A Story Of LIA

A Story Of LIA
DELAPAN BELAS



..."The difference between genius and stupidity is that genius has its limits"...


...Albert Einstein...


Akibat jawaban Harry yang cukup ngawur, maka tim C dikurangi 10 point dan langsung saja Andy merebut pertanyaan itu dan menjawabnya dengan benar sehingga poin mereka bertambah 10 poin menjadi 110.


“Ya sebelum lanjut ke babak terakhir, kita akan lihat terlebih dahulu poin masing-masing tim.” Ucap pak Eko.


“Tim A kali ini memimpin dengan poin 110 Poin, Tim B dan Tim C dengan 90 poin” sambungnya setelah melihat papan skor yang ada di samping kanannya itu.


Terlihat raut wajah kesal dan kecewa ketika Harry menatap Lia namun itu bukanlah hal yang perlu dipeributkan saat ini. masih ada babak ketiga yang harus mereka lewati.


Untuk babak rebutan, 3 pertanyaan awal digondol Habis oleh tim B sehingga poin mereka melesat jauh hingga 150 meninggalkan tim A dan Tim B.


“Pertanyaan ke 4” ucap Pak Eko dengan sedikit menggantung pertanyaan.


“Soal matematika” sambungnya.


“Berapakah hasil dari perhitungan berikut ini “ pak Eko menulis sebuah soal matematika dipapan tulis. Sontak semua peserta mulai menghitungnya di kertas yang memang telah mereka bawa.


“13 Liaa, 13” ucap Harry begitu pak Eko duduk kembali di kursinya. Lia yang menghitung dengan cermat mengangguk seolah kode ke Dilla untuk memencet tombol.


“Yaak, Tim C, berapa jawabannya ?” tanya Pak Eko.


“14 pak” jawab Lia yakin dengan perhitungan yang telah ia lakukan di kertas itu. Terlihat Harry hanya senyum melihat Lia yang dia rasa begitu cantik dengan mengikat rambutnya seperti itu. Terlihat Pak Eko menahan jawabannya.


“Salah, minus 20 poin untuk tim C” Jawab Pak Eko diselingi dengan suara bunyikan Bel dari tim A.


“13 Pak” jawab Andy yakin.


“Benaarr 20 poin untuk tim A” jawab pak Eko dengan semangat.


Terlihat Lia seperti termenung dengan jawabannya yang salah dia lihat lagi coretan hitungannya di kertas dan ternyata memang dia silap dengan penambahan 1 angka. Sehingga jika dilihat skor poin saat ini adalah 150 untuk TIM B 110 untuk TIM A dan 70 Untuk tim C.


Untung saja dengan adanya Dilla dan Harry di tim ini, dimana Harry mampu menjawab 2 pertanyaan dan Dilla menjawab 1 pertanyaan sehingga mereka mampu memperbaiki dengan mendapatkan 60 poin sehingga Pada pertanyaan ke 9 mereka sudah kembali kedalam trek persaingan nilai.


Saat ini tim B masih dengan poin yang sama 150 poin tim A dengan 150 poin hasil menjawab 2 pertanyaan benar dan tim C 130 poin.


“Pertanyaan 10, Soal Biologi, Bacteria dan Archaebacteria dimasukkan ke dalam kingdom baru pada sistem klasifikasi 4 kingdom karena....” tanya pak Eko.


Terdengar bunyi bel dari Harry,


“Lia, Jawab, aku yakin kamu tahu” bisiknya ke Lia. Lia saat ini berusaha mengingat jawabannya, berpikir dan berusaha mengingatt keras apa yang dibacanya.


“Gak ada membran ini Ri” ucapnya pada hitungan mundur ke 2.


“Karena gak punya membran inti pak” sahut Harry cepat begitu mendengar jawaban dari mulut Lia.


Sekali lagi, pak Eko mempermainkan waktu dan membuat Retno, Agung, dan penonton lainnya sedikit merasa deg degan.


“Benarrrrrrrr, 20 point beruntun buat tim C” teriaknya.


“Game On,” Ucap Harry sambil menatap Andy.


Terlihat raut wajah tidak suka Andy pada Harry, sebelumnya pada 2 pertanyaan yang dijawabnya Andy memang menunjukkan tatapan tidak mengenakan pada Harry seolah mengejeknya, yang membuat Harry akhirnya serius pada lomba ini.


Kini tiba dipertanyaan terakhir, saat ini memimpin tim A dengan poin 190 tim A 170, tim B dan 170 untuk tim C.


Banyak spekulasi yang muncul terhadap pertanyaan terakhir ini, jika tim A bisa menjawab dengan benar, maka Tim A sudah dipastikan juara satu namun, Jika tim B atau Tim C yang bisa menjawab tanpa salah maka sudah dipastikan akan ada 1 pertanyaan tambahan.


“ Danau Winnipeg termasuk kedalam jenis danau glasial. Artinya danau ini terbentuk akibat mencairnya Air Es. Pertanyaannya dimanakah letak Danau Winnipeg ?” ucap pak Eko.


Terlihat semua peserta kebingungan, berusaha mencari jawaban untuk pertanyaan tersebut. Terdengar suara bel dari kelompok B,


“Norwegia” ucap kakak kelas dari tim B itu. Lia harap harap cemas akan jawaban itu, dna berharap semoga jawabannya salah. Agung melihat Harry seolah tahu dimana tempatnya, dan Harry hanya termenung. Harry teringat masa kecilnya ketika Ia diajak oleh ibunya kesebuah Danau tempat biasa ayahnya dulu bermain ice skating.


“Salahhhh, Minus 20 Point untuk tim B” ucap pak Eko. Tangan Lia refleks memencet Bel.


“Yakkk tim C” ucap pak Eko mendengar suara bel dari kelompok C. Lia kembali menatap Harry. Harry pun menbalas tatapan itu dengan senyumannya.


“ Kanada Pak” jawabnya singkat. Tanpa berekspresi berlebihan.


“ Benarrr 20 poin untuk tim C” jawab pak Eko. Disertai dengan teriakan dari Lia, Dilla, Retno dan teman-teman kelas yang menonton.


“Yaakkkkk, mari kita lihat point masing masing kelompok.” Ucap pak Eko.


“Tim A saat ini pointnya berjumlah 190, beri tepuk tangan buat tim A” pinta pak Eko.


“Tim B saat ini poinnya 150, maka dari itu mereka berada diperingkat ke tiga, beri tepuk tangan untuk tim B” sambungnya.


“Inilah dia tim tak terduga, Tim C, point mereka berjumlah 190, sama dengan tim A, kelas yang memang selalu menjuarai lomba cerdas cermat sejak dua tahun lalu, beri tepuk tangan buat tim C” ucapnya sambil menjelaskan.


“Baik, karena nilai tim A dan tim C sama, maka akan ada 1 pertanyaan tambahan dimana siapa yang menjawab dan benar, maka dia yang menang. Namun jika yang dijawab salah, maka tiim yang tidak menjawab yang menang” ucap pak Eko.


“Pertanyaan penentuan” ucap Pak eko.


“Berapakah nomor plat kendaraan sepeda motor sayaaa” ucapnya sambil tertawa.


Semua orang terdiam lalu tertawa, pertanyaan macam apa ini. tapi terlihat semua peserta bingung tidak karuan. Mereka tak pernah memperhatikan sepeda motor gurunya ini. Andy dan teman temannya lagi, mereka lebih bingung entah sejak kapan pak Eko punya motor, tapi intinya baru baru ini memang pak Eko sesekali membawa motor kesekolah.


“Teeeettttt” terdengar suara bel dari kelompok C.


Entah untuk kesian kalinya, Lia kembali menatap Harry, terkejut melihat Harry memencet tombol. Batinnya menerka nerka, apakah Harry kali ini serius, atau asal asalan seperti tadi.


Harry yang melihat bola mata Lia, membuat jantungnya berdetak aneh, bola matanya yang bersih coklat dengan lingkaran hitam kecil ditengahnya didukung dengan Alis dan kelopak matanya, mewakili kecantikan wanita pribumi.


Harry tersenyum kembali,


“Tenang, kamu bakal menang, serahkan padaku ya” ucapnya pelan namun terdengar oleh Lia.


Diambilnya mic itu didekatkan kemulutnya kembali.


“Tidak ada pak” ucapnya sambil tersenyum.


Sontak semua siswa kembali tertawa melihat tingkahnya, Lia spontan terduduk lemas melihat pria disebelahnya ini.


“hahahahhaa, tidak ada pak jawab saya, belum keluar platnya” ucap Harry.


Pak Eko pun tersenyum sambil menunggu suara kebisingan ini berhenti. Beberapa detik setelah suara tawa mulai berhenti, pak eko mendekatkan micnya.


“Dannnnn jawaban dari tim C.....” Ia sengaja mengantung pertanyaan tersebut.


Terlihat juga salah seorang panitia memukul meja dengan irama seperti menunggu sebuah pengumuman yang membuat situasi semakin tegang.


“Bennaaaarrrrrr” jawab pak Eko. Yang membuat semuanya jadi terdiam. Lalu muncul teriakan dari kelas X-6.


“Pemenang cerdas cermat pada Pekan Kreatifitas Siswa , adalah kelas X-6” ucap pak Eko penuh semangat..