ZODIAC

ZODIAC
BAB 29



“Vin, apa yang kau rasakan ketika berubah wujud menjadi Taurus?“ tanya Kin kepada Gavin. Wajahnya tampak sangat penasaran.


“Awalnya sangat sakit. Kau bisa bayangkan; sepasang tanduk tiba-tiba tumbuh di kepalaku, lalu otot-ototku membesar secara tiba-tiba. Itu sangat sakit, rasa sakit yang benar-benar mengerikan,“ jawab Gavin lalu menyeruput gelas kopi yang dia pegang dengan tangan kanannya.


“Ya, percis seperti yang aku rasakan.“ Kin menganggukan kepalanya. “Saat aku berubah pertama kali di pantai, awalnya sebuah portal muncul di punggungku, lalu dari portal itu keluar sepasang sayap—yang menurut Nicko berwarna emas, dan kau tahu? Saat itu aku merasa seperti punggungku terbakar,“ ucap Kin.


“Kau akan terbiasa dan rasa sakit itu akan hilang jika kau sering berlatih, Kin.“


Kin mengerutkan dahi lalu bertanya, “bagaimana cara kau berlatih?“ Kin tampak penasaran.


“Kau mengetahui tentang Infierno?“ Gavin balik bertanya kepada Kin.


“Ya, sebuah tempat yang kita kunjungi ketika bermimpi. Aku bertemu Chrysom di tempat itu,“ Jawab Kin.


“Kau bisa berlatih di tempat itu. Bintangmu yang kau panggil Chrysom, adalah pembimbingmu,“ ucap Gavin.


“Seperti apa wujud pembimbingmu?“


“Seekor kerbau berwarna hitam, matanya merah dangan anting emas terpasang di hidungnya. Aku panggil dia, Black Metal,“ jawab Gavin sambil tersenyum.


Kin tersenyum menanggapi Gavin. “Tapi, bagaimana caranya agar bisa berada di dalam Infierno, sesuai keinginan kita?“ tanya Kin kembali.


“Sebelum tidur, kau harus berkonsentrasi. Memikirkan dan menginginkan kau berada di tempat itu,“ jawab Gavin.


Kin melipat tangannya di depan dada sambil mengangguk-nganggukan kepalanya. Baginya tentu saja itu bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan.


Cassandra yang sejak tadi menikati santap pagi, memandang ke arah ruang tamu, seseorang terlihat memasuki rumah. “Aquarius,“ sapa Cassandra ketika melihat Sonia Robert memasuki ruang keluarga dan berjalan menuju meja makan.


“Hey,“ balas Sonia sambil mengangkat tangannya.


“Sonia, kau sudah sarapan?” tanya Kin.


“Sudah, Putri membawakanku sarapan setiap pagi,“ balasnya, lalu kemudian menduduki kursi kosong yang sebelumnya diduduki Wanda.


“Oh iya,“ ucap Kin sambil menepuk jidatnya. “ Aku lupa jika kau tamu penginapan,“ lanjutnya.


“Hey, Kerbau. Ajari Aku bermain gitar,“ ucap Sonia kepada Gavin.


“Wow.” Gavin menunjukkan reaksi yang sedikit berlebihan. “Apa yang membuat wanita cantik sepertimu ingin bermain gitar?“ goda Gavin.


“Kau tidak boleh menggodaku,“ ucap Sonia, lalu menatap Cassandra. “Pacarmu akan cemburu, lalu memasuki pikiranmu dan membuatmu terjun dari jurang,“ lanjutnya dengan nada sinis.


Gavin tertawa mendengar ucapan Sonia. “Baiklah, karena kau sudah memaafkan Cassandra, aku akan mengajarimu bermain gitar. Musik seperti apa yang ingin kau mainkan?“ lanjut Gavin.


Sonia menatap ke arah plafon; dia memikirkan jawaban dari pertanyaan Gavin; mengingat lagu-agu yang pernah dia dengar. “ Yap, aku tahu,“ ucapnya sambil tersenyum pada Gavin. “Ajari aku memainkan lagu Black Sabbath,“ lanjutnya.


“Wow!“ Gavin menatap Sonia sambil mengangguk-nganggukan kepalanya. “Kau memiliki selera musik yang bagus,“ ucap Gavin.


“Sonia, kenapa tiba-tiba kau ingin bermain gitar?“ tanya Kin, dengan mulut yang penuh dengan donat.


Kin tersenyum geli sambil menganggukkan kepalanya.


“Ya, seperti itulah netizen. Mereka tidak memiliki kualitas,“ lanjut Sonia.


Cassandra menutup mulut dengan telapak tangan kanannya menahan tawa.


“Hahaha, kau memiliki penilaian yang bagus Sonia,“ ucap Gavin. “Kau sinis dan mulutmu tajam.”


Sonia tersenyum menanggapi Gavin, lalu dia menatap Kin. “Aku tadi bertemu bibimu. Dia menyarankanku pergi ke museum,“ ucap Sonia.


“Ya, tadi juga Bibi Wanda bilang seperti itu kepadaku. Lalu kau jawab apa?“ tanya Kin.


“Aku bilang, jika aku meninggalkan tempat ini, akan datang sekumpulan berandalan berbaju hitam, lalu menculik orang-orang dan meledakkan tempat ini,“ ucap Sonia.


Gavin menatap Cassandra. “Terdengar seperti Tamam Shud,“ ucapnya.


Cassandra menganggukkan kepalanya.


“Lalu apa kata Bibi Wanda?“ tanya Kin.


“Bibimu tertawa. Dia bilang aku memiliki selera humor yang bagus,“ jawab Sonia Robert.


Kin menghela napas lega setelah mendengar jawab Sonia.


“Teman-teman,“ ucap Cassandra sambil menunjuk ke arah televisi yang berada di ruang keluarga.


Kin, Sonia dan Gavin serentak mengalihkan pandangannya ke arah televisi.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA ZODIAC


Jangan lupa klik jempol dan komennya


Tentang penulis:


Ahmad Rusdy, biasa dipanggil Rusdy. Penggemar kopi, musik heavy metal, Marvel dan karya-karya Stephen King. Mempercayai adanya kehidupan cerdas di luar angkasa.


Temukan saya di:


Instagram: @a_rusdy


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *