
“Aquarius hentikan!“ ucap seseorang dari arah tangga.
“Leta!“ ucap Kin saat melihat Leta menuruni tangga.
Sonia memandang ke arah Leta.
“Hentikan atau kau juga akan melawanku,“ ancam Leta.
Sonia Robert memandang wajah Leta yang nampak marah dengannya. “Baiklah,“ ucapnya kemudian.
Sonia Robert menghentikan tindakannya. Pedang-pedang yang memutari Taurus berubah kembali menjadi butiran-butiran air dan berangsur memasuki sela-sela lantai kayu ruang bawah tanah. Secara bersamaan Aquarius melepaskan Cassandra yang dia gantung dengan wine. Tubuh Cassandra terjatuh menghantam lantai. Dia nampak terengah-engah menggelepar di atas lantai.
Taurus berubah kembali ke wujudnya seperti semula dan berlari menghampiri Cassandra. “Leta, terima kasih,“ ucap gavin sambil memeluk Cassandra.
Leta memandang tajam ke arah Gavin. “Kenapa kau bersama anggota Tamam Shud?“ tanya Leta.
“Dia menyelamatkanku dari serangan di cafe. Bahkan Dia membunuh beberapa anggota Tamam Shud,“ jawab Gavin sambil memeluk Cassandra yang terbaring di pelukannya.
Kemudian Leta menatap Sonia. “ Kenapa kau melakukan itu?!“ tanyanya.
“Penyihir itu tertawa, mengucapkan sesuatu yang aku tidak tahu, memaki, dan menggerakkan tanganku sesuka hatinya tiga tahun lalu,“ jawab Sonia. Kemudian dia menatap ke arah Cassandra yang sedang berada di pelukan Gavin. “Dia ada di urutan pertama orang yang ingin aku bunuh. Aku benci ketika ada seseorang mencoba mengontrolku dan dia... “ Sonia menunjuk Cassandra, “ ... melakukan sesuatu yang melebihi itu. Dia menggerakanku dan bermain-main di dalam pikiranku,“ lanjut Sonia.
Leta berjalan lalu duduk di sofa, kedua telapak tangannya menutup wajahnya. Dia nampak sangat stres sehabis melihat kejadian di dalam ruangan itu.
“Gavin,“ ucap Cassandra dengan napas terengah-engah. “Siapa wanita itu?”
Gavin memandang Cassandra dengan penuh kahwatir, sesekali dia mengelus rambut pirang wanita yang ada di pangkuannya. “Namanya, Leta,“ jawab Gavin.
“Kenapa Aquarius menurutinya?“ tanya Cassandra kembali.
“Leta adalah Pisces,“ jawab Gavin.
“Bukan karena dia seorang Dewi. Kau tahu, bahkan Zeus sekalipun pernah kutentang,“ ucap Sonia sambil berjalan ke arah bar melewati Gavin dan Cassandra. “Aku menuruti Leta karena dia satu-satunya manusia yang aku percaya di dunia ini,“ lanjutnya.
Dalam keadaan masih tertunduk dan wajah yang ditutupi kedua tangan. Leta tersenyum mendengar ucapan Sonia Robert.
“Kin, ucapkan sesuatu agar suasan mencair,“ bisik Nicko kepada Kin yang berada di sebelahnya.
Kin menganggukkan kepalanya. “Pak Sutris, apa yang biasanya dilakukan ayahku dalam kondisi seperti ini?“ bisik Kin pada Pak Sutris. Kin berada di tengah-tengah Nicko dan Pak Sutris.
“Biasanya Bapak memotivasi gitu, Mas Kin,“ jawab Sutris.
“Baiklah,“ sahut Kin sambil mengepalkan tangan kanannya di depan dadanya. Kin berjalan ke tengah ruangan. “Baiklah teman-teman, sebagai sebuah—“
“Kin, hentikan,“ sela Leta. “Biarkan mereka menenangkan diri,“ lanjutnya.
Kin menganggukkan kepalanya, lalu berjalan ke arah sofa yang di duduki Leta dan duduk di sebelahnya.
“Aku akan membeli beberapa makanan dan minuman di luar,“ ucap Nicko dan bergegas meninggalkan ruangan.
Pak Sutris dan Putri juga berjalan ke arah tangga bermaksud meninggalkan ruang bawah tanah.
“Pak Sutris mau ke mana?“ tanya Leta.
“Mau ke atas, Non. Penginapan enggak ada yang jaga,“ jawabnya bergetar. Dia masih nampak syok dengan kejadian yang baru saja dia lihat.
“Baiklah. Kalau begitu Putri, kau tetap di sini,“ ucap Leta.
Putri menatap Leta. Dia nampak bingung.
Leta memandang semua yang berada di dalam ruangan. Lalu dia berdiri dan berjalan menuju sebuah photo yang terpajang di dinding belakang meja kerja. Dia mengambil photo itu, sejenak dia menatap gambar di dalamnya, lalu dia memutar tubuhnya sambil menatap seisi ruangan. “Aku ingin berbicara tentang Ekliptika,“ ucapnya kemudian.