
Sonia Robert yang sejak tadi sibuk dengan handphone-nya memutar kursi yang dia duduki dan menyimak pembicaraan yang sedang terjadi, hal yang sama juga di lakukan oleh Putri yang duduk di sebelahnya.
“Kau tahu tempat persembunyian Tamam Shud?“ tanya Kin.
Cassandra tersenyum mendengar pertanyaan Kin. “Tentu saja, karena aku juga salah satu dari 12 anggota elite organisasi Tamam Shud,“ terang Cassandra.
Gavin tersentak mendengar pernyataan wanita penyihir yang sejak tadi duduk di sebelahnya.
Leta memandang Cassandra dengan penuh heran. “Lalu kenapa kau berada di sini?“ tanya Leta.
Sejenak Cassandra menatap Gavin yang berada di sebelahnya, lalu kemudian tubuhnya dia condongkan ke depan. Sedangkan kedua telapak tangannya yang saling menggenggam dia letakkan di atas kedua lututnya dan menundukan kepalanya.
“Beberapa bulan yang lalu, aku di perintahkan untuk mengalihkan perhatiaan Taurus dari kegiatan Tamam Shud di kota ini,“ jawab Cassandra. Cassandra menatap wajah Gavin di sebelahnya. “Lalu kemarin Tamam Shud merintahkan membunuh Taurus,“ ucapnya.
Sejenak Gavin memejamkan mata sambil menggelengkan kepalnya ketika mendengar ucapan Cassandra.
“Apa kau yang diperintahkan untuk membunuh Taurus?“ tanya Leta.
Cassandra menatap Leta sambil menggelengkan kepalanya, lalu dia menetap ke arah Putri. “Moll Dyer adalah eksekutor Taurus,“ jawab Cassandra.
Putri nampak terkejut mendengar jawaban Cassandra.
“Lalu kenapa kau melindungiku?“ tanya Taurus penasaran.
“Aku membenci manusia lebih dari siapapun di dunia ini. Apa yang direncanakan Tamam Shud sangat cocok dengan kebencianku itu. Hingga akhirnya tiga bulan yang lalu aku bertemu denganmu.“ Cassandra menatap Gavin sambil memegang lembut pipi pria itu dengan tangan kanannya. “Kau yang mengajarkanku memaafkan,“ lanjut Cassandra.
Leta memandang aneh Casandra. “Kau pasti terkena rayuan mautnya,“ ucap Leta.
Cassandra tersenyum sambil melirik Leta. “Aku tidak bisa dirayu seseorang. Karena aku mengetahui pikiran seseorang ketika aku menyentuhnya,“ balas Cassandra.
“Leta,“ panggil Sonia Robert.
Leta meandang Sonia.
“Dia memang pintar bermain-main dengan pikiran manusia,“ ucap Sonia sambil menunjuk Cassandra.
Leta menganggukkan kepalanya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Cassandra. “Jadi apa yang akan kau rencanakan?“ tanya Leta.
Cassandra menunundukkan kepalanya. “Yang saat ini bisa aku lakukan adalah lari dan bersembunyi dari kejaran Tamam Shud,“ ucapnya.
Dengan lembut Gavin mengangkat dagu Cassandra dengan jari-jarinya. “Aku akan bersamamu,“ ucapnya.
Kin mentap ke arah Leta. “Apakah kau tidak bisa membantunya?“ bisik Kin.
Leta tersenyum sambil memandang tajam mata Kin.
“Kenapa kau tersipu?“ taya Leta sambil tersenyum.
Kin mengalihkan pandangannya ke arah rak buku di depannya. “Aku tidak tersipu,“ jawab Kin gugup.
“Kin,“ panggil Gavin.
“Ya,“ jawab Kin, sambil menatap Gavin.
“Kau memiliki selera yang bagus,“ lanjut Gavin sambil tersenyum.
Kin bangkit dari duduknya, lalu berjalan maju ke arah rak buku, memutar tubuhnya ke arah Gavin, memutar lagi tubuhnya ke arah Sonia Robert yang sedang duduk di bar, lalu memutar lagi tubuhnya ke arah rak buku.
“Hey, Penyihir,“ ucap Sonia. Cassandra menatap ke arahnya. “Kin bertingkah aneh, kau bisa melihat apa yang sedang dia pikirkan?“ lanjut Sonia sambil menunjuk ke arah Kin.
“Aku sudah bisa mengetahuinya tanpa harus memasuki kepalanya, Aquarius,“ jawab Cassandra sambil tersenyum.
Sonia Robert menatap ke arah Putri di sebelahnya. “Apa maksud penyihir itu?“ tanyanya.
“Sepertinya Mas Kin menyukai Non Leta,“ balas Putri.
Sonia melihat ke arah Kin. “Kin, kau menyukai Leta?“ tanyanya lantang.
Kin nampak panik mendengar pertanyaan Sonia Robert.
Leta tertawa melihat tingkah laku Kin. “Teman-teman, sudahlah,“ ucap Leta.
Kemudian Leta menatap Cassandra. “Kin tadi bilang padaku, apakah aku bisa membantumu,“ ucap Leta.
Kin mengangkkan kepalanya .
“Aku akan membantumu dan melindungimu,“ lanjut Leta.
Cassandra dan Gavin nampak serius memandang Leta.
“Dengan satu syarat,“ ucap Leta.
Seisi ruangan hening sambil menatap serius ke arah Leta.
“Kau harus memberitahuku semua informasi yang kau tahu tentang Tamam Shud,“ lanjut Leta.
“Aku akan melakukannya,“ balas Cassandra sambil menganggukan kepalanya.
Leta nampak tersenyum puas mendengar jawaban dari Cassandra.