Armored Hero

Armored Hero
Bab 10 Rekrutmen



-DAU PoV-


Pagi setelah kejadian di hotel xyz


*tring*


~Halo~


~Pak, prof Mustafa ingin menghubungi anda apakah harus saya sambungkan?~


~Ya sambungkan dia~


*klik*


~Halo pak direktur, ada yang ingin saya tunjukkan kepada anda. Bisakah anda turun ke departemen R&D?~


~Apa kau tidak bisa mengatakannya lewat telepon?~


~Ini penting, pak. Anda harus melihatnya langsung.~


~Baik tunggu sebentar aku akan turun ke bawah~


……


Sesampainya di kantor Mustafa.


"Ada apa Mustafa, kenapa kamu memanggilku?"


"Anda ingat apa yang terjadi setelah makhluk dari retakan mengeluarkan asap?" tanya Mustafa


"Mereka menghilang seperti tidak pernah ada disini."


"Benar dan apa yang terjadi pada pelaku di hotel?"


"Dia meninggal ditikam oleh… Tunggu dulu jasadnya tidak menghilang!"


"Bingo, jasadnya masih ada meskipun asap hitam telah keluar dari tubuhnya."


"Kenapa itu bisa terjadi? Makhluk yang datang dari retakan selalu menghilang setelah mati dan mengeluarkan asap hitam." tanya direktur Orlando


"Aku juga tidak tahu alasan yang pasti, tapi ada satu hal yang berbeda dari mereka, pelaku di hotel berwujud manusia dan asap hitam hanya menyelimuti tubuhnya sedangkan asap keluar dari dalam tubuh makhluk lainnya." jawab prof Mustafa sambil menunjukkan jasad pelaku.


"Kamu bisa lihat sendiri bahwa ciri fisik pelaku mirip dengan manusia di Ethar, namun dari pengecekan DNA pelaku dapat di pastikan bukan berasal dari Ethar." lanjut Mustafa


"Tapi hal ini tidaklah penting, aku tidak memanggilmu kemari hanya untuk menunjukkan jasad. Ini yang ingin aku tunjukkan kepadamu." ucap Prof Mustafa mengambil suatu benda dari dalam kotak.


"Ini… sabuk?" tanya direktur Orlando bingung


Ya benda yang diambil Prof Mustafa adalah sebuah sabuk dengan suatu lingkaran cekung besar di bagian depannya.


"Sabuk ini dipakai oleh pria ini dan ada suatu benda terpasang di cekungannya. Benda ini adalah sesuatu yang kita berdua ketahui." kata Prof Mustafa mengambil benda lainnya dari dalam kotak.


Benda yang diambil Prof Mustafa kali ini adalah medali, medali yang sama persis dengan yang di dapatkan oleh DAU hanya saja medal ini pecah terbagi menjadi dua bagian.


"Mustafa! apa yang kau lakukan kenapa medali penting ini pecah!" teriak Orlando saat melihat potongan medali.


"Tenang nak Orlando, potongan medali ini berasal dari sabuk yang di pakai pria ini. Medali milik kita tersimpan aman di laboratorium penelitianku."


"Tetap saja medali ini adalah artefak penting. kenapa bisa kau merusaknya"


"Aku tidak merusaknya. Ini sudah rusak sejak jasad ini tiba di laboratoriumku, aku tidak tahu apakah ini rusak saat dalam perjalanan atau memang sudah rusak dari awal."


"Tapi itu semua tidak penting, aku sudah katakan padamu bahwa sabuk inilah yang penting. Coba lihat ini." kata Mustafa sambil memasukkan potongan medali ke dalam cekungan di sabuk.


[єгг๏г]


[๓є๔คɭเ ץคภﻮ ๔เ๓ครยккคภ гยรคк]


Tiba-tiba sabuk mengeluarkan cahaya redup dan suara sebentar saja sebelum menghilang.


"Apa yang barusan terjadi? Sabuk itu menyala!"


"Menurut hipotesaku sabuk ini berfungsi sebagai alat untuk mengaktifkan atau membaca informasi di dalam medali, sedangkan medali ini adalah semacam memori penyimpanan data."


"Lalu informasi apa yang telah kau dapatkan?"


"Sayangnya medali ini rusak dan aku tidak dapat mengetahui apa-apa." jawab Mustafa menggelengkan kepalanya


"Kalau begitu coba sabuk itu dengan medali yang kita punya" perintah Orlando


"Aku sudah mencobanya tapi tetap tidak terjadi apa-apa, menurut perkiraanku seseorang harus menggunakan sabuk ini agar sesuatu dapat terjadi."


"Aku ingin meminta ijinmu untuk melakukan percobaan kepada manusia."


"Lakukan percobaan sesukamu tapi aku ingin hasil secepatnya, jika tidak aku yang akan terkena masalah jika pemerintah pusat mengetahuinya."


Organisasi DAU merupakan organisasi pemerintah tetapi begerak secara independen dan tidak dibawahi oleh instansi lain, meskipun begitu organisasi DAU tetap harus mematuhi segala hukum yang berlaku karena itu percobaan pada manusia dapat menimbulkan masalah jika diketahui oleh pemerintah.


"Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin kau laporkan, aku akan kembali ke kantorku."


"Ah satu hal lagi, bisa anda memberi tahu nama prajurit yang membunuh pria ini."


"Kenapa kamu ingin mengetahui namanya?"


"Aku hanya penasaran kenapa dia memilih memakai pisau, kebanyakan prajurit MTF memakai senapan apalagi jika lawannya memakai pedang mereka tidak mungkin mau membahayakan diri dengan bertarung jarak dekat."


"Orang yang membunuhnya adalah penduduk sipil."


"Apa!? anda tidak bercanda kan?"


"Tidak"


"Kalau begitu kenapa tidak kamu rekrut dia? Di lihat dari luka di tubuh korban, dia meninggal dengan satu kali tusukan di leher. Hanya ada dua tipe orang yang bisa melakukan ini antara dia psikopat atau memang terlatih dalam seni beladiri dan apapun tipenya dia bisa menjadi aset berharga di MTF."


"Akan aku pikirkan nanti, apakah akan merekrutnya atau tidak." jawab direktur Orlando sambil meninggalkan ruangan


...……...


Tiba di lantai 4, presiden Orlando tidak segera masuk ruangannya melainkan pergi menemui sekretarisnya terlebih dahulu.


"Clara aku ada tugas untukmu. Pergi rekrut Kai untuk masuk ke MTF, gunakan segala cara untuk memaksanya jika perlu."


"Siap pak akan segera saya laksanakan"


...……...


"Haah sepertinya keberuntunganku sudah habis" kataku melihat kaki kiriku berwarna ungu


Kemarin setelah sadar, dokter datang dan memberi tahu bahwa racun di kaki kiriku tidak dapat mereka sembuhkan.


Mereka mengatakan bahwa racun ini merupakan varian baru dan belum ada penawarnya, untuk saat ini nyawaku masih tertolong berkat obat-obatan yang menekan peredaran racun lebih jauh.


Tetapi dokter mengatakan aku harus segera memutuskan untuk mengamputasi kakiku jika tidak nyawaku yang jadi taruhan.


*knock**knock*


Suara ketukan di pintu membuatku tersadar dari lamunanku, rupanya suster Vivi datang untuk melakukan cek-up.


"Halo Vivi" sapaku


"Halo Kai, sepertinya kamu suka berada di sini belum 2 bulan keluar sudah masuk lagi" candanya mungkin mengetahui kondisiku sehingga dia mencoba menghiburku


"Hahaha ya, aku kangen denganmu soalnya kamu cantik banget sih." balasku menggodanya


"Terima kasih Kai tapi maaf aku sudah punya kekasih."


"Oh sayang sekali"


"Kai, aku dengar dari dokter kalau kamu cuma punya waktu 2 hari untuk memutuskan melakukan operasi atau tidak. Aku sarankan kamu segera melakukan operasi, kamu tidak perlu khawatir karena teknologi kaki palsu sekarang sudah canggih membuatnya seperti kaki asli." kata Vivi menyelesaikan cek-upnya.


...……...


Setelah mendengar perkataan Vivi, aku menjadi tidak bisa istirahat tenang. Kepalaku rasanya mau pecah karena di penuhi oleh berbagai macam pikiran.


Sampai seseorang datang dan memberikanku jalan keluar atas permasalahanku.


*knock**knock*


"Selamat siang pak Kai."


"Selamat siang, kamu... bukannya kamu sekretaris Carla dari DAU."


"Senang sekali pak Kai masih mengingat saya, kedatangan saya kemari karena saya ingin menawarkan pekerjaan kepada anda."


"Pekerjaan? Maaf aku tidak begitu mengerti, bisa kau jelaskan apa maksudmu?" biasanya orang-orang datang untuk menawarkan produk atau obat-obatan, baru kali ini ada yang datang menawarkan pekerjaan.


"Organisasi DAU memutuskan untuk merekrut anda menjadi bagian dari tim MTF, karena itu saya datang ke sini untuk memberitahu anda."


'MTF? dan mereka sampai mengirim sekretaris dari presiden, itu artinya ini perintah langsung dari presiden tapi kenapa mereka mencoba merekrutku?'


"Um… bisa kamu jelaskan apa itu MTF dan apa saja yang di lakukan mereka?"


"MTF adalah singkatan dari Mobile Task Force, mereka dapat dikatakan sebagai prajurit pribadi organisasi yang ditugaskan untuk melawan makhluk-makhluk alien yang muncul seperti misalnya makhluk yang anda temui di Gunung Masap."


"Kalau begitu aku menolak tawaran ini, aku sudah tidak mau lagi berurusan dengan hal-hal berbahaya. Lihat apa yang terjadi pada kakiku saat ini, memang ini terjadi karena keteledoranku tetapi ini tidak akan terjadi jika aku tidak bertindak seperti pahlawan."


"Bagaimana kalau saya bilang bahwa kami bisa menyembuhkan kaki anda jika anda menerima tawaran kami."


"Apa! Jangan bercanda kamu, para dokter top di kota ini bilang bahwa racun ini jenis baru. Bagaimana mungkin kalian bisa menyembuhkannya atau mungkin kalian yang membuat racun ini."


"Tolong jangan berspekulasi seenaknya pak Kai, kami bisa menyembuhkan karena obat ini." kata Clara mengambil botol kaca berisi cairan putih dari tasnya.


"Botol itu mirip dengan yang kutemukan tetapi warna isinya berbeda, apa kalian sudah tahu kegunaan dari benda itu?" tanyaku.


"Benar, para peneliti kami telah menemukan bahwa cairan putih ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit salah satunya dapat menghilangkan racun dari dalam tubuh."


"Dan bagaimana kalian bisa mengetahui kalau ini dapat menghilangkan racun di tubuhku?"


"Karena kami juga telah mendapatkan racun yang sama dengan yang ada di tubuh anda." jawab Clara mengambil botol kaca berisi cairan ungu dari dalam tasnya.


"Kalau begitu aku tidak perlu menerima tawaran kalian, aku hanya perlu membeli obat penawar itu dari kalian."


"Sayangnya kami tidak akan menjual obat ini, presentase kemunculan obat ini sangat kecil sehingga sampai saat ini kami hanya memiliki 2 botol."


"Karenanya kami hanya dapat memberikan anda sedikit dari obat ini jika anda bersedia bekerja kepada kami." tambahnya


"Ini pemerasan! Kalian memaksaku untuk menuruti kalian! Aku akan melaporkan kalian ke polisi!"


"Silahkan anda laporkan ke polisi, karena kami hanya menawarkan kepada anda dan tidak memaksa anda. Dan anda perlu tahu bahwa obat ini hanya di miliki oleh kami, anda tidak akan bisa menemukannya di manapun."


"Tch… Kalian ini benar-benar keterlaluan!!!"


"…"


"…"


"…"


"Haah baiklah aku menyerah, aku akan menandatangani kontrak kerja dengan kalian" kataku setelah tidak dapat memikirkan jalan keluar lain yang dapat menyembuhkanku


"Saya senang anda akhirnya setuju untuk bekerja kepada kami. Silahkan membaca kontrak ini dan menandatanganinya jika anda setuju." kata Clara memberikanku beberapa lembar dokumen.


"Kenapa di kontrak ini tidak disebutkan masa kerjanya? dan juga tidak ada berapa besar gaji yang diterima?"


"Masa kerja tidak ditentukan karena anda dapat mengundurkan diri kapanpun, tapi anda harus bekerja minimal 2 tahun sebelumnya dan harus menandatangani surat perjanjian tidak membongkar rahasia organisasi." kata Clara sambil menunjukkan bagian masa kerja pada dokumen.


"Untuk gaji/upah dapat di lihat di halaman 4, disana tertulis bahwa gaji/upah berkisar antara 10-50 juta tergantung dengan besarnya bahaya dari misi yang di hadapi. Anda akan dibayar setiap akhir misi dan jika anda gugur saat melaksanakan misi, keluarga anda akan mendapatkan asuransi sebesar 1 milliar"


"Bagaimana apakah anda memiliki pertanyaan lain?"


"Tidak ada, ini aku sudah menandatangani kontraknya." kataku memberikan dokumen itu kembali kepada Clara


"Sekarang cepat berikan botol itu kepadaku."


"Tenang pak Kai, anda cukup hanya meminum satu sendok" kata Clara memberikanku satu sendok penuh obat itu.


Begitu obat itu masuk ke perutku, aku merasakan suatu kehangatan menyebar dari perut ke seluruh tubuhku dan warna kaki berubah dari ungu ke warna normalnya.


"A… Ajaib sekali, kakiku langsung sembuh begitu saja" kataku sambil mencoba menggerakkannya


"Pak Kai karena anda sudah sembuh, kami akan menunggu anda untuk datang ke kantor DAU besok pagi" kata Clara sambil memberikan secarik kertas berisikan alamat kantor.


"Tapi aku tidak tahu apakah aku bisa keluar dari rumah sakit hari ini atau tidak"


"Tidak perlu khawatir pak Kai, saya akan mengatur itu semua. Sampai jumpa besok di kantor." kata Clara sambil meninggalkan ruangan.


Dan benar saja perkataannya, sore itu dokter datang dan memperbolehkan aku pergi dari rumah sakit tanpa melakukan cek-up atau administrasi dokumen.


'Apa aku melakukan sesuatu yang benar? Kenapa aku merasa bahwa aku telah masuk ke organisasi aneh?' pikirku dalam perjalanan pulang ke rumah.