A Story Of LIA

A Story Of LIA
EMPAT DUA



..." Seperti yang aku bilang, relief pada Candi Borobudur memiliki makna dan cerita tersendiri. Setiap panelnya tersirat berbagai macam bentuk seperti bentuk manusia, hewan, tumbuhan, bahkan kendaraan masa lalu."...


Suara mesin dari Bus pariwisata yang sudah menyala menjadi pertanda bahwa tak lama lagi mobil bus ini akan menuju tempat wisata berikutnya,BOROBUDUR.


Semua siswa telah masuk kedalam bus dan duduk di kursinya masing-masing,


"Pak supir sebentar, saya absen kembali" ucap guru pendamping pada supir bus, supir itu tersenyum dan mengangguk.


"Baik anak-anak, coba liat disekitarnya ada gak teman kalian yang ketinggalan"ucap guru tersebut.


"Bang, coba dulu di absen juniornya, ini absen bus ini" sambil memberikan kertas absen kepada tour guide bus yang Lia naikin yang merupakan alumni SMA Angkasa juga.


"Baik buk" ucap kakak alumni tersebut, dan mulai membacakan nama satu persatu.


"Aprillia Navilia?" ucapnya, namun tidak ada respon hadir seperti yang lainnya. dipanggilnya kembali nama lengkap Lia tersebut, namun tak ada respon juga.


"Kemana Dia ?" tanya alumni itu.


"Ohhh ituu diaa pakkk "ucap salah satu kakak kelas yang melihat Lia berlari menuju bus. Dalam sekejap Lia naik kedalam bus itu.


"Kemanaa kamu tadi ?" tanya alumni tersebut tanpa memberikan Lia untuk mengatur nafasnya terlebih dahulu. Melihat situasi yang terjadi, kakak alumni tersebut pun menyuruh Lia untuk langsung duduk dan menemuinya nanti setelah pengarahan masuk kawasan candi borobudur nanti.


"Arthur Randy Gennadius" Panggil kakak Alumni tersebut dan tidak ada respon, hanya Lia yang tersenyum mendengar itu teringat bagaimana Ia meninggalkannya di warung tadi.


Kakak Alumni tadipun memanggil kembali, namun tak ada respon. Lia melihat keselilingnya kearah pintu keluar candi Prambanan, namun tetap tak melihat Randy yang membuatnya sedikit khawatir.


"Ada yang melihatnya tadi ?" tanya kakak alumni tersebut.


"Tadi aku melihatnya kak" balas Lia.


"Dimana ?" ucap kakak alumni tadi


"dibelakang sepertinya, tepatnya dekat warung saat saya berlari tadi" jawab Lia."


"Ohh itu dia kak," ucap Thalia yang melihat Randy berlari dengan cepatnya menuju Bis dan langsung naik dengan nafas yang masih terengah engah.


"Oke, silahkan duduk dan kalian berdua nanti jumpai saya." ucap kakak senior tadi. ibu guru pendamping hanya tersenyum melihat salah satu didikannya sudah bisa setegas ini.


Sekilas mereka bertatapan, tapi dengan sigap Lia mengarahkan wajahnya ke luar jendela bus. Ada raut wajah kesal dari Randy, namun dia tidak berbicara apapun.


Bus sudah berjalan hampir satu setengah jam, kakak alumni yang dari tadi berdiri sambil menjelaskan beberapa tempat penting, yang mungkin akan disinggahi dan juga beberapa peraturan yang ada.


"Baik disebelah kiri kita sudah terlihat salah satu bagian dari tujuh keajaiban dunia" ucapnya tersenyum meyakinkan.


"Borobudur"


"Waahhh" ucap Lia sungguh takjub melihat candi yang hampir sebesar gunung itu.


Sebagaimana yang pernah Lia baca, Candi super besar itu merupakan peninggalan arsitektural yang berasal dari masa nenek moyang klasik Indonesia. yaitu pada era berkembangnya kebudayaan yang berlandaskan ajaran agama Hindu dan Buddha.


kalau tidak salah sekitaran abad ke-5 Masehi sampai ke-15 Masehi. Apa yang Lia sudah baca dijelaskan perlahan oleh kakak Alumni yang berperan sebagai tour guide kali ini.


"Bangunan candi ini memiliki wujud triangga yaitu kepala, badan dan kaki." Ucap kakak tersebut.


"Setelah sampai di depannya akan saya jelaskan kembali, yang lain sudah bisa bersiap siap untuk turun karena kita sudah sampai" ucap kakak alumni tersebut.


"Kini kita sudah berada tepat di depan candi prambanan, tapi sebelum masuk, ada informasi yang perlu kalian ketahui."ucap kakak Alumni yang kebetulan semua siswa sudah berkumpul tepat didepannya dengan membentuk posisi setengah lingkaran.


"Candi ini, Masing-masing bagian memiliki arti secara simbolis yaitu kepala, bagian paling atas, melambangkan alam atas, yang merupakan alamnya para dewa,"Ujarnya. Terlihat juga semua siswa yang ikut fokus mendengarnya.


"Kemudian badan, bagian tengah, melambangkan alam antara yang mempunyai makna sebagai tempat manusia yang telah meninggalkan tempat suci." ucapnya berhenti sejenak memperhatikan Lia dan Randy yang mulai hilang konsentrasinya.


"Lalu kaki, yang melambangkan alam bawah yaitu tempat manusia biasa. Kegunaan candi ini adalah sebagai tempat pemujaan dewa oleh agama Hindu atau Buddha dan tempat disemayamkannya raja atau pemuka agama." ujarnya menjelaskan.


"Baiklah, mari kita masuk dan naik keatasnya, silahkan kalau mau berfoto atau mengabdikan moment lainnya, bagi yang mau bertanya jgan sungkan untuk bertanya."Ucapnya.


Lia yang memang sudah membaca semua hal tentang sejarah candi borobudur memang sangat antusias untuk menjelahi candi ini.


Kini pun iya tiba tepat didepan dinding candi, yang memiliki gambar gambar, kita menyebutnya sebagai Relief.


"Ohh jadi ini reliefnya jika dilihat dari dekat" Gumam Lia pelan.


"Yah begitulah," Terdengar suara Pria tepat disamping wajahnya. Reflek Lia menoleh, dan ternyata Randy.


"Ngapain disini ?" ucap Lia.


"Hmmm, jadi bodyguard." ucap Randy sambil memandang Relief candi.


"Eh, ini apa ya maksudnya ?" Tanyanya sambil melihat Lia. Lia pun menoleh apa yang ditunjuknya.


" Ada cerita di balik gambar ini" Jawab Lia singkat.


" Yaaa Anak SD pun tahu, itu maksudnya cerita, maksudku bukan itu" tanya Randy. Lia membalasnya dengan tatapan sinis.


" Seperti yang aku bilang, relief pada Candi Borobudur memiliki makna dan cerita tersendiri. Setiap panelnya tersirat berbagai macam bentuk seperti bentuk manusia, hewan, tumbuhan, bahkan kendaraan masa lalu."


"Relief ini bernama Lalitavistara, salah satu dari 3 Relief Candi Borobudur, dua lainya bernama relief Jataka- Awadana, dan relief Gandawyuha." Jelas Lia, sambil mulai berjalan kembali.


Sepuluh menit berlalu, dan kini Lia sudah berada disalah satu Arca budha. Saat asik memperhatikan terlihat ara 2 kakak kelas cowok yang ingin menghampirinya, tapi sayangnya Randy si anak baru sudah berada disampingnya.


"Syukurlah topi itu bermanfaat buatmu, kamu bisa memilikinya" ujar Randy. yang membuat Lia bingung.


"Ehh, gakk aku cuma.."


"Gak papa Lia, Untukmu, kamu sangat cantik menggunakannya. pas buatmu" balas Randy tersenyum.


"Oh iya, ini patung apa ?" Tanya Randy kembali


"Ohh, wait, ini bagian dari Mudra Arca Buddha Candi Borobudur. Dimana Arca Buddha dalam relung-relung di tingkat Rupadhatu, diatur berdasarkan barisan di sisi luar pagar langkan." ucap Lia antusia menjelaskan.


"Jumlahnya semakin berkurang pada sisi atasnya. Barisan pagar Langkan pertama terdiri dari 104 relung, baris kedua 104 relung, baris ketiga 88 relung, baris keempat 72 relung, dan baris kelima 64 relung. Jumlah total terdapat 432 arca Buddha di tingkat Rupadhatu. " ujar Lia menjelaskan.


"Waahh begini ekspresinya kalau sangat antusias ya, Awesome" Gumam Randy dalam hati.


"Dari lapisan pertama sampai keempat terdapat patung arca Dhyani Buddha (masing-masing 92 buah) yang setiap sisi memiliki perbedaan sikap tangan atau mudra, merupakan 6 sikap tangan Buddha yang terdapat pada Candi Borobudur."


"Wahhh kamu sangat menyukai sejarah ya ?" Tanya Randy dengan senyumannya


"Entahlah, Hanya saja jetika membacanya aku merasa ikut didalam masa itu" jawab Lia kembali berjalan.


"Berarti, Kamu sudaaahhh" Lia menoleh cepat secepat kilat dengan tatapannya sinis bermakna jangan lanjutkan.


"Baik, tidak-tidak," Randy sadar tatapan itu dan memukulnya mulutnya pelan. Lia tersenyum dan kembali berjalan.


kali ini dia berhenti tepat di salah satu stupa yang terdapat dicandi borobudur.


"Kali ini, ini apa Lia ?" Tanya Randy.


"Hmm, ini Stupa Candi Borobudur." ucapnya


"Jumlahnya ada 73 buah dengan rincian 1 buah stupa induk, 32 stupa pada teras melingkar I, 24 stupa pada teras melingkar II, dan 16 stupa pada teras melingkar IIII." Lia menjelaskan.


"Nahh stupa ini Terdapat 3 macam bentuk, yang pertama Stupa induk berongga, namanya yang berongga, bentuknya tanpa lubang terawang pada puncak candi"


"Kemudian Stupa pada teras melingkar berlubang belah ketupat pada stupa teras yang disana itu, melingkar I dan II. Ujar Lia sambil menunjuk salah satu stupa di atas sana.


"Nah kemudian Stupa didepan kita ini, pada teras melingkar III berbentuk berlubang segi empat."


"Wahhh terima kasih" Ucap Randy, bukannya membalas ucapan Randy, Lia malah sudah melangkah pergi.