ARION

ARION
PROLOGUE



"Yon! hiks.." Kallista menghambur ke pelukan Arion


"Ta?" Arion terkesiap melihat siapa yang ada di balik tubuhnya. "Lo kenapa?"


"Gilang.. Gilang selingkuh hiks" adunya sambil terisak, menenggelamkan wajahnya pada dada bidang teman sedari kecilnya itu.


Seketika rahang Arion mengeras, ia mengepal kuat lengannya. Namun ototnya luruh kembali ketika Kallista mendongakan wajahnya.


Ketika biasanya seseorang bersahabat lalu jatuh cinta, tapi seseorang ini jatuh cinta lalu bersahabat. Hanya agar bisa dekat ! ini bukan tentang ketidak jujuran untuk mempertahankan persahabatan, melainkan pertahanan diri untuk hubungan yang lebih pasti. Memilih bertahan karena terlalu mencintai.


_____________________



Arion Rasya Aditya, seorang pria yang menyukai dunia photography sama seperti papa nya, tapi memang dirinya lebih punya skill yang patut diacungi jempol. Sebab ia sudah dapat menjadikan hoby nya sebagai pekerjaan yang dapat menghasilkan, sejak ia masih duduk di bangku SMP.


"Arion, kamu fokus belajar saja! kamu masih tanggung jawab papa." tegas Rangga.


"Gak ganggu pelajaran kok!" jawab Arion.


"Kamu dibilangin kok ngeyel sih?"


Arion mendelik "Kalau nilaiku turun, papa boleh sita semua kameraku!" pungkasnya membuat kesepakatan.


Baiklah, sejak balita sifat Arion memang sudah kentara. Tidak ingin diatur dan hanya akan melakukan apa yang disukainya.


Dalam hidup, Arion hanya memperlihatkan senyumnya pada 2 orang saja : Pada ibunya dan Kallista. Seorang gadis yang bahkan tak ada hubungan darah dengannya, tapi dengan mudah dapat membuat si pria yang sulit ditaklukan ini menunjukan senyum mahalnya dengan suka rela.



Tunggu, ini bukan tanpa alasan! 10 tahun lalu setelah ibunya meninggal karena kecelakaan lalu lintas, tak ada perasaan yang dirasakannya selain rasa sakit akan kehilangan.


Kallista lahir tanpa sosok ayah lalu dengan tega sang ibu ikut meninggalkannya ketika ia masih berumur 6 tahun.


Sejak saat itu Kallista seakan kehilangan semangat dalam hidupnya, ia tak pernah tersenyum seperti yang ibunya selalu bilang "Senyum itu menular dan dapat menyenangkan oranglain."


Untuk apa membuat orang lain senang jika diri sendiri tidak dapat merasakan perasaan itu?


Tapi itu sebelum ia bertemu dengan anak laki-laki yang umurnya 2 tahun berada di atasnya. Seorang anak yang tiba-tiba mendatanginya setiap hari ke panti asuhan tempat dimana dirinya tinggal hanya untuk menghiburnya. Seseorang yang berusaha membuatnya tersenyum, padahal dirinya sendiri tak pandai melakukan hal itu.


Pertemuan 2 manusia yang tak pernah direncanakan ataupun terpikirkan sebelumnya.


Siapa sangka kalau hari itu Arion merengek pada orangtuanya untuk bermain ke taman kota?


Siapa sangka pada hari itu juga Kallista menangis pada ibunya yang tidak mengijinkannya untuk bermain ke taman kota??


Arion menangkap senyum lebar seorang gadis kecil hanya karena menaiki ayunan. Padahal bentuk ayunan itu sama dengan yang dinaikinya, tapi kenapa ia tidak bisa tertawa kesenangan seperti gadis kecil itu?


Arion tertegun melihatnya, ia ingin memiliki senyum itu.



Alysa Keyra, adik kecil kecintaan Arion yang posisinya tersisihkan. Sejak pertemuan itu Arion tak lagi memberi perhatian padanya. Kakak nya hanya melihat gadis itu, Arion hanya perhatian pada Kallista dan itu membuat Alysa marah.


Bukan tanpa sebab, ada sesuatu alasan di balik ini semua. Dan Alysa lah penyebabnya.