Armored Hero

Armored Hero
Bab 23 Alat Transformasi Baru



Saat tiba di kantor, aku segera mengajak Elise untuk naik elevator dan turun ke basemen lantai 3.


"Kai, tunggu dulu! Kita pergi ke basemen lantai 3? Lantai itu ditutup untuk semuanya dan hanya anggota departemen R&D serta beberapa orang yang bisa mengaksesnya. Kita bisa dihukum jika ketahuan turun ke sana!" kata Elise begitu dia melihatku menekan tombol basemen lantai 3


"Tenang Elise, tujuan kita memang departemen R&D."


"Tetap saja kita tidak bisa langsung kesana, kita harus mendapatkan persetujuan dan kartu akses terlebih dahulu."


"Aku sudah mendapatkan persetujuan dan kartu akses itu" jawabku menunjukkan kartu berwarna hitam ke Elise.


"Jadi kapan kamu mau mengatakan kepadaku kenapa kamu mengajakku kemari."


"..."


"Kai... apakah ini rahasia yang sulit untuk dikatakan?"


"Tidak, hanya saja aku bingung bagaimana memulainya."


Setelah memikirkan cara untuk mengatakan isi mimpiku seringkas mungkin kepada Elise, aku pun memulai menceritakannya kepadanya.


"Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan sebuah mimpi, disana aku..."


"...dan itulah isi mimpiku. Hmm... Elise, kenapa kamu menangis?"


"Kai... kamu pasti sangat syok dan kebingungan setelah melihat mimpi itu tapi kamu begitu kuat dan berani menghadapi semua informasi yang kamu dapatkan, kalau itu aku yang mendapatkan mimpi itu mungkin sampai sekarang aku masih bersembunyi di dalam kamarku dan takut menghadapi apa yang akan terjadi."


Setelah mengatakan itu semua Elise kemudian memelukku erat.


"Elise..."


"Kai, mengetahui apa yang akan terjadi pasti membuatmu sangat khawatir tapi tenanglah kami semua anggota tim pasti bisa membantumu."


"Terima kasih Elise. Kita sudah sampai jadi tolong lepaskan pelukanmu."


"Ah... Maaf."


"Tidak apa-apa, ayo ikuti aku jangan sampai kamu tertinggal karena nanti bisa repot."


Turun dari lift, di depan kami terdapat pintu lapis baja setebal 1 meter yang hanya bisa di buka dengan menggunakan kartu akses khusus dan biometrik pengguna.


Setelah membuka pintu, aku memandu Elise menuju ke ruangan prof Mustafa.


"Wow... Kai ini pertama kalinya aku disini dan kenapa semuanya yang ada disini tampak begitu putih..."


"Aku tahu itu membuatmu tidak nyaman bukan? Saat pertama kali ke sini aku juga tidak begitu nyaman dengan seluruh warna putih ini."


Kami berjalan melewati koridor demi koridor hingga sampai di depan pintu ruangan profesor.


"Kita sudah sampai." aku berkata pada Elise


*knock knock*


Aku mengetuk pintu dan menunggu balasan untuk beberapa saat tetapi tidak ada yang menjawab, akhirnya aku mengetuknya sekali lagi sebelum mendapatkan jawaban.


"Masuklah, pintu tidak dikunci."


Memasuki ruangan, kami disuguhi pemandangan kabel dan perangkat elektronik berserakan di lantai dan meja seperti sebuah badai datang melanda ruangan ini.


"Profesor, aku pikir anda butuh seseorang untuk merapikan semua ini."


"Hah! Kamu sama saja seperti Carl, semua yang ada disini aku perlukan untuk eksperimenku dan jika dirapikan itu hanya akan mempersulit aku dalam menemukannya." kata prof Mustafa berjalan keluar dari balik tumpukan perangkat di meja.


"Sudah jangan banyak bicara Kai cepat ikut aku, aku ingin kamu segera mencobanya." kata prof Mustafa memandu kami menuju ke ruangan yang lebih besar.


Di tengah ruangan besar terdapat meja besar dengan berbagai kabel menjulur darinya... tidak kabel-kabel itu menjulur dari benda di atas meja itu.


"Kai, aku persembahkan kepadamu BZ-1 singkatan dari Baju Zirah Mark 1. Ini adalah alat transformasi yang aku kembangkan setelah mendapatkan buku kamus terjemahan darimu, tanpa kamusmu kita mungkin harus menunggu beberapa tahun agar bisa membaca apa yang tertulis di prasasti kristal itu."


Ya, salah satu benda yang aku berikan ke DAU adalah buku kamus bahasa Eloar. Setelah melihat seluruh kehidupan Alberto sedari dia kecil sampai mati, aku bisa mengatakan bahwa aku mengetahui bahasa Eloar lebih baik daripada bahasa asing di planetku sendiri.


"Dan juga aku harus berterima kasih kepadamu karena telah memberikan letak pasti cetak biru sabuk transformasi pada prasasti kristal itu karena itu kita dapat mempercepat proses pembuatan BZ-1."


"Profesor, prasasti itu bernama Monolith of the Beginning. Batu itu ditulis oleh para elf untuk mencatat sejarah mereka."


"Ya ya, aku tahu tapi aku lebih suka memangilnya prasasti kristal. Tetapi Kai kenapa cetak biru di prasasti itu berbeda dengan sabuk yang kita dapatkan?"


"Sabuk itu berasal dari kerajaan Sulu dan mereka membuatnya saat kondisi perang sedang memuncak. Mereka membuat sabuk itu agar bisa digunakan oleh banyak orang dengan memberikan sebuah mode baru tetapi efek sampingnya begitu besar seperti yang pernah anda lihat."


"Lalu cetak biru ini lebih aman begitu maksudmu?" tanya profesor Mustafa


"Ya, cetak biru ini lebih aman tetapi hanya bisa digunakan oleh orang tertentu."


"Kalau begitu cepat kamu coba alat ini, aku ingin melihat perbedaannya dengan sabuk itu." kata profesor Mustafa mengambil alat itu dan memberikannya padaku.


BZ-1 berbentuk seperti pelindung badan yang digunakan oleh anggota MTF, tetapi di tengah bagian dada terdapat cekungan untuk menempatkan medali membuatnya mirip seperti...


"Kenapa alat itu mirip bagian dada kostum Ir*nM*n." kata Elise setelah melihatnya.


"Elise, jangan dibahas nanti kita bisa kena copyright."


"Kai, siapa wanita ini?"


"Profesor apa anda sudah mulai pikun? Aku sudah memberitahu anda, dia adalah Elise wanita yang mendapatkan medali terakhir."


"Ah! Aku ingat sekarang, kalau begitu Elise. Aku ingin kamu mencoba alat ini setelah Kai. Tunggu dulu sebentar aku akan menyuruh asistenku untuk mengambil medali yang lain." kata profesor mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan ke asistennya.


"Ok, aku sudah memberitahu Carl. Sekarang mulai eksperimennya Kai, medali milikmu ada di meja itu."


Aku segera memakai BZ-1 dan mengambil medaliku.


"Bagaimana apa kamu merasa tidak nyaman?" tanya profesor


"Sebaliknya, aku malah penasaran kenapa baju zirah ini nyaman di pakai?"


"Hehehe, BZ-1 dibuat dengan menggunakan logam baru yang dikembangkan di laboratorium ini. Logam itu memiliki karakteristik kuat dan lentur sehingga mudah dibentuk dan nyaman dipakai."


"Ok ok profesor, kita tunda penjelasannya. Sekarang katakan padaku apakah aku hanya harus menaruh medali ini ke tempatnya di tengah atau aku harus berpose dan meneriakkan sesuatu sebelum memasukkan medali ini."


"Oh! Aku mengerti! Kamu bicara tentang K*m*n R*d*r!" balas Elise mengetahui tentang referensi yang aku berikan.


"Terima kasih Elise. Tapi tolong lupakan ini, aku tidak mau terkena copyright."


Setelah mempersiapkan diri, aku memasukkan medali ke tengah baju zirah dan dia mulai menyala.


*Tring*


[Medali Swordman Terdeteksi]


[Pengguna Kompatibel]


[Memulai Transformasi]


Kalimat demi kalimat dilontarkan oleh baju zirah ini sebelum akhirnya aku diselimuti oleh cahaya.


Aku merasa ada bagian baju zirah baru yang muncul dan menempel ke tubuhku membentuk baju zirah sempurna.


5 detik kemudian cahaya hilang dan aku merasakan penglihatanku berbeda, ada sebuah helm yang menutupi seluruh kepalaku anehnya aku bisa melihat dengan lebih jelas bahkan aku bisa melihat semut kecil di seberang ruangan.


"Wow!"


Aku bisa merasakan kekuatan baru mengalir di tubuhku, kekuatan yang sama dengan saat aku menggunakan pedang milik Alberto hanya saja kekuatan ini lebih kuat dan...


"Ahhh!"


Aku jatuh ke lantai memegang kepalaku karena rasa sakit yang tidak tertahankan.


Berbagai macam pengetahuan tentang ilmu berpedang dan lainnya tiba-tiba masuk memenuhi kepalaku, aku merasa seperti komputer yang di kirimi informasi dari flashdisk.


"Kai... apa yang... tidak apa-apa..."


Aku mendengar suara Elise di sebelahku tetapi kepalaku terlalu sakit untuk dapat mendengar apa yang dia katakan.


Lima menit kemudian akhirnya rasa sakitku mulai mereda dan aku dapat berdiri kembali.


"Kai, apa yang terjadi? Kamu tidak apa-apa?" tanya Elise khawatir.


Aku dapat melihat bahwa mata Elise memerah sepertinya dia akan menangis melihat kondisiku.


"Aku tidak apa-apa, hanya kaget dan sakit kepala karena informasi yang tiba-tiba masuk ke kepalaku."


"Informasi? Ceritakan lebih detail kepadaku Kai." kata profesor Mustafa


Aku mulai menceritakan semua yang aku rasakan mulai dari saat pertama berubah hingga sekarang.


"Hahaha! Teoriku benar! Medali itu menyimpan informasi dan alat itu memberikannya kepada pengguna. Kai, katakan padaku apakah kamu bisa menggunakan semua pengetahuan yang baru kamu dapatkan?"


"Hmm... Aku belum mencobanya tapi aku merasa bahwa aku dapat menggunakannya dengan mudah."


Ada berbagai teknik dan jurus yang masuk ke otakku dan semuanya tidak seperti yang pernah aku ketahui di Ethar, tetapi aku merasa bahwa aku telah menggunakan teknik dan jurus ini seumur hidupku.


Ini benar-benar perasaan yang aneh dan aku masih belum bisa terbiasa dengan keanehan yang datang dari planet lain ini.


*knock knock*


"Maaf profesor membuatmu menunggu lama, aku harus mengisi formulir dulu sebelum dapat mengambil medalinya."


"Oh Carl, terima kasih sudah membawakannya kemari. Kai, cepat lepas baju zirah itu biarkan Elise untuk mencobanya sekarang."


[Transformasi Berakhir]


Aku melepaskan baju zirah itu dan memberikannya kepada Elise.


"Hei Kai, tolong foto aku nanti setelah selesai berubah. Oh jangan khawatir aku sudah memfoto perubahanmu." kata Elise memberikan ponselnya kepadaku.


Aku membuka folder galeri untuk melihat seperti apa bentukku saat berubah dan ternyata tidak berbeda dengan Ir*n M*n atau K*m*n R*d*r.


Seluruh tubuhku tertutup baju zirah bermodelkan seperti tentara kuno dengan pelindung tambahan di bagian kepala, dada, tangan dan kaki sedangkan bagian lain tertutup semacam kain karbon.


Saat aku sedang mengamati gambar dengan seksama, Elise menyelesaikan perubahannya dan dia tampak seperti gabungan antara penyihir dengan kesatria.


Bagian kepala miliknya berbentuk seperti perpaduan helm dan topi penyihir, bagian pelindung lainnya sama dengan milikku hanya saja Elise mendapatkan jubah yang membentang dari punggungnya.


"Kai, cepat foto aku sekarang." kata Elise sambil berpose di depanku.


Sebelum akhirnya dia jatuh ke lantai dan meronta kesakitan memegang kepalanya.


"Elise!" aku sontak memegang tubuhnya yang meronta kesakitan sebelum profesor Mustafa melarangku.


"Kai, tenangkan dirimu, aku juga sudah mengatakan hal yang sama kepada Elise. Saat ini dia sedang berubah dan kekuatannya melebihi manusia normal jika kamu mendekat kamu bisa terkena pukulannya."


Elise tidak berhenti meronta kesakitan selama 10 menit dan membuatku semakin khawatir.


"Profesor, kita harus menghentikan perubahannya sekarang. Ini sudah terlalu lama."


"Tenang Kai, kita tunggu sebentar lagi jika Elise masih kesakitan maka kita akan menghentikan perubahannya."


2 menit kemudian Elise akhirnya berhenti meronta kesakitan dan perubahannya terhenti dengan sendirinya... ternyata Elise telah pingsan karena tidak tahan dengan rasa sakitnya.


"Profesor! Lihat apa yang terjadi! Jika kita segera menghentikannya ini tidak akan terjadi!" aku menarik kerah jasnya karena begitu marah dengan apa yang terjadi.


"Kai, kamu bisa memukulku nanti tapi sekarang kita harus memeriksa keadaan Elise. Carl, cepat panggil paramedik kemari."


Elise akhirnya di bawa oleh paramedik menuju ke unit kesehatan departemen R&D.


"Kai, kita sudah melakukan diagnosis dan hasilnya Elise hanya pingsan biasa dan tubuhnya tidak terluka sedikitpun. Biarkan dia beristirahat sebentar disini." kata profesor Mustafa


"Kalau begitu aku akan menunggu disini sampai dia sadar."


"Baiklah Kai, kalau ada apa-apa tekan tombol disana nanti akan ada dokter yang datang. Aku akan kembali ke ruanganku terlebih dahulu."


Setelah profesor Mustafa keluar ruangan, aku hanya bisa duduk terdiam melihat Elise tidur di ranjang.


"Haah... Aku seharusnya tidak membawa dia kemari... Cukup hanya aku saja yang mengemban beban ini, aku tidak ingin orang lain terluka..."