ZODIAC

ZODIAC
BAB 8



Makhluk setinggi 2.18 meter itu memiliki wujud tidak biasa; jari-jari kakinya yang berkuku dua tampak dibiarkan tanpa alas kaki; sedangkan sepasang kaki dengan otot paha dan betis yang kekar tersembunyi di balik celana jeans hitam yang ia gunakan; bagian atas tubuhnya dibiarkan tanpa sehelai benang sedikit pun: mempertontonkan tubuhnya yang atletis dengan kulit berwarna kemerahan. Bagian paling tak lazim dari makhluk ini adalah bentuk kepalanya yang menyerupai kepala banteng. Ditambah sepasang tanduk berwarna hitam yang menempel di kepalanya. Makhluk ini adalah monster legendaris, Minotaur.


Minotaur berjalan ke arah meja bundar yang berada di tengah ruangan kaca tersebut, dia diikuti dua orang wanita di belakangnya. Salah satu wanita mengenakan gaun merah yang dilapisi jubah panjang berwarna hitam. Rambut pirangnya dia biarkan terurai menutupi punggungnya. Wanita yang memiliki bola mata berwarna biru itu dikenal dengan nama, Angel de la Barthe. Seorang penyihir dari Toulouse, Prancis.


Sedangkan wanita satunya terlihat berumur lebih tua dari Angel. Wanita ini memiliki hidung menyerupai paruh burung gagak. Gaun terusan lengan panjang berwarna hitam menutupi tubuhnya yang memiliki bentuk punggung sedikit bengkok, sehingga ketika berjalan dia terlihat membongkok. Wanita ini mengenakan topi hitam memanjang keatas berbentuk kerucut, terlihat di tangan kirinya ia menggenggam sebuah tongkat sihir. Wanita ini bernama Moll Dyer.


“Semua mahluk yang mati karena berjuang atas nama Kronos, adalah saudara kita,” ucap Minotaur dengan suaranya yang terdengar berat dan serak


Kemudian mereka yang berada di dalam ruangan itu menduduki kursi yang di atas sandarannya terukir nama mereka masing-masing.


Kursi yang mengarah ke arah jam 12 diduduki Minotaur. Sedangkan Moll Dyer dan Angel duduk di sebelah kiri dan kanan Monster berkepala banteng itu. Attila, Tamerlane dan Ivan duduk berjejer di kursi arah jam 2, 3 dan 4. Lalu seorang Pria berperawakan kurus tinggi mengenakan pakaian serba hitam, menduduki kursi arah jam 6. Pria ini bernama Jack Heeled, pemimpin organisasi Tamam Shud.


“Revolusi akan selalu memakan korban,“ ucap Jack. “Mereka yang mati karena memperjuangkan revolusi, adalah pahlawan,“ lanjutnya.


“Revolusi apa yang kau maksud Jack?“ tanya Tamerlane.


“Apa yang kita lakukan saat ini akan berujung pada sebuah perubahan,” Jack tersenyum pada Tamerlane, “revolusi“ lanjutnya sambil menjentikan jari.


“Ya, semua ini akan mengubah Dunia,“ Ivan menanggapi, kedua tangannya dlipat di dadanya.


“Ya, mengubah Dunia,“ balas Jack sambil menganggukan kepalanya.


Jack melirik ke arah Attila.


“Attila Kau sudah mengurus anak buah Ivan yang tertangkap di Museum Otsheaven?“


“Orang kepercayaanku di Ostheaven sudah mengurusnya,” jawab Attila.


Kemudian dia mengambil sebatang cerutu dari dalam kotak kayu yang sebelumnya berada di dalam saku jas berwarna putih yang saat itu dia gunakan. Cerutu itu kemudian dia himpit dengan kedua bibirnya. Sebuah korek api berwarna perak yang di permukaannya dihiasi simbol Kepala Medusa berwarna emas, dikeluarkan dari saku kanan celananya. Jarinya bersiap untuk menghidupkan api, namun sebelum itu terjadi sebuah api berwarna hijau berbentuk bulat berukuran sebesar bola ping-pong melayang-layang menghampirinya.


Attila melirik kearah Moll Dyer yang terlihat sedang mengendalikan api itu dengan tongat sihirnya.


“Terima kasih, Molly,“ ucap Pria berkacamata berumur 52 tahun itu kepada Moll Dyer, lalu mengarahkan ujung cerutu yang menempel di bibirnya ke arah api itu.


“Hey, Attila, kebiasaan merokokmu itu akan membuatmu cepat mati,“ ucap Jack disusul tawa Tamerlane.


“Tidak jika kau segera memberikan Air Mata Putri Duyung kepadaku. Ingat Jack, itu janjimu kepadaku.“ Jawaban Attila membuat Jack tersenyum.


“Aku selalu menepati janjiku, kawan,” balas pria yang memiliki bola mata berwarna hijau ini.


Attila menatap Angel. “Angel, kau memiliki mata yang mampu melihat semua yang kau inginkan. Tidak bisakah kau, mencari keberadaan Putri Duyung?“ tanya Attila.


“Jika aku bisa melihatnya, aku pasti sudah memberitahumu,“ jawab Angel.


Mendengar jawaban Angel, Attila hanya tersenyum lalu menghisap kembali cerutunya.


“Angel, aku tidak pernah meragukan penglihatanmu sedikt pun. Namun, kau salah soal keberdaaan Pedang Frixos,“ ucap Ivan.


“Pedang Frixos memiliki kekuatan yang besar. Aku merasakan kekuatan itu dan aku yakin pedang itu berada di suatu tempat di Kota Ostheaven. Tapi sulit bagiku menemukan lokasi percisnya, karena pedang itu dilindungi kekuatan besar yang mengacaukan penglihatanku,“ ucap Angel, lalu melihat ke arah Moll Dyer. “Kau mengerti maksudku, Molly?“


Moll Dyer mengarahkan pandangannya ke Angel. “Ya,“ balas wanita yang terlihat berumur 50’an dengan suara seraknya. Moll Dyer merubah pandangannya ke arah Ivan, “Davin Dhananjaya adalah orang terakhir yang menggunakan pedang itu. Setelah itu, pedang itu hilang entah kemana. Menilai reputasi kekuatan pedang itu dan sosok terakhir yang menggunakannya, merupakan sebuah keajaiban kita bisa mengetahui keberadaannya di Ostheaven,“ lanjut Moll Dyer.


“Davin Dhananjaya,“ kata Jack, senyum khas miliknya muncul dari bibirnya yang tipis berwarna kemerahan. “Domba itu adalah seorang legenda.“


“Bagaimana dengan anaknya?“ tanya Tamerlane.


“Sepertinya domba kecil itu belum mengetahui takdirnya,“ jawab Moll Dyer.


“Bukan Dhananjaya yang harus kita waspadai di kota itu. Tapi Sonia Robert. Kalian pasti tau gadis itu berbahaya,“ ucap Attila.


“Gadis 19 tahun yang menghabisi Peter Kurten,” Jack menunjuk ke kursi yang berada di arah jam 5. “ Peter Manuel,” dia menunjuk kursi arah jam 7. “Gary Gilmore dan John Wayne Gacy,” lalu, menunjuk kursi di arah jam 8 dan 9.


“Jack, kau melupakan 14 anak buahku yang juga dibunuhnya saat kejadian 3 tahun lalu,“ tambah Ivan.


“Dan 14 Kesatria yang gugur di medan perang,“ ucap Jack sambil menempatkan tangan kanan di dada kirinya.


“Aquarius berada di dalam rumah sakit jiwa saat ini. Kita tidak bisa menyentuhnya, begitupun dia,“ ucap Attila. “Yang harus kita khawatirkan saat ini adalah, Sang Kerbau,“ tambah Attila.


Mendengar ucapan Attila, Minotaur terlihat sangat kesal. “Jack, izinkan aku mengurus Ostheaven,“ ucapnya.


“Mengirimmu sekarang hanya akan menghasilkan kekacauan, Mino,“ jawab Jack. “ Kelemahan Kerbau itu adalah wanita, aku sudah mengirim Cassandra,“ ucapnya sambil menghadapkan pandannganya ke kursi arah jam 10.


“Angel, kau bilang ada seorang Zodiac lagi?“ lanjut Jack.


“Ya, tapi aku tidak bisa melihat bintangnya. Nampaknya, yang ini keturunan murni,“ Jawab Angel.


“Semakin menarik,” ucap Jack sambil menjentikkan jarinya. “Berarti kita juga akan menghadapi seorang Dewi!“