Armored Hero

Armored Hero
Bab 24 Tim Baru



Aku duduk di samping Elise menunggunya untuk bangun.


Aku tidak tahu sudah berapa lama aku disini, mungkin 2 jam atau lebih tapi aku tidak peduli dengan itu yang ada di pikiranku adalah keselamatan Elise.


Dan akhirnya Elise pun bangun dari tidurnya.


"Kai? Apa aku tertidur? Bagaimana dengan eksperimennya? Apakah itu berhasil?"


Yang pertama kali dia tanyakan setelah bangun adalah eksperimen itu.


Apa dia tidak bertanya-tanya kenapa dia bisa sampai disini? kenapa dia pingsan? apakah tubuhnya baik-baik saja?


Tidak, yang dia tanyakan adalah keberhasilan dari eksperimen... Elise... Dia terlalu baik.


Saat aku berkali-kali masuk rumah sakit karena serangan makhluk planet lain, aku hanya memikirkan diriku sendiri dan tidak peduli dengan korban lainnya ataupun apa konsekuensi yang aku dapatkan setelah membunuh makhluk itu.


Aku baru memikirkan semua konsekuensinya setelah kejadian di desa Upapa, aku menjadi sadar bahwa bukan hanya aku yang terluka dan orang lain juga terluka bahkan mungkin juga orang-orang yang kucintai yang akan menjadi korban.


Karena itu aku bekerjasama dengan DAU dan memberikan sebagian besar informasi yang aku dapatkan dari mimpiku, karena aku tidak ingin orang yang aku sayangi terluka.


Tetapi melihat Elise jatuh pingsan membuat hatiku sakit... apa aku mencintai Elise?


"Kai... Kai!"


Teriakan Elise membangunkan aku dari lamunanku.


"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku? Kenapa kamu hanya melamun saja?"


"…… Elise, aku ingin kamu melupakan apa yang terjadi hari ini. Aku akan memaksa profesor Mustafa untuk tidak memasukkan dirimu ke dalam projek ini. Kamu tidak perlu mengikuti eksperimen ini lagi."


"Kai, apa maksudmu? Aku memang tidak begitu paham dengan projek dan eksperimen ini tapi aku tahu kalau kamu membutuhkan diriku dan tidak ada orang lain yang bisa menggantikan aku, lalu kenapa kamu sekarang tidak ingin aku mengikuti eksperimen ini."


"Ya aku tahu itu tapi melihatmu jatuh pingsan seperti ini membuatku memikirkan kembali keputusanku."


"Kai, aku baik-baik saja tidak ada bagian tubuhku yang terluka. Aku tadi pingsan karena otakku kelebihan beban dan lagipula kamu sendiri yang bilang alat ini aman untuk digunakan."


"Elise... alat ini adalah teknologi alien yang dibuat untuk digunakan oleh makhluk hidup planet lain, aku memang mengatakan ini aman tapi mungkin ada efek samping yang tidak terlihat karena perbedaan antara kita dan mereka..."


"Lalu bagaimana dengan dirimu Kai? Kau tidak ingin aku terluka tapi kau tidak memikirkan kondisi tubuhmu sendiri."


"Aku sudah mempersiapkan diriku atas segala konsekuensi yang timbul setelah menggunakan alat ini."


"Dan kamu pikir aku tidak mempersiapkan diriku Kai? Aku sudah mempersiapkan diriku jauh hari mulai dari saat aku memutuskan untuk pindah ke MTF, aku sudah mempersiapkan diri untuk mengorbankan nyawaku."


Aku melihat mata Elise... Matanya tegas tanpa sedikitpun keraguan... Dia benar-benar telah mempersiapkan diri...


"Eli..."


*knock knock*


Sebelum aku dapat mengatakan sesuatu, ketukan terdengar dari pintu dan mengalihkan perhatian kami.


"Maaf menganggu pertengkaran antara kekasih kalian, tapi profesor dan direktur mencari kalian berdua." kata Carl berdiri di depan pintu.


"Pe-pertengkaran antara ke-kekasih... K-kami bukan kekasih... Kami cuma tema...n" kata Elise sambil memegang pipinya yang memerah.


"Ya ya terserah kalian, tapi orang lain pasti juga akan menganggap kalian kekasih jika melihat apa yang terjadi barusan. Pokoknya kalian berdua ditunggu oleh profesor dan direktur di ruangan rapat eksekutif di lantai 4." kata Carl dan kemudian pergi setelah menyampaikan pesannya


"Elise..."


"A-ada apa Kai? K-kamu tidak perlu memikirkan apa yang dikatakan peneliti tadi, kita cuma teman biasa..."


"Elise, aku minta maaf. Barusan aku telah merendahkan tekadmu." kataku membungkukkan badan di depan Elise.


"Ah..."


"Ayo kita pergi ke lantai 4 sekarang." kataku berjalan menuju ke pintu.


"Aku pikir dia akan mengatakan cinta kepadaku..." kata Elise dengan suara pelan nyaris tidak terdengar


"Hmm... Apa yang barusan kamu katakan Elise? Aku tidak begitu mendengarnya."


"Tidak ada apa-apa! Ayo kita pergi sekarang!" kata Elise loncat dari ranjangnya dan menggandeng tanganku dan lalu menyeretku pergi.


...……...


Keluar dari lantai basemen dan pergi ke lantai 4, aku tidak menyangka hari telah pagi dan jam menunjukkan pukul 7 saat aku membuka ponselku.


'Aku menyangka telah menghabiskan semalaman di kantor... Oh tidak... Ada banyak pesan masuk dari Rai... Dia pasti khawatir dan juga marah karena aku tidak pulang...'


Di dalam ruang rapat profesor Mustafa dan direktur Orlando telah duduk menunggu ditambah dengan dua orang lainnya.


"Kapten Jack dan Wakil Kapten David! Kenapa kalian ada disini?" tanyaku kaget saat melihat mereka berdua.


'Aku pikir kita akan mengadakan rapat tentang tim khusus, tapi kenapa mereka berdua ada disini? Aku bisa mengerti kalau kapten ada disini karena aku dan Elise akan pindah ke tim khusus, tapi kenapa wakil kapten David juga ikut?'


"Kai... Elise... Kalian berdua sudah datang, silahkan duduk kita akan mulai rapatnya sekarang" kata direktur Orlando memerintahkan kami berdua untuk duduk di samping kapten dan wakil kapten.


"Kalian dipanggil kemari karena aku ingin membentuk tim baru beranggotakan Jack, Kai dan Elise. Dan juga aku akan menaikkan pangkat David dari wakil kapten menjadi kapten dari tim MTF divisi 1."


Perkataan pembuka dari direktur Orlando telah menjawab pertanyaan yang muncul di pikiranku barusan.


"David, apa kamu siap menjadi kapten?"


"Siap pak!" jawab David dengan lantang


"Kalau begitu ambil surat ini dan berikan kepada kepala departemen keamanan." kata direktur Orlando memberikan selembar kertas A4 ke David.


"Sudah kamu boleh meninggalkan ruangan sekarang dan juga tolong rahasiakan pertemuan ini untuk sementara waktu."


Setelah menunggu David keluar, akhirnya direktur Orlando melanjutkan rapatnya.


"Sekarang, aku ingin mengucapkan selamat karena kalian bertiga telah berhasil berubah menggunakan alat baru buatan profesor Mustafa."


"Selanjutnya kalian bertiga akan menjadi anggota awal dari tim khusus yang dibentuk untuk melawan invasi planet lain."


*brak*


"Invasi! Pak direktur ini pertama kalinya saya mendengar tentang hal ini!" kata kapten Jack kaget setelah mendengar kalimat invasi keluar dari mulut direktur.


'Hmm... Apa aku masih harus memanggilnya kapten? David sudah menggantikannya... Tapi kita juga butuh seorang kapten untuk tim baru ini dan cuma Jack yang aku anggap cocok menjadi kapten.'


"Tenang Jack, kita juga baru mendapatkan informasi ini dari Kai." jawab direktur Orlando


'Hmm... kenapa tiba-tiba pembicaraan mengarah kepadaku?'


"Kai! Kamu tidak mengada-ada bukan!?"


"Tenang kapten, aku tidak bercanda sama sekali dan aku juga memiliki bukti untuk membuktikannya."


"Kalau begitu kita harus segera memberi tahu ini kepada pemerintah dan menyuruh mereka untuk menyebarkannya!" kata Jack kepada direktur


'Hoo... Rupanya kapten juga berpikiran sama denganku.'


Mendengar ucapan kapten Jack membuatku semakin menghormatinya sebagai seseorang.


"Hah... Kamu mengucapkan sesuatu yang sama dengan Kai... Kami sebagai DAU hanya bisa memberikan berita ini dan tidak bisa menyuruh pemerintah untuk menyebar berita ini."


"Tapi pak ini menyangkut keselamatan banyak orang!"


"Cukup Jack! Aku tidak bisa berbuat apa-apa jadi kita sudahi perdebatan ini, saat ini aku memanggil kalian untuk membicarakan tentang tim khusus dan bukan hal lainnya."


"Kalau kalian sudah mengerti profesor Mustafa akan menjelaskan selanjutnya."


"Hehehe, kalian para politisi terlalu banyak berbelit-belit dalam melakukan sesuatu karena itu aku suka menjadi seorang peneliti."


"Mustafa! Sudah langsung bahas tentang projek kita!"


"Ok ok... Kai kamu pasti bingung kenapa Jack terpilih bukan? Itu karena dialah yang mendapatkan medali tombak ini."


"Dengan begini kalian bertiga mendapatkan medali yang berbeda, medali pedang untuk Kai, medali tombak untuk Jack dan medali topi serta tongkat untuk Elise." kata profesor sambil menunjukkan gambar medali lewat projektor.


"Dengan menggunakan medali ini beserta BZ-1, kalian akan bertarung melawan para alien yang akan datang menginvasi Ethar."


"Setelah ini kalian masing-masing akan diberikan BZ-1 untuk digunakan termasuk dengan medali kalian dan aku ingin kalian membawa keduanya kemanapun kalian pergi."


"Maaf mengganggu profesor, tapi aku ingin bertanya bagaimana dengan driver tambahan yang aku katakan sebelumnya?" kataku menyela perkataan profesor.


"Ah ya, driver yang kamu inginkan sedang dalam proses pembuatan nanti kami juga akan memberikannya masing-masing kepada kalian."


"Oke profesor terima kasih penjelasannya, sekarang kalian boleh kembali dan beristirahat nanti kalian akan dipanggil lagi saat mengambil alat kalian."


"Tunggu dulu pak! Bagaimana dengan jadwal operasi kami dan juga ruangan atau departemen kami?" tanya kapten Jack


"Kalian tidak memiliki jadwal tetap, jika ada tugas kalian akan dipanggil karena itu pakailah waktu luang kalian untuk beristirahat yang banyak dan untuk ruangan serta departemen akan diatur nanti setelah kalian mendapatkan alatnya."


"Kalau tidak ada lagi yang perlu ditanyakan, cepat pulang dan beristirahatlah." kata direktur Orlando mengusir kami keluar.