Armored Hero

Armored Hero
Bab 30 Kekalahan (Bagian Terakhir)



Di sebuah ruangan gelap, dua orang berdiri tegak menghadap ke seseorang yang duduk di belakang meja besar.


"¿ɐpɐɹǝq nɯdnpıɥ ʇɐʎɐɯ ɐuɐɯ ıp uɐʞnɯǝuǝɯ ɥɐpns nɐʞ ɥɐʞɐd∀ ¿nɯısıɯ sǝɹɓoɹd ɐuɐɯıɐɓɐq nʞɐpɐd uɐʞɐʇɐʞ ıɥʇuɐƆ" tanya pria yang duduk di belakang meja.


"˙ɐʎɐs lıɓɓuɐɯǝɯ ʞɐpıʇ ɐpuɐ ɐʞıɾ ɐʎulıqɯɐɓuǝɯ ɓuɐʎ ɓuɐɹo uɐʞʇɐdɐpuǝɯ lısɐɥɹǝq uɐʞɐ ɐɾɐs nɹɐq ɐʎɐs zɐpıN uɐpuɐɯo⋊" jawab Canthi


Ya ketiga orang di ruangan ini adalah Canthi, Leon dan juga komandan mereka... Nidaz.


Setelah mendapatkan panggilan dari Nidaz, Leon membawa Canthi untuk menemuinya di markas mereka.


"˙uoǝ˥ ıɹɐp uɐɹodɐl ɐnɯǝs uɐʞʇɐdɐpuǝɯ ɥɐpns nʞɐ ɐuǝɹɐʞ ʞɐlǝɓuǝɯ uɐɓuɐɾ uɐp nɯısıɯ uɐʞıɐsǝlǝʎuǝɯ lısɐɥɹǝq ɯnlǝq nɯɐʞ ɐʎuıʇɹɐ nʇI" kata Nidaz dengan nada suara kecewa


"˙lısɐɥɹǝq uɐʞɐ ıʇsɐd ɐʎɐs ɐɯɐl ɥıqǝl nʇʞɐʍ uɐʞʇɐdɐpuǝɯ ɐʎɐs ɐʞıɾ ɐnɯǝs ɐʞǝɹǝɯ dɐʞɓuɐuǝɯ uɐʞɐ ɐʎɐs ılɐʞ 'ıɓɐl ʇıʞıpǝs nʇʞɐʍ ɐʎɐs uɐʞıɹǝq ʞɐԀ"


Canthi mulai gelisah karena posisinya berada di ujung tanduk jika komandan Nidaz tidak senang dengan hasil kerjanya.


"¿nʞuɐdɐpɐɥ ıp ɐpuɐɔɹǝq ɓuɐpǝs nɐʞ ɐd∀ ˙lɐɓɐɓ nɯıɹıp uɐʞqɐqǝʎuǝɯ ɓuɐʎ nɯlıɓɓuɐɯǝɯ ɐuǝɹɐʞ nʞuɐɥɐlɐsǝʞ ıuı ɐʍɥɐq ɥılɐpɹǝq nɐʞ ıɓɐlɐd∀ ˙ɐʎuuɐʞıɐsǝlǝʎuǝɯ ɯnlǝq nɐʞ ɐʍɥɐq nʞɐpɐdǝʞ ɓuɐlıq nɐʞ uɐp nɓɓuıɯǝs ıɹɐp ɥıqǝl ɥɐpnS ¿uɐʞnʞɐl nɐʞ ɓuɐʎ ɐdɐ ıdɐʇ 'ɐɹǝɓǝs uɐɓuǝp ıuı ısıɯ uɐʞıɐsǝlǝʎuǝɯ ʞnʇun nɯɐpɐdǝʞ ɓuɐlıq ɥɐpns nʞ∀ ˙˙˙ıɥʇuɐƆ"


Mendengar perkataan dan nada suara komandan Nidaz... dapat dipastikan bahwa saat ini dia mulai marah dan telah kecewa dengan sikap Canthi.


Canthi sendiri mulai gelisah dan gemetar karena dia tahu apa yang akan terjadi jika komandan Nidaz sudah benar-benar marah kepadanya.


Karena itu dia berpikir keras untuk menemukan cara agar bisa meredakan amarahnya.


"˙ıuı ısıɯ uɐʞıɐsǝlǝʎuǝɯ ʞnʇun ıɓɐl ıɹɐɥ ⇂ nʇʞɐʍ ɥnʇnq ɐʎuɐɥ ɐʎɐs uɐʞnq ɥɐ Ɛ ˙˙˙ıɓɐl ʇıʞıpǝs nʇʞɐʍ uɐʞıɹǝqɯǝɯ ɐpuɐ uıɓuı ɐʎuɐɥ ɐʎɐs 'ɐpuɐ uɐʞɥɐlɐʎuǝɯ ʞnʇun pnsʞɐɯɹǝq ʞɐpıʇ ɐʎɐs ıdɐʇ ɟɐɐɯ uɐpuɐɯoʞ ˙˙˙ɯɯ∩"


Canthi mencoba untuk merayu dan meminta kepada Nidaz untuk memberikannya waktu sedikit lagi tapi semakin dia berbicara maka semakin raut wajah Nidaz menjadi marah.


"¿¡ɓuɐɹɐʞǝs ıuıs ıp ɥnunqɯǝɯ ʞɐpıʇ ʞnʇun uɐsɐlɐ ɐʎund ɥısɐɯ nʞɐ ɐdɐ 'ıɥʇuɐƆ nʞɐpɐd uɐʞɐʇɐ⋊ ¡ılɐqɯǝʞ ɐʎuʇnqǝɹǝɯ ʞnʇun lɐɓɐɓ ɐɓnɾ nɐʞ ɓuɐɹɐʞǝs uɐp ɐʇıʞ uɐʍɐlǝɯ ɓunɹɐʇɹǝq ʞnʇun ıɓolouʞǝʇ uɐʞʇɐdɐpuǝɯ ɹɐɥʇƎ ɐısnuɐɯ ʇɐnqɯǝɯ ǝɹoƆ ıɐʞɐɯǝɯ ɥısɐɯ ɓuɐʎ dnpıɥ ʇɐʎɐɯ uɐʞɓuɐlıɥɓuǝɯ nɐʞ nlɐl 'unɓuɐq ɐʇıʞ ɐɯɐl ɥɐpns ɓuɐʎ ɓuɐqɹǝɓ uɐɓuɐlıɥǝʞ ɐʇıʞ uɐʞqɐqǝʎuǝɯ ɓuɐʎ uɐsɐʍɐɓuǝd ɐduɐʇ nɯɐɯɐʇn ısıɯ uɐʞlɐɓɓuıuǝɯ ɯɐlɐp ıɐlɐl ıɹɐp ıɐlnW ¡ıuı ɹıɥʞɐ-ɹıɥʞɐ uɐɥɐlɐsǝʞ ʞɐʎuɐq uɐʞnʞɐlǝɯ ɥɐpns nɐ⋊ ¡ıɥʇuɐƆ nɯʇnlnɯ dnʇn⊥ ¡dnʞnƆ"


Nidaz berteriak dan memaki-maki Canthi dan setiap dia menjelaskan kesalahan Canthi... amarah semakin memuncak membuat seisi ruangan serasa sesak seperti ada sebuah kekuatan transparan yang meremas seluruh tubuhmu.


"˙˙˙ıɓɐl uɐʇɐdɯǝsǝʞ nʇɐs nʞɐ ıɹǝq ɓuoloʇ nʞɐ uɐʞɟɐɐɯ-ɐɯ uɐpuɐɯoʞ-o⋊"


Canthi berusaha untuk berbicara dengan susah payah karena seluruh tubuhnya serasa seperti ditimpa oleh gunung besar.


"˙uɐɹɐs ɥɐnqǝs ɐpɐ nʞɐ ıdɐʇ nɓɓuɐɓɓuǝɯ ɟɐɐɯ uɐpuɐɯo⋊"


Pada saat suasana semakin memanas, Leon mulai angkat bicara. Dia sendiri juga merasakan tekanan di tubuhnya tapi tidak separah yang dirasakan oleh Canthi.


"¿uoǝ˥ nɯuɐɹɐs ɐd∀" tanya Nidaz


"¿ɐʎuɯnʞnɥɓuǝɯ ɐpuɐ ɯnlǝqǝs nɹɐq ɓuɐqɹǝɓ ʇɐnqɯǝɯ ʞnʇun ɐıp uɐʞɹɐıqɯǝɯ ʞɐpıʇ ɐpuɐ ɐdɐuǝʞ 'ıɥʇuɐƆ ɯnʞnɥɓuǝɯ ʞnʇun sɐd ɓuɐʎ nʇʞɐʍ ɥɐluɐʞnq ıuı ɹıʞıd nʞɐ nʇı ɐuǝɹɐ⋊ ˙ɐʇıʞ ɐɯɐʇn uɐʞnsɐd ıʇɐʍǝlıp ʞnʇun ɹɐsǝq dnʞnɔ ɓuɐʎ ɹɐolƎ ǝʞ nɾnuǝɯ ɓuɐqɹǝɓ ʇɐnqɯǝɯ ʇɐdɐp ɓuɐʎ ıɥʇuɐƆ ɐʎuɐɥ ɹɐɥʇƎ ıp ɐpɐɹǝq ɓuɐʎ uɐuʇǝl ɐnɯǝs ıɹɐp uɐpuɐɯo⋊"


Apa yang baru saja di katakan Leon membuat Canthi gembira(meskipun itu tidak terlihat di wajahnya karena dia berupa tengkorak) sampai-sampai dia ingin memeluk Leon.


Sang komandan sendiri duduk terdiam dan memikirkan apa yang baru di sarankan oleh Leon.


Setelah menentukan pendapatnya, akhirnya Nidaz melepaskan tekanan di seluruh ruangan dan memberikan perintah kepada Canthi.


"˙ıɓɐl ɐʎuuıɐl uɐʇɐdɯǝsǝʞ ɐpɐ uɐʞɐ ʞɐpıʇ ɐʞɐɯ ıɓɐl lɐɓɐɓ nɐʞ ɐʞıɾ ıdɐʇ nɯuɐɥɐlɐsǝʞ ɐnɯǝs uɐʞɐdnlǝɯ uɐʞɐ uıʞɓunɯ nʞɐ uɐp ɐuɹndɯǝs uɐɓuǝp uɐsnɹɐq nʞɥɐʇuıɹǝd uɐʞnʞɐ˥ ˙ɐɯɐl ɥıqǝl nɓɓunuǝɯ ɐʇıʞ lɐɹpuǝɾ ʇɐnqɯǝɯ nɐɯ ʞɐpıʇ nʞɐ ɐuǝɹɐʞ ʇɐdǝɔ uɐɓuǝp ɐʎuuɐʞıɐsǝlǝʎuǝɯ nɐʞ ɹɐɓɐ uıɓuı nʞɐ ıuı ılɐʞ uɐp ıɓɐl ɓuɐqɹǝɓ nʇɐs ʇɐnq ʇɐdǝɔ ˙˙˙nɯɐpɐdǝʞ ɹıɥʞɐɹǝʇ uɐʇɐdɯǝsǝʞ nʇɐs uɐʞıɹǝqɯǝɯ uɐʞɐ nʞɐ ıɥʇuɐƆ"


"˙nɯʞnʇun uıɐl sɐɓnʇ ɐpɐ nʞɐ uoǝ˥ nɐʞ uɐᗡ ¡nʇı ɓuɐqɹǝɓ ʇɐnq uɐp ıɓɹǝd ʇɐdǝɔ ıʇɹǝɓuǝɯ nɐʞ ɐʞıſ"


"˙ɐʞǝɹǝɯ ɥnunqɯǝɯ nɐʞ ɹɐɓɐ uıɓuı nʞɐ ʇnsɐɥıp ɐsıq ʞɐpıʇ ɐʞǝɹǝɯ ɐʞıɾ ıdɐʇ ɐʇıʞ uɐɓuǝp ɓunqɐɓɹǝq ʞnʇun ɐʞǝɹǝɯ ʇnsɐɥ ɐʎɐɥɐqɹǝq ɐʞǝɹǝɯ ɐʞıɾ uɐp ɐʞǝɹǝɯ ɐʎɐɥɐq ʇɐʞɓuıʇ uɐʞnʇuǝuǝɯ nɐʞ uıɓuı nʞɐ 'ɹɐɥʇƎ ʇıɹnɾɐɹd uɐʞɐɹǝɓɹǝd ısɐʍɐɓuǝɯ nɐʞ ɹɐɓɐ uıɓuı nʞ∀"


...……...


Tentu saja aku telah menghentikan transformasiku karena aku tidak ingin menarik perhatian banyak orang.


Saat tiba di markas aku segera berlari menuju ke lantai 2 di mana ruang kesehatan berada untuk melihat keadaan Elise.


Tapi saat sampai di ruang kesehatan, aku hanya melihat seorang dokter jaga berada di dalam dan tidak ada orang lain.


"Rudi! Apakah Elise tidak datang kemari?"


Rudi adalah salah satu dokter yang di kontrak oleh DAU untuk merawat para anggota tim MTF yang terluka dan aku telah berkenalan dengannya saat aku masih berada di tim MTF.


"Oh Kai, lama tidak berjumpa. Aku dengar kamu di pindahkan ke tim lain."


"Rudi, saat ini aku tidak ada waktu untuk berbasa-basi. Katakan apakah kamu tahu di mana Elise berada?"


"Elise? Hmm... aku baru saja masuk shift kerja dan tidak melihat ada seorang pun yang datang, jadi maaf aku tidak tahu dimana dia berada."


Mendengar jawaban dari Rudi, aku bergegas berlari keluar dan berusaha untuk menghubungi ponsel kapten Jack.


Setelah mencoba berkali-kali tetapi kapten Jack tidak mengangkat teleponnya sama sekali.


Aku menjadi khawatir dan mulai berpikiran negatif.


'Apakah mungkin kapten dan Elise telah tertangkap oleh musuh?'


Otakku benar-benar bekerja ekstra memikirkan segala kemungkinan yang dapat terjadi sampai-sampai kepalaku serasa mau pecah.


Akhirnya aku menyerah untuk berpikir dan bergegas kembali ke area parkir untuk mengambil motor dan mulai mencari keberadaan mereka.


Aku tahu apa yang aku lakukan ini gila karena aku baru saja bersusah payah kabur dari musuh dan sekarang aku ingin mencari musuh tersebut.


Tapi aku sudah bersumpah pada diriku sendiri untuk menolong setiap orang yang dapat aku tolong meskipun aku harus menghadapi bahaya.


Untungnya ada seseorang yang menghentikan diriku saat aku melewati lobby.


"Kai mau kemana kamu?"


"Carla... maaf tapi aku harus pergi sekarang dan tidak ada waktu untuk berbicara." aku menyapanya sebentar sebelum lanjut berlari lagi.


"Tunggu Kai! Kamu mencari Elise dan Jack bukan?!" Teriak Carla saat aku hampir melewati gerbang masuk.


Saat itu juga aku langsung berlari kembali ke Carla dan memegang erat kedua bahunya sebelum bertanya.


"Apa kamu tahu dimana mereka?! Cepat katakan padaku dimana mereka! Dan apakah mereka baik-baik saja?"


"Tenang Kai, mereka baik-baik saja. Saat ini mereka sedang ada di ruang kesehatan di basemen lantai 3. Mereka berada disana karena misi kalian bersifat rahasia dan tidak boleh diketahui dokter biasa."


"Lalu kenapa kapten Jack tidak mengangkat panggilan dariku?"


"Kai apa kamu lupa bahwa sinyal telepon tidak bisa masuk ke basemen lantai 3? Dan Kai tolong lepaskan cengkramanmu, bahuku sudah mulai terasa sakit."


"Ah maaf... kalau begitu aku akan segera pergi ke bawah untuk menemui mereka."


"Tunggu Kai, aku juga ikut denganmu karena ada beberapa hal yang harus kamu laporkan..."


Aku tidak menghiraukan lagi perkataan dari Carla karena aku tahu dia hanya bertugas sebagai perantara pesan ke direktur Orlando sedangkan informasi yang aku dapatkan harus langsung di dengar oleh direktur sendiri.