
Tiga hari setelah Kai bekerja di DAU.
-Basemen lantai 3 DAU-
Dua orang duduk bercengkrama di balik jendela kaca transparan sambil melihat seorang pria paruh baya duduk terikat di kursi besi.
"Jadi kau sudah mendapatkan subjek untuk tes eksperimenmu Mustafa."
"Iya, aku baru mendapatkannya dari penjara kota tadi pagi."
"Apa!? Penjara kota!? Mustafa kau tahu kalau tes pada manusia itu ilegal menurut hukum, kenapa kau malah meminta subjek tes dari penjara kota. Apa kamu mau melihat aku di penjara?"
"Tenang nak Orlando, aku sudah mengurus semua berkas-berkasnya bahkan aku sudah memberi tahu pemerintah pusat tentang eksperimen ini."
"Berarti mereka menyetujui eksperimen ini?"
"Ya, mereka menyetujuinya dengan syarat harus ada inspektur dari kementerian pertahanan pusat yang melihat jalannya eksperimen ini."
"Lalu dimana inspektur ini?"
"Sepertinya dia masih belum datang, kita tunggu saja mungkin dia terjebak macet."
30 menit setelah menunggu akhirnya terdengar suara ketukan dari pintu dan masuklah pria paruh baya dengan perut buncit berpakaian setelan jas hitam rapi.
"Maafkan saya karena terlambat dan membuat kalian menunggu lama, perkenalkan nama saya Salvo dari kementerian pertahanan. Hari ini saya ditugaskan untuk mengawasi jalannya eksperimen ini, mohon bantuannya jika nanti ada yang saya tidak mengerti."
"Baiklah Mustafa segera mulai eksperimennya."
"Eksperimen hari ini bertujuan untuk mengetahui reaksi dari artefak sabuk saat dipakai oleh manusia dan di pasangkan medali." kata prof Mustafa mengawali eksperimen.
"Subjek tes kali ini adalah pembunuh berantai yang telah menghabisi tiga nyawa, ketiganya adalah istri pelaku dan dua orang anak mereka.
Pelaku telah di jatuhi hukuman penjara seumur hidup tetapi karena telah berulang kali melukai sesama narapidana pada saat di penjara, hakim pengadilan memutuskan untuk mengganti hukumannya dengan hukuman mati."
"Nah tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai eksperimen ini."
*beep*
~Carl, mulai eksperimennya sekarang.~ kata prof Mustafa lewat mikrofon yang tersambung ke speaker di ruangan sebelah
...……...
-Di ruangan sebelah-
5 menit sebelum eksperimen di mulai.
"Hei kau bedebah cepat lepaskan borgol ini dariku jika tidak akan aku bunuh kau!" bentak subjek tes.
"Hei jangan hiraukan aku! Aku tidak main-main, aku sudah membunuh banyak orang! Hahaha!"
"Asisten profesor Carl, haruskah kita suntik dia dengan obat penenang agar tidak terus berulah seperti ini." tanya salah seorang peneliti
"Tidak, kita harus membatasi pemberian obat untuk mengurangi tingkat kegagalan eksperimen."
*beep*
~Carl, mulai eksperimennya sekarang.~ pada saat itu terdengar suara prof Mustafa dari speaker ruangan
*beep*
"Ok semuanya, kalian sudah dengar perintah dari profesor. Segera ke posisi kalian masing-masing eksperimen akan kita mulai."
"Rita ambil sabuk itu dari brankas dan pasangkan ke pinggang subjek" perintah Carl
"Baik pak"
"Hei! Hei hei! Apa yang ingin kalian lakukan padaku!? Cepat lepaskan benda ini atau aku bunuh kalian!" bentak subjek tes saat sabuk di pasangkan di pinggangnya.
[к๏๓קคՇเ๒เɭเՇคร ๔єภﻮคภ קєภﻮﻮยภค 40%]
"Pak, sabuk menyala dan mengeluarkan suara aneh!" teriak salah seorang peneliti saat sabuk berhasil di pasang
"Tidak masalah, kita lanjutkan eksperimennya. Lucas mulai rekaman videonya!"
"Rekaman video telah di mulai pak"
"Eksperimen H-000 di mulai!" teriak Carl sambil memasukkan medali berlogo pedang ke dalam sabuk
[๓є๔คɭเ รฬ๏г๔๓คภ Շєг๔єՇєкรเ]
[к๏๓קคՇเ๒เɭเՇคร Շєгɭคɭย гєภ๔คђ ๒єгקเภ๔คђ кє ๓๏๔є קєгย๒คђคภ ๓เภเ๓คɭ]
[ɭคภןยՇ кє ๓๏๔є ๓เภเ๓คɭ, ץค คՇคย Շเ๔คк]
"…"
"Pak kenapa tidak ada respon lanjutan?" tanya salah seorang peneliti saat sabuk berhenti mengeluarkan suara
"Kita coba tunggu sebentar, mungkin sabuk itu sedang membaca data."
[єгг๏г Շเ๔คк ค๔ค гєรק๏ภ Շєг๔єՇєкรเ... ๓є๓เɭเђ קเɭเђคภ ๔єŦคยɭՇ... ๓є๓ยɭคเ ๓๏๔є ๓เภเ๓คɭ]
Seketika sabuk menyala setelah 5 menit tidak mengeluarkan suara dan mulai mengeluarkan semacam kombinasi kabut dan cahaya yang secara cepat menutupi seluruh tubuh subjek tes.
"Pak, terdeteksi lonjakan energi abnormal dan itu terus meningkat."
"Aaaaaarrrrrrrgggggghhhhhhh"
"Pak, organ vital subjek tes melemah jika diteruskan dia bisa mengalami shock."
'Ada yang aneh dengan eksperimen ini!' pikir Carl setelah mendengar laporan dari berbagai peneliti
"Semuanya hentikan eksperimen sekarang, kita akan mulai ulang setelah meneliti data lebih lanjut."
"Aaaaaarrrrrrrgggggghhhhhhh..."
[รยкรєร קєгย๒คђคภ รєɭєรคเ]
Sebelum Carl dapat menghentikan eksperimen, sabuk berhenti mengeluarkan cahaya dan kabut yang menyelimuti subjek tes mulai menghilang. Dari balik kabut subjek tes tampak normal hanya saja terdapat baju zirah berwarna abu-abu menutupi sebagian tubuhnya termasuk wajah, lengan, dada, dan kaki.
"A... apa yang terjadi?" Carl kebingungan dengan baju zirah yang tiba-tiba muncul di tubuh subjek tes
[Շเ๓єг ๔เ๓ยɭคเ... 300...]
"Ha Ha Ha!!! Aku tidak tahu apa yang kalian lakukan, tapi tubuhku tiba-tiba di penuhi oleh kekuatan!" tawa subjek tes sambil menghancurkan borgol yang menahan pergerakannya.
"Gawat! Semuanya cepat keluar dari ruangan ini!" perintah Carl saat melihat subjek tes lepas dari borgolnya.
Carl pun segera lari mengambil telepon dan memanggil regu keamanan untuk datang dan menangkap subjek tes.
"Ha Ha Ha! Percuma saja kau menelpon penjaga! Karena aku akan membunuh kalian semua disini!" teriak subjek tes sambil memukul Carl melayang hingga menembus tembok.
[260...]
Hanya di butuhkan waktu beberapa menit bagi subjek tes untuk menghancurkan ruangan dan melukai sebagian besar peneliti. Tidak lama kemudian, regu keamanan datang dan mulai berusaha untuk menangkap subjek tes.
[30…]
Pertarungan antara regu keamanan dengan subjek tes berlangsung sengit, peluru yang ditembakkan oleh regu keamanan memantul saat mengenai baju zirah yang menyelimuti subjek tes sedangkan setiap pukulan subjek tes menyebabkan personel keamanan terluka.
[10…]
Para personel keamanan yang tersisa mulai menembakkan senjata mereka ke tempat yang tidak tertutup baju zirah, tetapi pergerakan dan refleks subjek tes begitu cepat sehingga menyebabkan setiap peluru hanya mengenai tempat yang terlindungi baju zirah.
[3… 2… 1… 0]
[Շเ๓є ๏ยՇ קєгย๒คђคภ ๔เђєภՇเкคภ]
Saat semua merasa pasrah karena tidak bisa berbuat apa-apa, sabuk mengeluarkan suara dan kemudian baju zirah menghilang menjadi kabut kembali.
Setelah kehilangan baju zirah subjek tes tiba-tiba berhenti bergerak, mengeluarkan darah dari mulut, mata dan telinganya dan kemudian jatuh ke lantai tidak sadarkan diri.
"A... apa yang terjadi?" tanya salah satu personel keamanan yang tersisa
*beep*
~Kepada personel keamanan yang masih bisa bergerak, segera kirim orang-orang yang terluka ke ruang medis dan jangan lupa untuk mengamankan artefak di tubuh subjek tes~ perintah direktur Orlando lewat speaker
...……...
-Di ruangan kaca-
Setelah memberikan perintah kepada para personel keamanan yang tersisa, direktur Orlando membalikkan badan dan mengajukan pertanyaan kepada prof Mustafa.
"Mustafa, bagaimana menurutmu tentang hasil dari eksperimen ini?"
"Hmm… Hasilnya tidak jauh berbeda dengan perkiraanku, sabuk dan medali itu di buat untuk digunakan secara bersamaan. Medali berisikan data dan informasi sedangkan sabuk atau kotak tempat memasukkan medali itu berfungsi untuk membaca dan memproyeksikan data itu."
"Yang tidak aku perkirakan adalah ternyata keduanya merupakan sebuah senjata dari peradaban lain. Dan terlebih lagi baju zirah yang muncul kebal terhadap senjata kita, jika mereka datang dengan pasukan yang semuanya memakai baju zirah yang sama bisa dipastikan kita akan kalah atau mungkin hancur ."
"Kalau begitu Mustafa segera cari titik kelemahan senjata ini dan…" sebelum direktur Orlando menyelesaikan perintahnya, inspektur Salvo menyela pembicaraan mereka
"Maaf menganggu pembicaraan kalian tapi ada hal yang lebih penting untuk di bicarakan daripada memcari titik lemah senjata itu."
"Dan apa itu?" tanya Orlando sedikit marah karena Salvo menyela perkataannya
"Hal yang penting itu adalah… Apakah kita bisa membuat senjata ini sendiri? Bukankah lebih baik jika kita dapat memproduksi senjata ini secara massal? Jika kita dapat melakukannya maka prajurit-prajurit kita akan menjadi lebih kuat."
"Bagaimana menurutmu Mustafa? Apakah itu mungkin untuk memproduksi alat ini secara massal?" tanya Orlando
"Untuk saat ini kita tidak mungkin bisa memproduksi alat ini meskipun hanya satu buah. Sampai saat ini para penelitiku masih kesulitan untuk memahami cara kerja alat ini, tapi akan berbeda ceritanya jika kita berhasil mendapatkan peta biru dari alat ini."
"Hmm… kalau begitu saya akan kembali dan melaporkan semua yang terjadi hari ini ke kementerian pertahanan. Sampai jumpa lain waktu pak Orlando dan profesor Mustafa."
"Akhirnya dia pulang juga. Mustafa, karena kita tidak bisa memproduksi alat ini maka untuk saat ini cari kelemahannya dan juga lakukan eksperimen lain tapi kali ini buat agar subjek tes benar-benar tidak bisa bergerak."
"Baik pak akan saya laksanakan"