A Story Of LIA

A Story Of LIA
TIGA ENAM



..."Tapi sungguh, layaknya ketampanan tom cruise yang melekat mirip dengan Randy dan kecantikan ala Bella Saphira pada diri Lia sungguh perpaduan yang sangat apik pada masa itu"...


Bus yang saat ini melaju dengan kecepatan kurang lebih 40-50 km/j ini, telah berjalan sekitar dua puluh lima menit yang lalu.


Dan jika dilihat kearah luar jendela bus, tampak. masih kelihatan rumah rumah maupun ruko ruko warga yang ada dipinggir jalan yang artinya masih di daerah perkotaan.


Jika mendengar dari diskusi ibu guru dengan pak supir, Perjalanan akan menempuh jalur selatan. Yang artinya akan memakan waktu hingga 10-12 jam perjalanan.


Tapi tak perlu khawatir karena sekolah juga telah menyediakan penginapan di yogyakarta tepatnya didaerah sekitar malioboro.


Study tour kali ini akan berlangsung selama tiga hari dimana dua hari efektif akan digunakan untuk mengelilingi tempat wisata prasejarah di Yogyakarta. dan satu hari akan dihabiskan untuk perjalanan pergi dan kembali dari Yogyakarta.


Seperti kebanyakan perjalanan study tour, para siswa dan murid menggunakan pakaian bebas yang membuat mereka menjadi lebih cantik dari biasanya.


Dan seperti yang sudah terlihat saat ini, bus yang dinaiki Lia merupakan salah satu bus yang memang berisi anak anak kelas atas yang dari atas sampai bawah penuh dengan aneka barang yang bermerk.


Tapi terlepas dari itu semua. Lia yang menggunakan pakaian putih dengan jaket jeans dan rambutnya yang digerbang lurus sebahu terlihat sangat modis alias padu.


Sangat menawan dimata lelaki manapun yang membuat para kaum hawa meliriknya sinis tanda sirik padanya.


Pandangan seperti itu bukanlah hal baru bagi Lia, pandangan seperti itu sudah muncul sejak dia berpacaran dengan Andy dan berlangsung hingga detik ini. atau mungkin bertambah.


Tapi sungguh, layaknya ketampanan tom cruise yang melekat mirip dengan Randy dan kecantikan ala Bella Saphira pada diri Lia sungguh perpaduan yang sangat apik pada masa itu. Yang dimana keduanya saat ini duduk bersama di kursi belakang.


Terdengar sendau gurau dari para siswa bagian depan se-akan menjelaskan bahwa perjalanan ini cukup menyenangkan dan dinanti oleh setiap siswa.


Randy mendengar seseorang yang berjalan mendekat kearah mereka berdua, dan membuka matanya untuk melihat siapa yang datang.


"Ini slayer, silahkan pakai, kalian akan menjadi satu kelompok selama perjalanan study tour ini" ucap Bu guru yang memberikan slayer bewarna biru kepada Randy.


Randy sekilas melihat kearah Lia yang sudah tertidur menyender tepat di kaca bus.


"Baik buk, terima kasih, punya Lia biar saya saja yang menyerahkan buk, kebetulan dia baru saja terlelap." Pinta Randy.


Ibu guru mengangguk, dan menyerahkan satu slayer lagi pada Randy dan pergi kembali kedepan.


Sadar akan suasana mobil yang mulai senyap, dan membosankan, pak supir pun memutar lagu-lagu barat yang memang sedang naik daun pada waktu itu.


Tak lama kemudian hampir seluruh murid yang ada didalam bus tersebut bernyanya, kecuali Lia yang terlelap dengan Earphone yang menyangkut ditelinganya dan Teman sebelahnya yang saat ini sedang memikirkan mengapa Walkman kesayangan Harry bisa bersama Lia.


"Apa Harry juga menyukai Lia ?" Tanyanya dalam hati sambil melirik Lia. yang dimana dua helai poninya mulai jatuh mengikuti rambutnya yang sekali lagi Randy terpana Olehnya.


“Anak-anak kita mampir dahulu di sini, silahkan keluarkan bekal kalian atau perlengkapan sholat bagi yang muslim, kita akan berhenti disini selama 30 menit" ucap ibu guru pendamping tak lama setelah itu mobil tiba disebuah mesjid yang halamannya cukup luas dan begitu asri.


"Satu lagi, ibu minta kalian jaga sikap, jangan mempermalukan sekolah kita" Tegasnya


"Baikk bukk" ucap peserta study tour slayer biru serentak.


Randy untuk kesekian kalinya menoleh kearah Lia yang kini sudah terbangun dan merapikan rambutnya.


Topinya terjatuh dan Randy segera mengambilnya lalu memberikannya pada Lia.


"Bukannya bilang makasih malah pergi aja,Heiii" Teriak Randy, namun Lia tetap saja pergi.


"Eh, teman-teman kita sudah nyampe nih di Yogyakata”. Ucap Nafiz dari kelas Sepuluh 4 memberikan informasinya.


“Eh, Apaan kita masih diseparuh jalan ini, mampir dulu”. Ayu membalas. Ayu dan Nafiz sendiri merupakan teman satu bus Retno dan Harry yang kini masih sama sama membisu tepat dibelakang Atu dan Nafiz


"Retnoo" Teriak Lia sambil tersenyum. dan berlari menghampiri Retno dan Harry.


Sesuai arahan mereka punya waktu 20 menit untuk mengobrol atau sekedar bercengkrama menceritakan setiap kejadian di dalam bus.


"Oooohh jadi karena ini mba tahu apa yang terjadi pada Lia" ucap Adam memotong cerita nostalgia ini untuk kesekian kalinya.


Mba Retno menggangguk.


"Tapi Mba bener gak tahu apa yang terjadi dengan Lia dan Randy selama di dalam bus sampai ke Yogya, tapi yang jelas Lia terlihat sedikit melunak pada Randy sejak tiba di Yogyakarta." jelas Mba Retno.


"Oohh baik Mba, lanjutkan ceritanya" Ucap Adam. Mba Retno pun mengangguk.


Perjalanan bus yang ditumpangi oleh Lia dan Randy harus berhenti dan menepi, tertinggal dari rombongan bus lain yang memang sudah terus melaju menuju Yogyakarta.


Ada masalah dengan mesinnya.


kurang lebih 30 menit waktu yang digunakan untuk memperbaiki masalah tersebut.


Hingga akhirnya mereka tiba di penginapan hampir jam 10 malam.


Semua siswa yang berada dalam bus segera turun dan mengambil barang bawaannya. Yang memang sudah berjejer rapi, disusun oleh assisten supir tersebut.


Lia terbangun dari tidurnya,


Ia merasa sangat membosankan di dalam bus, tak ada yang mengajaknya bicara, praktis walkman yang diberikan oleh Harry adalah teman terbaiknya di dalam bus.


Tapi Ia heran, Jaket siapa ini ?, mungkinkah Randy ?, tapi seingatnya tadi, Ia tidak mengenakan jaket, tapi mengapa ketika Ia bangun ada jaket yang saat inj sedang dipengangnya, tadinya menutupi tubuhnya yang memang suasana di bus sangat dingin sekali.


Menghangatkan tubuhnya, selama Ia tidur.


"Ahh sudahlah, dibawa aja dulu, toh juga nanti orangnya bakal datang menagihnya." Gumamnya dalam hati.


Dilihatnya suasana bus yang memang hanya ada dia sendiri bersama pak supir,


"Ditinggal" gumamnya, dan bergegas turun dari bus ini.


Lia mengambil barang bawaannya yang tidak terlalu banyak dengan 1 koper berukuran sedang yang sudah berada dibawah sendirian tanpa ada tas lain yg menemaninya . Dan tas sandang sekolah yang biasa Ia pakai.


Sesuai arahan dan susunan kamar yang sudah diatur oleh guru, Lia mendapat kamar bersama Retno dan Thalia.


Dengan segera merapikan barang bawaan masing masing didalam kamar yang memang sudah disiapkan.


Untuk tidur, Lia bisa mendapat kamar dengan Retno setelah negosiasi yang dilakukan olehnya dan Retno disetuji oleh teman lain.


Tak banyak bicaraaa, Ia lihat pun Retno sudah berbaring di kasurnyaa, Ia langsung pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya, dan tak lama setelah selesai Ia merebahkan dirinya di kasur dan mengambil buku catatannya untuk menulis kembali kenangan yang dialaminya belakangann ini.


*****