǝɹǝɯ uɐʞɹɐıqɯǝɯ ʞnʇun uɐʞlnsnɓuǝɯ ʞɐpıʇ nɐʞ ɐʞıſ ¡nɯɥɐlɐs ɐnɯǝs ıuI ¡¿uɐsɐlɐɯ-sɐlɐɯɹǝq ɥɐlɐɯ nɐʞ ɐdɐuǝ⋊ ¡uoǝ˥" bentak Canthi saat menyadari dalang permasalahan ini bersantai-santai ria.
"¿nʞǝpı uɐɓuǝp nɾnʇǝs ʇnʞı ɐɓnɾ nɐʞ ɥɐʞuɐʞnᙠ ¿ɥɐɹɐɯ-ɥɐɹɐɯ nɐʞ ɐdɐuǝʞ 'ıɥʇuɐƆ ¡ɐɥɐɥɐH" jawab Leon masih sambil bermalas-malasan di bawah pohon.
"¡nʞıdɐ ɐloq uɐɓuǝp ɓuɐɹɐʞǝs nɐʞ ɓuɐɓɓuɐd nʞɐ uɐʞ∀ ¡uuuuooooǝ˥" kata Canthi geram dan mulai membuat bola api di tangannya.
"˙ɐʎuıʞıɐqɹǝdɯǝɯ ʞnʇun ɐɹɐɔ ɥɐluɐʞɹıʞıd ɓuɐɹɐʞǝs ıpɐſ ˙ıuı ılɐʞ nʞuɐɥɐlɐsǝʞ sɐʇɐ ɟɐɐɯ ɐʇuıɯ nʞɐ 'nɯɹıɥıs uɐʞıʇuǝH ¡ʞo ʞO" jawab Leon sambil bersalto dan berdiri dari tempatnya duduk.
"¿nɯɥɐlɐsɐɯ uɐʞıɐsǝlǝʎuǝɯ ʞnʇun nʞɥnɹnʎuǝɯ ıʇɹǝdǝs nɯɐɹɐɔıq ɐpɐu ɐdɐuǝ⋊ ¿ɥnH?" kata Canthi sambil memegang kening kepalanya.
"˙˙˙ɐʎuuɐʞıɐsǝlǝʎuǝɯ snɹɐɥ ɓuɐʎ ɥɐlnɐʞ nʇı ɐuǝɹɐ⋊ ˙nɯısıɯ ɥɐlɐpɐ ıuı ɐuǝɹɐʞ ɐɾɐs nʇuǝ⊥"
*whoosh*
Belum sempat Leon menyelesaikan perkataannya dan sebuah bola api besar mengarah ke kepalanya.
"¿nʞɐpɐdǝʞ nʇı ıdɐ ɐloq ɹɐdɯǝlǝɯ ɐdɐuǝ⋊ ¿¡ıɥʇuɐƆ uɐʞnʞɐl nɐʞ ɓuɐʎ ɐd∀ ~ɐoɥM ɐoɥM"
Dengan refleksnya sebagai manusia hewan, Leon dapat menghindari bola api itu dengan mudah tanpa menyebabkan sehelai bulunya terbakar.
"¡dnpıɥ-dnpıɥ nɯıɹıp ɓuɐɓɓuɐɯǝɯ nʞɐ uɐʞɹɐıᙠ ¡uoǝ˥ ɐuɐsıp ɯɐıᗡ" kata Canthi marah dan mulai menyiapkan bola api lagi.
"¿uɐʞɥɐlɐsɐɯɹǝd nɐʞ ɓuɐʎ ıɓɐlɐdɐ 'ıɥʇuɐƆ nlnp nɓɓunʇ ˙˙˙ooʍ ooM" kata Leon sambil menggerakkan tangannya mencoba menenangkan Canthi
"¡ıɹıpuǝs ɐʎuıʞıɐqɹǝdɯǝɯ snɹɐɥ ɓuɐʎ ɥɐlnɐ⋊ ¿¡nɯuɐɥɐlɐsǝʞ ıʞıɐqɹǝdɯǝɯ snɹɐɥ nʞɐ ɐdɐuǝ⋊ ¡uoǝ˥ ɥopoq ʞɐɓɐlɹǝq uɐɓuɐſ"
"˙ıɹıpuǝs ɐʎuɐnɯǝs uɐʞnʞɐlǝɯ snɹɐɥ ɓuɐʎ ɥɐlnɐʞ nʇı ɐuǝɹɐ⋊ ˙nɯısɐʍɐɓuǝɯ ʞnʇun sɐɓnʇɹǝq ɐʎuɐɥ nʞɐ 'nɯısıɯ ɥɐlɐpɐ ıuı ısıɯ ˙˙˙ʇɐɓuı ˙˙˙ıɥʇuɐƆ" jawab Leon dengan mengangkat bahunya seolah tidak mau tahu apa yang terjadi nanti.
"¡ɥɐɹɐɯ nʞʇɐnqɯǝɯ uɐp nʞıɹıp uɐʞuıɐɯɹǝdɯǝɯ uıɓuı ɐʎuɐɥ nɐʞ ɓuɐlıq uɐɓuɐſ ¡¿ɥɐɥ nʞɐuɐɔuǝɹ nɓuɐɓɓuǝɯ nɐʞ ıpɐʇ ɐdɐuǝʞ nʇuɐqɯǝɯ nɐɯ ʞɐpıʇ ɓuɐɯǝɯ nɐʞ nɐlɐ⋊ ¡uuuoooǝ˥ ¡nnnɐɐ⋊ ¡nɐ⋊"
Semakin lama Canthi berbicara dengan Leon, semakin amarahnya memuncak dan membuat seluruh mana disekitarnya bergejolak.
"˙ɹnqɐʞ ɐʞǝɹǝɯ ɯnlǝqǝs nʇı ɐısnuɐɯ-ɐısnuɐɯ dɐʞɓuɐʇ ɐɹǝɓǝs ʞıɐq ɥıqǝl ˙˙˙nɯʞnʇun uıɐl uɐɹɐs uɐʞıɹǝqɯǝɯ uɐʞɐ nʞɐ ɐɓnɾ uɐp ˙˙˙nɯıɹıp ıɹɐp uɐnɾnʇǝsɹǝd uɐʞʇɐdɐpuǝɯ ɥɐpns ɐʎuɐnɯǝs ıpɐɾɹǝʇ ɓuɐʎ ɐdɐ 'uɐɹɐs nɯıɹǝqɯǝɯ ɐʎuɐɥ nʞ∀ ˙˙˙ıɥʇuɐƆ" kata Leon menyeringai dan menunjukkan giginya yang dipenuhi oleh taring tajam.
"˙nʇı ʇǝʎuoɯ ɐɹɐd dɐʞɓuɐuǝɯ lısɐɥɹǝq ɥɐlǝʇǝs nɯɓuɐɓɓuɐɯǝɯ ʞnʇun nɓɓunuǝɯ uɐʞɐ nʞɐ ʞO ~ɹɹɹɹɹ⅁" kata Canthi sambil memutar badan dan berjalan menuju ke lokasi gedung dimana Kai dan yang lainnya berada.
"˙nɯuɐɓuǝp ʇnʞı ɐɓnɾ nʞ∀ ¡nɓɓunʇ ¡ıO" kata Leon berlari mengejar Canthi
Kecepatan berlari keduanya sungguh cepat bahkan melebihi kecepatan lari atlet-atlet top sehingga mereka dapat tiba di depan gedung dalam waktu 1 menit.
"¿ıɥʇuɐƆ ıuıs ɯɐlɐp ıp ɐpɐ ɐʞǝɹǝɯ uıʞɐʎ nɯɐ⋊" tanya Leon sambil mengamati gedung dengan seksama.
"˙ɯɐlɐp ıɹɐp ɐʞǝɹǝɯ ıɓɹǝuǝ uɐʞɐsɐɹǝɯ ɐsıq nʞɐ 'ɐ⅄" jawab Canthi dan langsung berjalan masuk tanpa menunggu tanggapan dari Leon.
"˙˙˙ɐpɐ nɯuɐdǝp ıᗡ ¡nɓɓunʇ ıɥʇuɐƆ ıO ¡¿˙˙˙ɯɯH"
*click**boom*
Leon yang memiliki insting tajam sebagai manusia hewan dapat merasakan sesuatu keanehan dari dalam gedung dan di menyadari bahwa ada benang tipis yang menjulur di depan pintu masuk gedung.
Tetapi sebelum dia sempat memperingatkan Canthi akan adanya benang tersebut... Canthi sudah terlebih dahulu masuk dan mengaktifkan jebakan dan membuat ledakan besar.