
..."Terkadang, Banyak hal yang tidak terduga dalam hidup, oleh sebab itu kamu hanya bisa berusaha berdamai dengan kemungkinan yang mungkin tidak kamu sukai"...
"Jadi mba, Lia beneran jadian dengan Andy ? tanya Adam menghentikan nostalgia mba Retno.
"Begitulah Dam, "balasnya.
"tapi mba sebelum mba lanjut, ada 2 hal yang saya pertanyakan, boleh saya tanya mba ?" tanya Adam kepada mba Retno.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 1 malam, namun mata mba Retno dan Adam tidak menunjukkan rasa kantuk sama sekali. Lain hal yang Intan yang kini telah terlelap di samping adam dengan lipatan tangannya yang menjadi bantal untuk kepalanya.
"Oallaah Intan, Intan.. sudah terlelap saja ni anak" Ucap mba Retno.
"Tidak apa apa mba, biarkan saja dia gini dulu, udah biasa lihat dia tidur beginian maah" jawab Adam sambil mengambil jaketnya lalu menyelimuti tubuh Intan.
"Apa yang mau kamu tanya Dam ?" tanya mba Retno.
"Yang pertama" Ucapnya.
"Ada moment dimana Harry dan Lia datang bersamaan ke DPR dan Lia menangis, kalau boleh tau itu kenapa ya mba ?," tanyanya.
"Saya berpikir, itukan dia ditarik tuh dan pergi bersama Andy, tapi toh mengapa mereka jadi pacaran?" sambungnya.
"Yang Kedua"
" Ada moment Harry bertemu dengan Andy sebelum partai final, apa pertemuan ini termasuk dalam alasan mengapa bisa Lia dan Andy berpacaran?" tanya Adam.
Mba Retno hanya tersenyum melihat pertanyaan Adam, dan pikirannya sudah tergambar seperti memori Film yang ingin dijelaskannya ke pada pemuda didepannya ini.
"Baik, Mba akan menjawabnya, tapi kita lanjut cerita Harry yang pergi meninggalkan acara ya." Pinta mba Retno.
"Okee mbaa" Jawab Adam semangat
" Gak papa kamu belum tidur malam ini ?" tanya Mba Retno.
"Saya cuma punya waktu beberapa hari lagi mba, jadi akan memaksimalkan waktu pencarian selama masih di jawa" jawab Adam pasti.
"Baiklah kalau begitu" jawab mba Retno dan memulai ceritanya kembali.
*****
Mungkin entah apa yang ada dihatinya malam itu. Harry pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah atau dua patah kepada kami yang duduk bersamanya.
Sesuai dengan prediksinya, raut wajah Lia, menunjukkan bahwa ini adalah kabar bahagia buatnya, tapi tidak untuk pria satu ini.
Retno berusaha mengejar Harry untuk menenangkannya, namun tangannya ditarik oleh Agung.
“Tunggu Re, Biarkan saja dia dulu, aku kenal dia lama, dan disaat seperti ini, biarkan dia sendiri untuk beberapa saat” ucapnya memohon yang membuat Retno kembali duduk.
“Kita lihat Liaa dulu, setelah itu baru kita mencari Harry” sambungnya. Dan dibalas dengan anggukan oleh Retno.
Hampir tiga puluh menit Lia dan Andy diatas sana bercengkrama dengan para undangan sebagai Rama dan Shinta, juga sebagai sepasang kekasih ideal yang baru saja jadian.
Pada akhirnya Lia datang kemeja mereka namun Agung hanya tersenyum tidak banyak bicara padanya.
“aku melihat Harry tadi, sekarang dimana dia ?” tanya Lia kepada sahabatnya, memecah tenggang rasa yang terjadi di meja itu.
“Entahlah Lia, mungkin setelah ini kami akan menemuinya” jawab Agung.
“Kami tidak tahu dia kemana yaa, tapi mungkin dia ada masalah”sambung Retno, namun sedikit terlihat kekecewaan pada raut wajah Lia, namun Ia kembali tersenyum dan pamit untuk bergabung dengan Andy yang beberapa detik lalu memanggilnya.
“Ayo kita ke DPR, dia pasti disitu, kamu bawa apa yang sudah aku minta kan ?” tanya Agung serius.
“Bawa dong, obat anti nyamuk kan ?” tanya Retno balik memastikan.
Lia melihat kedua sahabatnya pergi meninggalkan acara, namun dia tidak bisa mengejar, karena untuk acara penutupan ini, Ia lah Ratna nya, yang harus berdampingan dengan pacarnya, Andy.
Retno paham, mengapa Harry malah kesini. Suasana malam yang begitu tenang, terdengar juga suara jangkrik yang menghiasi taburan bintang yang berada diatas sana.
Pria itu kini berdiri menghadap langit, tak jauh darinya ada pohon besar yang biasa menjadi pelindung kami dari sinar matahari. Tampak menyeramkan memang namun, tak semenyeramkan itu kalau dari berada didekatnya.
Harry menoleh kearah mereka berdua, sedikit tersenyum lalu mengambil sesuatu dibalik pohon. Ternyata sebuah kain yang lumayan cukup tebal, dia bentangkan kain itu dan duduk disana. Melihat hal itu Agung dan Retnopun ikut duduk bersamanya.
Melihat apa yang dilakukan oleh Harry, merekapun ikut duduk dan menatap langit sambil terdengar suara pelan namun cukup riuh di ujung sana tempat berlangsungnya acara penutupan.
“Ohh pantes, Agung suruh bawa ini, ternyata buat disini toh” Gumam Retno dalam hati yang kemudian mengeluarkan kemasan anti nyamuk dan mengarahkan kemasan itu kepada para pria yang ada disampingnya.
“HAHAHAHHA” Harry tertawa terkejut melihat apa yang disodorkan oleh Retno dengan ekspresinya yang begitu datar, Agung Refleks menutup mulutnya yang membuat Retno menjadi heran.
“Ngapain bawa ini Re ??” tanya Harry saat tawanya mulai reda.
“lahh, disuruh Agung tadi buat bawa ini?” balasnya polos.
Yang membuat Agung tidak tahan menahan tawanya yang akhirnya terngakak melihat ekspresi Retno yang polos itu.
Retno berusaha berpikir keras, “apa yang lucu” gumamnya. Dia mengingat kembali, dan akhirnya sadar akan tingkah yang dilakukan Agung padanya.
“Aaaaggguunnnggg” Teriaknya, kemudian memukul Agung yang sedang tertawa dengan Tasnya itu. Harrypun semakin tertawa melihat sahabatnya itu.
“ kita bukan menginap disini loh Re “ balas Harry beberapa menit setelah suasana kembali tenang, terdengar suara Agung yang berusaha sekuat tenaga menahan tawanya.
“Dia jahil itu, menyuruhmu membawa ini” jawab Harry.
“Kami memang berencana bakal kesini dipertengahan acara” jawab Agung. yang membuat Retno seolah terbodohkan.
“Jadi Reaksimu tadi ?” tanya Retno.
“Itu memang alami, wehhhh” sambung Agung yang membuat Harry tidak perlu menjawab lagi.
“Harry, aku masih penasaran, kenapa Lia menangis saat semalam” tanya Retno memecah keheningan beberapa saat yang lalu.
“ini permen, rasnaya lumayanlah” ucap Harry sekalian memberikan permen padanya.
“Jadi Lia belum cerita ya ke kamu” tanya Harry.
“Belum, akupun tak berani menanyakannya” balasnya.
“Jadi, singkatnya” balas Harry berusaha menjawab.
“Lia diminta oleh Andy untuk menjadi Ratna, Ia pun senang karena itu, tapi yang menjadi masalah adalah kakak kelas dari kelas 11 dan 12 yang merasa tidak adil namun tidak bisa menolak permintaan Andy, malah menyerang Lia dengan kata kata kasar dibelakang Andy” Harry menjelaskan.
“Dan yaaa, setelah itu aku datang menghampiri namun belum juga sempat membalas mereka, Lia malah menarikku pergi”sambungnya.
“Jadi yaaa, begitulah dia setelah melihatmu dan memelukmu” sambungnya lagi yang membuat Retno mengangguk tanda paham.
“Terus Ri, aku melihatmu bertemu Andy sebelum pertandingan, itu ngapain ?” sambung Agung yang juga penasaran.
“Ohh, itu, Aku memberitahunya tentang perlakuan kakak kelas dibelakangnya, dan sedikit memperingatinya untuk jangan membuat Lia sedih” jawab Harry.
“Namun, tak kusangka tindakan dan jalan yang dipilih Andy, adalah menjadi Pacarnya Lia.” Jawabnya, terlihat jelas raut wajah Harry yang sedikit kesal kemudian tertunduk.
“Ohhhhhh karena ituuuu” jawab Retno.
“Jadii karena ituu, Ohhhhh” tegasnya sekali lagi.