A Story Of LIA

A Story Of LIA
TUJUH BELAS



..."Tak bisa dipungkiri bahwa sebuah pelukan kadang mampu menyembuhkan seseorang dari rasa Sepinya"...


Berhasilnya kelas X-6 ke babak final cerdas cermat mungkin hal yang sudah diprediksi oleh Harry. Dengan Lia yang cerdas dan Dilla yang memang pintar sudah tidak mengerankan baginya kalau kelasnya bisa mengimbangi kakak kelas dua belas.


Namun, teriakan bahagia Lia, membuatnya tersenyum ikut berbahagia melihat gadis yang rambutnya kini diikat satu kebelakang dan sedikit bergelombang itu. Entahlah, sulit untuk dijelaskan, namun bagi Harry, Lia paling cantik jika rambutnya diikat.


Melihat Lia yang begitu kegirangan dihadapannya tentu saja membuatnya merasakan hal yang tak bisa dijelaskan oleh siapapun. Dalam hitungan sekejap, wanita ini telah memeluknya.


Membuatnya merasakan sebuah kehangatan, sentuhan dan perasaan luar biasa yang tak bisa Ia jelaskan kepada siapapun dan tidak mampu Ia ekspresikan pada tubuhnya, dirinya hanya diam mematung, tak menyangka apa yang dilakukan Lia.


“Harry kita ke final” ucap gadis itu tepat dipelukannya. Suaranya terdengar begitu khas, yang mungkin pada saat itu Ia merasa bahwa suara bahagia ini, akan selalu menjadi memori indah di masa sekolahnya.


Lia tersadar akan tindakannya, dan melepaskan pelukan itu dengan segera. Ia lihat Harry yang bahkan tak bisa berkata apapun, mematung dengan ekspresi penuh polosnya.


“yeeee , kita berhasil” ucapnya sambil berusaha mengontrol dirinya menahan malu, kemudian mengambil bukunya yang terjatuh, menarik Retno untuk pergi meninggalkan mereka berdua. Terlihat olehnya Agung mulai menghampiri Harry dan merangkulnya.


“Lia, wajahmu memerah itu uu, hahahaha” goda Retno.


“Ssssttt, udahh, Ayoo jalan sajaa”. Balasnya sambil buru-buru.


****


Ruang kelas X-6 masih terlihat seperti semalam, dengan kini ada beberapa tambahan hiasan mulai dari kaligrafi maupun poster gambar pahlawan.


Lia dan Retno kini sedang berada diruangan itu bersama Dilla merayakan keberhasilan mereka ke final dan berusaha menambah wawasan mereka dengan membaca RPAL ataupun hal lainnya.


“Reee, Gimana ini” tanya Lia.


“Gimana apanya yakk” balas Retno.


“Gimana nanti aku kalo ketemu Harry” keluhnya.


“Yaaa berusaha kayak biasa ajalaaah” balas Retno diselingi dengan senyuman mengingat kejadian tadi.


“Emangnya ada apa dengan Harry, ya ?” sambung Dilla kali ini.


“Tadi itu Lia memm-“tangan Lia sudah tiba menutup mulut Retno.


“Stttttt jangann bilang Re.... ssssttt” potong Lia berusaha menghentikan ucapan Retno.


“Gak ada apa apa kok Dil, Cuma tadi ada insiden kecil, Harry mencoret coret buku ku” ucap Lia.


“Ohhhhh terus kamu lagi marahan sama dia ?” tanya Dilla.


“Enggaaakkkkkkk” jawab Lia.


“jadiiii??” tanya Dilla balik.


“yaa gitulah pokoknya” jawab Lia.


“Eh, kita udah harus ke lapangan utama ya ?” tanya Lia mengalihkan.


“masih ada 10 menit lagi sih, tapi yaudah ayokk kita kesana” balas Dilla.


“kamu juga Re” ucap Lia dengan ekspresi sedikit sewot.


“Iya iya Lia”balasnya sambil berusaha menahan tawanya.


****


Lapangan ramai dengan para siswa yang menonton adu cerdas antar kelas dan murid SMA Angkasa lewat lomba cerdas. Lia dan Dilla sudah berada di meja regu C terlihat disisi seberang sudah ada Andy bersama kelasnya.


Harry datang sedikit terlambat karena harus mengganti pakaiannya terlebih dahulu dengan pakaian tim sepakbola kelas X-6, pakaian sewaan milik tim sepakbola tempat dulunya Agung sekolah sepakbola.


“Liaa, Lu dah mandikan sebelum pergi kesekolah ?” tanya Harry menghentikan konsentrasi Lia mengingat apa yang sudah dibacanya.


“Udahlah, kenapa emangnya ?” tanya Lia.


“Enggak, kamu terlihat sama saja seperti semalam” jawab Harry.


“Yaiyalah, masak hanya karena mandi aku bisa berubah jadi super cantik gitu”balas Lia.


“Bukann bukann, heran aja aku, cantikmu kok tak luntur-luntur” tatap Harry kematanya. Melihat itu refleks wajah Lia memerah kembali mengingat pelukannya tadi pagi.


“Kamuu” ucapnya sambil memukul Harry. Terlihat disisi sana, Andy mulai tidak tenang seperti menahan sesuatu. Ia berdiri namun kembali duduk akibat penanggung jawab dan yang membawa lomba cerdas sudah datang.


Pak Eko menjadi guru yang akan membacakan soal dan memandu jalannya cerdas cermat.


Sebelum memulai pak Eko meminta penonton untuk tidak memberi tahu jawaban dan harap tenang selain itu meminta para peserta cerdas cermat untuk berdoa terlebih dahulu.


Pak Eko menjelaskan aturan dan babak pada lomba cerdas cermat ini. dimana lomba ini akan dibagi atas 3 babak.


Pada babak pertama masing masing regu akan diberikan 5 pertanyaan dan jika mampu menjawab benar makan akan diberikan point 10, namun jika salah pertanyaan akan dilempar kepada kelompok lain. Tidak ada pengurangan nilai pada babak ini.


Pada babak kedua akan ada 5 pertanyaan lagi untuk masing masing kelompok, dimana yang mampu menjawab benar akan mendapatkan 10 point dan jika menjawab salah akan dikurangi 10 point dan kesempatan akan diberikan kepada kelompok lain, kelompok lain berhak untuk menjawab atau tidak menjawabnya, dan jika benar akan mendapatkan 10 point, jika tidak akan dikurangi 10 point lagi.


Pada babak ketiga akan ada 15 pertanyaan bebas yang dilemparkan kepada semua tim, tim yang tercepat memencet tombol lampu, maka dia yang berhak menjawab dan jika benar akan mendapat 20 poin dan jika salah akan mendapat pemotongan 20 point juga.


Lomba dimulai dari regu A, regu yang dipimpin oleh Andy. Mereka mampu menjawab semua pertanyaan dengan bersih alias benar semua.


Kemudian tim B mendapat gilirannya.


3 pertanyaan Awal mereka mampu menjawab dengan benar namun dipertanyaan ke empat ini mereka salah sehingga pertanyaan dilempar ke tim yang cepat merespon pertanyaan.


Tangan Harry yang memang sedari tadi sudah standby di tombol langsung memencet lebih dahulu dan membuat tim nya memiliki kesempatan mendapatkan point.


Terlihat dengan jelas ekspresi serius dari Lia menjawab pertanyaan tersebut dan seperti yang sudah kita prediksi bersama, Lia menjawab dengan benar sehingga tim C kini memiliki point 10.


Kini tiba giliran tim C pada babak ini dan tentu saja dengan kemampuan mereka bertiga mereka merain poin penuh dan kni memimpin dengan 60 poin tim A 50 poin dan tim B 40 poin.


Seperti yang sudah diduga dari awal, pada babak kedua tim A dengan benar menjawab semua pertanyaan yang dilemparkan sehingga kini poin mereka 100 dan tanpa mengulangi kesalahan sebelumnya tim B kini menjawab semua pertanyaan dengan benar pula hingga poin mereka kini 90 poin.


Kini masuk giliran dari tim C untuk menjawab pertanyaan yang akan dilemparkan pak Eko dibabak kedua ini.


Dua pertanyaan Awal dijawab dengan baik dengan oleh Lia dan Harry sehingga poin mereka kini 80.pertanyaan tiga dan empat seolah menjadi santapan oleh Dilla karena menjawab dengan yakin dan benar kini poin mereka sudah 100.


Memasuki pertanyaan terakhir,


“Sebutkan nomor kendaraan kota sibolga provinsi sumatera utara” ucap pak Eko dan waktu hitungpun langsung dimulai.


Dilla dan Lia yang merasa tidak tahu, melihat Harry dan dengan tatapan yakin sedikit senyuman Harry seolah bilang dengan teman temannya biar aku yang menyelesaikan ini.


Harry dengan tatapan yakinnya mengarahkan mic yang di tangannya mendekat ke mulutnya di tarik nafas panjang yakin menatap pak Eko.


Retno dan Agung yan kebetulan berada disana melihat mereka, bahkan merasakan suara detak jantung mereka yang sedang berdegub menanti jawaban yang akan diucapkan oleh Harry.


“Tidak tahu pak” ucapnya yakin,kemudian merebahkan badannya kekursi santai dan sedikit rileks.


Beberpa orang tertawa mendengar jawaban Harry teman kelasnya mulai memprotes dan meneriakinya. Kelas lain tertawa melihat dirinya. Harry, hanya santai tersenyum dengan santainya.


“Yaaahhhhh ri, Jawabannmu” ucap Lia yang sedikit kecewa dengan jawaban yang dikeluarkan Harry. Begitupun Dilla.


Namun Agung hanya tertawa melihat tingkaah sahabatnya itu.


“Yah namanya juga gak tau yaakkk, toh kalian juga gak tau kan” jawab Harry diselingi tawa menang.