A Story Of LIA

A Story Of LIA
DUA SATU



..."Namun terkadang lelaki sejati hanya bisa dibuktikan melalui tindakannya, bukan omongannya"...


Mungkin sinar matahari pagi yang terbit berdasarkan lintasan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh sang Pencipta.


Burung-burung yang sudah terbangun dari tidurnya mulai bersiul indah benyanyi sambil mengepakan sayap-sayap mungilnya.


Retno terbangun dari tidurnya, dengan rambutnya yang masih acak acakan dia bangunkan sahabatnya yang sedang tertidur lelap disebelahnya itu.


“Lia, bangunnn” ucapnya sambil mengucek matanya. Lia yang mendengar itu pun berusaha membuka matanya.


Retno bangkit dari tempat tidur dan menuju ke jendela lalu membukanya.


Sejauh matanya memandang ke arah luar jendela, bunga-bunga di pekarangan rumah yang basah karena di selimuti embun pagi hari, meninggalkan bau basah, mewakili masih asrinya suasana pada masa itu.


Pohon-pohon rindang bergoyang dengan tiupan angin sehingga memancarkan suasana sejuk dari setiap ranting, dahan, batang, dan daun seolah berbahagia pagi ini.


Retno mengambil jam nya dan melihat sudah jam berapa pagi ini. Matanya langsung melotot untuk memperhatikan jelas angkanya dan kemudian,


“Liiiaaaaaaaaaa, cepattttttt” teriaknya yang membuat Lia langsung tersentak bangkit dan duduk ditempat tidurnya.


“Sud-“


“Sudahhh hampir jam 7 inii” potong Retno. seolah tau apa yang akan diucapkan Lia.


“Oohhhhhhh” balas Lia panjang, kemudian merebahkan badannya lagi, tak sanggup menahan kantuknya.


“Aku pake kamar mandi lantai ini ya, kamu dibawah ya?” ucap Retno dibalas anggukan oleh Lia. Melihat Lia yang kembali merebahkan badannya, membuat dirinya semakin tidak tenang dan.


“Liaaaaaaaa, Bangunnn” teriak Retno kembali, dan kali ini dia menarik Lia untuk berdiri. Kemudian mengambil tasnya dan menuju ke kamar mandi.


*****


Pintu gerbang sekolah yang saat ini sudah terlihat oleh Retno dan Lia sudah memiliki penunggu dan juru kuncinya, Bu Nasution. Guru Bimbingan Konseling yang sudah memegang buku besarnya dan siap mencatat atau menghukum siswa maupun siswi yang terlambat.


“Reee, Ayo cepetan Larinya” ucap Lia yang saat ini berhenti didepannya. Retno mengatur nafasnya yang masih tidak teratur efek berlari dari simpang tiga.


“Sabarrr yaakk, capek nii” balas Retno


“Lagian kan ini masih PKS, paling kita tidak dihukum” sambungnya.


“Jalan ajaa yaaa, “ ucap Retno.


“Tadiii pas dirumahku kamu minta buru buru, hahahahah” balas Lia.


Suasana sekolah pagi ini sudah sangat ramai dan heboh semua pertandingan beregu sudah sampai pada partai final.


Retno dan Lia pun juga sudah mengganti baju mereka dengan pakaian olahraga dan ikat kepala merah dikepalanya.


Akan ada lomba hiburan yang tidak masuk ke penilaian juara umum namun tetap akan mendapatkan trofi, Lomba Gerobak Sodor atau Galasin.


Untuk lomba galasin ini hampir semua kelas berpartisipasi dengan sebuah tim terdiri dari 6 orang3 putra dan 3 putri. untuk kelas X-6, Lia sendiri sudah memilih orang orangnya. Lia, Retno, Harry, Agung, Dilla, dan Bayu.


Retno Melihat jam kesayangannya, Waktu telah menunjukan pukul 11lewat. Matahari sudah beranjak tinggi menyinari lapangan utama ini. suasana sekolah ramai karena walaupun ini merupakan lomba hiburan, ternyata cukup seru dan banyak antusiasme siswa untuk melihatnya.


kali ini pertandingan sudah sampai semifinal dari 18 Tim yg bertanding.


Seperti aturan permainan yang memang sudah diketahui oleh kebanyakan orang. Permainan ini memiliki tujuan menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.


Selain itu lomba ini dilaksanakan di lapangan utama dengan acuan garis-garis yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan garis putih yang berasal dari kapur.


Grup yang bertanding akan mendapat giliran untuk menjaga lapangan yang terbagi dua bagian, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horizontal dan garis batas vertikal.


Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas.


Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan.


Untuk pertandingan semifinal ini Setiap tim diberi waktu 5 menit untuk mampu mencuri poin, namun jika dalam 5 menit tidak ada yang berhasil melewati orang terakhir maka tim akan diganti.


Didepan sana, Retno melihat Lia mendekat ke bayu yang berada ditengah, Retno tahu bahwa Lia pasti merencanakan sesuatu dan benar saja.


Begitu wasit membunyikan peluit tanda mulai, Bayu bergerak ke arah kanan, dan Lia berlari menyergap ke depan.


Tim lawan terkejut melihat strategi dari X-6, tiga orang berhasil lewat, namun tertinggal satu cewek yang masih merasa kebingungan yang akhirnya disentuh oleh Lia.


Pertandingan berubah,


Kini Tim X-6 menyerang.


Sebelum dimulai, sekali lagi Lia mengatur strategi sebagai pemancing lawan. Agung akan menjadi aktor utama untuk mencuri poin dan Harry yang akan support Lia sebagai pemancing lawan.


Beberapa menit setelah peluit dibunyikan, hanya tertinggal Lia dan Harry didepan. Sedangkan Agung tinggal melewati kurungan dari garis ke empat dan lima.


Dengan satu gerakan lincah bayu yang berada dikotak baris ke ketiga mencoba merengsek masuk ke garis empat yang membuat konsetrasi pemain ke garis ke empat dan lima pecah, memanfaatkan itu, Bayu berhasil di sentuh oleh lawan. Namun sebelumnya, Agung berhasil masuk, dan 1 poin untuk tim X-6.


kembali permainan dimulai dan tim X-6 kali ini bertahan.


Praktis strategi yang dimainkan X-6 monoton dengan mengunci lawan.


Bayu mengunci bagian depan sebelah kanan. Lia berada ditengah menutup. dan Harry menutup di baris kedua di sebelah kota kiri.


Skor berakhir dengan kemenangan X-6 dan dipartai final bertemu dengan kelas 11 Ipa 2.


Praktis permainan cukup monoton dengam masing masing tim sudah mengatur strateginya. Namun, hanya karna Agung dan Harry harus siap siap untuk partai Final, Lia memberikan Instruksi untuk memberikan kemenangan kepada lawan dan disetujui oleh Tim.


Pada akhirnya, Tim X-6 menduduki posisi dua pada mata lomba ini.


Waktu menunjukkan pukul 3 sore. Lia dan Retno masih menggunakan pakaian olahraga berdiri rapi disini kiri lapangan sepakbola SMA Angkasa.


Bola saat ini berada dibawah kaki Andy kelas XII Ipa 1 yang merupakan favourite juara. Namun, dari tatapan Andy, dan pertemuan nya dengan Harry sebelum pertandingan dimulai, seperti menjelaskan bahwa pertandingan ini bukan hanya soal sepakbola, tapi ada unsur Lia didalamnya.


Gadis yang saat ini meneriaki nama kelasnya Namun melambai ke arah Andy.


Peluit dibunyikan dan Bola ditendang Andy kebelakang tanda dimulainya partai Final Sepakbola Antar kelas Pekan Kreatifitas Siswa SMA Angkasa antara kelas X-6 debutan penuh kejutan dan kelas XII IPA 3, Kelas Elit SMA Angkasa


******