
Keesokan harinya pada siang hari saat kami sedang sibuk berburu, telepon kapten berdering dan ternyata pak direktur memanggil kami kembali ke markas.
Dia mengatakan bahwa ada misi baru untuk kami dan kami harus kembali ke markas dengan segera untuk mendengarkan detail dari misi tersebut.
Tanpa perlu berpikir panjang, kami segera membereskan perlengkapan dan meluncur ke markas.
...……...
30 menit kemudian kami sampai di markas dan langsung menuju ruangan pak direktur untuk mendengarkan detail dari misi.
Seperti biasa 3 orang telah berada di dalam ruangan, direktur Orlando, sekretarisnya Carla dan profesor Mustafa.
Setelah mengetahui kedatangan kami, direktur Orlando segera menjelaskan tentang misinya tanpa basa-basi.
"Oke bagus kalian sudah datang, sekarang aku akan menjelaskan tentang misi kalian. Pagi ini profesor Mustafa dan timnya mendeteksi gelombang energi abnormal yang besar muncul dari arah lokasi markas lama kita. Kemungkinan asal dari energi ini adalah musuh yang kalian lawan waktu itu, untuk saat ini tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan melakukan sesuatu. Tapi ini juga bisa menjadi jebakan untuk kalian bertiga karena itu keputusan apakah kalian akan pergi ke sana atau tidak berada di tangan kalian."
Mendengar detail misi dari direktur Orlando, aku merasa senang dan semangatku bergejolak.
Perburuan yang kami lakukan selama seminggu ini merupakan persiapan untuk mengalahkan mereka dan kami telah menyelesaikan persiapan kami.
Semua medali milik kami telah dalam kondisi prima, mana yang tersimpan di dalamnya telah mencapai puncaknya setelah mengalahkan ratusan monster.
Kami memang masih belum meng-evolusi medali kami karena keterbatasan bahan-bahan untuk melakukannya tapi aku rasa medali kami sudah cukup untuk mengalahkan salah satu dari mereka jika kami bertiga bekerja bersama-sama.
Karena itu aku sedikit kesusahan karena tidak bisa menemukan keberadaan mereka sama sekali setelah pertempuran waktu itu dan siapa sangka mereka yang muncul dengan sendirinya.
Tidak, kalau di ingat-ingat merekalah yang mencari kita waktu itu dan juga berniat untuk membunuh kita. Karena itu mungkin ini bukanlah kebetulan jika mereka muncul lagi di tempat yang sama.
Berarti ini jebakan!
Apa lebih baik kita tidak datang kesana?
Tapi jika kita selalu kabur saat musuh kuat datang maka kita tidak akan bisa berkembang!
Saat aku sedang gelisah memikirkan langkah yang tepat, aku merasakan seseorang menepuk pundakku.
Ketika aku menoleh aku melihat kapten memasang wajah seakan mengatakan, 'Jangan khawatir kita bertiga pasti bisa melakukannya!'
Aku juga menoleh ke arah Elise dan melihatnya memasang wajah yang sama.
Aku merasa bahagia di berkati oleh teman-teman seperjuangan seperti mereka.
Karena itu aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan mereka!
Aku akan memastikan bahwa tim kita menjadi lebih kuat sehingga dapat mengalahkan seluruh musuh kita!
Akhirnya setelah menetapkan keputusan, aku mengatakannya dengan lantang kepada direktur Orlando.
"Kami akan pergi kesana meskipun ini adalah sebuah jebakan tapi kami yakin bahwa kami bertiga dapat mengalahkan mereka!"
"Tentu saja kami memiliki rencana tapi sayangnya aku tidak akan memberitahukannya kepada kalian." jawabku dan lalu pergi dari ruangan.
Elise langsung mengikutiku sedangkan kapten tinggal sebentar untuk meminta maaf dan berpamitan sebelum pergi mengikutiku.
Tiga orang ditinggalkan di dalam ruangan dengan ekspresi tidak percaya akan perlakuanku barusan.
"Pak direktur, kita harus menindak tegas Kai! Perlakuannya barusan benar-benar tidak menghormati anda sebagai pimpinan organisasi!" kata Carla dengan nada tinggi.
Jika aku masih berada di dalam ruangan, aku pasti terkejut mendengar perkataannya karena ini pertama kalinya aku mendengar Carla marah.
"Hmm... ya kelakuan Kai memang tidak bisa dimaafkan tapi sayangnya aku tidak bisa memberikannya hukuman yang berat karena kita masih memerlukan dia." kata direktur Orlando sambil berpose layaknya Gendo Ikari.
"Tapi pak kita sudah memiliki prasasti bernama Monolith of the Beginning, di dalamnya tertulis banyak informasi mengenai teknologi planet lain. Kita sudah tidak memerlukan informasi dari Kai, apalagi setelah melihat tingkahnya akhir-akhir ini."
"Aku tahu maksudmu Carla tapi... Hmm... Bagaimana cara menjelaskannya ya? Ah sudahlah! Mustafa, kamu saja yang menjelaskan." kata direktur Orlando mengalihkan pembicaraan ke profesor Mustafa.
"Haah... Carla, memang benar kita sudah mendapatkan banyak informasi dari prasasti tapi sayangnya kita hanya bisa membaca sebagian kecil dari tulisan yang terpahat di sisi prasasti. Sisanya tertulis dalam bahasa yang tidak tercantum di dalam kamus yang di berikan oleh Kai."
"Apa! Kalau begitu dia masih menyimpan banyak rahasia dari kita?"
"Itu adalah salah satu kemungkinannya, kemungkinan lain adalah Kai juga tidak tahu cara membaca tulisan tersebut."
"Jadi karena itu pak direktur masih mentolerir kelakuan Kai?" kata Carla akhirnya paham dengan keputusan direktur Orlando.
"Ya karena itulah aku membiarkan Kai bertindak semaunya tentu saja selama dia melakukan tugasnya dengan baik, aku tidak akan mempersoalkan tentang kelakuannya... toh nanti aku juga akan mendapatkan rahasia yang disimpan olehnya cepat atau lambat."
...……...
Aku tidak mengatakan rencanaku kepada pak direktur bukan hanya karena aku tidak mau mengatakannya tetapi karena aku tidak memiliki rencana apapun.
Rencanaku hanyalah datang kesana dan bertarung dengan Canthi atau Leon atau mungkin keduanya sekaligus, memang terdengar ceroboh dan bodoh tapi aku yakin 2 minggu terakhir yang kita isi dengan berburu monster telah membuat kita lebih kuat dari sebelumnya.
Tentu saja aku memiliki senjata rahasia jika saja kita masih kesulitan untuk mengalahkan mereka.
Senjata itu adalah koin elemen yang telah berhasil di buat oleh Elise, selama 2 minggu terakhir selain berburu bersama kami... Elise juga meluangkan waktunya untuk mengubah koin emas menjadi koin elemen.
Koin elemen ini digunakan untuk memberikan kekuatan tambahan kepada kami melalui bantuan alat yang disebut driver.
Sejak pertama kali aku mengetahui bahwa Elise mendapatkan medali penyihir, aku tahu bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat koin elemen.
Sayangnya Elise baru saja selesai membuat satu koin elemen beberapa hari yang lalu... jika saja kita mempunyai koin elemen saat pertama kali bertemu dengan kedua orang itu mungkin kita tidak harus kalah dan kabur layaknya pecundang.
Karena itu dalam pertarungan kali ini kita harus dapat mengalahkan mereka, walaupun kita hanya dapat mengalahkan salah satu dari mereka yang terpenting adalah kita mengetahui bahwa manusia Ethar dapat mengalahkan pasukan dari planet lain.
Dengan semangat yang membara dan kepercayaan diri yang tinggi, kami bertiga berangkat menuju ke lokasi gedung lama organisasi DAU untuk sekali lagi bertarung dengan letnan pasukan iblis.