
"Tas lo ketinggalan" ucap Deri sambil menyodorkan tas selempang milik Kallista "Bawaan lo juga, tapi gak gue bawa. Disangka pindahan kali kalo dibawa ke kantor." lanjutnya
Kallista hanya berdeham.
Deri berdecak "Makasih kek" ucapnya "Lagian lo main turun-turun aja, untung gue ngeuh" lanjutnya masih berucap
"Emang lo liat gue turun?"
Deri menggeleng "Pas gue bangun lo udah gak ada"
"Terus?"
"Ya gak ada terusan"
"Harusnya kan lo yang turun duluan, terus kenapa gue udah gak ada?"
Deri diam sejenak lalu mengingat kekeliruannya "Ahh iya juga, terus lo turun dimana?"
"Gue gak pernah naik!!" ketus gadis itu, bisa-bisanya pria yang mengaku sebagai temannya ini tak sadar kalau telah meninggalkannya.
"Maksud lo?" tanya Deri masih tak paham
"Udah ah sana gue banyak kerjaan"
"Eh serius gue nanya"
Kallista mendorong tubuh pria itu agar menjauh dari tempatnya "Bodoamat. Gue kesel liat muka lo"
____________________
Arion sampai kantor agak terlambat, sebab jarak rumah panti dan kantornya seperti 3x lipat jarak kantor dengan rumahnya. Semalam ia juga kurang tidur, banyak hal yang mengganggu kepalanya.
Ririn sedikit heran ketika keberadaannya tidak disadari Arion, pandangan pria itu lurus, seperti ingin cepat sampai ke tempat tujuan dan segala hal yang dilaluinya menjadi terabaikan.
"Apa anak itu masih tak mau mengaku?" pikir Ririn. Ya, kejadian tertinggalnya Kallista memang ide nya. Ia sengaja menyuruh gadis itu membawa bawaannya yang sebenarnya tak pernah tertinggal.
Ia yakin kalau bos nya ini akan menyadari dengan hal yang dialami gadis itu. Ya, memang demikian. Arion pulang bersama Kallista sesuai rencananya. Tapi sepertinya selama perjalanan mereka berdua dibaluti dengan keterdiaman satu sama lain.
Buktinya dari raut wajah pria itu pun sudah terlihat kalau tak ada yang sudah terselesaikan, malah seperti menahan banyak hal yang sebenarnya sudah tidak tertahan.
"Semalam kamu kemana?" tanya Rangga setelah bertatap muka dengan anaknya.
"Arion nginep di rumah temen pah" jawabnya
"Setidaknya kabari, seperti tidak tau ibumu saja"
Arion terhenyak, ia melupakan hal itu, sama sekali tidak disengaja.
"Maaf pah, Arion akan pulang cepat"
"Ck, kerjaanmu banyak. Kamu harus bekerja keras, waktu papa di kantor ini hanya sampai besok, setelahnya perusahaan ini adalah tanggungjawabmu" jelas Rangga
"Secepat itu?"
Rangga mengangguk "Tidak ada yang perlu ditunda" balasnya.
"Apa papa sudah percaya denganku?"
"Apa kamu kurang percaya diri dengan kemampuanmu?"
Arion segera menggeleng "Aku mampu" ralatnya cepat.
"Jalau begitu tak ada alasan untuk papa tak mempercayaimu" lanjutnya.
Rangga melirik benda yang melingkar pada lengannya "Bisa papa minta tolong?"
________________________
"Kenapa kemarin saya tidak bisa menemukan kamu?" ujar seseorang, membuat Kallista melirik ke arah suara
"Ada perlu apa?" tanya Kallista, menyembunyikan rasa malasnya dalam berinteraksi.
"Saya naik bus"
"Lalu?"
"Karena kamu"
"Huh, karena aku?" ulang Kallista sambil menunjuk dirinya sendiri.
Bara mengangguk "Tapi kamu malah tidak ada disana, saya sedikit kecewa" ucapnya jujur
"Memangnya ada perlu apa? kenapa repot-repot naik ke.."
"Sebagai permintamaafanmu kamu harus mengajakki makan" potong Bara, membuat Kallista menghentikan ucapannya.
"Apa?"
"Nanti saya kemari lagi untuk menjemputmu" ucap Bara santai, bahkan tak memberikan kesempatan gadis itu untuk bertanya kenapa.
Kallista masih menganga tak percaya, tak habis pikir dengan pria yang baru saja undur diri dari hadapannya. Apakah pria itu sedang menggodanya? Kallista segera menggelengkan kepalanya "Halu" rutuknya pada diri sendiri.
_______________________
Arion berjalan sambil mengedarkan pandangannya ke segala sudut Bandara, berharap segera menemukan orang yang papa nya maksud.
"Itu tidak penting, nanti saja"
Pria aneh. Sebentar bilang penting sebentar meremehkan, selalu disesuaikan dengan kepentingannya agar tidak kalahi.
Kenapa harus Arion? kenapa tidak sopir saja? Arion ingin lihat, seperti apakah orang yang membuat seorang pimpinan dari perusahaan ternama rela menjemput di Bandara. Sepenting itu? Gara-gara waktu yang terbuang sia-sia ini sepertinya keuntungan perusahaan akan berkurang
Seorang gadis dengan dress selutut berjalan ke arah Arion. Wajah asia lekat dengan warna kulit 2x lebih putih darinya dan rambut yang berkibar akibat langkah besarnya yang menimbulkan hembusan angin.
"Arion?" tebaknya
Mungkin gadis ini orangnya, tidak mungkin orang biasa, ia sangat tau kalau papa nya itu sangat realistis, tak mungkin merelakan waktu sampai seperti ini tanpa ada maksud dan tujuan lain yang menguntungkannya.
Mungkin orang ini adalah client penting perusahaannya, Arion segera memungukkan tubuhnya sebagai tanda penghormatan.
Gadis itu berdecak lalu menendang kaki Arion pelan. "Are you kidding me?" ucapnya sambil membuka kaca mata hitamnya.
Arion mengernyit setelah melihat jelas wajah dari orang yang ditungguinya.
"Lo gak kangen gue??" delik gadis itu karena tak mendapati respon apa-apa dari pria itu selain melihatnya dengan tatapan lurus tanpa ekspresi
"Nope" pungkas Arion
Gadis itu melipat kedua tangannya di dada "Gue aduin mama" kesalnya sambil berlalu meninggalkan pria itu, tentunya bersama barang bawaannya yang sengaja ia tinggalkan agar pria itu yang membawanya.
_____________________________
Sejak keluar dari ruangan kerja nya Kallista terus bersembunyi di balik punggung orang-orang yang berjalan di depannya.
"Lo kenapa sih?" heran Deri, melihat gelagat mencurigakan temannya.
"Bukan urusan lo" ketus Kallista tanpa melihat orang yang sedang bicara padanya.
"Lo marah? salah gue apa sih?" tanya Deri masih tak paham dengan sikap temannya.
Kallista memutar bola matanya, pria itu bahkan masih tak sadar kalau sudah bertindak kejam padanya. Baru saja Kallista membuka mulut hendak mengungkap kesalahan pria itu namun ada seseorang yang ia hindari.
Kallista segera menarik lengan Deri, lalu membawanya ke sudut tembok yang sedikit tersembunyi.
"Lo ke.."
Kallista segera membungkam mulut pria itu dengan telapak tangannya "Ssstttt" desisnya sebagai tanda agar berhenti bicara atau orang yang sedang ia hindari akan mengetahui persembunyiannya.
Tik tok tik tok
Beberapa detik berlalu, kedua tubuh mereka saling berhadapan dan sangat dekat. "Mau sampe kapan?" tanya Deri dengan suara kurang jelas karena lengan gadis itu masih membungkam mulutnya.
Kallista segera mendorong tubuh pria itu unyuk menjauh darinya "Gue masih marah" tegasnya dan segera berlalu.
Deri sudah seperti pria yang dicampakkan sekarang, setelah tak dibutuhkan lalu ditinggalkan.
Kallista berjalan dengan langkah cepat, kenapa tiba-tiba ia merasa kalau kantornya ini sangat besar, begitu sulit untuk cepat sampai ke loby, padahal biasanya tidak lamban seperti ini.
Lengan Kallista digapai seseorang dari belakang, membuat langkahnya tercekat. "Makan dimana kita? ada opsi?" ujar orang itu.
Kallista menelan salivanya berat, peluhnya tiba-tiba mengucur deras, kenapa pria ini bisa menemukannya? padahal tadi Bara sudah masuk ke dalam lift.
Lengan Kallista bahkan sudah dihimpit diantara sela lengan atas Bara, membuat keduanya jadi sorotan semua orang yang dilewatinya.
Kallista berusaha melepas tapi pria itu malah semakin kuat menghimpitnya "Saya kepas kalau sudah sampai ke mobil" ucap pria itu "Saya tau kalau tadi kamu mau kabur" tambah pria itu setengah berbisik.
Kali ini Kallista sudah tertangkap basah, ia sedikit malu sekarang. Ia sudah seperti mengajak seorang eksekutif untuk main petak umpet, keren bukan?
_________________________
"Lo masih gak mau meluk gue?" delik gadis itu masih menagih
"Katanya laper, cepet pesen" balas Arion
"Lo masih gak berubah" ucap gadis itu menyerah, ia mulai membuka daftar menu dan memesan banyak makanan. Sikap Arion membuatnya sangat lapar
"Lo mau.." ucapannya terhenti ketika melihat sosok yang sepertinya pernah ia lihat.
"Yon" panggilnya
"Hemm"
"Yonnn" panggilnya lagi karrna Arion masih tak melihat ke arahnya
"Ishhh" gadis itu mengarahkan kepala Arion secara manual ke arah yang ia maksud.
"Itu cewek yang di foto itu kan?" tanyanya
Arion tak merespon, bahkan tatapannya semakin menjadi-jadi, semakin dingin dan menusuk. Oke, ia cukup paham dengan ini. Mungkin seharusnya ia tak memberitahu
Bersambung...
♡Jangan lupa vote dan komentarnyaaaaa♡
Hayooo siapa cewek yang pergi sama Arion?? terus siapa yang lagi diliat Arion sampe gak ngedip?? hiiiii maoooo donggg diliatin gitcuuu mwehehe