
Aku diam bersembunyi di balik semak-semak, menunggu Elise mulai menembak dan mengambil perhatian tengkorak itu.
Untungnya para zombie sedang fokus dengan kapten dan yang lainnya, sehingga kami berdua tidak diganggu oleh zombie saat ini.
*ratata**dingdingding*
Bunyi peluru ditembakkan dan memantul mengenai pelindung terdengar, artinya Elise sudah memulai tugasnya.
Sekarang giliranku untuk fokus dan melihat tempat tengkorak itu membuka lubang untuk melepaskan bola apinya.
Mulanya tengkorak itu menghiraukan tembakan peluru Elise, tapi saat Elise mengganti senapannya ke kaliber yang lebih besar, tengkorak itu mulai mencari asal dari peluru itu.
'Aku tidak menyangka Elise membawa senapan kaliber besar dan dia selalu menembak pada satu titik saja! Apa mungkin Elise yang paling jago menggunakan senapan di tim?'
*boom*
'Peluncur Granat! Darimana dia mendapatkannya?'
Aku benar-benar terkejut saat Elise mulai menembakkan berbagai macam senapan dari tempatnya berlindung, perubahan Elise begitu drastis sampai aku curiga ada anggota lain yang membantunya.
Akhirnya tengkorak itu menemukan tempat persembunyian Elise dan mulai mempersiapkan bola api miliknya.
Aku mulai fokus melihat setiap gerakannya dan tidak menghiraukan sekitarku, aku takut apabila aku lengah sedikit saja, semua rencana kita akan menjadi sia-sia.
Dan aku melihatnya... saat dia akan melepaskan bola api, dia membuat lubang di depannya dan begitu bola keluar lubang itu menutup dalam waktu 2 detik.
*boom*
Bola api itu jatuh ke tempat Elise bersembunyi, karena khawatir dengan kondisinya aku mulai memanggil namanya.
"Elise! Elise! Apa kau baik-baik saja!?"
"Ya! Aku tidak apa-apa!" aku mendengar balasannya dari kejauhan, sepertinya dia berhasil menghindari bola api itu.
"Elise! Apakah kau bisa mengalihkan perhatiannya sekali lagi!? Kali ini aku akan melaksanakan rencana kita!"
"Ok Kai! Tunggu sebentar, aku akan mencari tempat persembunyian baru!"
Karena percakapan kami yang terlalu keras, tengkorak itu menyadari keberadaanku dan mulai menggunakan petirnya kepadaku.
Aku pun berlari menghindarinya dan mencoba untuk tidak terlalu menarik perhatiannya agar Elise lebih mudah untuk menarik perhatiannya, tidak lama kemudian Elise mulai menembak dan perhatian tengkorak itu pun teralihkan dariku.
Tengkorak itu tidak memerlukan waktu lama untuk menemukan Elise kali ini dan langsung mempersiapkan bola apinya.
Aku berjalan mengendap-endap mendekatinya berusaha agar dapat mencocokkan waktu saat lubang pelindungnya terbuka.
Saat lubang terbuka, aku berlari ke arah lubang itu dan mengambil granatku begitu bola api di lepaskan keluar, aku melemparkan granat itu masuk sebelum lubangnya tertutup lagi.
*boom*
3 detik kemudian granat meledak di dalam pelindung itu dan aku hanya bisa berharap kalau tengkorak itu terbunuh karena ledakan itu.
Sayangnya harapanku tidak sepenuhnya terwujud karena tengkorak itu masih hidup, untungnya pelindung di sekelilingnya hancur terkena ledakan.
Dengan segera sebelum dia dapat membuat pelindung baru aku mengayunkan pedangku menebas lehernya dan menusuk dadanya.
Karena dia sedikit berbeda dengan tengkorak sebelumnya, aku tidak mau membuat kesalahan karenanya aku memotong kepalanya dan menusuk bola energinya.
"Dengan begini dia pasti tidak bisa bangkit lagi."
Tapi tengkorak itu masih belum menghilang dan kristal yang ada di tongkatnya mulai bersinar terang.
*bang*
Elise menembakkan sebuah peluru yang mengenai kristal itu dan membuatnya hancur berkeping-keping.
Dan pada akhirnya tengkorak itu mulai menghilang menjadi asap hitam dan meninggalkan benda yang sama dengan tengkorak sebelumnya, yang berbeda adalah dia meninggalkan tongkatnya dan satu medali dengan logo topi dan tongkat.
Aku juga mencoba mengecek sekeliling melihat apakah fenomena aneh sudah berakhir dan ternyata para zombie mulai berjatuhan dan kembali menjadi jasad.
Bisa di katakan misi kali ini telah berakhir meskipun dengan pengorbanan yang besar, karena kita kehilangan satu anggota, objektif misi juga gagal dan terlebih lagi satu desa menjadi korban.
Tetapi aku merasa jika apa yang kita lakukan hari ini dapat menyelamatkan banyak nyawa. Aku tidak tahu kenapa aku merasa seperti itu, tapi saat melihat langit yang mulai menutup perasaan itu muncul dengan sendirinya.
...……...
"Kerja bagus semuanya! Terutama untukmu Kai yang telah membunuh kedua tengkorak itu."
Setelah pertempuran berakhir kapten mulai memberikan ucapan selamat kepada seluruh anggota tim karena telah menyelesaikan misi.
"Kapten, Elise yang lebih pantas mendapatkan ucapan selamat. Tanpa bantuannya aku tidak mungkin bisa dengan mudah mengalahkan tengkorak yang terakhir. Dan juga terima kasih kepada kalian yang membantu menahan zombie."
"Bagus Kai, sepertinya kamu sudah memahami cara bekerja dengan tim. Ok tim, aku punya kabar baik dan kabar buruk. Mana yang ingin kalian dengarkan dulu"
""Boo, kapten kenapa ada kabar buruk""
"Ok ok tenang semuanya. Aku akan berikan kabar baik dahulu, setelah misi ini kita akan dapat bonus besar dan liburan panjang!"
""Yeahhhh""
"Aku tahu kalian pasti senang dengan dengan kabar ini. Sekarang untuk kabar buruknya... kita masih harus tinggal di sini selama beberapa hari lagi."
""Apa! Kenapa kapten!?""
"Markas ingin kita untuk menjaga tempat ini sampai mereka dapat mengirimkan regu tambahan kemari dan itu membutuhkan waktu setidaknya 1 minggu karena itu aku harap kalian nyaman tinggal di sini."
""Boooo""
...……...
6 hari kemudian akhirnya kami kembali ke markas dan sebelum pulang ke rumah aku memanggil Elise.
"Hei Elise, apa kamu ada acara sabtu besok? Aku ingat kalau kita ada janji keluar jalan-jalan bersama, dan aku pikir mungkin kita bisa melihat film sabtu besok."
"Oh tentu Kai, aku tidak ada acara sabtu besok."
"Baguslah kalau begitu, bagaimana kalau aku jemput jam 9 di rumahmu?"
"Tentu, akan aku tunggu."
"Ok. Oh ya mau aku antar pulang? kamu tidak bawa kendaraan sendiri bukan."
"Tentu, ayo."
...……...
Saat tiba di rumah, Rai langsung menanyaiku banyak pertanyaan karena sudah lebih dari seminggu tidak pulang.
"Kakak darimana saja? Kenapa seminggu tidak pulang ke rumah? Kakak tahu tidak aku khawatir sekali apalagi aku sudah menelepon berkali-kali tapi tidak tersambung."
"Rai, aku sedang bekerja. Kantorku tiba-tiba mengadakan perjalanan keluar kota dan aku disuruh untuk mengikutinya. Tentu saja aku tidak bisa menolak karena masih pegawai baru. Dan untuk teleponmu, aku minta maaf baterai ponselku habis dan aku tidak sempat mengisinya karena ada banyak tugas saat disana."
"Perjalanan luar kota? Kakak kan cuma petugas keamanan? Kenapa di beri tugas keluar kota?"
"Ah... itu sebenarnya adalah pelatihan bagi para petugas keamanan, seperti bela diri, cara meringkus penjahat dengan mudah dan lainnya."
"Sudahlah Rai, kita lanjutkan besok lagi. Aku sekarang sangat lelah dan butuh istirahat."
Aku menyudahi perdebatan dengan Rai sebelum dia semakin curiga dengan semua kebohonganku.
'Huuh... Cepat atau lambat Rai pasti akan tahu yang sesungguhnya karena itu aku harus memberi tahu dia sendiri secepatnya'
Aku berjanji pada diriku sendiri untuk segera memberi tahu Rai yang sebenarnya tapi untuk sekarang aku butuh istirahat yang banyak.
...……...
Malam itu aku mendapatkan mimpi yang sangat buruk.