Armored Hero

Armored Hero
Bab 14 Prasasti dan Pesta



-Ruang Penelitian Prof Mustafa-


*knock**knock*


"Masuk"


"Profesor, kami menemukan sebuah prasasti baru dan kami membutuhkan bantuan anda untuk menelitinya."


"Hmm... baiklah. Di ruangan mana prasasti itu disimpan?"


"Profesor... prasasti itu masih berada di tempatnya di temukan..."


"Carl! Kenapa kamu tidak membawanya kemari!? Kau tahu prosedurnya bukan? Setiap benda yang di temukan harus di bawa kemari untuk di jaga dan di teliti!"


"Saya tahu prof tapi... prasasti itu terlalu besar untuk bisa di pindahkan..."


"Terlalu besar?"


"Ya prof, setidaknya prasasti yang terlihat memiliki tinggi 5 meter dan peneliti yang baru datang di lokasi mengatakan bahwa masih ada bagian prasasti yang tertimbun tanah. Kami juga kesulitan mendatangkan alat berat karena lokasi berada di tengah-tengah hutan."


"Baiklah kalau begitu antar aku ke lokasi."


...……...


Setibanya profesor Mustafa di lokasi, dia dikejutkan dengan pemandangan prasasti kristal yang bersinar pelangi karena membiaskan cahaya matahari.


"Oh tuhan! Carl... I...ini... ini dapat mengubah jalannya penelitian kita! Lihatlah simbol-simbol ini! Mereka terlihat seperti simbol yang kita temukan di koin emas!" kata prof Mustafa sambil berjalan mengitari prasasti dan mempelajari simbol yang tertulis di sisinya.


Saat profesor Mustafa masih terpaku mempelajari simbol di prasasti, seorang peneliti datang dan membawa laporan.


"Profesor maaf menganggu, saya membawakan laporan tentang data yang telah di kumpulkan pagi ini."


"…"


"Maaf budi... sepertinya profesor sedang fokus dengan prasasti itu. Apakah kamu bisa membacakan laporannya sehingga profesor hanya perlu mendengarnya dan tidak membacanya." kata Carl ke peneliti yang baru datang saat profesor tidak menghiraukannya.


"Baik pak. kami telah melakukan uji georadar dan mengetahui ukuran sebenarnya dari prasasti ini..."


"Hmm... ada apa? Kenapa tidak kamu lanjutkan laporanmu?" tanya Carl saat mendengar peneliti itu tidak melanjutkan laporannya.


"Umm... saya tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya dengan baik..."


"Katakan saja tidak perlu basa-basi!" bentak profesor Mustafa mulai kesal dan akhirnya mengalihkan pandangannya dari prasasti


"Umm... prasasti ini berbentuk seperti pohon dengan akar yang bercabang ke segala arah... dan diameter radius penyebaran akarnya sama dengan diameter lapangan ini.


"Apa! kau yakin dengan datamu itu!?"


"Ya prof... kita juga menemukan bahwa di bagian atas prasasti terdapat jejak potongan... jadi bisa di perkirakan bahwa masih ada bagian atas yang hilang."


"Ini gila... Carl! Cepat hubungan departemen keamanan dan departemen human & resource untuk mengamankan area ini dan mendatangkan personel untuk membuat laboratorium sementara di sini!"


...……...


-Ruang MTF Divisi 1-


Setelah memberikan laporan kepada atasan dan menyerahkan tugas ke regu keamanan, anggota MTF divisi 1 kembali ke markas untuk beristirahat setelah pertempuran panjang.


Di dalam ruangan Elise dan Mimi sedang duduk santai di sofa.


"Hei Mimi..."


"Ada apa Elise?" tanya Mimi sambil mengepang rambut Elise


"Kau tahu nomor telepon Kai?" tanya Elise sambil merangkul bantalan kursi


"Hmm... Hmm... ada apa ini kok dik Elise tanya nomor cowok? Naksir ya?" goda Mimi sambil menusuk pipi Elise dengan telunjuknya


"mmm..." jawab Elise menyembunyikan wajahnya dengan bantal


"Serius? wah ini berita besar! Aku harus ceritakan ke Tuti dan Siti."


"MIMI!"


"Ok ok aku akan berhenti bercanda. Omong-omong kenapa kamu suka Kai? Dia memang ganteng tapi kepribadiannya terlalu dingin"


"Dia sebenarnya perhatian kok, buktinya dia menolongku saat misi kemarin dan wajahnya saat bertarung sungguh keren dan juga..." jawab Elise dengan mata berkaca-kaca


"Ok stop, aku sudah paham kalau kamu benar-benar tertarik dengannya. Tunggu sebentar aku akan membantumu dekat dengannya." kata Mimi sambil mengambil teleponnya


Setelah mengakhiri panggilan teleponnya, Mimi mulai menceritakan rencananya kepada Elise.


"Elise, tadi aku sudah telepon David dan menyuruhnya untuk mengadakan pesta penyambutan untuk Kai. Nanti di pesta aku akan mengatur agar kalian duduk bersama jadi gunakan kesempatan itu untuk lebih dekat dengannya. Ok?"


"Hmm... aku akan berusaha..."


...……...


-Kai PoV-


Setelah kembali ke markas, kapten Jack langsung menarikku ke basemen untuk memulai latihan sparta-nya


Untungnya 20 menit kemudian wakil kapten David datang dan menghentikan latihan, dia mengatakan bahwa telah memesan tempat di restoran untuk acara penyambutanku bergabung dengan tim ini.


Karena kapten mengatakan bahwa tim tidak akan di panggil untuk misi selama 1-2 hari dan juga jarak ke restoran lumayan jauh maka setiap anggota menggunakan kendaraannya masing-masing kecuali aku.


Ternyata yang memanggilku adalah salah satu anggota wanita di tim kalau tidak salah namanya... Mimi. Ya benar Mimi, dia memperkenalkan dirinya sepulang dari misi tadi.


"Ada apa senior Mimi?"


"Bisakah kamu membonceng Elise? Kendaraan yang kami miliki sudah penuh"


"Oh ok tidak masalah, ada lagi yang mau ikut? mobilku masih bisa mengangkut beberapa orang lagi."


"Tidak usah semuanya sudah punya kendaraan sendiri." jawabnya sambil mendorong Elise dan berlari meninggalkannya


"Ayo senior tunggu apalagi? segera masuk" tanyaku saat melihat Elise tidak segera masuk mobil


"Oh ya maaf... aku cuma kepikiran sesuatu... oh ya kamu tidak perlu memanggilku senior lagi, umur kita hampir sama dan kamu lebih jago bertarung daripada aku."


"Aku tahu itu tadi aku cuma menggodamu sedikit karena kamu bengong saja di depan mobil."


Dalam perjalanan ke restoran Elise beberapa kali menoleh kearahku dan seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi dia selalu kembali lagi melihat ke depan dan tidak mengatakan apapun.


Aku sendiri tidak tahu harus berbicara apa, karena ini pertama kalinya aku membonceng wanita selain adikku.


Untungnya suasana canggung itu tidak berlangsung lama karena kita sudah sampai di restoran.


Pesta penyambutanku sama dengan pesta lainnya, meja di isi penuh oleh makanan dan minuman, dan orang-orang saling bertukar cerita atau memabukkan diri mereka dengan bermain game.


Aku sendiri memilih untuk tidak minum karena aku harus menyetir mobil saat pulang nanti, tapi orang yang duduk di sebelahku telah menghasilkan 3 botol bir dalam waktu singkat.


"Umm Elise... kau mungkin harus menahan diri sedikit... kamu sudah menghabiskan 3 botol." kataku menahan Elise untuk meminum botol keempatnya.


"Biarkan aku Kai… aku ini wanita yang tidak berguna *hiks* tidak bisa apa-apa *hiks*" kata Elise mulai bicara tidak jelas sambil menangis.


'Sepertinya dia tipe orang yang berubah menjadi sentimental saat mabuk' pikirku saat melihat tingkah Elise yang kupikir lucu.


Kupikirkan kembali sejak masuk restoran Elise langsung mengambil tempat duduk di sebelahku dan mengambil satu botol bir, lalu setiap satu menit dia menoleh ke arah senior Mimi sebelum kembali lagi melihat gelasnya.


Aku tidak tahu apa yang mereka pikirkan... saat aku ingin pindah tempat duduk dengan senior Mimi karena aku pikir mereka ingin duduk bersama, Elise langsung menahanku dan menyuruhku untuk duduk kembali.


...……...


*kring*


Saat hari mulai larut malam teleponku berdering, ternyata Rai mengirimkan pesan menanyakan kenapa aku masih belum pulang juga.


"Maaf semuanya! Sepertinya aku harus pulang terlebih dahulu." kataku berpamitan dengan semuanya.


"Tunggu sebentar Kai! Kalau kamu mau pulang antar Elise pulang juga, dia terlalu mabuk untuk pulang sendiri." kata senior Mimi saat melihatku akan meninggalkan meja.


"Bukannya lebih baik kalau dia diantar oleh sesama anggota wanita?"


"Ah kami bertiga ingin pergi ke tempat lain setelah ini! benar kan teman-teman?" kata senior Mimi


""Ya itu benar! karena itu tolong antar Elise pulang Kai!"" jawab kedua anggota wanita lainnya


"Hei Kai! Antar Elise pulang dengan benar, jangan bawa dia ke hotel! Ha Ha Ha!" canda Ryan salah seorang yang mendapat gelar Ranger di tim.


"Ah tentu saja aku tidak berani melakukannya, aku tidak mau di banting jatuh saat dia sadar nanti" balasku


"Hmm... ada apa kok diam semua?" tanyaku saat semua diam setelah mendengar balasanku.


"Kai, Elise sama sepertimu dia bukan berasal dari militer atau polisi sebelum bergabung dengan tim." jelas kapten Jack


"Huh!? sama sepertiku? aku pikir hanya aku seorang yang berbeda dengan kalian"


"Sebelum Elise bergabung dengan tim, dia bekerja sebagai petugas arsip di departemen human & resource di kantor kita. Tapi 3 bulan yang lalu dia ikut tes masuk MTF dan berhasil pindah ke tim kita" jawab Tuti salah seorang anggota wanita


"Karena itu Kai, jaga dia baik-baik." kata kapten Jack


"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu." jawabku sambil menggendong Elise di depanku layaknya putri.


...……...


Di dalam mobil aku mencoba membangunkan Elise untuk mengetahui alamat rumahnya, tapi dia tidur terlalu lelap sehingga apapun yang kulakukan tidak dapat membangunkannya.


'Apa aku harus masuk kembali dan bertanya ke yang lainnya?'


Pada saat aku hendak turun dan masuk ke restoran lagi, ponselku berdering kembali dan Rai menanyakan kenapa aku masih belum pulang juga.


'Ah sudahlah... aku pulang saja dan menyuruh Rai untuk membiarkan Elise tidur di kamarnya.' pikirku mulai menyetir mobil pulang ke rumah.


...……...


-Rumah Kai-


"Kak sudah jam berapa ini baru pulang!? Huh!? siapa itu yang kakak gendong? Jangan-jangan kakak menculiknya?" kata Rai menyambut kedatanganku dengan berbagai teori konspirasi


"Jangan berpikiran yang tidak-tidak, dia ini teman sekantorku. Tadi kami pesta penyambutan untukku tetapi dia terlalu banyak minum dan mabuk, karena itu aku disuruh mengantarnya pulang tapi karena tidak tahu alamat rumahnya di mana makanya aku bawa pulang kemari"


"Oh ya biarkan dia tidur bersamamu di kamarmu untuk malam ini."


"Kak, tunggu dulu! Jangan main tinggal! Ada yang masih ingin aku tanyakan!"


"Tanyakan saja besok, aku sudah mengantuk" kataku menutup pintu kamarku dan menguncinya.