
..."**K**amu hanya perlu percaya pada hal-hal yang kamu anggap benar"...
Retno melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 14:50 Wib, akan ada seleksi awal cerdas cermat di pukul 15:00 WIB sampai dengan 16:00 WIB. Seleksi ini dimaksudkan agar peserta yang berhasil lolos 3 besar akan menjadi lawan di partai final dengan sistem 3 babak. Tapi tak perlu bicara final terlebih dahulu, ada 18 kelas yang harus dilawan.
Lia bersama Nur Adilah biasa dipanggil Dilla, kini sudah berada diruangan test awal. Akan ada 100 soal yang terdiri dari 60 %Pengetahuan umum, 40 % pengetahuan akademik. Lia terkenal akan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas yang berbaur ilmu pasti, Dilla yang memiliki kemampuan bahasa yang baik, dan satu lagi, Sarah wanita yang dinilai jago dalam pelajaran sejarah.
Tapi Bayu selaku ketua kelas, tampak kebingungan hingga saat ini hanya ada 1 nama yang muncul dikepalanya untuk menggantikan Sarah yang sedang berhalangan Hadir. Dan orang itu adalah Harry.
Tapi Harry adalah orang yang didaulat menjadi kapten tim sepakbola X-6 yang akan bertanding pada jam 15:35 setelah azan ashar, melawan kelas XI Ips 2 yang dimana didalam tim tersebut main topskor sekaligus penyerang tim sepakbola SMA angkasa, Dino.
"Rii, Tolong" Ucap bayu mengejutkan Harry yang saat ini sedang bersama briefing sama kawan kawan lain.
"Kita butuh satu lagi untuk cerdas cermat, Sarah berhalangan hadir, dan cuma lu yang muncul dikepalaku sebagai pengganti yang tepat" ucap Bayu.
"Maaf, aku tak bisa, cari yang lain saja" Ucapnya sambil duduk kembali.
"Kasian Lia dan Dila, Riiii , mereka sudah belajar, namun gagal hanya karena satu orang yang tak sepemikiran sama mereka, Ayoolah Rii" bujuk Bayu.
"Kenapa gak Retno saja ?" ucap Harry memberikan opsi baru.
"Retno, akan lomba di jam yang sama dengan Lia saat ini, ayoo lah Ri, masih ada 3 menit lagi ini" pintanya. Harry memberikan ban kaptennya ke Agung yang berposisi sebagai Penyerang.
"Gung, kutitip tim dibabak pertama". ucapnya tegas.
"Buat kawan kawan yang lain, aku yakin kita bisa memenangkan pertandingan ini, Terus kawan Dino Gus (Agus), Kris (Krisna)" mereka mengangguk menedengarkan instruksi Harry.
"Para gelandang juga, bantu pertahanan, kita main serangan balik, bertahan aja dulu dan rapat di babak pertama ini" ucapnya sambil sedikit senyum
"Kalo kebobolan, tidak papa, dibabak kedua kita punya Agung yang bakal Hattrick di pertandingan ini, hahahaha" ucapnya yang membuat Tim semangat dan sedikit rileks.
"Aku pergi dulu, dan Kalian dengarkan Instruksi Agung".
"Siap Kapten" ucap mereka serentak.
*******
Ujian sudah berjalan 5 menit, terlihat Harry sudah memasuki ruangan bersama Bayu, setelah berbicara dengan panitia, Harry dipersilahkan masuk dan Bayu keluar ruangan.
"Kamu yg gantikan Sarah ?" Tanya Dila.
"Iya, tapi aku tak lama, lihat pakaianku" ucap Harry.
"Kita selesaikan soal soal pengetahuan umum dahulu, baru selebihnya aku bakal tinggalkan ruangan. Dan kalian yang melanjutkan"
"Oke" Ucap Lia.
*****
"Gung, mana Harry ???" tanya Retno ke Agung. terlihat papan skor menunjukkan 1 - 0. Dan kini sedang istirahat babak pertama.
"Masih lomba cerdas cermat, dan gak tau kapan kemari" balas Agung. Terlihat juga wasit telah meniup peluitnya memanggil kedua tim untuk melanjutkan babak kedua.
10 menit berlalu setelah bunyi peluit babak kedua, kali ini terdengar bunyi peluit dari wasit dengan situasi sepak pojok, Dino berhasil menyundul bola hasil umpan pemain bernomor punggung 8 yang membuat skor menjadi 2-0.
Teriakan semangat terdengar dari suara Agung. Dan akan memulai kick off kembali. Terdengar peluit dari wasit dan tanda hakim garis yang memegang benderanya sejajar dikepalanya isyarat yang dimengerti oleh Agung tanda pergantian pemain.
Terlihat nomor 8 dari kelas IPS masuk menggantikan nomor 11 orang yang memberikan assist ke Dino, dan nomor 10 dari kelas X-6 Harry Sudah berdiri dilapangan, menggantikan nomor 16 Anwar
"Harry" teriak Agung yang diikuti senyuman kawan kawan yg lain. Terlihat Harry berlari ke arah Agung.
"Kerja bagus semuanya" Ucap Harry yang kini lengannya sedang dipasangkan Ban captain oleh Agung.
"Ayoooo, saat nya menyerang" Teriaknya.
"Aku kira kalian akan kebobolan 3 Gol, ternyata hanya 2, nice broo" Ucap Harry pelan sambil memukul pundak Agung.
Permainan dimulai, terlihat jelas dengan masuknya Harry permainan lapangan tengah X-6 menjadi lebih hidup. Dengan suplai bola nya dan ritme yang diaturnya Ia seperti Dirigen didalam panggung Orchestra. Waktu tertinggal 25 menit lagi. Dan bola kini dikaki Agung. Agung coba melewati satu pemain di sisi kanan, namun gagal.
Serangan balik dari IPS 2 dan praktis hanya tertinggal 3 orang dibelakang termasuk Harry yang tepat berada didepan kedua Bek. Disini terlihat kejelian Harry, Pemain nomor 7 berhasil melewati Agus, dan memberikan bola terobosan ke Dino.
Dino berlari dengan cepat, mengejar bola tersebut. Bola sampai di kakinya dan berusaha dikontrol. Namun dalam sedetik kemudian sebuah tekel datang dari Harry dan merebut bola dengan bersih, meninggalkan Dino yang terjatuh akibat benturan yang terjadi antara Ia dan Harry.
Harry kini menggiring bola tersebut, seolah tahu kemana bola yang akan di kirim Harry. Agung bergerak melebar kesisi kiri, dan melihat pemain lawan berusaha mengawalnya ketat, namun dalam sedetik, Agung berhasil mengecoh bek tersebut dan merengsek masuk ke tengah, yang dimana tanpa melihat bola pun, dia sudah tahu bahwa bola akan sampai didepannya.
Dan benar, bola jatuh diantara bek dan Kiper dan, Agung unggul satu langkah diantara keduanya. melihat kiper yang meninggalkan sarangnya, Agung mencungkil bola melewati kiper dan bola melambung rapi menuju Gawang.
"Goooool" teriak komentator yang berasal dari ekskul penyiaran menandakan skor kini 2-1, dan tanpa pikir panjang Agung mengambil bola tersebut tanpa selebrasi.
10 menit berlalu dan waktu menyisakan praktis 10 menit lagi. Situasi berbalik dimana X-6 Kini menggempur IPS 2. Izman, pemain bernomor punggung 7, mencoba menggiring bola melewati satu orang pemain disisi kanan, namun benturan terjadi dan peluit wasit berbunyi tanda pelanggaran.
Dan Harry sudah siap mengambil bola mati tersebut. Terlihat pergantian pemain kembali terjadi, Dino ditarik keluar dan masuk pemain tinggi besar bernomor punggung 2 yang artinya kelas 11 IPS akan bermain bertahan, dan berusaha mempertahankan keunggulan.
Harry konsentrasi dengan bola yang ada didepannya. Di mengangkat kedua tangannya lalu memberikan isyarat 2 jari tangan kanan dan tangan kirinya terbuka semua. Sontak melihat itu bek lawan sedikit bingung dan terlihat semakin memperketat pengawalan terhadap Izman yang bernomor 7.
Tapi hanya Agung yang paham isyarat itu, iya bergerak lasak menuju tiang dekat, didekat kiper. begitu peluit di bunyikan, dia belari menuju tiang jauh. Dan benar, bolaa diarahkan ketiang Jauh, dengan posisi membelakangi Gawang, Agung melompat dan melakukan tendangan Salto keras, dan menghujam ke gawang lawan.
"Goooolll, 2-2 kedudukan" teriak komentator.
Permainan kembali dimulai, terlihat kelas 11 mulai membuka permainan dan menyerang. Namun sayangnya keputusan menarik Dino, dinilai salah, tidak ada penyelesaian yang baik dan ruang tembak selalu ditutup oleh Agus dan Kris bahkan Harry.
Waktu tersisa 1 menit waktu normal dan terlihat dipinggir papan bertuliskan 2 yang artinya tambahan waktu 2 menit. Praktis 3 menit yang harus digunakan untuk kedua tim membobol gawang atau keduanya akan diadu dengan adu penalty.
Situasi saat ini memanas, Harry mendatangi Agung begitu melihat pemain IPS yg mulai Tersentak menyerang dan kemudian membisikkan untuk tetap tinggal ditengah, karena jika bola sampai dikakinya, akan langsung mengumpan padanya.
Dan benar prediksi Harry, tim lawan hampir menyerang sepenuhnya, praktis hanya meninggalkan kiper di belakang. Situasi semakin buruk setelah 5 menit yg lalu, Kris mendapatkan kartu kuning keduanya. Yg artinya mereka bermain dengan 10 orang saat ini.
Tendangan keras pemain bernomor 8 ditepis dengan baik dengan Hilman dan bola jatuh berada diatas kepala Agus, tanpa pikir panjang agus menyudul bola kearah Harry yang tanpa mengontrol bola begitu bola memantul sekali ketanah, Ia langsung menendang bola keras keatas dan hanya ada satu pemain disana, dan itu Agung.
Praktis setelah menerima bola dan mengontrolnya, Agung berlari menggiring bola dan langsung berhadapan 1 lawan 1 dengan kiper. Dengan sedikit kecohan Ia berhasil melewati kiper tersebut, dan menendang bola pelan ke gawang yg berhasil masuk dengan mulus. Skor 2-3 dengan comeback kemenangan dari kelas X-6. dan Harry dkk melaju ke Semi Final.