ARION

ARION
HARAP



Kallista meregangkan otot tubuhnya yang terasa kaku, kedua matanya mengerjap beberapa kali guna mengawaskan pandangannya yang silau karena ulah sinar matahari yang sudah menerobos masuk dari sela jendela


Kallista mengedarkan pandangannya "Dimana ini?" kagetnya, bukankah semalam ia tidur di alam mobil bos nya?


Kallista memeriksa tubuhnya, pakaiannya masih sama dengan yang ia kenakan semalam, syukurlah tak ada yang kurang sesuatu apapun.


Tapi bagaimana ia bisa sampai ke rumah panti? sialnya ia tak bisa mengingat apapun. Tapi bukankah pria itu memang hanya tau tempat ini? bahkan dulu rumah ini sudah seperti rumahnya juga akibat terlalu seringna ia muncul tanpa permisi.


"Argghh gue apaan sih?" Kallista mengacak rambutnya sendiri "Aww" ringisnya merasa pusing di bagian kepalanya, bahkan tubuhnya terasa pegal-pegal, mungkin akibat semalam mau so so an mau nyusul bus, udah gila kali, mana bisa?


"Sudah bangun?" sapa seseorang yang muncul di balik pintu kamarnya, membuyarkan pikiran tak mendasarnya.


"Iya bu" sahut Kallista dengan senyum lembut nya. Selelah apapun Kallista, jika bertatap muka dengan ibu nya ini maka wajahnya harus dihiasi senyuman, sesulit apapun, sesedih apapun, sesakit apapun


"Kenapa kamu gak cerita sama ibu?" ucap wanita paruh baya itu sambil menyodorkan secangkir teh hangat pada anak gadisnya.


"Cerita apa bu?"


"Kamu sudah ketemu Arion, bahkan sekarang anak itu tambah ganteng dan gagah ibu liat." papar ibu nya, membuat Kallista tersedak minumannya


"Dia nganterin aku kesini?" tanya Kallista tak percaya


Ibu mengangguk "Siapa lagi memangnya?"


Kallista diam, ia pikir pria itu menyuruh kenalannya atau anak buahnya untuk mengantarkannya kemari. Sama seperti 3 tahun lalu saat kepergiannya, ia diantar pria lain padahal sebelumnya ia jelas melihat Arion di hadapannya.


"Ibu aja kaget, ibu kira kamu dianter Gilang. Eh taunya bukan, kamu sihh gak cerita"


Kallista melenguh, ia mulai bosan dengan cerita ibu nya yang tak habis-habisnya bercerita tentang pria itu


"Udah bu, Kallista mau kerja" putus Kallista, tak ada alasan lain untuk bisa menghindarinya


"Kerja? Arion bilang sekarang kamu libur?"


Kallista mulai penasaran, sepertinya mereka berdua sudah banyak bercerita ketika ia tertidur semalaman.


Kallista menghela nafasnya "Kalo gitu Kallista mau mandi" ucapnya sembari turun dari tempat persemayaman ternyamannya.


Berbarengan dengan terbukanya pintu kamar, Kallista meregangkan otot tubuhnya sembari menguap sepuasnya. Namun tiba-tiba aktifitasnya tercekat ketika ia menyadari bahwa ada sosok lain yang sedang memperhatikannya


Blug


Kallista kembali masuk ke dalam kamarnya dan bersandar di balik pintu. "Dia belum pulang?" gumamnya


"Dia siapa?" tanya Ratih menghampiri posisi anaknya


Kallista masih mengatur nafasnya yang masih tak beraturan, agak berlebihan memang, tapi rasanya ia seperti kembali pada masa itu. Masa-masa dimana ia tak pernah merasa sendiri, mungkin ia memang amat sangat merindukannya, tapi kalau untuk kembali bukankah suatu hal yang tak mungkin??


"Katanya mau mandi?" seru Ratih lagi, menyadarkan lamunan Kallista.


Kallista menggelengkan kepalanya "Kallista mau istirahat aja" sahut gadis itu sambil mengambil langkah untuk kembali menaiki kasurnya.


Cklek


Arion tepat berada di depan pintu kamar ketika Ratih membukanya.


"Ehh sudah bangun?" sapa Ratih, tak ada yang berubah dari sikap wanita paruh baya ini, masih sama seperti 3 tahun lalu.


"Hmm kok udah rapi?" tambah Ratih ketika melihat pemuda di depannya sudah siap untuk undur diri


"Masih ada kerjaan di kantor" jawab Arion


"Tidak usah bu" tahan Arion ketika Ratih hendak membangunkan Kallista


"Biarkan saja istirahat, hari ini saya kasih Kallista libur"


Ratih menghembuskan nafasnya berat "Yasudah kalau begitu" ucapnya sambil membuntuti Arion sampai ke teras rumahnya.


"Kalau begitu saya pamit" ucap Arion sambil menyalami lengan Ratih.


Ratih tersenyum "Ibu senang kamu sudah kembali" ucapnya sembari mengelus lembut pipi Arion penuh arti, sedangkan Arion merasa canggung dan entah harus bersikap seperti apa.


"Ibu harap Kallista bisa seceria dulu lagi" tambahnya.


Arion terhenyak dengan kalimat terakhir yang didengarnya, apa maksud dari ucapan wanita ini? Apa selama tak ada dia, Kallista tak menjalani hidupnya dengan baik?


______________________


"Ngasih libur? apa-apaan? sejak kapan dia jadi bos gue?" gerutu Kallista sambil mengucurkan air dari shower.


Tetesan air yang menyentuh kulitnya seakan menghilangkan pengaruh negatif dari tubuhnya. Sejak kemarin banyak sekali hal yang mengundang emosi


"Loh loh kok basah-basahan?" Ratih menghentikan langkah Kallista "Bukannya tadi kamu.." ucapannya terhenti lalu berlanjut denan ringisan kecil dari bibir Kallista


"Aww buu apaan sii," protesnya ketika mendapat jeweran pada telinganya


"Kamu tadi pura-pura tidur?" tebak Ratih


"Siapa yang pura-pura, orang Kallista baru bangun kok" balas gadis itu beralibi


Ratih menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan alasan tak mendasar anak gadisnya "Belum 5 menit kamu tidur tuh"


"Udah ah Kallista mau ganti baju" putus Kallista tak berniat melanjutkan obrolan


"Kallista tunggu" tahan Ratih, wanita itu menyentuh wajah Kallista lalu menilik tiap inci wajahnya.


"Arion sudah kembali, ibu harap kamu bisa .."


Kallista berdecak "Apasih bu? Kallista gak pernah berubah, sejak dulu juga kayak gini, gak ada bedanya" potongnya


"Ibu kenal kamu, sangat" tekan Ratih


"Aku tau"


"Lalu?"


"Lalu apa bu?"


"Lalu kenapa.."


Cupp


Kallista mengecup pipi ibu nya "Yang penting Kallista tetep sayang sama ibu dan akan tetap begitu" ucapnya


Ratih terenyuh, ia mengelus pipi Kallista lalu mengangguk pelan, tak berniat berkata-kata lagi


Kallista tersenyum lalu melirik jam dinding sebentar "Kallista hampir telat" ucapnya lalu dengan cepat masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap


Bersambung..


Jangan lupa vote dan komentarnya ♡♡♡