ARION

ARION
Gue Cewek!



Happy Reading ♡♡


Seperti biasanya di hari libur Kallista tak akan bersusah payah untuk bangun pagi, ia akan menggunakan hari itu dengan bermalas-malasan di atas kasur atau sekedar menghabiskan waktunya dengan anak panti lainnya.


Tapi ini masih pagi, ia bahkan tak mendengar suara jam weker yang biasanya akan menyala dengan sendirinya. Tunggu, memang jam itu semalam sudah diatur untuk tidak dapat menyala sehingga tak akan mengganggu waktu tidur panjangnya.


Kallista mengerjapkan matanya ketika sinar matahari terasa menyorotinya. Siapa yang membuka gorden di kamarmya seperti ini? sungguh tak tau aturan.


"Kebakaran" teriak seseorang tepat di dekat telinganya, membuat gadis itu dengan refleks mengangkat tubuhnya dan lalu ikut berteriak hal yang serupa sambil loncat-loncat di atas kasurnya.


Dup dup dup


Jantungnya seolah berontak dalam tubuhnya, rasa kejut itu membuat napasnya ngos-ngosan.


"Arion?" gumam Kallista ketika sudah mengumpulkan kesadarannya. Pria itu tak menampilkan rasa bersalah sedikitpun, wajahnya datar seolah tidak merasa melakukan hal yang salah.


"Yonnn" geram Kallista


"Cepet mandi" titah Arion


Apa?? pria itu benar-benar kelewatan. Jantungnya saja masih belum normal, lalu langsung disuruh mandi? sepagi ini? Kallista menggelengkan kepalanya, ia kembali membaringkan tubuhnya berniat untuk menutupi seluruh badannya dengan selimut


Arion kali ini tak bersuara, ia langsung menarik kedua lengan gadis itu untuk langsung menyeretnya ke kamar mandi. "Arion plis gue masih ngantuk" rengek Kallista meronta


"Lo udah janji mau nemenin gue" ucap Arion


"10 menit lagi" ucap gadis itu meminta waktu tambahan


"Gak ada"


"5 menit lagi"


"Enggak"


"Arion.." teriak Kallista memenangkan tubuhnya kembali "Gue cewek" lanjutnya


Arion menautkan kedua alisnya "Terus?" tanyanya. Lagian sejak kapan Arion gak nganggep dia cewek?? enggak pernah. Ia selalu menjaganya, sebagaimana laki-laki menjaga seorang perempuan


"Gue cewek!" ulangnya "Masa harus nyamperin aer duluan?" lanjutnya seraya kembali pada tempat ternyamannya


Arion mendesah, gadis ini benar-benar tak ada duanya. Pria itu segera menyeret Kallista ke kamar mandi yang ada di luar kamarnya tanpa ampun, tak ada lagi sepatah kata pun yang ia dengarkan dari gadis yang masih merengek padanya itu.


Dengan susah payah Arion memaksa gadis itu untuk masuk kedalam toilet, tapi berulang kali juga Kallista kembali keluar. Sudah seperti ayam yang susah dimasukkan kedalam kandang.


Tak ada pilihan selain Arion yang harus ikut masuk kedalam tempat basah itu agar tak ada celah bagi Kallista untuk dapat kabur dari sana.


Arion menyalakan shower secara tiba-tiba membuat gadis yang masih memejamkan matanya itu segera mengusapi wajahnya dengan napas yang terengah karena hidungnya terhalang air yang terus mengalir.


"Arion udah" Kallista berusaha merebut shower itu dengan penglihatan yang terganggu oleh derasnya air yang mengenai wajahnya.


Arion meraih kedua lengan Kallista lalu menyimpan dan menahannya di atas kepala gadis itu. Pria itu semakin mencondongkan tubuhnya, membuat gadis itu memejamkan kedua matanya erat


Air itu berhenti mengalir setelah Arion memutar saluran ke arah yang berlawanan. Kallista membuka sebelah matanya untuk mengintip dan ternyata dada bidang itu hampir menyentuh hidungnya


Kallista melirik keatas, untuk melihat pria yang memang masih menatapinya. Kallista segera menarik lengannya ketika menyadari keadaan pakaian basahnya yang sudah memperlihatkan lekuk tubuhnya. Gadis itu segera menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi dada nya, membuat Arion segera memalingkan pandangannya


Kallista bergerak gelisah sambil sesekali mengusap rambut basahnya yang masih menghasilkan tetesan air, itu mengganggu penglihatannya


Arion pun merasakan hal yang sama, ia merasa kikuk dengan keadaannya sekarang.


"Um nih.." Arion mengasongkan shower yang dipegangnya pada gadis itu "Lanjutin" titahnya


"Gue mau mandi kalo lo udah keluar" timpal Kallista


Arion menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Oh oke" jawabnya sambil mencari pintu yang keberadaannya mendadak terlupakan


"Awas kalo tidur" ucap Arion setelah menemukan pintu keluar, membuat gadis itu mendeham sebagai jawaban


"Gue nunggu.."


"Iyaaa.." gusar Kallista segera mendorong tubuh pria yang masih bertahan itu agar segera keluar meninggalkannya.


Kallista bersandar di balik pintu, ia menyentuh dada nya yang hampir meledak


Tak jauh beda dengan Arion, ia bersusah payah melangkah keluar dari ruangan itu, entah mengapa jiwanya seperti tertinggal di dalam sana


"Arion" kaget Ratih melihat pakaian pria itu yang hampir basah seluruhnya


"Uhh tadi.." ucapnya terbata


Cklek


Terpampang sosok gadis yang sudah menyelesaikan aktifitas mandinya


Tatapan Ratih segera teralih yang baru keluar dari toilet dengan tubuh yang dibalut handuk piyama. Wanita paruh baya itu melempar tatapnya bergantian pada dua orang di depannya


Menyadari apa yang sedang terjadi membuat Kallista segera memahami apa yang sudah menjadi sangkaan ibu pantinya itu


Kallista tiba-tiba tertawa terbahak-bahak "Sorry Yon baju lo jadi basah gara-gara gue tadi" tutur Kallista di sela tawa nya


Ratih menghela napasnya "Kallista kenapa jail begitu??" protesnya


"Aku pernah pinjem baju dia bu, jadi dia ada baju ganti" ucapnya seraya memudarkan tawanya


Ratih menggelengkan kepalanya, anak gadisnya yang satu ini memang usil.


______________________________


Kallista kini sudah duduk cantik di sebuah studio pemotretan. Tapi ia sama sekali tidak senang, karena fotografer kesayangannya sedang digandrungi banyak model cantik.


Contohnya model yang satu ini, cewek itu sengaja seolah mati gaya agar Arion bisa membenarkan pose nya. Kalau tidak bisa pose kenapa bisa kepilih jadi model?? "Mencari kesempatan dalam kesempitan" gerutu Kallista


"Mba kenapa merengut gitu?" tanya salah seorang kru yang sebelumnya menawarinya botol minuman


Kallista mengambil botol minuman itu, ia membuka tutupnya tanpa harus melihat dimana letaknya. Keren bukan? Itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang sedang kepalang haus dan kepalang kesal


"Mba mau jadi model juga nggak?" tawar kru tadi lagi yang masih setia mengajak Kallista mengobrol


Kallista melirik ke arah suara yang cukup membuat telinganya tertarik untuk mendengarkan kelanjutannya


"Caranya?" tanya Kallista. Bukan karena ingin, ia hanya sekedar mau tau info saja. Untuk apa ia melakukan pose-pose seperti yang dilakukan model-model yang dilihatnya tadi?? Kallista tak mungkin mau melakukan itu.


"Saya bisa rekomendasikan mba ke bos saya" jelasnya


"Mba kan cantik, dan body nya juga.." Kru tersebut menyusuri bentuk tubuh Kallista dari atas sampai bawah membuat gadis itu merasa risih dan segera menjauhkan dirinya


"Pokoknya .." Kru itu membentuk tangannya dengan lambang OK sambil mengedipkan sebelah matanya


"Kalo minat nanti saya ada di sana ya.." tunjuk kru tersebut ke arah salah satu ruangan sambil berlalu


"Ta ngapain?" suara Arion membuat Kallista segera memalingkan wajahnya ke arah suara dari arah yang ditunjuki orang tadi


"Umm .. gak ngapa-ngapain kok" jawab Kallista dengan menampilkan senyumnya


"Tadi.."


"Oh ini.." potong Kallista dengan menunjukkan botol minuman "Tadi dia cuman ngasih ini" lanjutnya


Arion segera meraih botol minuman itu lalu mengangkatnya dan menilik isinya dari bawah cahaya lampu di atasnya


"Yon .. lo ngapain sih" herannya


"Kali aja minumannya dikasih apaan kan mungkin aja" ucap Arion


Kallista tertawa kecil "Lo ada-ada aja deh, gak mungkin lah"


"Lo jangan gampang percaya sama orang, apalagi terina sesuatu dari orang yang baru lo kenal" peringat Arion dengan wajah seriusnya


"Kan ada lo" jawab Kallista dengan menampilkan pupy eyes nya


Arion tak bergeming. Gadis itu selalu menang atas dirinya.


"Mau kemana?" tahan Kallista


"Pulang lah, lo mau nginep?"


"Kalo gue kenapa-kenapa gimana?" protes Kallista


"Ya lo juga ikut pulang" ucap Arion sambil mencubit pipi tembemnya gemas


"Ahhwww Yonn jangan gituuuu" protes Kallista memukul lengan pria yang berani meraup pipi nya itu. Kallista mengelusi pipi nya yang masih terasa mengembung walau sudah dilepaskan


Kallista segera menyusul langkah Arion, pria itu berusaha menghindari pembalasannya yang sudah pasti akan menjambak rambut panjangnya. Pria itu sudah menyaingi kecantikan rambut miliknya.