A Story Of LIA

A Story Of LIA
DUA BELAS



..."Saat ada orang yang menceritakanmu dari belakang, tidak usah terlalu dipikirkan, itu tanda kamu sedang berada didepannya."...


Sudah dua jam lebih berlalu sejak kepala sekolah membuka acara pekan kreativitas siswa, pekan ini sendiri digagas oleh OSIS sebagai bentuk acara memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia.


Suara bising pada gor tempat berlangsungnya pertandingan perempat final bola voli putri antara kelas XII Ipa 3 dengan kelas X-6,


Lia dan Retno sudah berada didalam gor dan berteriak mendukung teman temannya. Kelas XII Ipa 3 sendiri merupakan finalis tahun lalu dan juga merupakan kelas dari Andy. Mantan ketua osis yang dikabarkan sedang dekat dengan Lia.


“Dan ya, kalian pasti sudah menebaknya kan ?, disamping Lia ada siapa ?” Tanya mba Retno. sontak Intan dan Adam menggeleng paham dengan yang dimaksud dengan mba Retno.


Andy tepat berada disamping Lia, menonton dengan karismatiknya, dan diselingi tertawa sedikit melihat Lia yang begitu semangat mendukung teman-temannya yang berlaga.


Terdengar suara berbisik dari belakang yang memang sedikit membicarakan Lia, namun Lia seolah tak mendengar dan terlihat biasa saja. belakangan ini memang sejak dirumorkan dekat dengan Andy hidupnya seperti Artis yang digosipin tiap hari.


Pertandingan begitu sengit dengan saling mengejar keunggulan. 40 menit pertandingan berlangsung dan sekarang sudah memasuki pertandingan terakhir dengan saat ini kelas XII IPA 3 memimpin 3 angka dengan selisih 7-4 dan skor utama 1-1.


Lusi, kakak kelas Dua Belas yang menjadi salah satu primadona disekolah dan sahabat dari Andy, menunjukkan kelasnya sebagai kapten tim voli SMA angkasa dengan mencetak banyak angka pada pertandingan kali ini.


Posturnya yang tinggi dan ideal, membuat pukulan jumping smashnya begitu kuat dan tajam. Sayangnya bagi X 6 saat ini, Ia merupakan pengambil service saat ini.


Jumping Smash yang dilakukan Lusi melewati net dan menungkik tajam ke arah kiri Dina yang kali ini tidak bisa menerimanya dengan baik dan hanya terdiam melihat Jumping Smash itu,


"waww, hanya karena orang yang kau sukai berada kini duduk bersama adik kelas, kau cemburu dan memukul begitu kuat, Waaaawww" Ucap Lisa kagum dengan teman sekelasnya itu.


"Ayo kita harus akhiri ini dengan cepat" Ucap Lusi.


Bola sudah ditangannya, dengan gerakan memutar bola ditelapak tangannya, Ia melihat tajam kesisi lawan dan memilih kemana bola ini akan Ia pukul.


Ia sudah mendapatkan targetnya, kemudian dengan gerakan melambungkan bola keatas langit langit gor, Ia berlari dan melompat tinggi. pukulannya terdengar sangat keras dan melaju cepat ke sisi lawan.


Mita sigap melihat bola tersebut dan bergerak kearah bola dengan lengan kanannya bolapun berhasil dilambungkan jauh ketas dan masih didaerah X-6.


Melihat hal itu, Putri yang memang sudah bermain voli sejak SMP melihat celah di pertahanan kelas Dua belas mengoper ke sudut kiri net.


Sudah ada Gita yang memang menunggu umpan manja seperti ini. dengan sekuat tenaganya Ia pukul bola tersebut melewati bloking 2 pemain depan Kelas Dua belas dan bola Masuk. sontak Anak X-6 gembira atas hal itu.


Guru olahraga melihat tangan Mita yang tampaknya cedera, dan tidak membiarkan Ia bermain kembali, kelas X-6 kini kekurangan 1 pemain di Timnya.


"Ini ada Lia, dia dulunya pemain Voli di SMP nya" Teriak Retno memberi tahu Putri. Putri pun tersenyum dan memberikan isyarat memanggil Lia untuk masuk kelapangan.


"Kamu beneran dulu pernah di tim Voli ?" tanya Putri.


"Pernah, namun sejak kelas 3 SMP sudah tak pernah bermain lagi Put." jawab Lia.


"Kenapa gak bilang dari semalam sih, yaudah gak papa ayo langsung gabung saja." jawab Putri mengajak Lia untuk masuk.


"Oh iya, apa posisimu dulu ?" tanya Putri.


"Wing spike" jawab Lia yang kini sudah berada di Sisi kiri penyerangan.


"Oke". balas Putri.


Permainan Lia mengejutkan banyak orang di gor, Ia mampu mengimbangi permainan Lusi, bahkan Lia memiliki sedikit istimewa dengan mampu berada diposisi mana saja kecuali Libero. Kemampuan passing dan Smash nya tak perlu diragukan lagi.


"Mengapa anak kelas satu ini bermain sangat bagus, ?" terdengar oleh Retno dari belakang bangku penonton.


Skor kali ini seimbang dengan 18-18 aturan pertandingan hanya sampai 20 poin dan apabila seimbang pada poin 19-19 maka akan match poin.


Dengan lompat yang tidak terlalu tinggi, Ia pukul bola itu pelan namun terukur. bahkan guru olahragapun terkejut melihat pukulan itu.


"Itu adalah Jump Float" teriak Agung yang kini sudah berada di samping Retno yang membuatnya juga terkejut. Retno terkejut karena Agung, dan Agung terkejut karena pukulan Lia.


Dan benar saja, pukulan itu masuk dengan mulus memanfaatkan kesalahan Lusi dalam menerima dan memprediksi bola Jump Float service itu. Ia mengira bola itu akan Out, namun nyatanya masuk tepat di garis, dibelakangnya.


kali ini X-6 Unggul satu poin di 19-18.


"Match Point" terdengar teriakan wasit pertandingan yang merupakan guru olahraga kelas dua.


Lia kembali mengambil Service, dia lihat bola itu...


Dia lihat sisi lapangan lawan. Dia lambungkan bola itu kembali dan kali ini lompatannya tinggi fan kemudian memukul kuat. bola melaju sangat cepat, Namun Lusi melihat bola itu dan menerima bola itu dengan baik.


"Ganti" Teriak Lusi sambil meninggalkan bola itu dan bergerak ke sisi kanan.


Lia melihat pergerakan Lusi dan dengan Putri, ia telah siap menutup pukulan Lusi.


Di dalam hitungan sepersekian detik itu Kania yang menerima bola bukan mengoper ke Lusi dan malah melakukan fake passing sehingga semua pemain terkecoh dan bola kini jatuh tepat dibawah net.


Sontak semua orang yang menyaksikan terkejut dan tak menyangka lalu teriak kagum kepada Kania.


Lia dan Putri hanya tersenyum dan kemudian tertawa tak menyangka, bahwa mereka terkecoh dengan sangat rapinya.


Skor kembali imbang 19-19.


Tim voli XII IPA 3 melakukan service bola dan bola diarahkan standart kearah sisi lapangan.


bola diterima dengan baik oleh Mita , dan kini bola berada di tangan Lia, dan memilih untuk mengembalikan bola tersebut karena tak bisa mengolah bola itu sebab ia sudah penyentuh ke tiga.


Bola yang dikembalikan seakan jadi jatah makanan buat Lusi. Kania yang melihat Ekspresi temannya itu, langsung saja mengoper bola padanya dan 'Bamm' Bola itu masuk tanpa kesulitan yang berarti


skor 20-19 match point untuk XII IPA 3 dan celakanya, pengambil service ini adalah Kania. Salah satu Senior di tim Voli Sma Angkasa yang juga bisa melakukan Jump Float.


Langsung saja Ia Pukul bola itu dengan teknik Jump Float. bola mengarah ke Lia, Lia sadar akan sulitnya menerima bola itu iya buka tangannya dan kuda kuda kakinya. melemaskan badannya dan menerima bola jatuh itu dengan baik, semua sekali lagi terpukau dengan kemampuan receive Lia.


Bola Liar akhirnya disambar Putri dan mengarahkan bola ke arah Gita yang memang sudah siap untuk melakukan smash. Dua bloking sudah ada tepat didepan matanya, melihat peluang semakin tipis dia hanya bisa melakukan pukulan lurus dan ya sudah menunggu libero lawan disana.


bola dapat diterima dengan baik oleh Libero dan diarahkan ke pada Kania, Kania langsung mencari Lusi dan langsung melakukan passing yang sering mereka lakukan bersama, sebuah umpan yang bisa mengeluarkan potensi terbaik smash Lusi.


bola kini tepat didepan Lusi dan Lusi langsung memukulnya kuat Namun pukulannya mengenai para bloker, dan Lusi pun tersenyum. karena bola tersebuh malah melambung jadi melambung tinggi dan tak bisa dikejar oleh kelas X-6.


Pertandingan berakhir dengan kemenangan kakak kelas,dan langkah X-6 terhenti di delapan besar.


Keringat membasahi seluruh pakaian Lia setelah meminum air dari botol yang diberikan kepadanya. Namun sebuah handuk kini telah mendarat dikepalanya, menutup penglihatannya.


Ia yang risih akan handuk tersebut di kepalanya akhirnya mencoba menggeserkan handuk tersebut agak bisa melihat.


Ia tersenyum lebar,


matanya mulai berair....


Pria ini, tersenyum dengan polos didepannya.


"Permainan yang bagus Lia."